
Mata Annchi melotot tajam kearah Fai. “Hei, jangan bercanda kau!! ” Geramnya.
Kepala Fai menggeleng dengan cepat. “Aku tidak bercanda!.... aku ingin buang air kecil, segera!!!” Ucapnya dengan suara pelan karena menahan sesuatu yang ingin keluar.
Dengan wajah tidak berdaya, Annchi berkata. “Fai, aku minta maaf! aku mengaku salah!.... jadi, aku mohon jangan permainkan aku ya!! ” Ucapnya yang memohon pengampunan dari Fai.
Fai menggelengkan kepalanya, kemudian ia berkata.“Sumpah aku sama sekali tidak mempermainkanmu Annchi!!.... aku benar benar ingin buang air, bekerja samalah!! ” Ucapnya yang benar benar tidak tahan lagi.
Annchi menggelengkan kepalanya, ia tidak mau!! sungguh tidak mau jika harus menemani Fai buang air kecil!!!
Karena benar benar tidak mau, Annchi pun berusaha melepaskan ikatan di tangan mereka. “Lepaskan saja ikatan ini, dan kau bisa pergi buang air sendiri!! ” Ucapnya kepada Fai.
Melihat hal itu, Fai pun segera menepis tangan Annchi yang ingin melepaskan ikatannya. “Apa yang akan kau lakukan?!!.... jika nona An tau mana tangan kita akan dipotong!! ” Ucapnya yang sedikit membentak.
Annchi pun teringat akan perkataan An Xia tadi, jika mereka melepaskan ikatan ini tanpa persetujuan An Xia makan tangan mereka berdua akan di potong.
Dan Annchi tidak ingin menjadi cacat!!
Annchi pun merasa tertekan dan bimbang. Ia tidak mau kalau sampai tangannya di potong oleh An Xia, namun di sisi lain dirinya juga tidak sudi menemani Fai buang air kecil.
“Fai, apakah kau tidak bisa menahannya?.... hanya sampai nona memaafkan kita! ” Ucap Annchi yang membujuk Fai.
Fai sudah gelisah dan tidak sabar untuk buang air kecil, alhasil ia pun memaksa Annchi untuk mengikutinya berjalan ke balik pohon besar.
“Tidak bisa di tahan!!.... kau ikut saja, dan tutup matamu. awas saja jika kau mengintipnya!! ” Ucap Fai sambil berjalan cepat dan menyeret Annchi.
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain saat ini, An Xia tengah berjalan dengan anggunnya kembali ke kereta kuda.
Di sampingnya terdapat Rui yang dengan setia mengikuti An Xia kemanapun gadis itu pergi.
Namun, tiba tiba langkahnya dihentikan oleh seseorang.
“Tunggu Nona An!! ” Panggil Li Guang Fu yang ingin menghentikan An Xia.
__ADS_1
Merasa namanya di panggil, An Xia pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.
Gadis itu mengerutkan dahinya karena merasa heran. Setahunya ia tidak pernah mengenal dan bahkan tidak pernah bertemu dengan orang itu.
An Xia pun melirik ke arah Rui lalu berkata. “Rui, siapa pria itu? ” Tanyanya sambil berbisik.
“Dia adalah pangeran kelima dari Kerajaan Barat, Li Guang Fu. Orang yang tidak sengaja kita tolong kemarin malam nona! ” Jawabnya.
An Xia hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti. kemudian ia mengamati pangeran itu dari atas sampai bawah.
Penampilan yang elegan dengan pakaian berwarna ungu yang terbuat dari sutra berkualitas tinggi. selain itu ia juga cukup tampan.
“Heh! A-Zhu jauh lebih tampan!! ” An Xia bergumam dalam hati.
Pangeran kelima, Li Guang Fu, kini berjalan dengan langkah kaki cepat menuju An Xia.
Semakin ia dekat, jantungnya semakin berdebar. Gadis itu begitu cantik, bahkan dengan menatapnya saja sudah mampu membuat lututnya terasa lemas.
Setelah berada di hadapan An Xia, pangeran itu dapat dengan jelas melihat wajah An Xia. Ternyata, jika di lihat dari jarak yang begitu dekat, gadis itu nampak jauh lebih cantik!
Sedangkan An Xia yang melihat itupun entah mengapa perutnya merasa mual dan ingin muntah.
