Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kembali....


__ADS_3

Sinar matahari yang merambat masuk dari jendela yang terbuka membuat sebuah kamar yang tadinya gelap gulita kini menjadi terang dan menampakkan semua kekacauan yang ada.


Dan karena sinar matahari itu pula......seorang pria yang tadinya tertidur pulas dengan seorang gadis di pelukannya, kini mulai membuka matanya.


Secara perlahan, matanya itu terbuka dan tertutup untuk menyesuaikan pencahayaan di ruangan itu. Dan saat matanya telah terbuka dengan sempurna, hal pertama yang ia lihat adalah....


Wajah cantik seorang gadis yang sedang tertidur pulas dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun.


Terlihat saat ini gadis itu sedang memejamkan matanya, wajahnya terlihat damai dengan sebuah senyum tipis yang terukir di bibir merah menggoda itu.


Beberapa helai rambut yang terjatuh dan menutupi sebagian wajah cantiknya membuat tangan kaisar itu terulur dan menyibak kan rambut gadis itu di belakang telinga.


Setelah memandangi wajah cantik gadis itu, kini pandangan kaisar turun ke leher gadis itu yang kini memiliki banyak sekali tanda tanda merah dari ulahnya semalam.


Kaisar itu tersenyum lebar saat melihat betapa banyaknya tanda kepemilikan yang ia tinggalkan di sekujur badan gadis itu.


Dengan tatapan penuh cinta, kaisar itu berkata. “Jika ini mimpi, maka aku tidak akan rela untuk bangun!!” Kemudian, dengan isengnya kaisar itu mencubit pipinya sendiri untuk mengetahui ini semua mimpi atau bukan.


Sakit!


Ternyata ini bukan mimpi!


Gadis kesayangannya kini benar benar telah menjadi miliknya!


Sepenuhnya!!!


Kemudian, kaisar itu menyentuh dadanya yang berdebar begitu kencang. Ia merasa bahagia, perasaan bahagia yang selama ini tidak pernah ia rasakan.


Jari telunjuk kaisar itu terulur dan menyentuh kening gadis itu, kemudian turun ke hidung, lalu berhenti tepat saat berada di bibir gadis itu.


Melihat bibi mungil yang berwarna merah bagai kelopak bunga mawar segar itu, membuatnya merasa tergoda.


Dengan lembut, jari telunjuk kaisar itu mengusap bibir Anda Xia. “Bibirnya begitu menggoda, membuatku ingin menciumnya” Gumam Kaisar itu.


Merasakan ada yang menggangu di bibirnya, An xia pun mulai membuka matanya. “A-Zhu?” panggilnya dengan suara serak khas orang yang baru terbangun dari tidur.


Kaisar itu menatap mata An xia yang mulai terbuka dan memperlihatkan manik mata yang berkilau dengan indahnya bagai permata.


Dengan senyum lembut dan tatapan hangat, Kaisar itu berkata. “Sayang, kau sudah bangun? ” Tanya Kaisar itu.


An xia di sana masih belum sepenuhnya sadar, gadis itu menganggukkan kepalanya “Hem... ” gumamnya sambil mengusap usap kelopak matanya dengan kedua tangan.


Kemudian An xia mengerutkan keningnya saat tiba tiba ia menyadari sesuatu yang aneh di dirinya.

__ADS_1


Gadis itu merasakan kulitnya yang bersentuhan dengan kulit lain. An xia menundukkan kepalanya, dan ia bisa melihat kalau tubuhnya saat ini sedang telanjang, begitu juga dengan Kaisar.


Deg!!


Jantung An xia rasanya berhenti seketika. “Apa yang telah aku lakukan? ” kemudian ia menggelengkan kepalanya. “Ini semua hanya mimpikan? ” Gumamnya lagi dalam hati.


An xia mendongakkan kepalanya untuk menatap Kaisar. “A-Zhu, apakah semalam kita telah...... melakukan ‘itu’? ” ia bertanya kepada Kaisar itu dengan ragu.


Kaisar itupun mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan dari An xia. “Kau dan aku adalah satu! ” Jawaban yang singkat dari Kaisar itu sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan apa yang terjadi di antara mereka semalam.


An xia ingat semalam setelah dirinya menyebutkan nama Kaisar itu, ia langsung mendapatkan sebuah ciuman panas di bibir.


Kehebatan Kaisar itu dalam berciuman membuatnya terangsang dan mulai kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri, kemudian ia pun mulai membalas ciuman dari Kaisar itu lalu....


Lalu...


Hal itu...


Kejadian itu...


Dirinya dan Kaisar itu....


Kepala An xia tiba tiba merasa pusing, kerutan di dahinya semakin dalam saat rasa pusing itu menyerang. An xia mengingat kejadian semalam dengan begitu jelas.


Melihat keadaan An xia, Kaisar pun mulai merasa cemas. “Sayang, ada apa? ” Ia bertanya dengan penuh kekhawatiran.


An xia berusaha menutup dadanya dengan kedua tangan selagi air matanya menetes dan membasahi wajah. “Ini seharusnya tidak terjadi!!..... apa yang telah kita lakukan?!!” An xia menangis, dalam hati ia merasakan penyesalan.


Dirinya dan Kaisar itu melakukannya sebelum mereka menikah?


Air mata An xia semakin deras, nafasnya mulai tidak beraturan. “Ini.... ini salah!! ” Gumamanya di sela sela tangisan.


