
Shen Gao Yang menatap dengan serius ke arah sosok cantik dengan wajah sedih yang begitu memelas di hadapannya itu.
Dengan raut wajah An xia yang begitu menyakinkan, bukanlah hal yang tidak masuk akal jika gadis bodoh dari keluarga Shen itu mempercayainya dengan begitu mudah!...
Kedua mata Shen Gao Yang kini memperhatikan setiap perubahan demi perubahan ekspresi yang An xia tunjukan. Seolah olah, gadis itu saat ini sedang mencoba untuk menerka-nerka apakah yang An xia tunjukkan itu memanglah sebuah kebenaran.... atau, hanya sebuah kebohongan.
Selagi nona kedua dari keluarga Shen itu terdiam sembari menatap dalam dalam kearahnya, An xia pun melanjutkan ceritanya. “ Setiap hari mereka selalu menghujaniku dengan berbagai macam ancaman!.... sampai pada saat tragedi itu berlangsung..... pertunangan ku dengan pangeran kedua pun dibatalkan begitu saja. ” Ucapnya, seraya menyeka air matanya yang palsu itu.
Untuk beberapa saat, Shen Gao Yang nampak terdiam dan memikirkan sesuatu. Namun, mengingat status An xia yang saat ini menjabat sebagai seorang permaisuri... ia pun berkata. “Lalu, bagaimana bisa kau menikah dengan yang mulia kaisar?! ” Tanyanya dengan dahi yang berkerut, walau bagaimanapun ia masih menginginkan posisi permaisuri ketimbang seorang Selir.
An xia yang mendengar pertanyaan dari gadis di hadapannya itu pun tersenyum, kemudian ia menunduk dengan malu malu dan berkata. “Tidak lama setelah pertunangan ku berakhir, utusan dari Kaisar pun datang ke kediaman.” Ia memberi jeda, kemudian melanjutkan. “Mungkin saat itu aku memang benar benar beruntung, namun.... aku khawatir bahwa kau tidak seberuntung diriku!” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, Shen Gao Yang pun mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Jujur saja ia tidak senang dengan ucapan An xia barusan, namun di sisi lain ia saat ini juga menaruh rasa was was terhadap kakak perempuannya sendiri.
“Walau bagaimanapun, kakak ku tidak akan mungkin melakukan hal hal buruk kepada adiknya sendiri! ” Ucapnya dengan tegas, bahkan ia dengan lancang meninggikan suaranya di depan sang wanita agung.
Dalam hati An xia ingin sekali merobek robek mulut gadis kurang ajar di hadapannya itu. Namun, alih alih melakukan apa yang ingin dia lakukan.... An xia kini justru tersenyum sinis dan berkata. “Hem? demi cinta dan harta, apapun bisa terjadi! ” Wanita itu melangkahkan kakinya dengan anggun melewati sang nona kedua Shen itu, kemudian tanpa menoleh ke belakang ia pun kembali berkata. “ Jika kau ingin selamat, maka berhati hatilah! ” Ucapnya lagi lalu pergi begitu saja.
Untuk waktu yang lama, Shen Gao Yang terdiam dan mematung di tempatnya. Ia sedikit termenung, pikirannya pun kini mulai membayangkan hal apa saja yang akan kakaknya lakukan untuk menyingkirkan dirinya demi mendapatkan posisi istimewa di istana.
“Tidak mungkin!” Gadis itu menggelengkan kepalanya sembari tersenyum remeh. “.... wanita itu... wanita itu hanya mengatakan omong kosong!!..... kakak selalu bersikap begitu manis padaku, tidak mungkin orang sepertinya mengharapkan malapetaka untuk ku! ”Ucapnya dengan tidak percaya, namun entah kenapa ia merasa ragu dengan ucapannya sendiri.
__ADS_1
...»»————>❀<————««...
Sebuah kereta kuda yang melaju dengan lambat di keramaian kota itu membawa sesosok nona muda yang saat ini tengah duduk termenung di dalamnya.
Dari dalam kereta, Shen min yue menatap kearah luar jendela. Tatapan matanya yang terlihat kosong itu menandakan bahwa sang nona pertama shen itu kini tengah melamun kan sesuatu.
“Bertahun-tahun... ” Suara yang terdengar begitu serak itu tiba tiba keluar dari mulutnya. “.... Bertahun-tahun aku selalu mendambakan posisi itu! ” Ia bergumam, tangannya terangkat dan menyentuh dadanya yang terasa begitu sakit.
Genangan air mata itu kini semakin terlihat, namun Shen min yue selalu menghapus air matanya setiap kali air mata itu ingin keluar dan menunjukkan kesedihan yang ia rasakan.
“Shen Gao Yang, kau adalah adikku... ” Ia terdiam untuk beberapa saat, mengatur nafasnya yang semakin lama mulai terasa berat akibat beban di hati yang terus bertambah. “.... Tidakkah kau ingat aku selalu bersikap baik padamu?.... sejak kecil... sejak kecil aku selalu mengalah dan membiarkan mu mengambil milikku yang kau sukai. ”Ucapnya seraya tersenyum dengan begitu manis, seolah olah ia saat ini sedang memutar kembali kenangan kenangan indah di masa lalu.
