Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Hukuman dari An Xia.


__ADS_3

Angin sepoi sepoi yang berhembus di pagi hari itu menerpa helaian rambut dari sosok rupawan An Xia, pakaian dengan warna putih yang An Xia pakai kini membuatnya nampak seperti angsa putih yang begitu cantik.


Semua orang terpaku ketika melihat sosok cantik bak dewi itu. Orang orang dari Kerajaan Barat yang memang tidak pernah bertemu dengan An Xia pun kini mulai bertanya tanya.


Bagaimana bisa ada seorang manusia yang begitu cantik?!


Darimana datangnya gadis itu?


Siapa gadis itu?


Sebuah debaran jantung yang begitu kuat kini terdengar dari pangeran kelima Kerajaan Barat. Li Guang Fu menyentuh dadanya, merasakan detak jantungnya yang begitu keras bagaikan sebuah gendang yang di tabuh.


“Ada apa dengan jantungku? ” Li Guang Fu bergumam dalam hati. Pandangan mata pangeran itu tidak pernah luput dari sosok cantik An Xia.


Dari sorot mata pangeran itu nampak sebuah kekaguman, sebuah sorot mata yang menyertakan puja puji atas keindahan di depan mata.


Rui yang melihat kehadiran An Xia pun segera menghampirinya. “Nona.... Nona An, mereka berdua berkelahi tanpa alasan! ” Ucap Rui yang mengadu kepada An Xia.


Sedangkan An Xia kini menatap Annchi dan Fai dengan tatapan tajam. “Annchi, Fai!.... kemarilah!! ” Ucapnya dengan tegas.


Bisa di lihat kalau keadaan Annchi dan Fai kini nampak mengenaskan dengan memar memar di wajah dan rambut yang berantakan.


Mendengar perintah dari An Xia. Fai dan Annchi pun saling memandang untuk beberapa saat, kemudian kedua orang itu langsung memalingkan wajah mereka dan berjalan menuju ke arah An Xia.


Saat jarak mereka sudah dekat dengan An Xia, Annchi segera berkata. “Nona... nona dia, Fai tadi berkata hal buruk dan memukul kepalaku!! dia yang salah nona!!! ” Ucapnya yang mengadu sambil menunjuk nunjuk kearah Fai.


Mendengar itu, Fai pun cepat cepat menggelengkan kepalanya. “Itu tidak benar nona An!!.... gadis ini, Annchi lah yang lebih dulu menarik rambutku!! ” Sangkal nya dengan menepis tangan Annchi yang menunjuk kearahnya.


Annchi memelototi Fai, kemudian ia berkata. “Tapi yang memulainya adalah kau!! ” Teriaknya kepada Fai.


“Kalian berdua, diamlah!!” Suara itu tidak berteriak ataupun membentak, namun nada penekanan dan tatapan tajam dari An Xia itu begitu mengintimidasi.


Baik Annchi maupun Fai kini menundukkan kepalanya, sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menatap sepasang manik mata kelam itu.


An Xia melirik sekitar, ia bisa melihat banyaknya orang yang sedang menatap kearahnya saat ini.


Dan hal itu membuat An Xia merasa tidak nyaman. An Xia pun melangkahkan kakinya menuju tempat yang lebih sepi lagi, namun sebelum itu ia melirik ke arah Rui dan memberinya isyarat untuk menyuruh Annchi dan Fai mengikutinya.


Rui yang mengerti pun segera mendorong punggung Annchi dan Fai dari belakang untuk mengikuti An Xia.


Rui menatap dua orang itu dengan dingin dan berkata. “Kalian berdua telah membuat masalah!.... jadi sekarang tanggung sendiri akibatnya, karena nona pasti akan memberikan hukuman yang tidak akan kalian lupakan. Selamanya!! ” Ucapnya yang ingin menakut nakuti Annchi dan Fai.

__ADS_1


Dan Rui pun berhasil membuat dua orang itu merasa takut dengan ucapannya...... bukan ucapannya, namun hukuman yang akan An Xia berikan nanti!


Sedangkan di sisi lain, Li Guang Fu tak henti hentinya menatap sosok An Xia. Semua gerak gerik gadis itu tidak pernah luput dari pandangannya, setiap kedipan mata An Xia, setiap gerakan bibirnya, setiap ekspresi wajah yang ia tunjukkan. Semua itu telah terekam dan tersimpan di dalam otaknya.


“Jadi, dia adalah nona pertama An?” Gumam pangeran itu dalam hati.


Di samping Li Guang Fu, terdapat putri Li Yue Xi yang sedari tadi juga terus menerus menatap kearah An Xia.


Namun. jika Li Guang Fu menatap An Xia dengan penuh rasa kekaguman, beda halnya dengan putri Li Yue Xi yang menatap An Xia dengan iri.


Salah satu telapak tangan putri itu menyentuh wajahnya, wajah yang terlihat cantik namun dengan banyaknya polesan bedak.


Sungguh sangat jauh berbeda dengan kecantikan An Xia yang terlihat begitu alami. Bahkan putri Li Yue Xi bisa melihat kilauan di kulit putih bersih An Xia.


Bagaimana bisa seorang putri sepertinya kalah cantik dengan seorang gadis biasa?


...»»————>❀<————««...


Di Kerajaan Han saat ini, Kaisar Zhuang tengah duduk di singgasananya dan termenung memikirkan sesuatu.


Sudah dua minggu dirinya berpisah dengan gadis kesayangannya. Dan selama dua minggu itu pula ia menjalani hari harinya dengan berat, seperti ada sebuah perasan yang mengganjal di hatinya.


