
An chen memperhatikan pangeran kedua yang kini tengah melangkahkan kakinya mendekat kearah kakak keduanya.
Dengan sebuah senyum lebar dan wajah yang berseri seri, tentunya An chen bisa dengan mudah menebak apa yang akan pangeran itu lakukan. “Apakah kau ingin memeluk kakak keduaku?.... maaf, tapi pilihanku telah jatuh kepada kakak kaisar!” Gumamnya dalam hati.
Pada saat sang pangeran kedua Zhang Liang berada di jarak yang agak dekat dengan An Xia. An chen pun dengan segera menghadang dan membungkuk di hadapan pangeran itu. “An chen memberi salam kepada pangeran kedua!” Ucapannya dengan begitu sopan dan merendah.
Namun siapa yang tau kalau tujuan sebenarnya bocah itu memberi semalam hanya untuk memberitahukan kepada pangeran kedua bahwa di sini masih ada dirinya, dan selayaknya sebagai Pangeran, Zhang Liang harus menjaga sikap di depan seorang anak kecil.
Melihat itu, pangeran kedua pun segera menghentikan langkahnya sebelum tubuhnya berbenturan dengan tubuh An Xia. “Ah!... aku, tidak melihatmu!” Ucapnya dengan kaku, kemudian ia melirik An Xia yang kini tersenyum tipis kearahnya. “Xia’er, aku minta maaf!.... karena terlalu merindukanmu, aku sampai lupa diri.” Ucapnya dengan penuh penyesalan.
An Xia pun menggelengkan kepalanya pelan sembari berkata. “Tidak masalah!.... tetapi, hal apakah yang membuat pangeran kedua datang kemari? ” Tanyanya dengan alis yang terangkat.
Pangeran kedua tidak langsung menjawab. Saat ini pangeran itu sedang memikirkan sesuatu. “Kenapa sikapnya saat ini berubah?.... panggilan ‘Pangeran kedua’ darinya itu terdengar.... asing.” Gumamnya dalam hati.
Pangeran itu sadar. semenjak gadis itu kembali dari kuil, sikapnya terhadap dirinya telah berubah. Kini tak ada lagi panggilan ‘A-Liang’, namun hanya ada ‘Yang mulia’ dan ‘Pangeran kedua’.
Memikirkan hal itu, pancaran mata pangeran kedua pun berubah sendu.
Tidak hanya itu. ia juga merasa kalau selama ini, tunangannya itu selalu menghindarinya.
Walaupun alasannya telah di jelaskan, namun hatinya masih merasa ragu dan gelisah!
Karena tidak ingin memikirkan masalah yang hanya akan menjadi beban pikirannya, pangeran kedua itu menghela nafas dan berkata. “Sesuai yang aku katakan, aku datang kemari untuk menemui calon istri ku!” Ucapnya dengan tegas dan penuh akan kepercayaan diri.
Kemudian, pangeran itu melirik kearah An chen dan berkata. “ Tuan muda kelima, apakah kau tidak memiliki urusan lain?” Tanyanya dengan sedikit penekanan.
Sangat jelas kalau pangeran kedua itu saat ini sedang berusaha mengusir An chen agar dirinya bisa menghabiskan waktu berdua dengan tunangannya, An Xia.
__ADS_1
Walau yang terpampang di wajah si kecil An chen adalah sebuah senyum polos dan menggemaskan, namun dalam hati bocah itu berkata. “Kenapa aku merasa kalau arti dari ucapan pangeran itu adalah ‘Pergi kau dari sini’? ” Gumamnya kemudian melirik ke An Xia. “Hem, aku mengerti sekarang!” Ucapnya lagi lalu semakin melebarkan senyumnya.
Seraya menggelengkan kepalanya, An chen pun berkata. “Aku tidak memiliki urusan lain selain menjaga kakakku... ” Ucapnya kemudian, “... Dari orang sepertimu! ” Lanjutnya lagi namun dalam hati.
Dan dengan wajah polos dan lucunya itu, An chen kembali berkata. “Memangnya kenapa yang mulia pangeran kedua menanyakannya?.... apakah yang mulia menginginkan sesuatu?” Tanyanya yang membuat sang pangeran kedua merasa di pojok kan.
Dengan senyum indah yang di paksakan, pangeran kedua itu pun berkata. “Tidak!.... aku hanya sekedar bertanya, lupakan saja!!” Ucapnya dengan sedikit kekehan kecil.
Entah mengapa, pangeran kedua Zhang Liang merasa kalau bocah itu memiliki maksud buruk kepadanya.
Namun, saat tatapan pangeran itu jatuh kepada An Xia. Ia sedikit mengerutkan dahinya dan memasang wajah khawatir. “Kau sakit?!.... Wajahmu kini terlihat pucat dan lelah!” Ucapnya lalu mendekat dan menggenggam salah satu tangan An Xia. “Apakah ini karena kau terlalu banyak menangis semalam? ” Tanyanya lagi.
