Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 96 Hari ke dua


__ADS_3

Pagi senin,


Tak seperti senin-senin sebelumya, mungkin untuk pertama kali seumur hidup, Aku tak mengeluh.


Yang mana biasanya pagi senin adalah momok paling menyeramkan yang membuatku tak bersemangat, tapi ini senin perdana yang kuawali dengan bangun pagi penuh senyum semangat.


Semboyan I like Monday kali ini benar-benar kejadian di hariku.


Alasannya adalah Dirga.


Ini hari kedua, untuk permintaan satu pekan.


"Vin, kok cepet banget udah mau berangkat aja?"


Mama yang tengah melayani Papa sarapan menolehku yang tengah memilih sepatu untuk kupakai berangkat kerja.


"Iya Ma,, biar gak macet aja"


Jawabku sembari menarik sepasang sepatu berwarna krem dengan hak 5 cm.


"Sarapan apa pagi ini Ma?"


Aku mendekat ke meja makan.


"Woowww.... Mi goreng sosis!!"


Seruku begitu Mama menyodorkan piring berisikan Mi goreng buatan Mama dengan penuh potongan sosis diatasnya.


Tanpa banyak komentar segera kulahap habis dan diakhiri dengan secangkir coklat panas.


"Ma... Vina berangkat ya.."


Aku mencium pipi Mama begitupun dengan Papa yang masih menikmati kopi panasnya.


Di dalam mobil sebelum berangkat,


"Halo Sayang..."


Agung Video call.


"Hai..."


Sapaku ala kadarnya.


"Kamu udah mau berangkat? baru jam berapa Vin,, kok cepat banget?"


Tanya nya heran.


"Ehm... iya, ada meeting pagi,"


"Kamu cantik banget pagi ini,,"


puji Agung yang menatapku dari layar ponselnya tak berkedip.


"Ah, biasa aja... makasih ya...."


"Gak kok.. emang beda aja... pagi ini auranya berbeda... kamu lebih ceria, manis... Aku suka"


"He... he... he.... Sekali lagi makasih loohhh"


"Jadi makin gak sabar ingin cepat pulang,, Apa Aku pulang besok aja ya??"


Agung sejenak berpikir.


"Eh... ehm... besok?? jangan... jangan!!"


sambungku cepat.


"Loh... kenapa Vin,, kok kaget gitu??"


"Ehm... bukan,, maksud Aku jangan buru-buru gak baik,, santai aja dulu,, selesaikan kerjaan kamu disana sampe benar-benar beres,, biar pulangnya enak,, ehm... iya... gitu maksud Aku"


Terangku gugup dengan jantung yang berdegup.


"Ohh,, tapi... Aku udah kangen banget sama Kamu, emangnya kamu gak kangen sama Aku"


"Ehm,, Gung... kita video callnya nanti lagi aja ya,, nih Aku dah mau jalan.."


Kilahku pada Agung.


"Oh ya udah,, kamu hati-hati ya sayang..."


"Aku cuma tersenyum lalu mematikan sambungan video call dari Agung, kemudian melaju meninggalkan rumah.


......................


Jarum jam terus berputar, setengah jam menjelang jam pulang kantor, Aku membuka ponsel, mengabarkan pada Dirga jika Aku sedang bersiap-siap untuk pulang.

__ADS_1


Tak lama, Dirga menelponku.


"Halo... kenapa?"


ujarku begitu ponsel menempel di telinga.


"Jutek banget jawabnya,, Aku udah di depan "


Jawabnya membuatku terkejut lalu berdiri cepat.


"Hah?? didepan?? didepan mana??"


jawabku panik.


"Didepan pabrik,, hahhah"


Tawanya lepas membuatku menarik nafas lega.


"Dirga!! kamu buat Aku jantungan tau ga!!"


Hardikku kesal.


"Semalam bilang Aku buat kamu hampir gila, sekarang Bilang Aku buat kamu jantungan,, emangnya Aku sejahat itu??"


"Udah ah, nanti aja ngobrolnya.. Aku otw ya..."


"Oke sayang, eh... Vin maksudnya"


Deg!!


Hatiku panas dingin mendengar kalimat itu.


Aku bergegas merapikan meja kerjaku, menarik tas dan meninggalkan meja kantor dengan hati berbunga-bunga.


Tanpa menunggu lama, Aku menembus keramaian jalanan kota menuju kafe yang kini menjadi icon satu pekan bersama Dirga.


Sampai di depan Kafe, seperti biasa.. Aku belum akan turun sebelum memastikan rambut dan riasan wajahku segar kembali dan tertata rapi. Aku ingin terlihat cantik dan sempurna di depan Dirga.


