
Annchi mendekatkan dirinya, kemudian sedikit membungkuk dan berbisik di telinga An xia. “Permaisuri, pagi ini sebuah kabar mengejutkan telah tersebar dan menjadi perbincangan panas.... ” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian kembali berkata. “.... Dari yang aku dengar, sepertinya nona kedua Shen telah kehilangan akalnya dan membunuh kakaknya dengan tangannya sendiri! ” Ucapan, yang semakin menimbulkan rasa penasaran dalam diri An xia.
Tidak berhenti sampai di situ, Annchi pun kembali membisikkan sesuatu. “Namun, sebelum membunuh nona pertama Shen.... kabar mengatakan bahwa ia juga telah membunuh calon suaminya! ” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, sebuah kerutan pun samar samar terbentuk di antara kedua alis An xia. Ada sebuah keterkejutan sekaligus rasa heran di tatapan matanya. “Calon suami?!! ” Ia bertanya dengan heran.
Ia ingat betul bahwa gadis bernama Shen Gao Yang itu sangatlah menggilai kaisar Zhuang yang tidak lain adalah suaminya.
Lalu sejak kapan ada seorang calon suami?!!....
Annchi yang melihat kebingungan dalam diri majikannya itupun ikut mengerutkan dahi. Karena penasaran dengan apa yang sedang An xia pikiran, Annchi pun bertanya. “Permaisuri, apa yang sedang kau pikirkan? ” Tanyanya dengan heran.
Mendengar pertanyaan itu, An xia pun tersadar dari lamunannya, Kemudian ia berkata. “Sejak kapan nona kedua Shen itu memiliki seorang calon suami? ” raut wajahnya kini benar benar menggambarkan kebingungan. “Dan sejak kapan keluarga Shen menjodohkan putrinya dengan seorang pria?..... aku kira mereka saat ini berusaha untuk mendorong putri mereka ke dalam istana sebagai selir! ” Tanyanya lagi.
Sedangkan Annchi yang melihat ekspresi kebingungan, dan pertanyaan yang seolah olah An xia benar benar tidak tau menahu itupun ikut merasa bingung. “Bukannya ini semua adalah perbuatanmu?..... permaisuri, bagaimana kau bertanya seakan akan dirimu itu bersih?! ” Ia kini menatap An xia dengan tatapan yang begitu aneh. “Jelas jelas kau adalah dalang dari semua ini!!! ” Gumamnya dalam hati.
An xia yang merasa aneh dengan tatapan Annchi itupun segera melayangkan sebuah pukulan kecil di kening gadis pelayan itu sembari berkata. “Apakah dimatamu aku ini mahluk aneh hingga kau memandangku seperti itu?!! ” Tanyanya dengan ketus.
Sedangkan Annchi yang mendapatkan penganiayaan itupun hanya bisa memasang wajah cemberut sembari mengusap usap dahinya dengan salah satu tangan. “Permaisuri, bagaimana bisa kau berpura pura tidak tau?!.......bukankah kau adalah orang dibalik semua ini?!” Ia bertanya dengan nada kesal, benar benar terbuka dalam menunjukkan emosinya.
__ADS_1
“Aku?!!” An xia bertanya dengan tidak percaya, kemudian mendengus dan memutar bola matanya malas. “Yang benar saja!..... Apapun yang terjadi kepada dua gadis itu tidak ada hubungannya denganku! ” Ucapnya sembari tersenyum bangga.
Jika dilihat dari kasat mata, memang An xia sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan kejadian yang memporak porandakan keluarga Shen.
Bahkan yang membunuh Shen min yue juga bukanlah An xia, melainkan Shen Gao Yang.... adik dari Shen min yue sendiri.
Dengan begitu mana mungkin An xia merasa bersalah dan mengakui perbuatannya?
Di sisi lain Annchi kini hanya bisa tersenyum dengan terpaksa dan menampilkan ekspresi aneh di wajahnya. “Permaisuri, senyumanmu itu justru berkata sebaliknya! ” Ia berkata dengan nada pelan, terdengar seperti gumaman dari orang yang tak berdaya.
