Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 41 Cerita Tari


__ADS_3

Aku hanya bisa terdiam dengan banyak pertanyaan di kepalaku tentang apa yang baru saja Aku dengar.


Bagaiman bisa Aku tak mengetahui semua yang ternyata teman-temanku mengetahuinya.


Sungguh sebuah rahasia besar yang disimpan mereka cukup lama hampir lebih kurang 6 tahun mereka menjaga rahasia Daniel dariku.


"Kamu pasti gak percaya kan Vin? kalo dulu itu Daniel sering sekali menulis inisial nama kamu ditelapak tangannya, bahkan setiap hari.. wkwkkw.."


Sambung Elza lagi.


Aku hanya menggeleng.


"Jadi berarti bukan tidak mungkin perasaan Daniel masih sama seperti dulu!!"


Jawab Nina.


"Ah gak mungkin lah, itukan dulu waktu bocil, belum ngerti apa-apa,, sekarang ya beda lagi, dulu namanya juga bocil"


Aku masih berusaha menetralisir semua cerita Elza yang sudah terlanjur diserap habis oleh Nina.


"Nah.. Aku udah selesai, sekarang giliran Kamu Nin, gimana cerita cinta segitiga Kamu, Vina dan Dirga... Haahahh"


Elza mencubit pipi gemoy Nina.


"Busyettt... cinta segitiga?? Ya bukanlah, Aku tu bukan cinta, cuma dulu naksir, abisnya Dirga cool sih... gak pecicilan"


Nina mengusap pipinya yang membekas merah.


"Nah... itu Tari!!"


Sambung Nina sebelum ia mulai membuka ceritanya.


Tari melambaikan tangan tersenyum kemudian duduk bergabung dengan kami.


"Lagi ngapain, seru banget kayaknya?"


Tanya Tari sambil meletakkan ranselnya.


"Sini gabung Tar, mau dengar cerita seru gak? tentang Vina dan soulmatenya"


Ujar Elza.


"Wawww so sweetttt...."


Tari bertepuk pelan.


"Ayo mulai Nin..."


perintah Elza ditanggapi anggukan Nina.


Sementara Aku hanya bisa pasrah, menerima bagaimana cara Nina menyampaikan kisahnya.


"Jadi dulu, waktu pertama masuk Smp, Si cantik ini, langsung kepincut sama seseorang"


Nina mencubit gemas dagu Vina.

__ADS_1


"Semesta merestuinya, Dewi cinta juga sedang berpihak padanya, hingga dia bisa satu kelas dengan sang pujaan hati hingga lulus, bahkan selalu menjadi Best couple dari segi prestasi,, hebatkan?"


Lanjut Nina.


"Nah... kalian tau gak, itu si Kakak kece, Kakak Mahasiswa itu dulu kakak kelas kita, Dia dari dulu fans berat Vina, sampe-sampe si pujaan hati cemburu!!"


"Ohh... my god..., jadi ternyata Agung kakak kelas kalian,,!"


Potong Elza.


"Eh... tunggu deh, yang kamu maksud pujaan hati disini Dirga bukan sih??"


Elza mulai tidak fokus membuat Nina geram.


"Astaga Za, dari tadi yang Aku bahaskan memang Dirga!!"


"Ohh.. sorry hehheh"


Cengir Elza.


Tari tak berkomentar, hanya diam menjadi pendengar sejati.


"Trusss....."


Elza tak sabar dengan cerita Nina.


"Nah,, jadikan waktu itu, Aku sempat berpikir kalo jadi Vina enak banget, bisa di taksir sama 2 orang kece sekaligus, Aku mulai tertarik sama Dirga, mulai deh tersihir pesonanya..hhhah.. tapi untungnya Aku cepat sadar"


Nina mengelus dadanya sendiri.


"Tapi emang Dirga itu orangnya berkarisma sih kalo menurut Aku, wajar kalo banyak cewek yang tertarik"


"Loh, emangnya kamu tau Dirga Tar??"


Tanya Nina bingung.


Mendapat pertanyaan tersebut Tari terlihat panik dan salah tingkah.


"Eh.. Ehm... Iya, tau... kenal malah, Dia tetanggaku,"


Jawab Tari.


"Kok gak pernah cerita sih?"


Celetuk Elza.


"Aku juga baru tau beberapa hari ini kalau ternyata Dirga tetanggaku adalah teman kalian"


Jelas Tari.


"Wawww... surprise sekaliiii loh, itu artinya bisa menyambung komunikasi yang sempat terputus, iyakan Vin?"


Nina terlihat lega.


"Ya Gak mungkin Nin, Dirganya sekarang berbeda!! Dia bukan orang yang menyenangkan seperti dulu!! Dia udah jadi orang lain yang sombong dan sok sibuk!!"

__ADS_1


Jawabku penuh emosi yang membuncah.


"Kok bisa??!!"


Tanya Elza dan Nina kompak.


"Bukan sombong, mungkin dia sedang menjaga hati orang yang ada dihatinya!"


Deg!!!


Jawaban Tari bagai mencambuk hatiku.


"Apa maksud Tari dari kalimat menjaga hati? Apa mungkin maksudnya...."


Batinku.


"Orang dihatinya?? Orang dihatinya kan Vina!!"


Cetus Nina.


Tari terdiam menunduk.


"Bentar deh, kok Aku bingung.... Vina sama Dirga belum putuskan??"


Tanya Elza pada Nina.


Nina menggeleng dan mengangkat Bahu.


Aku sekuat hati menahan segala rasa yang berkecamuk.


"Aku dan Dirga tak ada status apa-apa!"


Jawabku pelan sambil menunduk.


"Ya ampun... jadi kalian gak jadian?? trus?? waktu terakhir ketemu yang kamu bilang mau ketemu Dirga di depan perpustakaan saat kelulusan??! itu Dirga gak nembak kamu Vin?"


Nada emosi Nina terdengar ganas.


Aku mengangguk.


Nina terlihat kaget dan menghela nafas panjang.


"Tar, Apa maksud kamu Dirga sudah punya pacar?"


Tanyaku ragu.


Tari menghirup nafas dalam lalu membuangnya perlahan.


"Aku gak tau juga pastinya, tapi setahuku Dirga dekat dengan seorang gadis dan sering terlihat bersama setiap saat, bahkan berangkat dan pulang sekolah selalu bersama, sebab rumah si cewek satu arah dengan rumahnya."


Entah kenapa mendengar penuturan Tari, ada rasa sakit yang luar biasa mendera hatiku, hingga kelopak mataku memanas dan tanpa kusadari air mata ini akhirnya jatuh.


Nina yang melihatku, segera mendekat dan memelukku dengan sesekali mengusap punggungku.


"Sabar ya Vin, Aku percaya kok.. Dirga gak gitu, mungkin itu cuma temannya, atau malah saudaranya seperti Salsa dulu, kamu ingatkan?"

__ADS_1


Aku mengangguk pelan sembari menyeka sudut mataku.


Bersambung***


__ADS_2