Begitu pintu mobil terbuka,


Aku kaget bukan kepalang begitu melihat Dirga tegak berdiri disamping pintu mobil.


"Astaga!! Dirga!!"


Ujarku kaget.


"Ngapain disini??"


tanyaku,


"Nungguin kamu,, yuk..."


Ajaknya sembari mengulurkan tangan padaku.


"Kemana? kita gak masuk dulu??"


tanyaku bingung, dengan tangan menyambut uluran tangannya.


"Aku tak mau membuang waktu meski semenit saja,"


Dirga menuntunku menuju sebuah mobil lalu membukakan pintu mobil untuk ku.


Aku memandangnya heran kemudian menatap mata Dirga dengan mengangkat kedua belah telapak tangan bertanya dengan isyarat.


"Naik aja dulu.."


Ujarnya.


Aku mengikuti perintah Dirga meski hati masin bertanya-tanya, tentang mau kemana? dan mobil siapa?


Di dalam mobil, Dirga menyetel lagu romantis. dan siap melaju meninggalkan kafe.


"Dir... ini..."


"Bukan... ini bukan mobil Aku, Aku pinjam mobil Syintia,"


jawab Dirga sebelum Aku selesai bertanya.


"Kenapa?"


Tanyaku lagi.


"Aku.. Aku gak tega liat kamu kemarin, Aku gak mau rambut kamu yang rapi ini, kusut.. Aku juga gak mau wajah kamu jadi berdebu dan berminyak"


Aku memandang wajah Dirga yang baru saja ia palingkan dari Aku.


"Dir... kamu gak perlu lakuin ini.... Aku gak papa kok pakai motor.. "

__ADS_1


ujarku menyentuh pundak Dirga.


"Gak papa Vin,, Aku cuma ingin memberikan yang terbaik untuk kamu di hari-hari terakhir ini"


Dirga menangkap tanganku dan mengecupnya.


Ada pedih yang tiba-tiba menjalar pelan di hatiku.


"Aku mohon... jangan katakan itu Dir..."


Ucapku menunduk.


Terdengar Dirga membuang nafas.


Mobil melaju.


10 menit saling diam,


"Ehm... Dirga, kita mau kemana?"


Tanyaku.


"Aku mau ajak kamu nonton, mau ya.."


Aku diam tak menjawab.


Tiba di bioskop,


"Tunggu sebentar ya.. Aku beli tiket dulu."


Dirga pergi dan kembali lagi dengan 2 tiket film ditangannya.


Dari arah samping, terlihat 2 orang laki-laki dan perempuan berjalan sembari menunjuk Dirga, kemudian...


"Sore Pak! disini juga??"


Sapa perempuan tersebut pada Dirga yang nampak kaget sekaligus canggung.


"Eh... kalian,, ehm... iya.. kalian berdua aja?"


Dirga balik bertanya.


"Iya Pak,, ehm... ini calonnya ya Pak,, pantesan beberapa hari ini happy banget, gak galak!!"


Aku agak sedikit kaget dan bingung mendengar percakapan mereka, panggilan Pak, dan kata-kata galak yang dilontarkan perempuan tersebut mengundang tanda tanya di hatiku.


"Oh.. ya, kenalin ini Vina,, ehm.. Teman, ya teman, ehm Vin, ini teman-teman Aku"


Dirga mengenalkan Aku pada teman-temannya dengan kikuk dan terlihat sekali wajahnya tegang.


"Halo bu,, ehm.. Ayumi.. "


"Edgar.."


ujar mereka bergantian menyalamiku dan memanggil ku dengan sebutan Ibu, semakin menambah rasa penasaranku pada Dirga.


Nampak seperti ada yang disembunyikannya dari Aku.


"Cantik loh Pak,, sayang kalo cuma jadi teman"


Bisik Ayumi pada Dirga namun masih bisa kudengar dengan jelas.


"Ssttt... kamu!!! udah,, jangan ganggu!!"


Balas Dirga.


"Ya udah, kami duluan ya Pak Dirgantara, Ibu Vina"


Seru mereka kemudian berlalu.


"Dirga menggandeng tanganku masuk kedalam studio.


"Ehm.. Dir,, mereka kayaknya dekat banget sama kamu,, sahabat kamu?? "


Pancingku.


"Ehm... Teman di tempat kerja,, emang gitu orangnya bawel!!"


jawab Dirga.


"Ehm... tapi kok manggil kamu Bapak sich?"


Tanyaku lagi.


"Ohh... itu,, ya... mungkin karena tampang aku keliatan Tua mungkin he.. he.. he.. udah Ah, ngapain ngomongin mereka,, mending ngomongin tentang kita aja"


Dirga mencoba memutuskan obrolan tentang Ayumi dan Edgar.

__ADS_1


Bersambung***


__ADS_2