
Pagi senin,
Kalau saja Aku masih kelas satu atau kelas dua,, mungkin hari ini Aku sudah bolos sekolah, karena masih ingin menikmati kebersamaan dengan saudara-saudaraku yang besok sudah akan kembali ke tempat mereka masing-masing, berhubung Aku sudah kelas tiga tak mungkin Aku bolos,, sebentar lagi ujian kelulusan.
Aku beranjak dari tempat tidur kemudian bersiap untuk berangkat kesekolah, untung saja sekarang sudah ada yang bikin Aku semangat berangkat kesekolah,, apalagi ternyata keluarga kami sudah sedekat itu,, Aku jadi tak sabar sampai kesekolah untuk bertemu pujaan hatiku.
"Yakin mau sekolah Dek,,? izin aja sehari ini..."
Mbak Echa membujuk ku untuk bolos hari ini,,
"Gak mungkin Dia mau Mbak,, kan dia semangat karna mau ketemu gebetannya..wkwkkwk"
Aku melirik Mas Irfan yang menertawakanku lalu tersenyum simpul.
Tak peduli dengan ledekan Mas Irfan,, Aku berangkat kesekolah lebih pagi dari biasanya.
Sampai disekolah,
Dari kejauhan, kulihat Vina sedang bersenda gurau dengan gadis gendut sahabatnya,, kalau tak salah namanya Nina.
Aku melangkah lebih cepat, untuk mengejar Mereka.
Sampai tepat di belakang mereka,
"Hai vin...."
sapaku,, membuat Vina dan Nina berhenti tertawa,,lalu menoleh kebelakang.
"Happy banget pagi-pagi"
Aku memilih berdiri disamping mereka, Vina nampak canggung, beberapa kali terlihat menoleh kanan dan kiri.
"Eh..kak Agung,, kok cuma Vina doank yang di sapa??
kembaran nya enggak nich?? "
Mendengar itu, Ingin rasanya Aku tertawa, bagaimana bisa Dia menyebut dirinya kembaran Vina?
Tapi Aku harus menghargainya,, tak ingin membuatnya kecewa, dengan tersenyum Aku menyapanya.
"Pagi Nina cantik"
Setelah sapaan itu, Nina terlihat salah tingkah terlebih saat kuberikan senyuman ramahku untuknya.
Tak lama, kami kembali melangkah dengan Posisi Vina di antara Aku dan Nina.
Sampai di tengah lapangan, Kami berpisah karena letak kelasku yang berada di lantai satu sementara kelas mereka berada di lantai dua.
Sepanjang jam pelajaran, Mataku terus menatap ke tangga menuju lantai dua, membayangkan Vina, berharap tiba-tiba Vina turun dari tangga tersebut.
"Ahh... benar-benar sepertinya Aku mulai kumat"
Aku tersenyum sendiri lalu mengusap mukaku.
5 menit sebelum jam istirahat, Aku sudah tak sabar ingin berjumpa Vina.
Teetttt.... Teeetttt...
Akhirnya suara nyaring dan merdu ini terdengar, Aku berdiri di depan pintu kelas dengan mata menatap lurus ke arah tangga, menunggu Vina turun,, tapi sepertinya hal itu tidak terjadi ketika kulihat Nina turun sendirian menuju kantin.
Kuputuskan untuk mendatangi kelas Vina,
dengan penuh semangat Aku berlari menaiki anak tangga menuju kelas 1.1.
Sampai didepan pintu kelas, terlihat Vina tengah duduk sendiri dengan sebuah buku dihadapannya.
"Serius kali baca nya Vin?"
__ADS_1
Vina terlihat kaget, menurunkan buku ditangannya lalu memandangku bingung.
"Ngapain ke sini,,?"
Tanyanya singkat.
"Pengen ketemu kamu nona cantik"
Aku menjawab dengan menampilkan senyum termanis
"Lalu?"
Tanya nya lagi dengan nada kesal.
"Lalu mandangin kamu.... he... he... he..."
Aku memberanikan diri mengajaknya bercanda, tapi sayang.. sepertinya candaanku tak menarik buat Vina, Dia malah terlihat risih dan kesal terhadapku, kemudian melanjutkan membaca buku yang sedang ia pegang.
Aku tidak menyerah, meski Vina bersikap acuh tak acuh padaku, bahkan ketika melihat kursi kosong disampingnya, Aku bergegas duduk disana, membuat Vina kaget dan memandangku dengan tatapan aneh, kemudian kembali memalingkan wajahnya pada buku yang tengah ia baca.
Saat Aku tengah asyik memandang wajah manis Vina, Dirgantara yang duduk tak jauh dari kami memecah konsentrasiku yang sedang menikmati setiap detik kebersamaan dengan Vina meski kenyataannya Aku cuma dikacangin,, Dirgantara terdengar berbicara dengan keras bahkan terkesan sengaja berteriak untuk memancing perhatian Vina, terbukti Vina menolehnya dan cukup lama memperhatikannya.
