Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
sang pengguna!


__ADS_3

Mendengar perintah dari sang raja, tabib pun segera melaksanakan tugasnya dan memeriksa keadaan orang tersebut dengan begitu serius.


Tabib itu terdiam untuk sesaat dengan dahi yang berkerut saat ia memeriksa denyut nadi orang tadi. Namun, detik berikutnya adalah suara hembusan nafas berat yang terkesan begitu pasrah.


tabib itu berdiri dan menghadap Raja Bai Zhen dengan Kepala yang tertunduk. “Yang mulia, orang ini telah mati... ” Ia memberi jeda, kemudian melanjutkan. “.... Orang ini mati karena sebuah racun yang sangat mematikan! ” Ucapnya lagi.


Mendengar ucapan tabib itu, Raja Bai Zhen sama sekali tidak merasa terkejut. Namun, walaupun soal racun ia sudah mengetahuinya, akan tetapi jenis racun itulah yang menjadi bahan pertanyaan.


“Katakan, jenis racun apakah itu?.... Dan adakah penawarnya?! ” Tanya Raja Bai Zhen kepada sang tabib.


Jika bawahannya yang satu itu mati akibat racun, maka untuk berjaga jaga ia harus menyiapkan penawar untuk diri nya sendiri.


Sang tabib tidak menjawab, namun ia kini segera memeriksa dan menggeledah tubuh mayat itu. Sampai ia melihat sebuah jarum emas kecil dan tipis yang kini tertancap dengan apiknya di titik fital bagian kepala mayat tersebut.


Dengan segera, tabib itu mengulurkan tangannya dan mencabut jarum itu. Kedua matanya kini menyipit tajam dan membentuk sebuah ekspresi serius saat meneliti dan menilai jarum emas itu.


Sedangkan Raja Bai Zhen kini hanya memperhatikan tabib itu dengan diam. Ia ingin tau apa yang akan tabib itu katakan kepadanya.


Dengan hati hati dan penuh waspada, tabib itu mendekatkan jarum emas itu ke hidungnya dan mencium aromanya. Namun, belum sedetik ia mencium aroma jarum itu.... Tabib itu langsung menjauhkan jarum emas tersebut dari indra penciuman nya.


“Mengerikan!!.... Sungguh mengerikan!!! ” Ujar sang tabib dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.


Melihat reaksi tabib itu, Raja Bai Zhen pun menjadi semakin penasaran dan bertanya. “Tabib, cepat katakan kepadaku apa saja yang telah kau ketahui! ” Ucapannya dengan penuh penekanan.


Tabib itu menoleh dan segera bersujud di bawah kaki sang raja, kemudian ia berkata. “Yang mulia, ini bukan racun biasa!!.... Walaupun cara kerja racun ini sedikit lambat, namun kematian yang ditimbulkan sudah pasti adanya!” Ucapnya.


Mendengar itu, kerutan di dahi Raja Bai Zhen pun semakin mendalam. Raut wajahnya yang terlihat kesal kini naik tingkat menjadi marah. “Jelaskan kepadaku! ” Perintahnya.


Tabib pun mulai menjelaskan. Racun pada jarum emas itu adalah salah satu racun yang paling berbahaya. Tidak hanya itu akan membahayakan musuh, namun jika Sang penggunaan bukanlah ahli, maka ia juga akan dalam bahaya.


Akan tetapi, dilihat dari ketepatan jarum itu yang mengenai titik fital tadi.... Tabib pun dengan yakin mengatakan kepada Raja Bai Zhen bahwa pengguna jarum ini adalah seorang yang ahli.

__ADS_1


Di saat Sang tabib menjelaskan, Raja Bai Zhen pun menyimak, dan disaat Sang tabib selesai menjelaskan, Raja Bai Zhen pun bertanya. “Jadi, bagaimana dengan penawaran racunnya?.... Aku yakin setiap racun pasti ada penawarnya bukan?!! ” Tanyanya dengan dingin.


Pertanyaan Raja Bai Zhen yang kali ini membuat Sang tabib menjadi sedikit gugup untuk menjawab. “Beribu ribu maaf yang mulia, namun tabib itu tidak mengetahuinya!.... ” Ia melirik ekspedisi Sang Raja, melihat adanya kekesalan di sana, tabib pun segera menambahkan. “.... Akan tetapi, satu satunya orang yang dapat membuat penawaran adalah Sang penggunaan racun itu sendiri! ” Ucapnya lagi.


Tatapan Raja Bai Zhen kini masih tertuju kepada Sang tabib. “Sang pengguna?.....” ia bertanya, namun nada bicara yang ia gunakan terkesan begitu merendahkan. “Kira kira siapa yang mampu menggunakan senjata seperti itu?” Gumamnya yang bertanya kepada diri sendiri.


Tanpa sadar, pandangan Raja Bai Zhen kini menatap kearah sebuah lukisan yang menggambarkan sosok cantik rupawan bak dewi kayangan yang turun ke bumi.