Ia sangat merindukan An Xia, mungkin ia harus segera menyelesaikan semua urusan di istana terlebih dahulu agar bisa menemui gadisnya dengan leluasa.


Kaisar Zhuang memejamkan matanya dan membayangkan sosok An Xia, kemudian ia bergumam. “Sayang, kau menyiksaku dengan kepergianmu!” Kemudian ia menghela nafas berat. “Tunggu sampai aku menyelesaikan urusan di istana, baru setelah itu aku akan pergi menemuimu!!” Gumamnya lagi.


...»»————>❀<————««...


Kembali kepada An Xia saat ini.


An Xia kini duduk di sebuah batu besar dengan gaya yang begitu elegan bak seorang ratu.


Tatapan tajam gadis itu terus terarah kepada dua orang yang sedang berlutut di hadapannya dengan kepala yang menunduk.


Sambil memainkan kipas lipat di tangannya, An Xia pun membuka suara. “Coba katakan kepadaku, kenapa kalian bertengkar? ” An Xia bertanya dengan dinginnya kepada Annchi dan Fai.


Annchi melirik An Xia dengan takut, kemudian ia memberanikan diri untuk berbicara. “Nona, tadi Fai berbicara hal buruk!.... karena itulah aku menegurnya. ” Ucap Annchi yang mengatakan separuh dari kebenaran.


Mendengar cerita Annchi yang separuh benar dan separuh tidak itu membuat Fai segera angkat bicara. “Nona, Annchi tidak hanya sekedar menegur!.... dia berusaha membunuhku dengan belatinya ini!!” Ucapnya sambil menunjukkan sebuah belati kecil milik Annchi sebagai barang bukti.


Annchi yang merasa di salahkan pun kembali berbicara. “Tapi nona, dia telah memukul kepala ku terlebih dahulu!!..... Lihatlah, ada memar di keningku saat ini” Ucapnya sambil menunjukkan keningnya yang sedikit memar akibat pukulan Fai tadi.

__ADS_1


Fai merasa kesal karena Annchi terus menumpahkan kesalahannya kepada dirinya, tak mau tinggal diam, Fai pun kembali membela diri. “Tapi nona, Annchi juga telah memukul wajahku hingga memar!... saat itu aku hanya membalasnya.”


Mendengar itu, Annchi pun menatap Fai dengan sins. “Cih!!.... katanya pria sejati, tapi berani memukul gadis lemah sepertiku!! ” Cibirnya.


Fai mendengus kesal, sebenarnya mengapa An Xia mengangkat gadis se liar ini menjadi pelayan pribadi?.....


Rui yang melihat mereka terus berdebat tanpa memandang situasi pun merasa geram. “Tidak bisakah kalian berdua berhenti berdebat?!!.... jika seperti ini terus kalian akan dikutuk menjadi anjing dan kucing!!” Walaupun ucapan Rui terdengar begitu konyol, namun orang orang di zaman kuno sangat mempercayai tentang adanya kutukan.


Annchi dan Fai pun bungkam seketika.


Kemudian Rui melirik ke arah An Xia dan berkata. “Nona, mereka berdua pantas di hukum!!! ” Ucapnya yang dibalas anggukan singkat dari An Xia.


“Rui, ambilkan aku sebuah tali! ” Perintah An Xia.


Walaupun tidak mengerti dengan apa yang An Xia rencanakan, Rui pun hanya mengangguk patuh dan segera pergi untuk mencari apa yang nona nya itu inginkan.


Annchi dan Fai menegang. Apa yang akan An Xia lakukan kepada mereka?..... apakah akan menggantung leher mereka?!!


Tak lama kemudian, Rui kembali dengan sebuah tali di tangannya. “Nona, saya telah membawakannya!” Ucapnya sambil menyodorkan tali itu ke An Xia.


An Xia pun mengambil tali itu, kemudian An Xia mengikatkan tali itu di tangan kanan Annchi dan tangan tangan kiri Fai.


Alhasil, Annchi dan Fai kini terikat dengan tali di tangan mereka.


“Nona, kenapa kau mengikat ku bersama dengan ‘dia’?!!.... aku tidak mau nona!!” Annchi terus merengek kepada An Xia.


Fai pun menyahut. “Kau pikir aku juga mau terikat dengan gadis sepertimu!! ” ucapnya dengan ketus.


An Xia menatap kedua orang itu dengan tatapan penuh arti. “Kalian sangat suka bertengkar bukan?.... jadi agar kalian bisa menjadi akrab satu sama lain, aku mengikat kalian dengan tali ini!! ” Ucapnya dengan santai. “Dan jangan pernah memiliki pemikiran untuk melepas ikatan itu tanpa persetujuan ku!!.... jika tidak, tangan kalianlah yang akan terlepas. mengerti? ” Lanjutnya dengan senyum manis, namun nampak mengerikkan bagi Annchi dan Fai.


Karena tidak ingin tangan mereka di potong oleh An Xia, Fai dan Annchi pun mengangguk dan dengan terpaksa mengiyakannya.


Melihat anggukan itu, An Xia pun tersenyum puas. Kemudian ia bangkit dari duduk lalu melangkah pergi diikuti dengan Rui.


Sedangkan di sini, hanya tinggal Fai dan Annchi yang sedang merutuki kesalahan mereka masing masing.


“Hei, Annchi!! ” Panggil Fai.


Annchi menoleh dan menatap Fai deng tajam. “Ada apa?!! ” Jawabnya ketus.


Dan dengan wajah memerah karena malu, Fai berkata. “Aku ingin buang air kecil! ”

__ADS_1


__ADS_2