Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kesempatan yang hanya sebuah ilusi


__ADS_3

Kedua mata Anda xia terpejam di saat hembusan nafas hangat itu menerpa lehernya dan memberikan sensasi menggelitik di hati.


Sadar akan situasi, An xia pun dengan segera mendorong kaisar Zhuang dengan lembut lalu berkata. “Suamiku, kau tidak tau malu!! ” Ia melirik kearah nyonya besar Shen yang saat ini sedang memberikan tatapan mencengkam kepada mereka. “Apakah kau tidak lihat?.... nyonya besar Shen sedang menatap kita sedari tadi! ” Ucapnya dengan wajah yang terlihat malu malu, bahkan kedua pipinya kini memerah.


Melihat reaksi yang begitu manis di wajah sang istri, kaisar Zhuang pun terkekeh geli dan semakin mengeratkan pelukannya. “Jangan berpura pura!..... istriku, aku bisa melihat ekor rubah mu sekarang. ” Bisik nya dengan suara rendah yang terdengar menggoda.


Mendengar ucapan suaminya itu, An xia pun tanpa ragu menyenderkan kepalanya di dada bidang kaisar Zhuang. “Benarkah?.... ” pandangannya kini melirik kearah nyonya besar Shen sekilas. “Itu bagus, semakin wanita tua itu terpancing.... maka permainan ini akan semakin menarik! ” Ucapnya dengan sebuah senyuman penuh arti.


...»»————>❀<————««...


Kedua tangan yang mengepal erat di balik kain pakaian itu kini menampakkan tonjolan otot yang menandakan sebuah amarah yang tertahan.


Melihat kemesraan di antara sepasang suami-istri itu, rasa dengki dan cemburu kini membanjiri hati sang nyonya besar Shen. “Benar benar gadis ular!!!..... lihatlah bagaimana caranya menggoda kaisar Zhuang, benar benar seperti seorang jalang!! ” Geramnya dalam hati.


Sungguh ia merasa begitu tidak terima dengan kedekatan di antara An xia dan kaisar Zhuang itu.


Pandangan nyonya besar Shen kini beralih untuk menatap kedua putrinya yang saat ini sedang menampilkan sebuah pertunjukan yang menurutnya sangat mengagumkan.


Sang putri pertamanya saat ini sedang memainkan alat musik dengan begitu lihai selagi sang putri kedua menari nari dengan begitu indah mengikuti alunan musik yang merdu itu.


“Kedua putriku sedang menampilkan sebuah pertunjukkan yang begitu mengagumkan!....” Dengan lirik kan mata tajam, ia kembali menatap kearah An xia yang kini bermanja manja di dalam pelukan kaisar Zhuang. “Namun, hanya karena jalang kecil itu.... kaisar Zhuang sama sekali tidak menatap putri putri ku!!! ” Geramnya lagi dalam hati.


Sebagai seorang ibu, ia sama sekali tidak Terima jika kedua putrinya yang kini sedang menunjukkan sebuah pertunjukkan yang menganggukkan hanya dianggap seonggok debu oleh sang kaisar Zhuang.


Dan itu semua hanya karena seorang gadis dari keluarga An?.... cih, hal ini sungguh tidak dapat di toleransi!!

__ADS_1


Di sisi lain, Shen min yue yang sedang memainkan alat musik kini secara diam diam melirik kearah kaisar Zhuang. “Yang mulia, tidak bisakah kau menatap kearah ku walau hanya sebentar saja? ” Tanyanya dengan pancaran mata yang penuh akan harapan.


Hati Shen min yue kini berdegup kencang dikala melihat senyum lembut penuh cinta yang di tunjukkan kaisar Zhuang kepada istrinya, An xia. “Andai saja.... Andai saja kau juga tersenyum seperti itu kepadaku! ” Tanpa sadar, ia kini mengigit bibir bagian bawahnya. “Andai saja wanita itu tidak ada!!.... andai saja wanita yang kau cintai adalah aku dan bukan dia!!.... andai saja kau membiarkan ku bersanding dengan mu walau hanya sebatas selir...... maka aku akan sangat bahagia, yang mulia! ” Gumamnya dalam hati dengan hasrat yang tak tertahankan.


Shen min yue melihat dengan jelas bagaimana kaisar itu terus menerus menggoda An xia dengan tatapan mata yang penuh akan cinta. Dan saat melihat itu, kedua matanya pun berkaca kaca akibat rasa sakit dan cemburu yang terpendam dalam hati.


Ekspresi sedih dan terluka di wajah Shen min yue itu tentunya dapan di lihat oleh sang nyonya besar Shen. “Putriku yang malang!....andai saja jalang kecil itu mati, maka hati kaisar akan menjadi milikmu. ” Gumamnya dalam hati.


Tiba tiba, dari arah lain seorang kasim datang dan membisikkan sesuatu di telinga kaisar Zhuang.


Entah apa yang sebenarnya kasim itu katakan, namun jika di lihat dari reaksi kaisar Zhuang.... maka, sudah di pastikan bahwa hal itu adalah sesuatu yang serius.


Setelah mendengarkan kasim tadi, kaisar Zhuang pun segera membisikkan sesuatu kepada An xia. Kemudian, dengan lembut kaisar itu mendarat kan sebuah kecupan singkat di kening An xia sebelum pergi begitu saja dan tanpa memperdulikan nyonya dan kedua nona muda dari keluarga Shen itu.


