Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Rencana tersembunyi!


__ADS_3

Putra mahkota yang mendengar ucapan dari putri Mahkota, atau istrinya itu bertambah kesal!!!....


Ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah putri Mahkota dengan aura mencekam. Melihat itu, putri Mahkota pun secara reflek melangkah mundur.


Menghindari sang suami yang sedang marah dengan perasaan takut!....


Namun sayang!!....


Dengan cepat, salah satu tangan putra mahkota mencengkram pergelangan tangan istrinya dan menariknya sampai istrinya itu membentur dada bidangnya.


Putri Mahkota melenguh kesakitan di saat merasakan rasa sakit di pergelangan tangannya akibat cengkraman erat itu. “Sa... Sakit!.... kau menyakiti ku, pangeran!!” keluh nya dengan suara lirih dan sudut mata yang berair.


Sedangkan putra mahkota yang melihat raut wajah kesakitan istrinya itu sama sekali tidak perduli!!


Salah satu tangannya yang bebas kini terangkat dan mencengkram dagu putri Mahkota. Wajah keduanya kini sangat dekat namun dengan suasana mencengkram.


“Kau pikir siapa dirimu?.... ingin mengatur ku?.... sebaiknya kau tau diri!!!.... jika bukan karena perjodohan yang di atur oleh kaisar, aku tidak akan menikahi wanita sepertimu!!! ” Ucap pangeran mahkota dengan nada membentak.


Setelah itu, dengan kasar dan tengahnya ia mendorong sang putri Mahkota hingga terhempas dan terjatuh ke lantai yang keras.


Sedangkan putri Mahkota yang di perlakukan seperti itu pun menggertak kan giginya. “Pria sialan!.... jika saja bukan karena kekuasan, aku tidak akan menikahi pria tidak berguna sepertimu!!” Geram wanita itu dalam hati.


Hanya untuk sebuah kekuasan, putri Mahkota itu harus bertahan dengan sikap kasar ini!!...... Ia harus menunggu, menunggu sampai cita citanya menjadi seorang wanita agung tercapai.


Tanpa memperdulikan sang istri yang tersungkur di lantai karena ulahnya, putra mahkota itu melangkahkan kakinya.


Namun sebelum dirinya benar benar pergi, putra mahkota melirik sang istri dan berkata. “Lain kali, jika ingin berbicara denganku kau harus tau di mana posisimu!!!” Ia member jeda, kemudian tersenyum dengan sinis nya. “Kecuali jika kau ingin aku menceraikan mu dan menjadikan nona pertama An sebagai penggantinya. Ketahuilah dia lebih pantas darimu!!” Ucapnya lagi lalu melangkah pergi.


Putri Mahkota yang mendengar itupun mengepalkan tangannya. “Apa?.... pria sialan itu ingin menceraikan ku?!! ” Ia menggelengkan kepalanya, merasa tidak terima dengan apa yang ia dengar. “Tidak akan!!.... itu tidak akan terjadi!!.... gelar putri Mahkota adalah milikku!!.... posisi calon permaisuri itu milikku, hanya milikku!!!!” Teriaknya dalam hati.


Sungguh, ia tidak akan terima jika posisinya sebagai seorang putri Mahkota harus terenggut!!..... ia sudah berkorban banyak.

__ADS_1


Hanya karena menginginkan sebuah posisi tertinggi, ia harus kehilangan kepolosan dan menjadi wanita jahat dengan meracuni semua selir suaminya!!


Iya!!.... dirinya meracuni semua selir selir itu sehingga mereka semua tidak bisa mengandung dan memiliki anak.


Termasuk An Fengying dan An Shilin, kedua putri selir dari kediaman An itu adalah korban yang kesekian.


...»»————>❀<————««...


Di saat putri Mahkota sedang mengkhawatirkan posisinya yang terancam. Di sisi lain, putra mahkota kini telah berada di dalam kamarnya dan masih dengan emosi yang meledak ledak.


“Adik kedua ku Zhang Liang, dan pangeran Li Guang Fu dari Kerajaan barat itu..... mereka tidak lain adalah sebuah batu sandungan!!” Gumam putra mahkota dengan tangan yang terkepal erat.


Kemudian, ia memejamkan kedua matanya untuk mengatur emosinya.


An Xia!


Sosok cantik An Xia adalah yang ia lihat setiap kali kedua matanya terpejam!..... Gadis dari keluarga An itu telah membuatnya gila!!!!.....


Kecantikan yang gadis itu miliki setara dengan kecantikan para dewi di kayangan.


Di saat putra mahkota sibuk dalam pikirannya sendiri. Tiba tiba, seorang gadis pelayan datang dengan nampan berisikan makanan. “Putra mahkota, ini sudah waktunya makan siang! ” Ucap pelayan tadi.


Mendengar itu, putra mahkota pun melirik kearah sang gadis pelayan. Nampak dari wajahnya, pelayan itu masih sangat muda.


Gadis pelayan itu tidaklah cantik, namun sesuatu dalam diri pelayan itu membuat putri Mahkota mengerutkan keningnya. “Kau, bukankah kau adalah salah satu pelayan dari kediaman An yang di bawa oleh An Fengying? ” Ia bertanya kepada pelayan itu.


