
Di sisi lain, kedua mata indah seorang wanita kini tengah menatap lurus pada ujung cahaya matahari yang sebentar lagi akan tenggelam di telan malam.
Sepasang mata itu tampak sayu, seakan-akan sedang menanti sebuah kabar dari seseorang yang berada jauh hingga tak terlihat dari pandangan matanya.
“Langit tampak begitu merah, apakah itu karena darah seseorang?” Bibir yang ranum itu terbuka dan tertutup, menggumamkan sesuatu yang ada di pikirannya.
Namun seorang pelayan yang sedari tadi berada di belakangnya itupun mengerutkan dahinya dengan heran, sama sekali tidak mengerti dengan apa yang wanita itu katakan.
“Permaisuri, apakah ada sesuatu? ” Tanya pelayan itu dengan ragu.
“Sesuatu?... ” ia mengulang kembali sebuah kata yang pelayannya itu ucapkan, kemudian tersenyum tipis dan berkata. “.... hem, apakah sampai saat ini masih belum ada kabar darinya? ” Tanyanya balik, tanpa menjawab pertanyaan yang pelayanannya tadi ucapkan.
Sang pelayan itupun sedikit terdiam untuk sesaat, namun pada akhirnya ia menjawab. “Sampai sekarang yang mulia kaisar masih belum memberikan kabar sama sekali... ” Ia kembali terdiam, melirik wajah majikannya itu untuk sekilas dan kembali berkata. “... Permaisuri, anda harus sedikit lebih bersabar! ” Ucapnya lagi.
An xia pun menghela nafasnya pelan, pandangannya kini kembali menatap ke depan. Wajahnya yang semula terlihat lesu pun perlahan lahan mulai kembali datar.
“Begitu,kah? ”
ia terdiam, Lagi-lagi melamun dengan ekspresi datar di wajahnya yang rupawan. Membuat sosoknya yang indah itu terlihat bagaikan patung yang dipahat dengan sepenuh hati hingga terlihat cantik.
Kedua tangannya kini menyentuh perutnya dengan lembut, seolah-olah sedang mencoba untuk merasakan keberadaan orang yang di nanti dari benih yang pria itu tanam dalam dirinya. “Apakah kau juga merindukannya?” Gumamnya dalam hati.
“Permaisuri! ” Sang pelayan yang tadi itu memanggil.
“Apa?”
__ADS_1
“Permaisuri, sebaiknya anda masuk kedalam! ” Pintanya dengan sopan dan lembut. “Sebentar lagi akan segera gelap, dan udara pada malam hari tidaklah baik untuk kesehatan, apalagi dengan kondisi anda yang saat ini! ” Ucapnya lagi.
Mendengar itu, An xia pun sedikit termenung untuk sesaat, kemudian menganggukkan kepalanya dan menyetujui saran dari pelayanan itu tadi. “Baiklah, aku akan__”
Belum sempat An xia menyelesaikan ucapannya dan mengambil langkah untuk pergi dari tempat itu, seseorang pun datang secara tiba-tiba dan berjalan dengan cepat menuju kearahnya. “Yang mulia permaisuri, ada sebuah surat yang datang!” ucapnya, yang berhasil membuat An xia mengalihkan pandangannya dengan cepat kearahnya.
Dan dalam hati An xia berkata. “Surat? apakah itu kabar darinya? ” Ia bertanya-tanya dalam hati, pancaran matanya pun kini sedikit lebih bersemangat. “Berikan surat itu padaku! ” Perintahnya pada orang itu tadi.
An xia menjulurkan salah satu tangannya, menunggu dengan tidak sabaran untuk melihat isi surat tersebut.
Dan saat sepucuk surat kecil itu berada di tangannya, An xia pun dengan segera membuka dan melihat coretan tinta yang tertoreh di atas permukaan kertas itu.
Namun, alih-alih merasa gembira, An xia kini justru mengerutkan dahinya. Raut wajahnya yang ceria tadi pun dalam sekejap menghilang dan digantikan dengan ekspresi dingin.
Annchi yang melihat tindakan dari majikannya itupun mulai merasa bingung. “Bukannya tadi dia terlihat begitu senang? lalu kenapa sekarang ia terlihat marah? ” Ia bertanya pada dirinya sendiri dalam hati, kemudian melirik surat yang sudah tak berbentuk itu dengan tatapan penuh tanda tanya. “Permaisuri, sebenarnya apa isi dari surat itu? ” Ucapnya, yang pada akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
Namun, bukannya menjawab pertanyaan itu, An xia justru berkata dengan tegas. “Cepat lakukan sesuai perintahku!! ”
...»»————>❀<————««...
