Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kedatangan An Chen!


__ADS_3

Kaisar itu menatap wajah An xia dalam dalam, wajah cantik yang nampak begitu polos dan tak berdosa itu benar benar sebuah topeng yang sempurna.


Jika orang lain, mereka mungkin tidak akan menyangka kalau seorang gadis yang terlihat lemah lembut dan rapuh ini ternyata memiliki sisi iblis di dalam dirinya.


Mendengar apa yang An xia minta tadi, kaisar Zhuang pun menyeringai. salah satu tangannya kini menarik pinggang An xia untuk lebih dekat kepadanya selagi ia berkata. “Tidak perlu kau minta aku pasti akan melakukannya, kau hanya perlu menunggu saja! ” Secara perlahan, kaisar itu mendaratkan sebuah ciuman penuh cinta di kening An xia.


Setelah beberapa saat, ia secara tiba tiba mengangkat dan menggendong tubuh ramping yang ringan itu. “Sebelum kau mendapatkan kepala mereka, lebih baik bagimu untuk beristirahat sekarang! ”Ucapnya seraya melangkah masuk kedalam sebuah kamar.


Saat telah berada di dalam kamar, kaisar itupun dengan perlahan dan secara hati hati membaringkan tubuh An xia di atas sebuah ranjang. “Beristirahatlah!..... pelayan akan segera membawakan makanan untukmu. ” Ucapnya dengan lembut dan penuh perhatian.


An xia pun hanya menurut saja, jujur belakangan ini ia sering sekali merasa lelah. “A-Zhu, apakah kau akan kembali lagi nanti?” Tanya An xia kepada kaisar Zhuang.


Mendengar pertanyaan itu, kaisar Zhuang pun mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Kemudian ia membungkuk dan mencium perut An xia lalu berkata. “Tentu saja, aku akan segera kembali setelah urusanku selesai... ” Ia mendekat kan wajahnya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir An xia. “... sementara itu, kau beristirahatlah! ” Ucapnya yang hanya di balas dengan anggukkan kecil dari An xia.


Setelah itu, kaisar Zhuang pun pergi meninggalkan tempat itu untuk menyelesaikan urusannya. Namun saat ia bertemu dengan beberapa pelayan yang bertugas untuk melayani sang pujaan hati, ia pun berhenti melangkah dan berkata. “Satu kesalahan, nyawa kalianlah taruhannya!! ” Ucapnya lalu melangkah pergi.


Para pelayan yang mendengar itupun hanya bisa menundukkan kepalanya dengan tubuh yang sedikit bergetar. Walaupun ucapan kaisar Zhuang begitu singkat, namun ucapan itu juga begitu jelas dan penuh akan penekanan.


Tidak ingin membuang buang waktu untuk berdiam diri dan larut dengan rasa takut, para layan itupun segera memasuki halaman paviliun untuk menemui calon permaisuri mereka.


Saat berada tepat di pintu kamar yang tertutup, salah seorang pelayan pun maju dan mengetuk pintu itu dengan pelan. “Yang mulia, sudah waktunya untuk makan siang! ” Serunya dari luar kamar.


Sedangkan An xia yang mendengar suara pelayan itupun segera mendudukkan dirinya dan bersandar di kepala ranjang. “Masuklah! ” Perintahnya yang memberi izin kepada para pelayan itu untuk memasuki ruangannya.


Dan saat para pelayan itu memasuki kamar, hal pertama yang mereka lihat adalah sesosok gadis dengan paras rupawan yang kini tengah tersenyum lembut kearah mereka.


Walaupun para pelayan itu juga seorang wanita, namun mereka tetap saja merasa terpesona akan kecantikan surgawi itu.


“Apa yang kalian tunggu?.... cepat kemarilah! ” perintah An xia dengan suara merdu yang terdengar begitu lembut.


Membuat para pelayan yang mendengarkannya pun serasa melayang ke udara dengan hati yang menghangat.

__ADS_1


Dari yang para pelayan itu lihat tentang An xia, merekapun dapat menyimpulkan kalau gadis ini adalah sosok yang begitu baik hati dan penuh akan kasih sayang.


Berfikir tentang hal itu, para pelayan pun tersenyum dengan begitu tulus. Kemudian mereka mendekat dan dengan segera melakukan tugasnya secara hati hati.


...»»————>❀<————««...


Di sisi lain, seorang bocah laki laki yang di dampingi oleh seorang pria dan wanita dewasa pun kini tengah asik melangkahkan kakinya menyusuri jalanan ibu kota.


Sepanjang perjalanan bocah itu tidak henti hentinya melirik kesana kemari seraya tersenyum dengan begitu lebarnya.


Annchi yang berjalan di belakang itupun menghela nafas dan berkata. “Tuan muda kelima, anda ingin kemana? ” Tanyanya yang sedari tadi merasa begitu penasaran.


An chen menoleh kebelakang dan melirik kearah Annchi untuk sesaat sebelum berkata. “Yin lianhua, kakak kedua menyuruhku untuk pergi ke tempat itu!... ” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian terkekeh kecil dengan tidak jelasnya. “.... setelah itu kita akan pergi untuk melihat kediaman yang kakak kaisar berikan kepada ku! ” Ucapnya seraya menggosok gosokkan kedua telapak tangannya.


