
Dirga mengusap mukanya kasar, lalu bersandar pada jok mobil.
"Dirga,, maaf.. Aku gak bermaksud buat kamu cemburu,, tadi Aku sudah mau mejelaskan kenapa tiba-tiba Aku menyebut nama Agung, tapi kamu keburu ngambek dan lari ninggalin Aku. Aku ngejar kamu buat jelasin, tapi Aku malah kesandung.. dan kamu datang bukannya bantuin malah jutek,, Aku jadi kesal, karena Aku kesal,, makanya Aku lupa buat jelasin,, malah kitanya jadi berantem gak jelas"
Tuturku sembari menunduk.
Dirga merubah posisi duduknya, menghadap kearahku.
"Nanti aja jelasinnya,,"
Ujarnya.
"Kenapa?"
"Aku mau diam dulu!"
"Ihh.. Aneh!!"
cibirku.
"Yang penting kamu tau dulu,, Kalo Aku cemburu!"
Aku menghela nafas.
Mobil melaju,
Sepanjang perjalanan, kami tak saling bicara.. hanya lagu-lagu melow yang mengalun dari audio mobil memecah keheningan diantara kami.
Sampai di rumah,
"Vina, Aku mau langsung pulang!"
"Serius?? gak mau turun dulu,, ketemu Mama Papa?"
Dirga diam,
"Dirga,, udah donk.... ngambeknya,, kamu gak berubah ya dari dulu... kalau cemburu marahnya lama!!"
Dirga menolehku sekilas,, kemudian kembali diam.
"Dir... udah donk.... kamu gak kasian sama Aku?"
Kali ini Aku memasang tampang memelas sembari menatap dan menyentuh bahunya,, berharap tak tik yang sedang kugunakan ini berhasil meluluhkan hati Dirga.
Dan sepertinya....
Yess!!! Berhasil..!!
Dirga menatapku.
Aku melanjutkan aksiku.
"Maafin Aku ya.... jangan ngambek lagi,, jelek!"
Dirga tersenyum, kemudian mengacak rambutku lalu mengangguk.
"Nahh gitu donk,, yuk turun... jangan langsung pulang ya... Aku masih kangen kamu"
Rayuku.
Dirga mencubit pipiku.
Dirga turun dari mobil, begitupun denganku.
Keadaan rumah yang sepi membuatku bertanya,, kemana kedua orang tuaku, Aku melongokkan kepala ke garasi, benar saja tak nampak mobil Papa disana.
"Kenapa Vin?"
Tanya Dirga,,
"Dirumah gak ada orang,, Papa Mama pergi kayaknya.. tapi kok gak ngabarin ya,, ?Aku membuka Ponselku,
Astaga!! ternyata Mama menelponku 3 kali tapi bisa-bisanya Aku tak mendengar.
Dirga mendekat,
"Kenapa Vin?"
Tanyanya masih dengan nada yang sama.
"Mama nelpon 3 kali,, kok Aku gak tau ya...?"
Ujarku sembari menelpon balik Mama.
"Gara-gara kamu ngambek gak jelas tu"
Ledek Dirga.
Aku melotot,,
"Assalamualaikum Vin,,"
Sapa Mama begitu mengangkat panggilan dariku.
"Halo Ma... Walaikum salam.. Vina baru sampe rumah,, tapi sepi.. Maaf tadi telepon Mama gak keangkat, Mama kemana?"
__ADS_1
"Iya,, tadi gak lama Kamu pergi.. Tante Ruri nelpon.. katanya sore ini,, Agung mau lamaran"
Deg!!
Aku tersentak mendengar ucapan Mama barusan, jantungku tiba-tiba berdegup.
"Apa Ma?? Agung?! Dia sudah pulang?!"
Tanyaku tak percaya, bersamaan dengan itu Dirga menolehku cepat dan menatapku yang tengah menelpon Mama.
"Iya, sudah.. katanya kemarin,, "
"Lamaran? soren ini? kok mendadak sih Ma??"
"Iya,, dia pulang sama calon istrinya.. sore ini lamaran,, awal bulan depan Mau segera menikah"
Aku masih merasa tak percaya, dengan kabar yang baru saja kudengar,,
"Lamarannya cuma keluarga saja Vin,, nanti Mama cerita pas sudah pulang kerumah ya.. Mama pulang agak malam..., "
"Oh,, oke Ma.... "
"Ya udah ya... sampai ketemu dirumah,, oh ya dapat salam dari Agung"
"Iya Ma,, salam balik juga buat Agung dan Tante Ruri"
Panggilan terputus. Aku memasukkan kembali ponselku kedalam tas.
"Yuk masuk,, ajakku pada Dirga yang masih berdiri bersandar di mobil.
"Senang banget yang baru di titipin salam!"
Ujarnya ketus.
"Isshh... apaan sich..."
Aku menepak bahu Dirga.
"Dua sudah kembali,, trus pasti mau ketemuan dan bilang kangen rindu!!"
Sambung Dirga.
"Dirga,, udah dehh.. mulai lagi.."
"Emang gitu kok, buktinya denger Dia pulang muka kamu setegang itu"
"Dirga, Dia pulang karena Dia mau nikah, hari ini lamarannya, Mama sama Papa ada disana.
Dirga menatapku, lalu tersenyum mengangguk.
"Senang lah... Itu artinya Aku aman gak was-was kamu berpaling lagi..Tapi... jangan-jangan kamu tegang karena kamu kaget Dia mau nikah,, kamu belum rela?"
Aku tertawa mendengarnya.
