Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Berhalusinasi...


__ADS_3

Dari balik tirai yang menutupi ranjang, kaisar Zhuang pun dapat dengan samar melihat sosok An xia yang kini telah tertidur pulas.


Secara perlahan, tangan kaisar itu terangkat dan menyibak kan tirai yang menutupi ranjang agar ia bisa membaringkan tubuhnya di samping sang istri tercinta.


Secara perlahan, kaisar itu ikut masuk kedalam selimut dan membawa tubuh mungil itu kedalam pelukan hangatnya.


Entah kenapa, ia merasa begitu senang ketika memandangi wajah cantik yang sedang terlelap itu. Wajah itu terlihat begitu tenang dan polos, membuat kaisar Zhuang gemas dan menciumnya beberapa kali.


Merasakan ada yang mengganggu, An xia pun membuka matanya dan mendapati bahwa suaminya itu kini sedang mencium wajahnya berulang ulang kali. “Apa yang kau lakukan? ” Tanyanya dengan suara yang terdengar sedikit serak.


Kaisar Zhuang pun menghentikan aksinya dan menatap wajah An xia ketika mendengar pertanyaan tadi. “Apakah aku mengganggu tidurmu?” Tanyanya balik sambil mengusap rambut hitam panjang yang terasa lembut itu.


An xia hanya diam dan membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Terasa begitu nyaman dan hangat, apalagi dengan aroma harum khas seorang pria dewasa yang selalu ia sukai itu.


......»»————>❀<————««......


Di Kerajaan timur saat ini, suasana di istana terasa lebih kelam dan dingin semenjak kabar tentang kematian sang putra mahkota dan Pangeran kelima Li Guang Fu dari Kerajaan barat itu tersebar.


Sedangkan kaisar dan permaisuri yang juga mendengar kabar buruk itu pun bersedih. Sungguh mereka tidak menyangka bahwa mengirim anak mereka ke berbatasan adalah keputusan yang buruk.


Sejujurnya, mereka juga merasa bersalah. Harusnya saat itu mereka tidak mengasingkan nya!.... Jika tau akhirnya akan seperti ini, mungkin mereka akan memilih lima puluh cambuk kan sebagai hukumannya.

__ADS_1


Beda hal nya dengan sang pangeran kedua. Zhang Liang, pangeran itu kini terlihat begitu bingung akan perasaan yang di rasakan sekarang.


Saat pertama kali mendengar kabar tentang kematian sang kakak, awalnya ia merasa sedih dan begitu kehilangan. Namun, tidak lama kemudian... ada sebuah perasaan senang dan puas, entah ada alasan apa hingga perasaan seperti itu bisa hinggap di hatinya.


Pangeran kedua Zhang Liang itu kini sedang melangkahkan kakinya menuju ke suatu tempat. Pandangan matanya kini nampak terfokus pada bayangannya sendiri yang tercipta akibat sinar bulan.


Tatapan matanya nampak kosong, terlihat seperti seseorang yang sedang melamun kan sesuatu yang entah apa itu.


Langkah kakinya perlahan berhenti, kemudian pandangannya pun beralih untuk menatap ke arah rembulan di atas langit malam itu. “Tentu saja!!.... dengan kematiannya, maka aku akan menjadi seorang putra mahkota!!! ” Ucapnya yang bergumam pada diri sendiri.


Melihat betapa bersinar dan indahnya bulan itu, tiba tiba sosok An xia pun muncul di hadapannya.


Tentu saja itu hanyalah fantasi akibat kegilaan pangeran kedua terhadap wanita yang pernah menjadi tunangannya itu.


Sosok An xia itu tersenyum dengan begitu indahnya, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke arah pangeran kedua dan berkata. “Aku mencintaimu! ” Ucapnya yang bersamaan dengan hembusan angin malam.


Mendengar kalimat itu, pangeran kedua pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya untuk mencium sosok ilusi di hadapannya itu. “Aku juga mencin__” Belum sempat bibir mereka bersatu, tiba tiba sosok An xia itu pun menghilang dari pandangan.


Melihat hal itu, pangeran kedua pun akhirnya tersadar bahwa yang barusan itu hanyalah sebuah ilusi yang tercipta dari obsesi. “Xia'er, aku sungguh mencintaimu! ” Gumamnya dengan raut wajah yang terlihat suram.


Sungguh sangat berbanding terbalik dengan saat ia berbicara dengan ilusi An xia tadi.

__ADS_1


Tangan pangeran kedua itu terangkat dan memijit mijit keningnya yang terasa pusing. “Kau benar benar telah membuat ku gila!..... xia'er, cepat atau lambat aku akan mengambil mu kembali!!! ” Ucapnya dengan pancaran mata yang penuh akan tekat.


...»»————>❀<————««...


Hawa pagi yang terasa sejuk sekaligus dingin itu membuat seseorang wanita dalam peluk kan kaisar Zhuang menggeliat dan semakin merapatkan tubuhnya untuk mencari kehangatan.


Sedangkan kaisar Zhuang yang merasakan pergerakan kecil dalam pelukannya itu pun terbangun dan melirik ke arah An xia yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang miliknya itu.


Melihat sang istri yang nampak begitu kedinginan, kaisar Zhuang pun semakin mengerahkan pelukannya dan berbisik. “Apakah kau ingin berendam air hangat bersamaku? ”Tanyanya dengan nada bicara yang terkesan menggoda.


An xia yang memang sedari awal terbangun akibat hawa dingin itu pun membuka matanya lebar lebar saat mendengar ucapan kaisar Zhuang barusan. “Kau__apakah hanya itu yang ada di dalam pikiranmu?!! ” Ucapnya dengan nada marah.


Wajahnya yang terlihat kesal itu sangatlah lucu di mata kaisar Zhuang. “Oh? memang apa yang aku pikirkan?.... dan sebenarnya apa yang istriku ini pikiran tentang suaminya? ”Tanyanya dengan senyum penuh arti.


Melihat senyum di wajah suaminya itu, An xia pun semakin kesal. “Berhenti menggodaku!.... kau jelas tau apa maksud ku tapi masih berpura-pura tidak mengerti!!! ” Ucapnya dengan ketus.


Walaupun wajah cantik itu terlihat begitu marah dan kesal, namun kaisar Zhuang juga dapat melihat kepanikan di kedua pancaran mata An xia.


Dan hal itu pun membuatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda istrinya itu. “Aku memang tidak mengerti... ” Tangan kaisar itu kini mulai bermain nakal di dalam selimut. “.... Apakah yang kau maksud seperti ini?... oh! atau yang seperti ini? ” Tanyanya dengan tanpa rasa malu sedikit pun.


Wajah An xia kini memerah, karena tidak tahan lagi dengan kelakuan suaminya yang tidak tau malu itu. An xia pun bangkit dan segera menjauh dari ranjang. “Dasar pria gila!!! ” Ucapnya lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Melihat istrinya yang pergi terburu buru seperti orang yang di kejar hantu itu pun membuat kaisar Zhuang tak kuasa menahan gelak tawa. Jujur ekspresi di wajah An xia tadi benar benar lucu dan sangat menghibur di mata kaisar Zhuang.


__ADS_2