Namun, secara perlahan senyuman manis itu berubah menjadi senyaman yang begitu sinis.... terdapat dendam dan rasa benci di dalam senyuman itu. “Bahkan kau juga ingin mengambil pria yang aku sukai!! ” Ia tertawa kecil, merasa lucu dengan kata kata yang baru saja ia ucapkan sendiri. “Namun itu tidak akan terjadi!.... aku tidak akan membiarkan itu terjadi!!.... sudah cukup!... sudah cukup bagiku untuk mengalah padamu, adik!... sudah sangat sangat cukup bagiku! ” Ucapnya lagi seraya tertawa kecil. Beruntung tawanya yang kecil itu tidak dapat terdengar dari luar sehingga ia tidak akan di anggap gadis gila.
Shen min yue berdehem beberapa kali untuk menormalkan suaranya yang serak tadi, kemudian ia mengangguk dan berkata. “Baik, tolong bantu aku keluar dari kereta! ” perintahnya, kemudian mengusap sisa sisa air mata yang masih tertinggal.
...»»————>❀<————««...
Suara pintu yang di dorong hingga terbuka itu pun mempersilahkan sesosok wanita anggun untuk masuk kedalam sebuah ruangan yang nampak mewah dan nyaman itu.
Sosok An xia yang tersenyum dengan begitu indahnya itu pun menandakan bahwa ia saat ini tengah dalam suasana hati yang begitu baik.
__ADS_1
Masih dengan senyuman indah di bibirnya, An xia pun mendudukkan dirinya di sebuah kursi dengan bantalan yang begitu empuk. “Annchi, kemarilah! ” Panggilnya kepada pelayan kesayangannya itu.
Annchi yang mendengar suara panggilan dari An xia pun segera masuk ke dalam ruangan dan berkata. “Permaisuri, kau membutuhkan sesuatu? ” Tanyanya dengan penasaran.
Namun An xia hanya menggelengkan kepalanya dan menepuk kursi di samping nya sebagai isyarat untuk menyuruh Annchi duduk bersamanya.
Mengetahui apa maksud dari sang majikan, Annchi pun segera menggelengkan kepalanya dengan takut. “Ah!... tidak tidak!!.... yang mulia kaisar akan memenggal kepalaku nanti!” Ucapnya seraya mengambil satu langkah mundur.
Melihat hal itu, An xia pun mengerutkan dahinya dengan tidak senang. “Lantas apakah kau berani melawan ku?!! ” Tanyanya dengan nada penuh penekanan, terkesan begitu mengancam.
Mendengar hal itu, Annchi pun segera berlutut dan memohon ampun. “Permaisuri, kau adalah tuan ku!.... mana mungkin orang kecil sepertiku ini berani melawan terhadapmu?! ” Ucapnya dengan ekspresi tak berdaya.
“Annchi!! ” An xia mendengus dengan kesal seraya memutar bola matanya dengan malas. “Berhari-hari kau selalu bersikap begitu terbuka kepadaku, namun baru sekarang kau menunjukkan sifat patuh? ” Ia bertanya dengan nada remeh, kemudian melanjutkan. “Katakan kepadaku, apakah yang mulia kaisar telah mengancam leher mu dengan pedangnya?” Tanyanya lagi.
Annchi menggelengkan kepalanya, kemudian ia melirik ke arah An xia untuk sesaat sebelum berkata. “Bukan begitu, aku.... ” Belum sempat ia menyelesaikan ucapnya, An xia pun dengan cepat memotongnya.
“Kalau begitu turuti perintah ku!... atau aku sendirilah yang akan memenggal kepalamu!! ” Ucapnya dengan tegas, namun terdapat sedikit nada gurauan dalam nada bicaranya.
Mendengar hal itu, Annchi pun dengan segera berdiri dan mendudukkan dirinya di kursi yang telah An xia tunjuk tadi. “Permaisuri, aku telah melakukan apa yang kau mau.... sekarang apa lagi?! ” Ucapnya dengan nada merengek, namun kerutan di wajahnya itu justru menunjukkan sebuah kekesalan.
Dengan sebuah senyum misterius, An xia melambaikan tangannya dan berkata. “Mendekatlah, aku akan membisikkan sesuatu kepada mu! ” Ucapnya dengan suara rendah.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Annchi pun mendekatkan telinganya dengan ekspresi bingung. Namun saat An xia mulai membisikkan sesuatu di telinganya, tiba tiba ekspresi bingung di wajah gadis pelayan itu hilang dan digantikan dengan ekspresi terkejut.
“Permaisuri, kau benar benar menginginkan kaisar untuk memenggal kepalaku!!! ” Ucap Annchi yang merengek dengan raut wajah yang memelas.