Sedangkan gadis pelayan yang diberi pertanyaan tersebut pun mengangguk kan kepalanya. “ Iya yang mulia!” Jawabnya.


“Siapa namamu?.... dan selama di kediaman An, apakah kau mengetahui sesuatu tentang gadis bernama An xia?” Tanya putra mahkota lagi.


Gadis pelayan itu termenung untuk sesaat, kemudian ia berkata. “Menjawab yang mulia, nama pelayan yang rendah ini adalah Ling long!...” Ia memberi jeda, kemudian tersenyum penuh arti di dalam hati. “... Dan sebelum melayani nona kedua, pelayan ini adalah salah satu pelayan yang melayani nona pertama An.... sejak kecil!” Ucapnya dengan nada yang sedikit berbeda si akhir kalimat.

__ADS_1


Mendengar bahwa pelayan itu pernah melayani An xia, putra mahkota pun tersenyum lebar. “Itu adalah sebuah hal yang bagus!!!..... jadi, nona pertamamu itu pasti memiliki kepercayaan terhadapmu!” Gumamnya.


Ling long yang mendengar itu pun segera menambahkan. “Putra mahkota, nona pertama An selalu mempercayai semua bawahannya!.... terutama saya yang telah melayaninya sedari kecil.” Ucapnya dengan maksud tertentu.


Tanpa banyak basa basi, putra mahkota segera berjalan menuju sebuah lemari. Kemudian dari dalam lemari itu, ia mengeluarkan sebuah buntalan kecil dan melemparkannya kearah pelayan yang bernama Ling long itu.


Ling long menangkap buntalan kecil itu dan memandang putra mahkota dengan rumit.


Sedangkan putra mahkota yang di pandang seperti itu pun tersenyum licik dan berkata. “Aku menjaminkan sebuah jabatan kepadamu....jika kau mampu melakukan hal yang aku minta!” Ucapnya dengan begitu tegas.


Ling long pun memasang wajah bimbang untuk beberapa saat, kemudahan ia berkata. “Putra mahkota begitu baik hati, pelayan ini akan melakukan apapun yang anda minta!”


...»»————>❀<————««...


Di sebuah paviliun yang terletak di kediaman An. An Xia dan kaisar Zhuang saat kini tengah membahas sesuatu.


“Walaupun kau merencanakan ini semua dengan begitu matang, tapi aku tetap saja khawatir!!” Ucap kaisar Zhuang kepada An Xia.


Kemudian, salah satu tangan kaisar Zhuang meraih tangan An Xia. “Setidaknya, biarkan aku ikut untuk memastikan keamanan mu!!” Ucapnya dengan serius.


Mendengar itu, An Xia pun sedikit terkekeh. “A-Zhu, entah ini hanya perasaanku saja atau kau memang terlalu posesif belakangan ini?”


“Kenapa tidak?!! ” Sahut kaisar Zhuang. kemudian ia mengeratkan genggaman tangannya, namun tidak sampai menyakiti. “Kau adalah Wanita ku!!.... di tambah lagi saat ini kau sedang mengandung anakku!!” Ucapnya lagi yang berusaha memaksa.


An Xia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan berkata. "A-Zhu, percayalah!.... aku akan baik baik saja.” Kemudian, tangannya yang terbebas terjulur dan membelai wajah kaisar Zhuang dengan lembut. “Fai, Rui, dan Annchi, beserta para penjaga bayangan yang kau berikan kepadaku itu sudah lebih dari cukup untuk menjamin keselamatan ku!” Ucapnya dengan lembut, berusaha menyakinkan kaisar di hadapannya itu untuk tidak terlalu khawatir.


Kaisar Zhuang menghela nafas berat, kemudian ia mengangguk. “Baiklah, hanya untuk kali ini saja aku menurutimu!.... ” Namun, kemudian ia melanjutkan. “ Tetapi aku tetap akan mengawasi dari jarak jauh!!.... mau bagaimanapun kau adalah seseorang yang penting di hatiku, mana bisa aku hanya diam?! ” Ucapnya dalam hati.


Melihat kalau kaisar di hadapannya itu melamun, An xia pun berkata. “A-Zhu, apa yang sedang kau pikirkan?!!” Kedua matanya menyipit dengan tatapan penuh curiga. “Aku harap kau tidak akan berbuat yang macam macam!” Ucapnya lagi dengan nada mengancam.


Kaisar Zhuang pun segera menggelengkan kepalanya saat mendengar ancaman An xia. “Sayang, kau berpikir terlalu jauh!.... Ah! iya!.... kapan kau akan pergi ke istana? ” Tanyanya untuk mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Walaupun tau kalau kaisar Zhuang sedang berusaha mengalihkan pembicaraan, namun An Xia tetap menjawab. “Besok, saat acara pertunangan pangeran ketiga Zhang Li Kun dengan putri Li yue xi.” Ucapnya kemudian ia sedikit termenung.


“Hem, kemungkinan besar.... besok juga adalah hari dimana di tentukan nya tanggal pernikahan ku dengan pangeran kedua! ” Gumam An Xia dengan suara pelan, namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Kaisar Zhuang.


__ADS_2