Tak lama kemudian, seorang siswi yang katanya tercantik tahun ini, datang menghampiri Dirgantara dan duduk disebelahnya,
Sekilas Aku memperhatikan raut wajah Vina yang berubah kesal, dan seperti orang yang tengah menahan amarah.
Aku bisa menyimpulkan jika Saat ini Vina tengah cemburu.
"Hey...cantik,,kamu kenapa,,?? kok cemberut,,?"
Sapaku mencoba mengalihkan pandangan nya dari Dirga dan siswi cantik itu.
Vina menolehku, kemudian mencoba tersenyum,, dan Aku tau, bahwa itu adalah senyum palsu.
"Halooooo.... cieeee,, lagi duaan"
Dengan cepat Vina berdiri,,
"Nahhh,, ni dia orang nya... Nin, Kak Agung dari tadi nungguin kamu."
ujarnya sambil tersenyum nakal.
Mendengar itu, Aku terperangah tak kusangka Vina akan berbuat seperti itu, sementara Nina dengan mata berbinar menatapku lalu berjalan lebih dekat kearah kami.
"Hah...yang bener kak??"
Nina menarik Vina menyuruhnya berdiri, lalu Dia duduk menggantikan posisi Vina.
Aku yang tak tau mesti berbuat apa cuma bisa menggaruk kepala bingung,, sambil tersenyum kecut,
Vina berlari meninggalkan kami keluar kelas,,
Tak lama kemudian, kulihat siswi cantik itu meninggalkan Dirga keluar dari kelas.
"Nin,, Vina itu pacaran ya sama Dirga?"
Kuberanikan bertanya hal sensitif itu pada Nina.
"Setau Aku, belum sih Kak,, tapi Mereka itu lagi pe de ka te,, gitu"
Aku mengangguk dan tersenyum merasa peluangku untuk mendapatkan Vina masih terbuka lebar.
"Eh Nin, Vina sukanya apa ya?"
"Coklat kak,, iya... Vina suka sekali coklat."
"Ohh,, oke deh... yuk ke kantin,, Aku traktir kamu makan,, sekalian beli coklat buat Vina"
__ADS_1
Ajakku pada gadis gendut doyan makan ini,, dengan wajah sumringah Nina mengangguk lalu bersama denganku menuju kantin.
Setelah selesai membeli coklat,Aku meninggalkan Nina yang masih menyantap bakso dan es jeruknya di meja kantin,,
"Nin, Aku duluan ya... mau ngasih ini..."
Aku mengacungkan coklat pada Nina, Dia hanya mengangguk sambil mengangkat jempolnya.
Aku berkeliling mencari Vina disekitaran taman, perpustakaan dan beberapa tempat lainnya.. namun Vina tak kutemukan.
Kulirik jam ditanganku, sudah hampir bell masuk, Aku memutuskan untuk kembali ke kelas Vina, dan ternyata benar.. Vina sudah berada dikelasnya.
"Ehmm... Aku cariin ternyata kamu udah balik ke kelas,,"
Aku menghampirinya dengan nafas yang masih tersengal.
"Kenapa mencari ku??,,"
Vina bertanya dengan nada tak ramah terlihat juga Vina beberapa kali menoleh kearah Dirgantara yang menatap tak suka kearah kami.
"Ini,, Aku mau kasih kamu ini"
Aku menyodorkan dua batang coklat kearah Vina.
Dengan Ragu, Vina menerima coklat dari tanganku.
"Ehm... makasih ya... Lain kali gak usah repot- repot"
Ujarnya dengan senyum yang dipaksakan.
Rasanya Aku masih ingin mengobrol banyak,, tapi sayang bell istirahat berakhir,,
"Ehm ya udah,, Aku masuk dulu ya..."
Aku berjalan mundur dan melambaikan tangan pada Vina meski di balas dengan wajah tak ramah.
Jam pulang tiba, Aku tak membuang waktu, segera keluar kelas dan menaiki tangga lalu menunggu di depan kelas Vina.
Tak lama,,
"Selamat siang cantik nya kakak"
Sapaanku membuat Vina sedikit terkejut.
"Ada apa kak??"
wajah Vina nampak kesal.
"Pingin pulang bareng,,boleh??"
"Loch,,bukan nya rumah kita beda arah ya??"
Ujar Vina sambil terus melangkahkan kaki.
"Hehehe.. iya,, maksudnya bareng keluar dari sekolah nya"
Aku menjawab sambil cengar-cengir.
Vina diam tak menjawab, langkahnya semakin cepat, mebuatku harus sedikit berlari untuk menjajari langkahnya.
Sampai di halte,, tanpa membuang waktu Vina segera naik bis,, meninggalkanku yang sebenarnya masih ingin mengobrol.
"Aku duluan ya..."
Ujarnya.
Aku tersenyum kecut, menelan ludah kecewa, sembari melambaikan tangan.
__ADS_1
Bersambung***