Mendengar hal itu, An xia pun tertawa lepas. Salah satu tangannya kini membelai perutnya yang rata itu dengan lembut selagi mulutnya berkata. “Walaupun begitu, orang gila mana yang akan menaru rasa curiga terhadapku?! ” Tanyanya.
Dengan wajah bak dewi kayangan dan jiwa bak iblis neraka, tidakkah ia kini benar benar menjadi seseorang yang mengerikan?
Sedangkan Annchi kini terdiam untuk sesaat, entah kenapa kata kata yang sudah ia rangkai tiba tiba hilang dan terlupakan. “Permaisuri, bagaimana dengan tuan dan nyonya besar Shen? ” Setelah cukup lama terdiam, ia pun kembali membuka mulut. “Mereka tentu saja dapat menaruh rasa curiga terhadapmu! ” Ucapnya lagi.
Mendengar itu, senyum di wajah An xia semakin melebar. Matanya yang indah itu menatap penuh arti selagi mulutnya terbuka dan berkata. “Annchi, kesayangan ku, kemarilah! ” Ia menepuk nepuk pelan tempat kosong di sisinya, memberikan isyarat untuk Annchi agar ia duduk dan mengambil jarak yang lebih dekat.
Dan entah mengapa, mendengar panggilan lembut penuh kasih sayang dari majikannya itu justru membuatnya takut. “Jujur aku lebih suka jika dia marah marah.... ” Ia mendudukkan dirinya di samping An xia. “.... Jika seperti ini, aku tidak yakin apakah masih bisa hidup di detik berikutnya! ” gumamnya lagi dalam hati.
__ADS_1
An xia yang melihat ketegangan dalam diri Annchi itupun mengulurkan tangan nya dan membelai kepala gadis pelayan itu dengan lembut. “Kenapa kau begitu was was terhadapku?.... bukannya aku terlihat seperti kakak bagimu? ” Tanyanya, dengan masih tersenyum lebar.
Mendengar pertanyaan dari majikannya itu, Annchi pun sontak menjawab. “Permaisuri, senyumanmu saat ini benar benar mengerikan! ” ia sama sekali tidak berniat untuk memilih kata kata yang lebih sopan. “Terkadang membayangkan dirimu yang tersenyum seperti itu saja sudah berhasil membuat ku mimpi buruk! ”Ucapnya lagi.
Merasa puas dan cukup terhibur dengan ekspresi yang Annchi tunjukkan kepadanya, An xia pun terkekeh kecil dan berkata. “Kau tau aku tidak akan pernah membunuhmu, jadi tidak perlu setakut itu terhadapku! ” Ia terdiam, kemudian tersenyum. “Lagi pula jika bukan karena kedua gadis itu bodoh, mereka tidak akan termakan oleh hasutanku bukan? ” Tanyanya yang di balas dengan anggukan kaku dari Annchi.
Shen min yue adalah seorang gadis yang cukup cerdas, kebiasaannya yang selalu mengalah demi sang adik itupun berhasil An xia manfaatkan.
Bahkan dengan mudahnya ia merubah hal itu menjadi sebuah rasa dengki dan iri!!.....
Di sisi lain Shen Gao Yang adalah seorang gadis yang manja, selama hidupnya ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan...... dan hal itulah yang membuatnya memiliki otak yang tumpul!
Itu semua terbukti ketika gadis itu dengan gampangnya tersulut emosi hingga tanpa berfikir panjang ia membunuh kakaknya sendiri.
“Cih, dasar otak udang! ” ucap An xia dalam hati yang merhadik tindakan konyol Shen Gao Yang.
Sedangkan Annchi yang melihat majikannya melamun itupun berkata. “Permaisuri!.... ” Panggilnya yang lansung membuat An xia menoleh dan menatapnya dengan tanda tanya. “.... nona pertama Shen telah tersingkirkan, lalu bagaimana dengan sang nona kedua? ” Tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu, An xia kini sedikit mendongakkan kepalanya dan menatap kosong ke langit langit ruangan. Dengan jari telunjuk di dagu, ia saat ini berpose seolah olah sedang memikirkan sesuatu. “Annchi, kira kira apa yang akan orang orang lakukan kepada seorang nona muda yang kehilangan akalnya hingga membunuh saudaranya sendiri? ” Ia bertanya dengan senyuman licik andalannya.
__ADS_1