
Suara kereta kuda yang berhenti pun kini menarik perhatian dua orang penjaga yang berdiri di depan pintu masuk sebuah kediaman mewah.
Tidak berselang lama, sebuah kereta kuda dari arah lain pun juga berhenti tepat di depan kereta kuda yang tadi.
Dan secara bersamaan, dua orang bocah dari dua buah kereta pun muncul dan turun dari keretanya dengan di bantu oleh para pelayan pelayannya.
Tanpa sengaja, pandangan kedua bocah itu kini saling bertemu. Untuk sesaat, mereka berdua hanya terdiam dan nampak terpaku kepada satu sama lain.
Menyadari kehadiran seseorang yang terlihat begitu familiar di benaknya, An chen pun mengernyitkan dahi dan berkata. “Nona, apa yang kau lakukan di sini? ” pandangannya melirik sekitar, mencoba mencari keberadaan seseorang. “Dan dimana tuan Eija?.... seharusnya dia yang datang, bukan kau! ” Ucapnya lagi.
Mendengar nada ketus dan penyebutan nama Eiji yang salah dari An chen, kening Izayoi pun berkerut. “Kakak, mohon di ingat ayahku bernama ‘Eiji’!!! ” Ucapnya dengan ketus, kemudian ia menghela nafas dan berkata. “Ayah akan datang kemari dengan kedua tuan muda dari keluarga Qiao dan Han, aku kemari terlebih dahulu karena tidak ingin menunggu nya! ” Ucapnya yang memberi penjelasan kepada An chen.
Untuk beberapa lama, pandangan An chen masih terpaku kepada sosok mungil Izayoi. Melihat senyum manis di wajah mungil itu, An chen pun bergumam. “Mahluk ini.... kenapa dia tersenyum kepadaku? ” Tanyanya dengan rasa curiga di dalam hati.
Jujur ia sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi seorang gadis kecil.
Melihat An chen yang masih terdiam di tempat sambil terus menatap kearahnya, dengan perlahan Izayoi pun melangkahkan kakinya mendekat lalu berkata. “Kakak, apa yang sedang kau pikirkan?.... Ayah akan segera datang, kau tenang saja!” Ucapnya masih dengan sebuah senyum manis di bibir nya.
An chen yang mendengar ucapan Izayoi pun akhirnya tersadar dari lamunannya dan segera berkata. “Kalau begitu kita akan menunggunya di dalam! ”
Ucapnya kemudian melanjutkan. “Dan berhenti memanggilku kakak!!.... hemp! sejak kapan aku menjadi anaknya Eiji hingga kau memanggilku kakak?!! ” Ucapnya yang bertanya dengan ketus seraya memalingkan wajah.
Bukannya marah dengan sifat keras An chen, Izayoi saat ini justru tersenyum dan berkata. “Kakak, kau lebih tua dari ku!..... wajar saja jika aku memanggilmu kakak. ” Ucapnya sambil menggenggam tangan An chen yang nampaknya lebih besar dari tangan mungilnya.
Pandangan An chen kini tertuju pada sebuah tangan kecil yang menggenggam tangannya dengan begitu lembut. Dan entah mengapa, ia tiba tiba merasakan rasa gugup di hati. “Le... Lepas! ” Ucapnya seraya menepis tangan itu dari tangannya, kemudian ia berdehem beberapa kali untuk mengurangi rasa gugup dan berkata. “Be... Berhenti menyentuh orang sembarangan!.... dan lagi, aku hanya lebih tua tiga tahun dari mu!!” Ucapnya lalu segera melangkah masuk kedalam kediaman pemberian kaisar Zhuang itu.
Melihat kepergian An chen, Izayoi pun segera mengejarnya. “Kakak, dari mana kau tau usiaku? ” Tanyanya seraya berlari untuk mengejar langkah kaki An chen yang begitu lebar dan nampak terburu buru itu.
__ADS_1
Merasakan tidak ada jawaban, Izayoi pun mendengus kesal dan kembali berkata. “Kak!!.... apa kau sedang menghindari ku__Ah!! ”Entah karena terburu buru atau apa, secara tidak sengaja Izayoi pun menginjak bagian bawah pakaiannya sendiri hingga membuatnya terjatuh di tanah.
Sedangkan An chen yang mendengar suara teriakkan Izayoi barusan itu pun segera menghentikan langkahnya dan berbalik dengan wajah terkejut dan panik.
Melihat sosok mungil Izayoi yang saat ini sedang terduduk di tanah, An chen pun dengan segera berlari dan menghampiri nya. “Hei nona, kau baik baik saja kan? ” tanyanya sambil melirik wajah Izayoi dengan rasa khawatir.
Izayoi yang tadinya tertunduk pun kini mendongakkan Kepalanya saat mendengar suara An chen yang bertanya kepadanya.
