Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Mengunjungi!


__ADS_3

Sepucuk surat kecil itu bagaikan keajaiban. Hanya dengan sebuah kalimat singkat yang tertulis di dalam surat itu, hati yang beku pun perlahan mulai mencair.


Bagi kaisar Zhuang, dunia ini begitu ajaib dengan kejutan kejutan di dalamnya. dan gadis itu adalah salah satu dari keajaiban yang pernah ia lihat.


Sebuah kabar kemenangan dari peperangan bahkan tak semanis kabar yang ia terima dari An Xia.


Dirinya akan menjadi seorang ayah!


Jiwanya yang kesepian dan kedinginan kini merasa hangat dan bahagia. Seolah olah kabar ini adalah kabar bahagia untuknya dari surga.


Cengkraman pada kertas itu semakin erat!.... jika kertas itu dapat ia simpan di dalam jantungnya, maka akan ia lakukan.


Kedua tangannya bahkan bergetar hebat selagi hatinya menjerit untuk segera dipertemukan dengan mereka berdua.


“Terimakasih, terimakasih banyak! ”


Dan itu adalah sebuah kata yang sangat jarang keluar dari mulutnya. Namun, kini kata itu terucap dengan disertai rasa haru atas kebahagiaan yang membanjiri hati.


...»»————>❀<————««...


Sedangkan di tempat lain saat ini, An Xia kini telah berada di kamarnya dan sedang berbaring di atas ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan akibat perjalanan panjang yang telah ia lalui.


Semenjak mengetahui kalau dirinya tengah mengandung anak Kaisar Zhuang. An Xia menjadi sangat sering menyentuh dan membelai perutnya yang masih rata itu.


Dan entah mengapa hal itu selalu membuatnya merasa senang.


Walaupun matanya kini terpejam, namun pikirannya kini menerawang kemana mana. Dengan kehamilannya ini, pertunangannya dengan pangeran kedua harus segera dibatalkan..... bagaimanapun caranya!!


Tiba tiba suara ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunannya. An Xia pun membuka mata, kemudian ia bangkit dan duduk di tepi ranjang.


“Siapa?!” Tanya An xia

__ADS_1


“Ini Annchi nona!” Jawab Annchi dari luar kamar.


Mendengar kalau orang yang ada di luar adalah Annchi, An Xia pun menghela nafas dengan kecewa. Padahal ia sedang menantikan orang lain, tapi mengapa pelayan itu yang datang?!!!


“Masuklah Annchi!! ” Ucap An Xia yang mengijinkan Annchi untuk masuk kedalam kamarnya.


Annchi yang mendapatkan ijin dari An Xia pun segera masuk dan menghampiri nona nya itu dengan sebuah nampan berisikan makanan makanan lezat.


An Xia sama sekali tidak tertarik untuk makan, bahkan ia sama sekali tidak memiliki nafsu makan sepeti hari hari biasanya.


Annchi berjalan mendekat ke arah An Xia dengan hati hati agar makanan yang ia bawah tidak terjatuh dan mengotori lantai.


Diletakkannya makanan makanan itu di atas sebuah meja, kemudian ia berkata. “Nona, ini sudah waktunya untuk makan siang. Anda harus banyak memakan makan yang bergizi untuk kesehatan nona!” Ucap Annchi sambil melirik perut An Xia.


Sedangkan An Xia justru kembali membaringkan tubuhnya tanpa melirik makanan itu sedikitpun.


Sambil mulai menutup matanya, An Xia berkata. “Pergilah Annchi!! aku akan memakannya nanti. ” perintahnya dengan ekspresi malas di wajah.


Ucapan An Xia itu sontak membuat Annchi mengerutkan keningnya kesal. Pelayan itu ingat saat di perjalanan, ia memberikan nona nya itu makanan, namun nona nya itu menyuruhnya untuk pergi dan mengatakan akan memakan makanan itu nanti.


Saat ia kembali untuk mengambil mangkuk kotor, ia justru melihat mangkuk itu yang masih penuh dengan makan yang telah dingin.


