Seabadi Edelwais..

Seabadi Edelwais..
Bab 33 Jumpa Agung


__ADS_3

Bel pulang sekolah terdengar nyaring, senyaring sorak sorai semua siswa siswi yang begitu semangat berhamburan keluar kelas.


"Tar, makasih ya... Maaf ngerepotin Kamu"


Ujarku sebelum Kami berdua meninggalkan kelas.


Sejenak Tari terdiam, walau akhirnya mengangguk tersenyum kepadaku.


Didepan gerbang sekolah,


Seseorang yang ku kenal tengah duduk dengan menyilang kaki diatas sepeda motor.


Aku terperangah tak percaya dan segera berlari menghampirinya.


"Weiiii... Demi apa nich...?? Seorang Kakak Mahasiswa teronggok disini terdampar... Hahaha, ngapain mejeng di Sma? Tebar pesona sama cewek-cewek? cari gebetan ya?? hahaha..."


Aku meledek Agung yang tersenyum menatapku dalam.


"Terserah deh.. mau ngeledek gimana, yang penting... Kamu ikut, yuk buruan!!"


Tangan Agung mencekal erat lenganku dan menarikku untuk naik keatas sepeda motor yang ditungganginya.


"Eiitttsss.... Tunggu dulu Bro... Nih.. kenalin dulu temanku"


Aku menunjuk Tari yang berdiri disampingku.


Tari yang bingung nampak kikuk ketika Aku sedikit mendorong badannya agak maju dari ku.


"Hai... Aku Agung..."


Agung mengulurkan tangan kearah Tari tak lupa dengan senyum memikatnya.


"Ehm.. iya, Eng... Aku Tari. Ehm... Ya udah ya Vin, Aku duluan ya...."


Ujar Tari kemudian melambai lalu berjalan kearah parkiran.


"Dia bawa motor sendiri ya??"


Tanya Agung tak lama dari kepergian Tari.


"Iya,, kenapa tanya-tanya?"


"Gak apa-apa, keren aja menurutku cewek kesekolah bawa motor sendiri, kesannya gak manja, gitu donk biar keren!!"


"Ciee... cieee.. kesan pertama begitu menggoda ni mas bro??"


"Ih... apaan?? Bahasamu!!!"


"Hahhah... Gimana? cantik ya??"


Aku kembali meledek Agung.


"Gak lah... Biasa aja, Bagi Mas Agung,, Vina tetap yang paling cantik.. hehe"


"Apa?? Mas Agung?? wkwkkw... sejak kapan jadi Mamas-Mamas??"


"Udah ah... jadi panjang, yuk naik!!"


Agung menyalakan motornya dan kami pun melaju.

__ADS_1


"Vin... Makan bakso yuk?"


"Ah... Apaaa???"


Teriak ku sebab tak mendengar ucapan Agung.


"Makan Baksooo!!"


Ulang Agung tak kalah keras.


"Apaann??? mobil fusoo??"


Jawabku lagi.


"Baksoooo... Baksooo, Mobil fuso lagi!!"


"Apa sih... Apaaaa??"


Ciittttt....!!!


Agung menarik rem dan mendadak berhenti.


"Kok berenti??"


Tanyaku mengangkat kaca helm yang kupakai.


"Abisnya kamu budek kalo jalan!"


Tanpa Aba-aba, tanganku segera menutup kaca helm yang dikenakan Agung.


"Hahha.. Maaf.. Maaf...jangan marah donk..."


"Lagian kamu, Aku bukannya budek, tapi beneran gak kedengeran, kan pakai helm ditutup, terus suara kamu dibawa angin"


"Iya.. iya, Aku kan dah minta maaf, tadi Aku bilang makan Bakso, mau??"


Senyumku terkembang.


"Oke, kita lanjut ya...."


Agung kembali menyalakan motor dan melaju.


Tiba di sebuah warung Bakso pinggir jalan, motorpun berhenti.


Agung menggandeng tanganku masuk.


Agak heran juga sih, dengan perlakuan Agung yang seperti ini, namun Aku tak enak untuk menodongkan pertanyaan tentang itu padanya.


Setelah memesan dua mangkok bakso dan 2 gelas es jeruk,


"Ehm... Kamu kapan sampai sih?


bukannya ditelpon kamu bilang minggu depan?"


Tanyaku.


"Sebenarnya dari semalam Aku sudah disini, sengaja mau kasih surprise sama kamu, berhasil gak?"


Agung balik bertanya dengan tak henti memandangku hingga Aku nyaris salah tingkah.

__ADS_1


"Ehm... ya seperti yang kamu lihat, Aku sedikit kaget,, ingat ya cuma sedikit!"


Jawabku memicingkan mata.


"Ya .. gak papa deh,, sedikit juga Aku terima"


jawaban Agung memecah tawa kami berdua.


"Oh ya... nih, Aku sempat beliin kamu ini,, semoga kamu suka"


Agung mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya dan menyerahkannya ketanganku.


"Apa nih... duh, repot-repot kasih hadiah"


Aku menerima kotak kecil berwarna pink muda dari tangannya.


"Buka aja"


Aku menatap mata Agung yang terlihat begitu tulus kemudian membuka kotak mungil tersebut.


Sebuah gelang putih dengan bandul bintang.


"Suka gak?"


Tanyanya cepat.


Aku terdiam sesaat.


Agung meraih gelang tersebut lalu memakaikannya di tangan kananku.


"Gimana? Bagus? Suka kan?"


Tanyanya lagi. Aku menelan ludah, dan akhirnya mengangguk.


"Makasih ya, harusnya kamu gak perlu repot- repot beliin Aku hadiah"


Ujarku.


"Aku gak repot kok, malah senang, dari semalam Aku gak bisa tidur mau cepat-cepat ketemu Kamu"


Aku kembali menatap Agung, terlihat raut mukanya serius, sepertinya Agung tidak sedang menggombaliku.


"Ehm... ngomong-ngomong... itu motor punya siapa? Terus, disini kamu tinggal dimana?"


Aku sengaja mengalihkan obrolan.


"Aku tinggal di kost-kost an di dekat Bandara, sewa satu minggu, terus motor itu juga nyewa satu minggu, buat anter jemput kamu"


"Tante Ruri apa kabar?"


"Mama sehat, beliau juga sering loh nanyain kamu, sama Aku. kamu juga dapat salam dari Mama"


"Ehm... Salam balik ya..."


Agung mengangguk.


Disela-sela makan Bakso pesanan Kami, Agung tak henti bercerita tentang kehidupannya di Samarinda, tentang kuliahnya, tentang Dosen galaknya, tentang teman- temannya, hanya saja tak sedikitpun ia bicara tentang kekasihnya.


"Masak iya, Anak kuliahan kayak Agung gak punya gebetan"

__ADS_1


tanyaku dalam hati.


Bersambung***


__ADS_2