Melihat hal ini, Kaisar pun langsung memeluk An xia dengan erat. “Sayang, jangan menangis!.... jangan sedih! ” ia semakin mempererat pelukannya. “Maafkan aku!... saat itu, aku kehilangan kendali!! ”


Suaranya yang merdu dan tatapan matanya yang sayu saat menyebutkan namanya dengan bibir merah itu, membuat Kaisar itu kehilangan akal.


Saat merasakan lembut dan manisnya bibir gadis itu, dan saat gadis itu membalas ciumannya. Jiwa sebagai seorang pria pun terbangun dan menguasai pikiran serta hati.


Ibu jari Kaisar itu mengusap air mata An xia dengan lembut. “Jangan menangis!.... aku akan bertanggung jawab. Aku sangat mencintaimu!” Kemudian ia mendaratkan sebuah kecupan penuh cinta di kening wanita yang paling ia cintai itu. “Kau adalah permaisuri ku!!...... dan aku akan menjamin bahwa kau akan menjadi satu satunya wanita di hidupku! ” Saat mengatakan itu, Kaisar terlihat begitu serius dan tulus.


Dan hal itu membuat hati An xia jauh lebih tenang. Kemudian An xia pun memeluk dan menenggelamkan wajahnya yang memerah di dada bidang Kaisar itu.


An xia mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Kaisar itu dengan serius. “Berjanjilah kepadaku bahwa kau tidak akan pernah mengangkat seorang selir!! ” Ucapnya dengan nada penuh pengancaman.

__ADS_1


Senyum di bibir Kaisar itu semakin lebar di saat mengetahui gadis tercintanya itu begitu posesif. “ Aku. berjanji dengan nyawaku, bahwa sampai matipun aku tidak akan memiliki wanita lain selain dirimu!”Ucapnya dengan tegas dan penuh keyakinan.


An xia melihat keyakinan di pancaran mata Kaisar itu, gadis pun percaya. “Baiklah!..... Tapi jika kau melanggar janjimu makan aku akan membakar seluruh kerajaanmu sampai menjadi abu!! ” Ancam nya dengan tatapan mata yang begitu tajam.


Kaisar itu terkekeh dalam hati, ancaman yang keluar dari mulut An xia adalah sebuah kata kata indah baginya.


Tidak ingin berlama lama dalam posisi se intim ini, An xia pun memutuskan untuk segera membersihkan dirinya. Namun, saat ia akan duduk...... tiba tiba ia merasakan rasa sakit di area bawah sana yang membuatnya sulit untuk bergerak.


Tak hanya itu, tubuhnya kini terasa lemas dan tidak bertenaga. An xia pun kembali merebahkan tubuhnya, gadis itu mengeluh nafas. “A-Zhu, kau benar benar telah memakan ku! ” Desis nya dengan ekspresi wajah tak berdaya.


Melihat hal itu. Bukannya merasa bersalah, Kaisar itu justru merasa bangga pada kemampuannya. “Aku akan membantumu!! ” setelah itu, Kaisar pun turun dari ranjang untuk menggendong An xia.


Saat Kaisar itu keluar dari selimut dan turun dari ranjang, An xia buru buru memalingkan wajahnya agar matanya tidak menatap tubuh Kaisar itu.


Kaisar itu dapat melihat rona merah di kedua pipi An xia, dan itu terlihat begitu menggemaskan.


Tanpa basa basi. Kaisar itupun akarnya menggendong An xia. “Aku milikmu, kau tidak perlu merasa malu untuk menatap milikmu sendiri! ” Ucapnya dengan nada yang terkesan menggoda.


Dan itu semakin membuat wajah An xia memerah karena malu.


...»»————>❀<————««...


Sebuah kereta kuda kini berjalan keluar dari wilayah desa hujan. Di dalam kereta itu, An xia dan Kaisar itu terlihat semakin dekat dengan posisi sang Kaisar yang memangku An xia dan memeluknya selagi An xia tertidur di dalam dekapan hangatnya.


Karena masih merasa letih dengan kegiatan mereka semalam, An xia pun tak dapat menahan diri untuk menutup matanya dan tertidur.


Awalnya mereka mengira kalau mereka akan berada di desa hujan itu untuk waktu yang lama. Namun, siapa yang akan menyangka kalau apa yang mereka cari di desa hujan itu mereka dapatkan dengan begitu cepat.


Karena sudah tidak ada urusan lagi di sana, Kaisar pun memutuskan untuk kembali ke istana.


Dan ia akan membawa gadisnya itu ke istananya, bersama dengan dirinya. Selain itu, ia juga akan mengutus beberapa mata mata untuk mengawasi semua gerak gerik para Perajurit rahasia di desa hujan itu.


Kaisar itu menundukkan kepala untuk melihat keadaan gadisnya. Dan ternyata, gadisnya itu kini tertidur dengan begitu lelap seperti bayi.


Kaisar itu membelai puncak rambut An xia dengan lembut selagi mulutnya berkata. “Sepertinya aku benar benar sudah keterlaluan semalam! ” gumamnya pelan.


Sedangkan di luar sana. Fai saat ini sedang duduk di kursi kusir dengan wajah yang memerah karena menahan malu.


Karena kamar yang ia tempati semalam berada tepat di samping kamar kedua majikannya itu, ia bisa dengan jelas mendengar teriakan dan desahan mereka.


Hal itu membuatnya tidak bisa tidur dan terjaga untuk semalaman.


Bahkan, sampai saat ini suara suara itu masih menggema di ingatannya. “Kalian berdua benar benar telah menyiksaku!!” Fai menggerutu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2