Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Debat.


__ADS_3

Pangeran ke dua merasa tidak suka dengan ucapan dari putra mahkota yang terdengar begitu ketus. Hal itu membuat dirinya merasa sedikit tersinggung.


An xia tersenyum saat melihat itu semua, kemudian dengan cepat An xia memasang wajah bersalah. “A-Liang, lepaskan aku, aku... merasa tidak enak kepada yang mulia putra mahkota!.” Ucap An xia yang berpura pura merasa takut.


Pangeran ke dua melepaskan An xia, kemudian ia menatap putra mahkota dengan tatapan tidak suka.


“Maaf jika kakak pertama merasa terganggu dengan kedekatan kami, tapi aku merasa hal itu wajar karena kami adalah tunangan.” Ucap pangeran ke dua dengan tatapan tidak suka kepada putra mahkota karena telah mengganggu momen berharganya.


Sedangkan putra mahkota semakin dibuat kesal dengan ucapan dari pangeran ke dua.


Apa tadi, tunangan katanya?..... Hanya dengan mendengarnya saja membuat hati putra mahkota terbakar.


“Walaupun begitu, bukanlah hal yang baik untuk berdekatan seperti tadi kalaupun kau adalah tunangannya!!!” Ucap putra mahkota yang tidak mau kalah.


Mendengar itu, pangeran ke dua mengerutkan keningnya. “Kenapa aku merasa kalau kakak pertama begitu tidak suka dengan hubunganku dan ‘calon istriku’ ini?” Tanya pangeran ke dua dengan menekankan kata ‘calon istriku’ di depan putra mahkota.


An xia saat ini menertawakan mereka dalam hati. “Ini akan berjalan dengan lancar!! permusuhan kalian adalah kunci kebebasanku!!!” Ucap An xia dalam hati.


An xia melihat kalau putra mahkota masih bisa menahan emosinya, ia merasa kalau itu belum cukup dan kurang memuaskan.


An xia kemudian merangkul lengan pangeran ke dua dengan begitu mesra. “A-Liang, aku mohon jangan salah paham dengan ucapan yang mulia putra mahkota!” An xia berkata dengan wajah yang memelas. “Aku yakin kalau maksut putra mahkota itu baik, benar begitu?” Tanya An xia sambil melirik putra mahkota.


Pandangan putra mahkota terus terarah kepada tangan An xia yang saat ini sedang bergelayut manja di lengan pangeran ke dua.


Putra mahkota tidak suka melihatnya!!... ingin sekali ia menghajar pangeran ke dua dan membawa An xia pergi bersamanya secara paksa.


Namun ia tidak sebodoh itu untuk melakukannya hanya karena terbawa emosi, hal itu bisa membawanya dalam masalah.


Sedangkan rona bahagia terpancar jelas di wajah tampan pangeran ke dua, melihat gadis yang ia cintai saat ini merangkul lengannya dengan begitu mesra, membuat kepercayaan dirinya semakin meningkat.


“Mungkin yang di katakan oleh ‘Calon istriku’ benar! kakak pertama tidak mungkin bermaksut buruk, iya bukan?...” Pangeran ke dua menyinghung putra mahkota secara tidak langsung. “Maafkan diriku ini yang telah berperasangka buruk dengan niat baik kakak pertama.” Ucap pangeran ke dua meminta maaf, namun nada yang ia gunakan terkesan begitu mengejek.


Merasa tidak sanggup lagi menahan gejolak emosinya, putra mahkota memutuskan untuk pergi dari tempat itu. “Kalau begitu aku akan pergi, ada urusan penting yang harus aku selesaikan!!” Ucap putra mahkota sambil berusaha sekuat tenaga untuk tidak menunjukan emosinya.


Setelah mengatakan itu, putra mahkota langsung melangkah pergi. Namun setelah beberapa langkah, putra mahkota menoleh ke belakang dan melirik An xia dengan tatapan yang penuh akan hasrat.


Pangeran ke dua melihat tatapan penuh hasrat dari putra mahkota yang di tujukan untuk gadisnya, hal itu membuatnya merasa tidak nyaman.


Pangeran ke dua kemudian maju satulangkah ke depan untuk menghalangi pandangan putra mahkota dari menatap gadisnya yaitu An xia.


An xia sudah mulai lelah dengan semua sandiwara ini, ia kemudian menatap Annchi yang sedari tadi mengikutinya bersama pelayan dan pengawal yang lain.

__ADS_1


An xia memberi kode melalui mata kepada Annchi, sedangkan Annchi yang mengerti maksut nonanya itu kemudian langsung berjalan mendekati An xia dengan kepala yang menunduk.


“Nona, sudah waktunya anda kembali ke kediaman An!” Ucap Annchi dengan sopan.


An xia kemudian melepaskan rangkulannya dari lengan pangeran ke dua, ia kemudian menatap pangeran ke dua dengan senyum lembut. “A-Liang, aku harus pergi!” Ucap An xia lalu kemudian melangkah pergi.


Namun sebelum itu, pangeran ke dua lebih dahulu mencengkram tangan An xia. “Apa kau akan datang lagi?” Tanya pangeran ke dua yang merasa enggan berpisah dari An xia.


Dan saat ini, An xia ingin sekali memutar bola matanya malas di hadapan pangeran ke dua, namun itu tidak boleh ia lakukan kalau ia ingin rencananya berhasil.