Sinar matahari kini benar benar telah habis di telam malam, menyisakan langit gelap dengan taburan bintang sebagai hiasannya.
Mungkin, malam ini adalah sebuah malam yang cukup cerah untuk menikmati indahnya bintang-bintang di langit.
Mendekatkan dua hati dalam suasana yang romantis!!
__ADS_1
Namun sayangnya, sebuah kabar yang tak terduga pun datang secara tiba-tiba. Menciptakan suasana tegang dalam kesunyian malam yang membisu.
Beberapa pria kini tengah melangkahkan kakinya dengan terburu-buru, masing-masing dari mereka memiliki suasana hati yang buruk, hal itu sangat kentara dari kerutan-kerutan mendalam di wajah mereka.
Sebenarnya situasi macam apa yang sedang terjadi saat ini?
“Kalian sudah datang? kenapa lama sekali, kakak ku telah menunggu kalian sedari tadi!! ” Ucap dari seorang bocah yang berdiri di depan sebuah ruangan dengan wajah kesal.
Salah seorang pria yang bernama Qiao Feng pun berjalan mendekat dan menepuk kepala bocah itu sembari berkata. “Kami sudah berusaha untuk datang secepat mungkin, kau berhentilah mengoceh dan mainlah ditempat lain sana! ” Ucapnya lalu segera memasuki ruangan tanpa menghiraukan raut wajah An chen yang bertambah kesal.
Dan saat mereka telah memasuki ruangan tersebut, pandangan mereka pun langsung tertuju pada seorang wanita yang tengah duduk di salah satu sudut ruangan sembari menatap ke arah mereka dengan tampan dingin.
Melihat hal itu, tuan Eiji yang memiliki usia lebih tua dari dua pria yang bersamanya pun segera melangkahkan kakinya mendekat. Dan tanpa memberikan salam untuk menunjukkan rasa hormatnya pada wanita itu, ia pun langsung berkata. “Kami sudah mendengar kabarnya, namun kami juga perlu penjelasan yang lebih lengkap lagi darimu!” Ucapnya dengan tenang.
An xia tak langsung memberikan jawaban, ia kini berdiri dari duduknya dan mengeluarkan sepucuk surat yang ia terima tadi. “Mantan tunangan ku, kini membuat ulah! ” Ia berkata dengan dingin, menyerahkan isi surat itu kepada tuan Eiji lalu melanjutkan. “Orang ku, berkata bahwa ayah dan keluarga ku yang lain kini telah di tangkap olehnya tanpa alasan yang jelas!.... ‘pria’ itu bahkan berencana untuk menyerang istana ini dengan memanfaatkan situasi perang yang tengah terjadi!! ” Ucapnya lagi.
Mendengar apa yang dikatakan oleh An xia, tuan Eiji pun kini menahan tawa dan tersenyum sinis. “Heh, apakah dia ingin balas dendam kepadamu karena kau telah meninggalkannya dan menikah dengan pria lain?! ” Ucapnya, yang bergurau tanpa tau situasi.
“Balas dendam?! ” An xia mengerutkan keningnya sembari memicingkan mata. “Memang dendam seperti apa yang ia pendam terhadapku?.... bukankah aku sudah berbaik hati padanya dengan tidak membunuhnya?!” Ucapnya dengan nada kesal.
Kemudian Qiao Feng pun ikut berbicara. “Tidakkah kalian merasa bahwa ia cukup berani?..... menyerang istana ini hanya karena gagal bertunangan? bukankah itu terdengar sangat menggelikan? ” Ucapnya, lalu kembali berkata. “Aku yakin dia sudah tidak waras!! ” Ucapnya lagi yang memberikan cibiran.
Sedangkan di sisi lain, Han Dong yang sedari tadi terdiam dan menyimak pembicaraan dari ketiga orang itupun kini mulai membuka mulutnya dan berkata. “Apakah dia benar-benar akan menyerang? kapan? ” Tanyanya, sembari menatap ke arah An xia dan menuntut sebuah jawaban.
Mendengar pertanyaan itu, An xia pun menghela nafas secara diam-diam. Kemudian ia mendudukkan dirinya di kursi tadi lalu berkata. “Dari informasi yang aku dapatkan, sepertinya ia kini sudah mulai bergerak kemari!” Jawabnya, yang membuat pria-pria itu terdiam dalam suasana hening.
__ADS_1