"Udah ah,, yuk masuk... "
Aku menarik lengan Dirga yang masih cemberut.
Dengan kunci cadangan, Aku membuka pintu dan mempersilahkan Dirga untuk duduk.
"Dir, duduk dulu ya... Aku mau bersih-bersih bentar"
Aku meninggalkan Dirga masuk kedalam kamar.
Sampai di kamar,
Pikiranku kembali tertuju pada kabar dari Mama tentang pernikahan Agung,
Tak kusangka secepat ini Agung memutuskan untuk menikah,, dan seyakin itu Dia dengan calon istrinya?
Seperti apa calon istrinya?
Ahh... sudahlah,, kenapa Aku memikirkan itu?
lagian bukankah ini lebih baik, itu artinya Agung sudah move on dariku.
Bergegas Aku mencuci muka, dan berganti pakaian, kemudian bergegas keluar untuk membuatkan minuman untuk Dirga.
Namun, baru saja beberapa langkah ingin meninggalkan kamar, sepintas kulihat bayanganku di cermin.
Hal itu membuat Aku mengurungkan niat ku untuk keluar, dan justru maju kearah cermin.
"Pucat banget!"
gumamku ketika melihat wajahku sendiri dari pantulan cermin.
Aku meraih bedak lalu menyapukan kuas bedak pada wajahku, lanjut memilih lipcream sweet orange, mengoleskannya tipis sembari tersenyum puas melihat wajahku yang sudah terlihat segar.
Melangkah menuju dapur untuk membuatkan segelas coklat panas dan beberapa potong bolu tape buatan Mama.
"Sorry ya... lama nunggu,, nih minum Dir"
Ucapku begitu tiba diruang tamu dan duduk di sebelah Dirga.
"Dirga tersenyum menolehku,, matanya menatapku penuh cinta.
__ADS_1
"Cantik banget,, pantesan lama... dandan dulu ya?"
Seketika senyumku berubah kaku ketika Dirga menggodaku seperti itu.
Pipiku terasa panas, malu sekali rasanya ketika Dirga tau, Aku sempat dandan sebelum keluar untuk menemuinya.
"Ihh,, Dirga.. kamu nyebelin!!"
Aku menyembunyikan wajahku pada bantal kursi.
Dirga tertawa,
"Dihh... Dia malu,, ngapain sembunyi gitu,, kan Aku mau lihat wajah kamu..."
Dirga mentoel bahuku, Aku menepisnya.
"Hey... Vina,, Ngapain nyungsep dibantal... sini nyungsep di pelukan Aku aja... hehehe"
Dirga menarik lenganku.
Aku masih tak bergerak,, entah kenapa rasanya malu sekali.
"Heyy... Vina,, sayang......."
Hah??? Apa Aku gak salah denger? Dirga barusan manggil Aku sayang,,?
Segera kuangkat kepalaku dan menatap wajahnya.
"Nah... gitu donk,, "
Ujar Dirga.
"Aku gak salah denger? tadi barusan kamu manggil Aku apa?"
Tanyaku.
"Sayang"
Jawab Dirga singkat.
"Sayang? emang kamu sayang Aku?"
"Kok nanya gitu? ya sayanglah,, kalo gak sayang... gak mungkin sampe sekarang nama kamu masih disini"
Dirga memegang Dadanya.
"Sayang,, tapi gak pernah tuh kamu nembak Aku"
Astaga.... bisa-bisanya Aku melontarkan kalimat itu.
"Ohhh.... jadi,, selama ini kamu nungguin.. wkwkwk..."
Dirga tertawa ngakak.
"Ihh... Dirga!!"
Pekikku, lalu memutar tubuhku membelakanginya.
"Heyy,, sayang... jangan ngambek donk... Aku bercanda,, Sini lihat Aku..."
Dirga kembali membalik tubuhku.
"Sayang,, Aku gak perlu bahasa apapun untuk mengungkapkan kalau Aku menyayangi kamu, Tapi itu bukan berarti Aku tak mencintai kamu...Aku sangat mencintai kamu Vina, sangat menyayangi kamu.. dari dulu... dari awal pertama kita saling pandang"
Dirga menatap mataku dalam,
"Kamu lihat mata Aku,, sama sekali tak ada kebohongan dari setiap apa yang Aku ucapkan.."
Aku menghela nafas.
"Iya,, tapi tetap aja.. Aku juga pengen kayak perempuan-perempuan yang lain... ditanya mau gak jadi pacar,, atau bilang,, mulai sekarang kita pacaran.. kamu tau kan,, dari dulu.. hubungan kita gak ada statusnya..."
Jawabku sembari menundukkan kepala.
"Ehm... sini lihat Aku,,"
Dirga mengangkat daguku.
"Jadi,, kamu mau Akun melakukan itu, untuk meresmikan hubungan kita?"
Aku mengangguk.
"Oke,, Vina... Aku sayang kamu... mau gak kamu jadi Istriku?"
"Dirga,, Aku mintanya kita jadian...."
"hehe,, jadian itu pacaran ya?? trus Aku mestinya bilang mau gak jadi pacarku, gitu ya??"
Tanya Dirga,, sekali lagi Aku mengangguk.
"Tapi... Aku bukan cuma mau jadi pacar kamu,, tapi.. mau jadi suami kamu,, makanya Aku gak mau kita jadian, maunya nikahan..gimana?"
Aku tersenyum lebar kemudian menjatuhkan tubuhku dipelukan Dirga,,
Dirga memelukku erat.
__ADS_1
Bersambung***