An xia kemudian menyentuh dan mengusap pipi pangeran ke dua dengan lembut. “ Tentu, itu karena aku tak akan bisa pergi terlalu lama darimu!” Ucap An xia dengan mulut manisnya.


Namun di dalam hati. “Tentu aku akan datang lagi, itu karena urusanku di sini belum selesai!!” Ucap An xia sambil tersenyum licik dalam hati.


Pangeran ke dua menganggukan kepalanya. “Baiklah kalau begitu, walaupun berat aku akan membiarkanmu pergi.” Ucapnya yang juga menyentuh dan mengusap pipi An xia dengan lembut.


Akhirnya An xia pergi dari situ dan di ikuti oleh pelayan dan pengawal yang lain.


Sedangkan di sisi lain Annchi merasa bingung saat melihat interakai nonanya dengan pangeran ke dua.


“Bukanya nona tadi bilang kalau dirinya tidak menyukai pangeran ke dua?” Annchi bertanya dalam hati. “Lalu apa maksud dari sikapnya yang begitu lembut dan penuh cinta kepada pangeran ke dua tadi?”


Sungguh saat ini Annchi sangat bingung dan tidak mengerti jalan pikiran nonanya itu.







Malam harinya An xia sedang bersiap siap di dalam kamarnya untuk pergi ke suatu tempat.


“Nona, anda akan pergi kemana dengan berpenampilan seperti itu?!” Annchi tiba tiba datang dan bertanya kepada An xia saat melihat pakaian pria yang An xia gunakan.


An xia hanya melirik Annchi sekilas, kemudian ia melempar pakaiannya kepada pelayan itu. “Pakai itu dan gantikan diriku! kau hanya perlu berbaring di tempat tidurku dan menutupi tubuhmu dengan selimut!!” Printah An xia secara tiba tiba.


“Tapi nona, bagaimana kalau nanti ada yang tau?” Tanya Annchi yang merasa ragu.

__ADS_1


An xia memukul kapala Annchi pelan. “Jangan banyak tanya!!! lakulan saja apa yang aku perintahkan kepadamu!!!” Setelah mengatakan itu, An xia langsung melesat pergi melalui jendela kamar tanpa memper dulikan Annchi yang sedang terbengong seperti orang bodoh.


Sebenarnya tujuan An xia kali ini adalah rumah bordir, ia ke sana hanya untuk melihat sebuah pertunjukan dan mempelajari sesuatu.


Apakah kalian tau dari mana keahlian An xia yang bersikap manis kepada pangeran ke dua?...


Itu semua ia dapatkan dengan cara melihat dan memperhatikan para Ja*ang yang sedang menggoda tamu prianya saat ada di rumah bordir.


An xia memang belajar itu semua dari para ja*ang, namun bukan berarti kalau dirinya juga seorang ja*ang. Dirinya hanya sedang mencari inspirasi untuk membuat rencananya berhasil.


An xia terus melesat dengan cepat, dan pada Akhirnya ia sampai di temapat tujuan.


An xia melangkah masuk ke dalam sebuah tempat yang terlihat mewah dengan banyaknya lampion lampion merah yang di gantung sebagai penerang.


Itu adalah rumah bordir yang paling terkenal di ibu kota, tempat yang paling sering di datangi oleh para pejabat dan para bangsawan kaya yang ingin memuaskan nafsu setannya.


Tidak termaksut An xia, karena tujuannya berbeda!!...


Di sana An xia melihat acara yang di tunggu tunggu sudah di mulai sedari tadi. “Sial!! aku sedikit terlambat!!!” An xia memaki dirinya dalam hati.


An xia kemudian duduk di kursi penonton dan menikmati pertunjukan. Di atas panggung, An xia dapat melihat beberapa wanita dengan pakaian terbuka sedang menari dengan indah dan tampak begitu menggoda.


An xia fokus untuk menikmati pertunjukan itu, sampai pada saat ia merasakan sebuah tatapan penuh curiga dari orang yang duduk di sampingnya.


An xia kemudian menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang berani menatapnya seperti itu.


Dan saat ia menoleh, yang ia lihat adalah seorang pria bercadar dan sedang menatapnya dengan tatapan datar dan dingin.


An xia tidak mau kalah, ia juga memberi tatapan datar dan dingin kepada pria itu.


“Apa lihat lihat?!!!” Tanya An xia dengan sarkasnya sambil membuat buat suaranya agar terdengar seperti seorang pria.


Mereka berdua masih saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang kurang mengenakkan, pria itu terus menatap An xia dengan penuh selidik.


“Kau seorang wanita?” Tanya pria itu secara tiba tiba.


An xia memberi tatapan tajam kepada pria itu, jika saja sebuah tatapan bisa melukai, maka saat ini pria itu pasti sudah terpotong potong dengan tatapan An xia.


“Diam atau aku akan membunuhmu!!!” An xia mengancam pria itu.


Dalam hati An xia memaki pria itu. “Pria sialan ini!!! bagaimana dia bisa tau?” An xia kemudian melihat penampilannya. “Penampilanku sudah sempurnya, lalu apa yang kurang?” Tanya An xia dalam hati.

__ADS_1


Kini pria itu nenatap An xia dengan tatapan mengejek. “Aroma tubuhmu seperti wanita!” Pria itu mengatakan apa yang kurang dari penyamaran An xia.


Pria itu kemudian terkekeh. “Dasar bodoh!!” Ejeknya jepada An xia.


__ADS_2