Sekilas, ada sebuah perasaan kecewa dalam hati mereka. Kaisar itu bahkan belum melirik mereka berdua, namun sekarang ia sudah pergi begitu saja tanpa mengucapkan sebuah pujian atas pertunjukkan yang telah mereka lakukan.


Dengan dibantu oleh Annchi, An xia pun kini berdiri dari duduknya dan melangkah kan kakinya mendekat ke arah kedua nona muda itu. “Nona pertama dan nona kedua Shen! ” Panggilannya dengan suara selembut sutra.


Mendengar panggilan itu, kedua nona muda dari keluarga Shen itu pun menoleh dan menatap kearah An xia. “Permaisuri, kenapa kaisar pergi?.... kami bahkan belum menyelesaikan pertunjukkan. ” Tanya sang nona kedua Shen seraya menggenggam tangan An xia dengan begitu lancang.


Annchi yang tidak suka dengan sikap sang nona kedua dari keluarga Shen itu pun segera menepis tangannya dengan kasar dan berkata. “Nona, sebaiknya kau menjaga etika mu di hadapan permaisuri kami!!” Tatapan mata gadis pelayan itu terlihat tajam dan begitu tidak bersahabat. “Aku harap kau tau apa saja yang bisa kaisar Zhuang lakukan jika ada seseorang yang bersikap tidak sopan kepada permaisuri nya!! ” Ucapnya lagi dengan nada bicara yang terkesan mengancam.


Mendengar nada bicara Annchi yang begitu tidak enak itu pun membuat api dalam diri nyonya besar Shen tersulut. “Dasar__” belum sempat wanita tua itu menyelesaikan ucapannya, An xia terlebih dahulu berkata.


“Nyonya besar Shen, aku harap kau dapat mengerti! ” ucapnya dengan lembut, sungguh berbanding terbalik dengan hatinya yang melontarkan beribu ribu makian kepada wanita tua itu.

__ADS_1


Pandangan An xia kini beralih untuk menatap kearah kedua nona muda Shen tadi, dan dengan senyum lembut ia pun berkata. “Ada sebuah urusan penting yang harus suamiku selesaikan!” melihat wajah kedua gadis itu yang terlihat kecewa, An xia pun menambahkan. “Namun kalian telah menampilkan sebuah pertunjukkan yang begitu luar biasa!.... bagaimana jika besok kalian datang kembali? ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada kalian berdua. ” Ucapnya lagi.


Entah kenapa, di mata nyonya besar Shen senyum lembut dan indah di bibir An xia itu memiliki sejuta arti yang tidak bisa di mengerti.


Dan celakanya, kedua putrinya yang bodoh itu sama sekali tidak menyadari sisi lain dari senyuman lembut nan indah di bibir An xia.


Dengan wajah antusias, Shen min yue pun menganggukkan kepalanya dan berkata. “Dengan senang hati kami akan datang kembali besok, yang mulia permaisuri!” ucapnya kepada An xia.


An xia tersenyum dan menepuk bahu Shen min yue dengan lembut. “Kalau begitu, aku harus pergi sekarang! ” Ucapnya lalu melangkahkan kakinya menyusul kepergian kaisar Zhuang tadi.


Shen min yue menyentuh bahunya yang baru saja mendapatkan sentuhan lembut dari An xia. Merasakan kelembutan yang An xia tujukan kepadanya, Shen min yue pun tersenyum. “Apakah permaisuri itu menyukaiku?.... heh, ini adalah hal yang bagus!.... dengan begitu aku akan dapat dengan mudah merebut hati kaisar darinya! ” Ucapnya dengan sebuah senyum licik di dalam hati.


Sungguh ia adalah gadis yang begitu bodoh!!....Tidakkah ia tau bahwa kesempatan yang di maksud itu hanyalah sebuah ilusi yang An xia ciptakan untuk menghancurkan keluarga Shen?....


...»»————>❀<————««...


Langkah kaki kaisar Zhuang pun kini membawanya masuk kedalam sebuah ruangan, tatapan matanya pun kini menatap kurus kepada seseorang yang saat ini sedang berdiri selagi menunggu kehadirannya.


“Berita apa yang ingin kau sampaikan kepadaku! ” Suara dingin dan mencengkam itu pun membuat seseorang yang sedari tadi berdiri dan menunggu kaisar Zhuang menoleh dengan raut wajah terkejut.


Namun saat melihat sosok kaisar Zhuang yang melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan, orang tersebut pun segera menenangkan diri dan berkata. “Yang mulia, bawahan ini baru saja mendapatkan sebuah informasi dari salah satu pelayan yang bertugas mengawasi pergerakkan Raja Bai Zhen! ”ucapnya dengan wajah yang terlihat takut. Jujur ia begitu ragu untuk menyampaikan informasi yang satu ini.


▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒


Sebelumnya Author mau minta maaf karena udah gak up selama hampir satu minggu 😅🙏..... Soalnya Author seminggu ini lagi fokus sama ujian di sekolah, jadinya Author sibuk belajar.... pas mau up selalu tertunda😁😁..... sekali lagi Author minta maaf, dan makasih buat kalian yang selalu setia menunggu 🥰🥰🥰🥰🥰🥰 Love you all 😍

__ADS_1


__ADS_2