Bukan karena ia ingin menghina pangeran itu, namun perutnya benar benar terasa mual jika menatap wajah pangeran itu.
Karena tidak ingin kalau dirinya sampai memuntahkan isi perutnya di hadapan pangeran itu dan membuat dirinya sendiri malu, An Xia pun segera pergi dengan terburu buru untuk menjauh dari Li Guang Fu.
Bahkan ia belum mengucapkan satu katapun kepada Li Guang Fu.
Jika pangeran itu menganggapnya tidak sopan, maka biarkan saja!.... An Xia sama sekali tidak perduli dengan hal itu.
Rui yang melihat nona nya pergi begitu saja, dan bahkan tidak menyapa pangeran itupun merasa tidak enak hati kepada pangeran dari Kerajaan Barat itu.
Rui sedikit membungkukkan badannya dan menyatukan kedua tangannya di depan dada, kemudian ia berkata. “Yang mulia, mohon jangan salah paham!..... nona kami hanya sedang tidak enak badan, dan ingin segera untuk istirahat! ” Ucapnya yang memberi alasan.
Setelah mengatakan itu, Rui pun melangkahkan kakinya untuk mengikuti An Xia.
__ADS_1
Li Guang Fu hanya menganggukkan kepalanya. Namun, dalam hati ia beranggapan lain.
“Gadis itu rupanya sangat sulit untuk di dekati! ” Kemudian ia teringat akan wajah An Xia yang begitu datar saat pergi meninggalkannya tadi. “Aku belum memulai permainan dengannya, namun dia sudah pergi menghindar dariku!” Gumamnya dalam hati.
Kemudian, ia menoleh dan menatap sosok An Xia yang telah menjauh darinya itu. Melihat betapa cepatnya An Xia berjalan, pangeran itupun tersenyum penuh arti.
“Larilah, dan menghindar lah selagi kau bisa!!.... namun sekali kau tertangkap olehku, jangan harap kau bisa keluar dari kediamanku selangkah pun. Nona pertama An!!!” Ucapnya sambil mengulurkan tangannya dan berangan angan kalau dengan tangan itu, dirinya dapat menggapai An Xia.
Tanpa ia sadari. seorang penjaga bayangan yang kaisar Zhuang tugaskan untuk menjaga An Xia, mendengar semua yang pangeran itu ucapkan.
...»»————>❀<————««...
Rui saat ini sedikit berlari kecil untuk mengejar An xia dan terus menerus memanggil nama nona nya itu.
“Nona An!!... Nona An!! tunggu aku, mohon jangan berlari!! ” Teriak Rui yang sama sekali tidak di hiraukan oleh An Xia.
An Xia di sana sama sekali tidak berlari, dirinya hanya sedang berjalan cepat saja untuk mencari tempat yang sesuai.
Karena sudah tidak tahan lagi, An Xia pun berhenti dan muntah di dekat semak semak.
Rui yang melihat nona nya itu muntah muntah pun menjadi panik. “Nona!!.... ada apa dengan anda? apakah nona baik baik saja? ” Ucapnya sambil berlari terburu buru untuk menghampiri An Xia.
An Xia saat ini benar benar merasa tidak enak badan. kepalanya sedikit pusing dan perutnya sangat mual, apa benar ini semua hanya karena melihat wajah pangeran itu?....
An Xia kemudian mengelap bibirnya dengan saputangan untuk membersihkan sisa sisa kotoran sehabis muntah tadi.
“Nona apa anda baik baik saja? ” Rui bertanya dengan penuh rasa khawatir.
Merasakan tubuhnya yang lemas dan tidak bertenaga, An Xia pun berbicara dengan lirih. “Rui, bantu aku untuk kembali ke kereta. sekarang! ” Perintahnya yang dibalas dengan anggukan patuh dari Rui.
An Xia pun berjalan menuju kereta kudanya dengan dibantu oleh Rui.
An Xia bukanlah orang bodoh!... keanehan dari tubuhnya ini tentu membuatnya merasa curiga.
Salah satu tangan An Xia menyentuh perutnya dengan lembut. di kehidupan pertamanya dulu, ia sempat belajar tentang kedokteran, Tentulah ia tau betul apa yang terjadi kepada dirinya saat ini.
__ADS_1