Terlihat seperti seorang pecinta harta yang rakus, namun jika dipadukan dengan wajahnya yang terlihat polos dan tanpa dosa..... itu nampak sangat menggemaskan di mata sebagian orang.


Fai yang mendengar An chen yang menyebutkan kata Yin lianhua pun menaikkan salah satu alisnya dengan heran. “Yin lianhua? .... apakah tuan muda kelima tau dimana tempat itu berada? ” Tanyanya.


Fai pun menghela nafasnya. Sudah ia duga kalau tujuan bocah itu mengajaknya hanya untuk dijadikan penunjuk arah. “Kalau begitu mari!.... silahkan tuan muda kelima mengikuti ku!! ” Ucapnya kemudian melangkah mendahului An chen dan Annchi.


Annchi saat ini merasa begitu senang dan gembira, akhirnya ia bisa berjalan jalan dan melihat suasana baru di Kerajaan Han ini.


...»»————>❀<————««...


Langkah kaki mereka kini tengah menyusuri jalanan di perkampungan Jepang. Baik An chen dan Annchi saat ini tidak bisa untuk manahan ekspresi kagum.


An chen melirik ke arah orang orang sekitarnya, pakaian yang orang orang itu kenakan tampak sedikit berbeda dengan pakaian yang biasa orang orang di wilayahnya kenalan.


Dari yang An chen perhatikan, postur tubuh orang orang di sini cenderung pendek. namun yang bisa An chen pastikan adalah. “Wanita-wanitanya terlihat cantik!!” Gumamnya dalam hati.


Sedangkan reaksi yang ditunjuk kan Annchi tidak jauh berbeda dengan An chen. Kedua mata gadis pelayan itu berbinar selagi menatap sekelilingnya.

__ADS_1


Sampai pada saat ia melihat seorang wanita dengan potongan rambut pendek yang mirip sepertinya, binar di mata Annchi pun semakin terpancar. “Ah! ternyata begitu!! ” Serunya dalam hati.


Fai yang melihat ke antusiasan dalam diri kedua orang itupun menghela nafas berat, kenapa ia merasa kalau yang paling tidak bahagia di sini adalah dirinya?


Setelah berjalan beberapa saat, ketiga orang itu akhirnya tiba di depan pintu masuk Yin lianhua.


An chen dan Annchi kini nampak memperhatikan bangunan itu dari luar. Bangunan yang terlihat megah dengan beberapa tingkat itu terlihat begitu mengagumkan.


Dari luar, An chen dapat dengan jelas mendengar adanya suara suara musik yang begitu indah. “Tempat apa ini?” Tanyanya, kemudian ia teringat akan perintah sang kakak kedua. “Menemui orang bernama.... Eija?... Eiji?.... ah entahlah!!.... yang penting aku harus segera menemui orang itu sekarang. ” Gumamnya seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam bangunan megah itu.


Fai menuntun kedua orang itu untuk menaiki puluhan anak tangga yang menuju ke ruang kerja An xia dimana pria tua Eiji berada.


Sesampainya mereka di depan pintu sebuah ruangan yang tertutup dan dijaga oleh dua orang berpakaian ala samurai..... Fai pun berkata. “Apakah tuan Eiji berada di dalam?.... ada seseorang yang ingin bertemu dengannya. ” Ucap Fai dengan menggunakan bahasa Jepang yang tidak An chen dan Annchi mengerti.


Kedua penjaga itu menatap ke arah Fai, kemudian mereka mengangguk dan dengan segera membukakan pintu.


Melihat pintu yang telah di buka itu, An chen pun dengan segera melangkah masuk.


Sedangkan Fai dan Annchi saat ini lebih memilih untuk menunggu di luar.


Di dalam sana, Tuan Eiji yang tengah sibuk memeriksa laporan keuangan pun menghentikan pekerjaannya saat pendengarannya menangkap suara Fai yang begitu familiar.


Dalam hati, pria itu berfikir kalau Fai lah yang akan masuk kedalam ruangan ini. Namun, ternyata tidak!


Orang yang memasuki ruangan ini ternyata adalah seorang bocah laki-laki yang sama sekali tidak pernah ia kenal.


Namun dari pakaian yang bocah itu kenakan, sudah jelas kalau ia berasal dari keluarga terpandang.


An chen mendudukkan dirinya tepat di depan Eiji yang saat ini tengah menatap kearahnya dengan tatapan penuh selidik.


Melihat pakaian yang dikenakan oleh bocah itu adalah pakaian khas negri ini, Eiji pun berkata dengan bahasa Mandarin. “Bocah, siapa kau ini? ” Tanyanya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, An chen segera berkata. “Aku An chen, tuan muda kelima dari kediaman An! ” Jawabnya, kemudian ia melanjutkan. “aku akan langsung ke intinya saja!.... Kakak kedua ku, memintamu untuk segera menemuinya bersama dengan tuan muda Qiao Feng dan tuan muda Han Dong! ” Ucapnya lagi.


__ADS_2