Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Situasi yang aneh!


__ADS_3

Mendengar sebuah suara langkah kaki yang mendekat kerah jendela kamar. An Xia dan kaisar Zhuang pun dengan penuh waspada melangkahkan kakinya mendekat.


Kaisar Zhuang, dengan mata tajamnya menatap sengit kearah jendela yang tertutup dan terkunci rapat dari dalam itu.


Sedangkan An Xia yang berjalan di belakang kaisar Zhuang kini tengah memegangi pakaiannya yang hampir terlepas dari tubuhnya itu.


Suara langkah kaki itu jelas milik seorang laki laki. Dan perlahan demi perlahan, langkah kaki itu semakin mendekat.


Mengetahui hal itu, Kaisar Zhuang segera mengambil sikap siaga untuk menyerang bila sewaktu waktu orang diluar sana memaksa masuk.


Saat langkah itu telah berada tepat di hadapan jendela kamar. Kaisar Zhuang dan An Xia pun dapat melihat bayangan seorang pria dari luar.


Saat melihatnya, kaisar Zhuang pun melirik ke arah belakang. Memberi isyarat kepada sang pujaan hati untuk berlindung di balik punggungnya.


Sedangkan An Xia sama sekali tidak membantah. Salah satu tangannya menyentuh pundak kaisar Zhuang dari belakang selagi tangan yang lainya mencengkram kain yang menutupi tubuhnya yang hampir telanjang itu.


“Seorang penyusup? ” Gumam An Xia pelan, namun samar samar masih terdengar di telinga kaisar Zhuang.


Dari bayangannya. sosok laki laki itu mengulurkan tangannya, mencoba untuk membuka jendela secara perlahan.


Namun, sayangnya itu gagal karena jendela tersebut telah terkunci dari dalam.


Tindakan sosok itupun semakin memperkuat kecurigaan An Xia dan kaisar Zhuang bahwa ia adalah seorang penyusup!


Tiba tiba, kaisar Zhuang mengerutkan dahinya ketika sosok itu tadi mengetuk jendela pelan dan berkata. “Xia’er!.... aku tau kau ada di dalam, keluarlah! aku ingin berbicara denganmu. ”Ucapnya dengan suara lirih, terasa begitu hati hati dan penuh kewaspadaan.


Kedua bola mata An Xia terbelalak lebar. Ia tentu tau suara siapa itu. “Pangeran kedua?!! ” Pekik gadis itu dengan suara rendah.


Dalam hati, An Xia memaki dan mengutuk pangeran yang satu itu. “Sialan!!!.... kenapa mahluk itu datang kemari?!!!..... sungguh sebuah hama!!! ” Kemudian gadis itu maju satu langkah di hadapan kaisar Zhuang, sedikit mendekat kearah jendela.


“Pa... Pangeran kedua, apa yang anda lakukan di disni?!!” Tanya An Xia.


Di luar sana, pangeran kedua Zhang Liang tersenyum. Ternyata gadis itu mendengarnya. “Xia’er, buka jendelanya! biarkan aku masuk!! ” Perintahnya dengan sedikit tidak sabaran.

__ADS_1


Untuk beberapa saat, An Xia sama sekali tidak bereaksi karena rada sedikit tertegun. “Apa dia bilang?.... membiarkannya masuk? lalu melihat bagaimana penampilanku dan A-Zhu saat ini?!!!.... sialan!! ” Kakinya dalam hati.


An Xia sedikit berfikir untuk mencari sebuah alasan. “Pangeran kedua, kau dan aku..... maksudku, bukanlah hal yang pantas begi seorang pria dan wanita yang belum berpasangan untuk bertatap muka di tengah malam seperti ini!” Ucapnya yang menegur dengan lembut. berusaha untuk mengusir pangeran itu tanpa menimbulkan rasa curiga.


Kaisar Zhuang yang mendengar ucapan An Xia barusan itu pun semakin mengerutkan dahinya. “Pria dan wanita yang belum berpasangan?..... lalu, kau dan aku ini apa sayang?! ” Tanyanya dengan gemas di dalam hati, kemudian sebuah senyum penuh arti pun muncul. “Karena kau berbohong, maka jangan salahkan aku jika menjatuhkan hukuman yang kejam!!” Ucapnya lagi dalam hati.


Sedangkan diluar. Pangeran kedua semakin dibuat tidak sabaran untuk melihat gadis di dalam ruangan itu. “Xia’er, aku calon suamimu!.... aku tau kau sedang bersedih, biarkan aku menemanimu malam ini!!” Ucapnya dengan kata kata ambigu.


An Xia bukanlah gadis polos yang lugu dan tidak mengerti dengan maksud kata kata itu. Pangeran kedua, jelas sedang mengajaknya berhubungan!


Namun, apakah An Xia sudi?......cih! tentu saja tidak!!!


“Pangeran kedua, tolong dengar__ Oh! ”Ucapan An Xia menggantung beberapa saat sebelum desahan itu keluar secara tiba tiba.