Sedangkan An Xia yang di tanya hanya diam. Tatapan matanya kini tertuju kepada tangannya yang di genggam erat oleh pangeran kedua. “Ini.... Ini gawat!” Kemudian ia melirik kearah Fai yang berdiri di antara Annchi dan Rui. “Habis sudah jika A-Zhu tau!!” Gumamnya dalam hati.
Tau apa konsekuensi dari hal ini. An Xia pun dengan tergesa-gesa menarik paksa tangannya dari genggaman tangan pangeran kedua. “Yang mulia, aku...” Namun, belum sempat An Xia menyelesaikan ucapannya. beberapa orang pun datang dan mengalihkan perhatiannya.
“Mereka juga datang?” Tanya An Xia sambil melirik kearah pangeran mahkota yang berjalan mendekat bersama yang lain.
Melihat itu, pangeran kedua menggertak kan giginya selagi kedua tangannya terkepal erat. “Kenapa mereka juga datang kemari?.... sial!!! ” Makinya dalam hati.
Di saat Pangeran kedua merasa tidak senang dengan kehadiran mereka. Pangeran mahkota dan pangeran kelima dari Kerajaan barat itu kini menatap An Xia dengan tatapan penuh kagum dan memuja.
Bahkan mereka tak sungkan sungkan melemparkan sebuah senyum menggoda kepada An Xia di depan pangeran kedua yang masih terikat pertunangan dengan wanita yang mereka goda itu.
Sedangkan putri Li yue xi kini mencuri curi pandang kearah pangeran kedua sambil tersenyum malu. “Sangat tampan!” Gumamnya lirih.
Namun gumaman itu samar samar masih terdengar di telinga pangeran ketiga yang sedari tadi berjalan di dekatnya.
__ADS_1
Pangeran ketiga Zhang Li Kun hanya memutar bola matanya karena merasa jengah dengan pujian dan pujaan yang putri itu lontarkan untuk kakaknya, sang pangeran kedua.
Di sisi lain. An chen yang melihat gelagat putri Li yue xi yang bagaikan ja**ng si**an di hadapan pangeran kedua itu segera menyenggol lengan An Xia dan berkata.“Kakak kedua, wanita itu... ”
“Aku tau!” Sahut An Xia, kemudian sebuah senyum penuh arti pun terlukis di wajahnya. “Dia bisa menjadi alat yang sangat bagus!” Ujarnya dengan pancaran mata yang penuh akan kelicikan.
Pangeran mahkota yang telah berada di hadapan An Xia pun berkata. “Nona pertama An, lama tidak bertemu!” Kemudian ia mendekatkan wajahnya, dan secara reflek An Xia pun mundur untuk menjauh. “Aku lihat kau semakin cantik, benar benar cantik!” Ucapnya yang terang terangan memuji An Xia dan tidak memperdulikan keberadaan pangeran kedua.
Bagi pangeran mahkota. Selagi An Xia belum terjerat tali pernikahan dengan saudaranya yang tidak lain adalah pangeran kedua Zhang Liang, ia masih memiliki kesempatan untuk merebut dan memiliki gadis itu.
Tidak seperti pangeran mahkota yang menunjukkan perasaannya terhadap An Xia secara terang terangan. Pangeran kelima dari Kerajaan Barat, Li Guang Fu memiliki cara lain yang lebih bersih.
Pangeran Li Guang Fu melangkahkan kakinya untuk semakin mendekat, namun kedekatan itu masih dalam batas aman.
“Nona pertama An, apakah kau masih mengingatku? orang yang kalian selamatkan waktu itu.” Ucapnya untuk menarik perhatian An Xia agar menatap kearahnya.
Dan benar saja, An Xia pun menoleh saat mendengar ucapan pangeran itu barusan. Walaupun merasa enggan, namun ia mengangguk dan berkata. “Tentu! anda adalah pangeran Li Guang Fu dari Kerajaan barat.” Kemudian, pandangan An Xia berarti ke arah putri Li yue xi dan tersenyum.
“Aku yakin kalau ini adalah putri Li yue xi yang terkenal sebagai bunga cantik dari Kerajaan barat.” Puji nya dengan taburan kata kata manis.
Walaupun yang ia dengar dari mulut An Xia adalah sebuah pujian, namun entah mengapa putri Li yue xi merasa kalau hal itu merupakan hinaan.
Jelas kalau An Xia jauh lebih cantik darinya. Namun gadis itu memujinya sebagai gadis tercantik di Kerajaan barat?..... Apakah maksudnya, dirinya hanyalah gadis tercantik di Kerajaan Barat namun sebuah kecacatan di Kerajaan Timur?
Melihat air muka buruk di wajah putri Li yue xi itu, An Xia pun semakin gencar. “Aku dengar, putri Li yue xi dan Pangeran ketiga Zhang Li Kun telah di jodohkan oleh Kaisar.....” Ia memberi jeda, kemudian menutup senyum lebarnya menggunakan kipas lipat di tangannya. “.... Sungguh pasangan yang serasi, bagi di ciptakan oleh langit untuk satu sama lain!” Lanjutnya sambil melirik kedua orang itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1