Melihat sosok gadis dalam lukisan itu, Raja Bai Zhen pun segera teringat akan ucapan terakhir dari bawahannya yang telah mati tadi.


Gadis dalam lukisan


Nona pertama An


Permaisuri dari Kerajaan han


Istri dari musuh bebuyutan nya, kaisar Zhuang


»»————>❀<————««


pagi yang cerah kini membawa secercah sinar matahari masuk kedalam sebuah kamar yang nampak begitu gelap dan berantakan dengan kain kain yang berserak kan di mana mana.


Merasakan sinar matahari yang merambat masuk melalui cela cela ruangan dan mengenai matanya yang sedang terpejam. Kaisar Zhuang pun segera terbangun dari tidur nyenyak nya.


Dengan mata yang sedikit buram akibat baru saja bangun dari tidur, Kaisar itu kini masih dapat melihat wajah cantik yang sedang tertidur pulas di dalam pelukannya.


Wajah cantik itu terlihat sedikit lelah, namun senyum tipis dan rona merah yang menghiasinya terlihat begitu indah dan menggoda.


Dengan lembut, tangan Kaisar Zhuang menyingkirkan helaian rambut yang jatuh dan menutupi kecantikan Sang istri.


Kemudian ia mendekatkan wajahnya dan memberikan sebuah kecupan penuh cinta di kening An xia yang sekarang adalah istrinya.

__ADS_1


Merasakan ada sebuah benda lembut yang menyentuh keningnya, An xia pun secara perlahan membuka kedua matanya dan menatap kearah sepasang mata milik seorang pria.


Setelah melihat wajah tampan Kaisar Zhuang, An xia dengan tidak perduli nya kembali memejamkan mata.


Melihat itu, Kaisar Zhuang pun segera mencium bibir manis istrinya berulang ulang kali lalu berkata. “Apakah istri kecilku ini masih lelah? ” Tanyanya dengan nada bicara yang begitu lembut.


Sangat berbeda sekali dengan nada Bicara yang selalu ia gunakan di hadapan orang lain.


Sedangkan An Xia kini masih memejamkan matanya dan sama sekali tidak memiliki niat untuk menjawab pertanyaan itu. Namun ia semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Sang suami yang kini sedang tidak mengenakan pakaian.


Melihat kelakuan istrinya yang terlihat begitu mengemasakan, kaisar Zhuang pun terkekeh. Kemudian, secara perlahan ia melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang.


Mengetahui hal itu, An xia pun segera membuka matanya kembali dan berkata. “Kau mau kemana? ” Tanyanya dengan suara yang terdengar begitu malas.


Kaisar Zhuang tidak menjawab, ia kini memakai kembali pakaiannya lalu mengambil sebuah pakaian tipis dan berjalan kearah ranjang.


“Pakai ini! ” perintahnya.


Melihat itu, An xia pun hanya memutar bola matanya malas dan berkata. “Tidak, aku akan memakainya nanti! ” Ucapnya, seraya kembali menutup mata.


Mendengar itu, Kaisar Zhuang pun tersenyum penuh arti. “Oh!.... Apakah kau sekarang sedang menggodaku? ” Tanyanya yang berhasil membuat sang istri bangun dan terduduk.


Dengan kesal, An xia kini menatap tajam kearah suaminya dan berkata. “I... Itu tidak benar!! ” Ucapnya dengan ketus. Terdapat sedikit rona merah di pipinya yang terlihat begitu menggemaskan.


Kaisar Zhuang mendudukkan dirinya di tepi ranjang. kemudian, dengan pecat ia menarik tangan An xia hingga masuk kedalam pelukannya.


“Apa yang kau lakukan?!!! ” Tanyanya dengan ketus.


Melihat ekspresi kesal bercampur dengan malu di wajah sang istri, Kaisar Zhuang pun menjadi semakin gemas dan mencium kedua pipi An xia berkali kali. “Jangan bersikap seperti ini kepada pria lain selain diriku!! ” perintahnya dengan tegas, kemudian ia kembali berkata. “Aku akan membantumu memakai pakaian, jangan banyak membantah atau hukuman kedua akan berlanjut sekarang!!” Ancam nya dengan nada penuh penekanan.


“Kau tidak menjawab pertanyaan ku!” Ucap An xia.

__ADS_1


Kaisar Zhuang yang kini masih sibuk memakaikan pakaian untuk menutupi tubuh istrinya itupun hanya melirik sekilas dan berkata. “Pagi ini aku akan berlatih bersama dengan prajurit yang lain! ” Jawabnya. Namun, saat melihat wajah sang istri yang tiba tiba berbinar cerah, Kaisar Zhuang pun menambah kan. “Jika kau ingin ikut, maka kau hanya di perbolehkan untuk melihat saja! ” Ucapnya lagi.


__ADS_2