Walaupun tidak menangis, namun An chen dapat melihat sebuah air mata yang masih terbendung di pelupuk mata gadis itu dan membuatnya nampak berkilau tapi menyedihkan secara bersamaan.
Menyadari tanda tanda gadis kecil itu yang akan menangis. An chen pun segera berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dan berkata. “Hei, nona!.... apakah kau menangis? ” tanyanya, kemudian pandangannya melirik sekitar yang untungnya masih terlihat sepi. “Kumohon jangan menangis!.... Izayoi maafkan aku! ” Ucapnya dengan berbisik dan menatap waspada kepada sekitar.
“Jika ada yang melihatnya menangis, sudah pasti aku akan dikira menindas seorang gadis kecil! ” An chen bergumam dalam hati.
Alih alih diam dan merasa tenang, ucapan An chen barusan itu justru membuat air mata Izayoi tak dapat di bendung lagi.
Sedangkan An chen yang melihat air mata yang bercucuran di wajah mungil gadis itu pun menjadi semakin panik dan bingung harus berbuat apa.
“Izayoi!!.... kumohon jangan menangis seperti itu! aku sudah meminta maaf kepadamu! lalu sekarang aku harus apa agar kau tidak menangis ha?!! ” Tanya An chen seraya mengacak acak rambutnya dengan frustasi.
Tangan kecil Izayoi kini terangkat dan nampak beberapa kali mengusap air matanya yang tak henti hentinya keluar dan membasahi wajahnya. “Aku... Aku juga tidak ingin menangis!.... tapi air matanya keluar begitu saja, aku tidak tau cara menghentikannya!!” Ucapnya dengan sedikit meninggikan suaranya.
Entah memang karena sial atau apa, tiba tiba dari arah pintu masuk An chen dapat mendengar suara langkah kaki dan di sertai dengan suara suara pria yang terdengar tidak asing di telinganya.
“Ya Tuhan, itu suara si tua Eiji!! ” Gumam An chen yang serasa ingin sekali berteriak.
Sungguh ia merasa begitu sial hari ini!!....
__ADS_1
Karena tidak ingin ketahuan dan merasa tidak ada lagi jalan lain. An chen pun secara tiba tiba menarik tubuh Izayoi lalu mengangkatnya kedalam gendongannya.
Setelah itu, sebelum sosok tuan Eiji bersama tuan muda Qiao Feng dan Han Dong muncul. An chen pun dengan segera berlari kedalam suatu ruangan dengan Izayoi yang berada di gendongannya.
Sedangkan Izayoi yang tiba tiba di gendong dan di bawa masuk kedalam sebuah ruangan itu pun hanya terdiam dan menutup matanya yang masih meneteskan cairan bening itu.
Setelah berada di sebuah ruangan kosong, An chen pun segera menurunkan tubuh Izayoi
dan berkata. “Izayoi, hei!... untuk kali ini saja, tolong bantu aku ya!..... kumohon berhentilah menangis, sungguh aku bukan orang jahat yang memiliki niat menyakiti mahluk seperti mu!” Ucapnya yang memohon namun nampak peserta memerintah.
Dengan masih tetap menangis, Izayoi pun berkata. “Aku sudah bilang kalau aku tidak bisa menghentikannya!.... ini keluar dengan sendirinya!! ” Ucapnya yang semakin terisak.
Melihat itu, An chen kini serasa ingin bunuh diri saja!..... Ia sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam urusan menangani seorang gadis kecil, karena itulah sekarang ia sangat bingung harus melakukan apa.
“Apa? Apa yang biasa orang lakukan untuk menenangkan gadis kecil yang sedang menangis?!! ” Gumamnya yang bertanya pada diri sendiri di dalam hati. “Membelikannya mainan atau manisan? yah tuhan, yang benar saja?!!.... tidak mungkin aku pergi dan meninggal kan gadis ini menangis sendirian! ” Gumamnya lagi.
Di saat ia sedang bingung harus apa, tiba tiba sebuah ide tak terduga pun muncul. “Mungkin hanya ini yang bisa ku lakukan!... ” Ucapnya dalam hati.
“Izayoi! ” Panggilnya, kemudian ia menarik tangan mungil gadis itu dan membawanya kedalam dekapannya. “Sudah, berhentilah menangis!.... aku... aku berjanji tidak akan kasar lagi kepadamu!!” Ucapnya sambil mengusap kepala Izayoi yang kini berada di dalam pelukannya dengan lembut.
Entah karena merasa nyaman atau apa, secara perlahan tangisan itu pun berhenti. Sedangkan An chen yang mengetahui nya pun kini dapat bernafas dengan lega. “Syukurlah, akhirnya dia bisa berhenti menangis!.... hem, aku tidak tau jika cara umum seperti ini benar benar ampuh! ” Gumam An chen dalam hati yang merasa bangga pada diri sendiri.
“Kak An chen! ” Panggil Izayoi.
“Hem... ”
“Apakah kau sedang mencuri kesempatan dariku? ”
__ADS_1