Mendengar itu, pangeran kedua pun mengerutkan dahi. Begitu penasaran dengan apa yang gadis itu lakukan di dalam sana. “Xia'er! Xia’er!.... apakah kau baik baik saja? cepat buka jendelanya! biarkan aku masuk! ” Ucapnya sambil berusaha membuka jendela yang terkunci rapat itu.


Di sisi lain. Wajah An Xia kini bersemu merah, kedua tangannya terangkat dan menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan desahan.


Tubuh gadis itu mengalami getaran hebat ketika sepasang tangan milik seorang kaisar bergerak nakal di tubuhnya.


Bahkan, An Xia kini berusaha mati matian untuk mengendalikan dirinya agar tidak mendesah.


“Xia’er! kau mendengar ku?.... Cepat biarkan aku masuk!!! ” Ucap Pangerang kedua yang kembali memaksa.


Saat ini, An Xia berada di dalam situasi yang sangat sulit. Kedua tangannya kini masih menutup mulutnya dengan erat, sudut matanya berair selagi tubuhnya yang mulai menggeliat tak nyaman.


“Pa... Pangeran kedua, sebaiknya.... sebaiknya.... kau... oh!.... ka... Kau pergi!! ” Ucapnya dengan suara yang tertahan tahan.


Diluar, pangeran kedua yang mendengar itu menggelengkan kepalanya. “Tidak!!.... sebelum aku melihat mu maka aku tak akan pergi!!! ” Ucapnya dengan begitu tegas. Kali ini ia benar benar memaksa.


An Xia tidak langsung menjawab, ia kini sedang berusaha mengendalikan dirinya. “Pangeran.... kedua!.... Ak.... Aku sedang berduka dan benar benar ingin sendiri!.... emph!.... tolong mengertilah!!! ” Ucapnya dengan suara yang bergetar.


Bagi pangeran kedua, An Xia kini tengah menahan tangis. Sepertinya gadis itu tidak ingin orang lain melihat kesedihan dan sisi rapuhnya.

__ADS_1


“Mungkinkah dia benar benar perlu waktu menyendiri? ” Gumam pangeran kedua Zhang Liang dalam hati.


Namun, yang pangeran itu pikirkan adalah sebuah kekeliruan!!.... Nyatanya, gadis itu kini bukan sedang menahan tangis, melainkan menahan desahan desahan yang akan lepas dari mulutnya.


Walau masih enggan dan tak rela jika harus meninggalkan An Xia. Tetapi, pangeran kedua itu ternyata cukup pintar dan tau diri untuk tidak memaksakan kehendaknya terus menerus.


Dengan belahan nafas berat, ia berkata. “Aku akan pergi sekarang! hanya untuk kali ini, kau dapat menangis sepuasnya. Aku tak akan mengganggu!” Kemudian pangeran kedua membalikkan badannya, membelakangi jendela. “Tetapi besok pagi aku akan datang lagi!! ” Ucapnya lagi lalu melesat pergi.


Yakin kalau sang Pangeran kedua telah pergi, yakin kalau sosoknya telah berada jauh dari kamarnya, dan yakin kalau keadaan kini telah aman.


An Xia pun kini tak lagi menahan diri untuk tidak mendesah dikala kelakukan tak senonoh dari Kaisar Zhuang yang semakin menjadi jadi.


“A-Zhu!!..... terkutuk kau!!!” Maki An Xia.


Kaisar Zhuang tersenyum dan berkata. “Anggap saja itu hukuman dariku! ” Bisik nya tepat di telinga An Xia.


...»»————>❀<————««...


Keesokan harinya, langit tampak mendung. Begitu juga dengan kediaman An yang juga di selimuti awan awan kesedihan.


Saat ini, semua orang memakai pakaian serba putih. Menandakan kalau saat ini mereka tengah berduka atas meninggalnya seseorang.


Sedangkan di sisi lain, tepatnya di sebuah kamar milik sang nona pertama An saat ini. An Xia dan kaisar Zhuang masih terlelap dalam tidurnya.


Posisi dua orang itu yang sedang berpelukan di bawah selimut tebal pun tampak mesra, benar benar menunjukkan keintiman di antara mereka.


Pelukan kaisar Zaman yang semakin lama semakin kencang itupun membuat An Xia merasa terganggu. Alhasil, gadis itupun mulai bangun dan membuka matanya.


“A-Zhu!! ” Panggilannya dengan suara lirih, benar benar tidak bertenaga.


Sedangkan, kaisar Zhuang yang mendengarkannya pun juga mulai membuka mata. “Hem, ada apa?..... ini masih pagi, tidurlah kembali! ” Perintahnya lembut.


“A-Zhu, aku__” Sebelum An Xia sempat menyelesaikan ucapannya, tiba tiba suara seseorang dari luar pun terdengar dan menyela.

__ADS_1


“Nona, ini sudah waktunya anda bangun!.... Jenazah kedua selir akan segera di berangkatkan. ” Ucapan Annchi dari balik pintu.


__ADS_2