Dengan wajah kesal dan kedua tangan yang berkacak pinggang, Annchi pun berkata. “Nona, anda harus memakan makanan ini!!.... Aku tau kalau kau sama sekali tidak berselera makan, namun setidaknya anda harus memikirkan bayi yang ada di dalam sana!!!” Ucapnya yang memaksa.


An Xia sama sekali tidak menghiraukan nya, ia membalikkan badannya untuk membelakangi Annchi. “Pergilah!! aku sedang tidak ingin di ganggu!! ” Usirnya lagi.


“Tapi nona__”


“Annchi!! aku bilang pergilah!! ” Sahut An Xia yang sedikit berteriak.


Karena An Xia telah memberinya perintah untuk pergi, Annchi pun mau tidak mau harus mematuhinya.

__ADS_1


“Baiklah, tapi jangan lupa untuk memakannya!!” Ucapnya lalu melangkah pergi.


Pintu kamar An Xia kembali tertutup, menyisakan sang nona pertama An yang tengah berbaring di atas ranjangnya dengan perasaan kesal.


Entah mengapa, belakangan ini suasana hatinya selalu berubah ubah.


Bahkan ia sangat sensitif dan begitu mudah marah!


Suasana kamar yang terasa sepi itu semakin membuat An Xia kesal. Ia sedikit melirik kearah pintu dan jendela, berharap akan munculnya seseorang yang kedatangannya ia tunggu tunggu.


Namun, sepertinya kali ini ia harus menelan rasa kecewa itu!....


An Xia menarik selimutnya hinga menutupi setengah wajahnya, dahinya kini nampak berkerut. “Kenapa dia belum datang juga?!!.... apakah dia belum menerima surat itu?!!! ” Teriaknya kesal di dalam hati.


Bahkan untuk melampiaskan kekesalan itu, An Xia sampai mengigit selimutnya dengan ganas.


Tiba tiba rasa kantuk pun menyerang. Mungkin karena dirinya yang benar benar kelelahan, An Xia pun dengan mudahnya tertidur dengan lelap.


Namun tak lama setelah itu, Fai datang dan membuka pintu kamar An Xia. Setelah ia membuka pintu, Fai menoleh kebelakang dan berkata. “Yang mulia, nona An sedang beristirahat di dalam! ” Ucapnya kepada Kaisar Zhuang yang baru saja tiba.


Kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya. “Aku mengerti, kau pergilah!! aku akan ingin menemuinya.” Setelah mengatakannya, ia pun langsung memasuki kamar An Xia mengunci pintu kamar itu dari dalam.


Menyadari kalau sang pujaan hati kini sedang tertidur, kaisar Zhuang pun melangkahkan kakinya dengan hati hati agar tidak menimbulkan suara yang mengganggu tidur ibu dari calon anak anaknya itu.


Dan dengan perlahan pula, ia naik keatas ranjang dan berbaring dengan posisi menghadap ke arah An Xia.


Pandangan mata Kaisar itu terus menggerayangi wajah damai An Xia yang sedang tertidur dengan pulsanya.


Kemudian, Kaisar itu menjulurkan tangannya untuk menyentuh perut dimana anaknya tumbuh saat ini.


Namun An Xia segera membuka matanya saat merasakan adanya tangan besar yang mengusap perutnya dengan lembut. Gadis itupun menoleh untuk melihat siapa pemilik tangan itu.

__ADS_1


Dan senyum di bibir An Xia seketika terbit dikala melihat seseorang yang kedatangannya telah ia tunggu sedari tadi. “A-Zhu, akhirnya kau datang juga! ” Ucapnya sambil menyentuh tangan kaisar Zhuang yang ada di perutnya.


Kaisar Zhuang pun tersenyum dan menarik tubuh An Xia untuk semakin mendekat kearahnya. “Kau sedang mengandung anakku, bagaimana bisa aku tidak mengunjungimu? ” Kemudian, ia mengecup wajah An Xia lalu kembali berkata. “Aku mencintaimu!”


__ADS_2