
Langkah kaki An xia dan kaisar Zhuang kini telah mengantarkan mereka di ujung tangga. Di mana, di lantai itulah tempat An xia menghabiskan waktu dengan mengurus beberapa laporan dulu.
Terlihat disitu, ada seorang pelayan yang berjaga di depan sebuah pintu ruangan. An xia yang mengenali siapa pelayan itu pun kini membuka mulutnya dan berkata. “apakah tuan Eiji ada di dalam? ” tanyanya, yang membuat pelayan itu menoleh kearahnya.
Sang pelayan yang melihat kedatangan pemilik dari rumah hiburan itupun membungkukkan badannya dan memberi salam dengan hormat. Tau bahwa atasannya itu baru saja menanyakan sesuatu kepadanya, ia pun segera berkata. “Tuan Eiji tidak ada di sini, mungkin ia akan datang pada malam hari! ” Jawabnya.
Mendengar hal itu, An xia menganggukkan kepalanya. Kemudian, ia melambai lambaikan salah satu tangannya sebagai isyarat untuk pelayan itu agar segera pergi. “Tinggalkan kami berdua! ” Ucapnya, yang memberi perintah.
Pelayan itupun menganggukkan kepalanya dengan patuh, kemudian melangkahkan kakinya pergi dan meninggalkan pasangan suami istri itu untuk menikmati waktu mereka berdua.
Setelah yakin bahwa tidak ada siapapun lagi di tempat itu selain mereka berdua. Kini kaisar Zhuang pun mulai menunjukkan sifat aslinya dengan menampilkan sebuah senyuman penuh arti kepada An xia.
Sadar akan hal itu, An xia pun segera menjulurkan tangannya dan mencubit lengan suaminya itu dengan cukup kasar. Kemudian, ia berkata. “Ini masih pagi, dan ada beberapa hal yang perlu aku urus di sini!! ” Ucapnya dengan sedikit nada panik yang bercampur kesal.
Sedangkan kaisar Zhuang yang mendapat cubitan dari istrinya itupun kini tertawa kecil. Andai saja wanita itu tau bahwa ia kini terlihat begitu menggemaskan di matanya!..... jika saja An xia saat ini tidak sedang hamil, mungkin ia akan menerkamnya tampa ampun sekarang juga.
“Tidak di sangka istriku kini sangat mengenal suaminya, bahkan hanya sekali lihat kau bisa langsung tau apa yang sedang aku pikirkan!” Ucap kaisar Zhuang sembari memojokkan An xia ke dinding.
Melihat hal itu, raut wajah An xia pun kini berubah marah. Perbuatan suaminya itu semalam saja sudah membuatnya kelelahan, lalu apa jadian jika mereka melakukannya lagi di hari yang masih pagi ini?!!
“Tidak, jangan sekarang! ” ia menolak, berusaha memberontak untuk melepaskan diri dari suaminya itu. “setidaknya jangan disini!.... akan sangat memalukan jika ada seseorang yang mengetahuinya!! ” Ucapnya lagi.
Mendengar ucapan istrinya itu, kaisar Zhuang pun kini justru tersenyum licik. “hemm?.... jadi jika kita melakukannya di tempat lain itu bukanlah sebuah masalah bagimu?! ” Ucapnya, yang menggoda An xia.
__ADS_1
Kemudian, dengan perlahan ia mendekatkan bibirnya pada bibir manis istrinya itu. Namun sungguh di sayangkan, sepertinya hari ini bukanlah hari keberuntungannya!
Belum sempat bibir mereka bertemu dan saling menyapa, An xia pun terlebih dahulu merasakan mual pada perutnya hingga ia muntah secara tiba-tiba.
Melihat hal itu, kaisar Zhuang pun menjadi sedikit panik. Walaupun An xia kini tengah hamil, namun kaisar itu tidak pernah melihatnya muntah sampai seperti ini.
...»»————>❀<————««...
Seorang pelayan kini tengah membersihkan lantai yang kotor akibat muntahan An xia. Dan sembari melakukan tugasnya, pelayan itupun sesekali melirik ke suatu ruangan dimana sepasang suami-istri itu berada.
“Bagaimana ia bisa muntah secara tiba tiba?.... apakah dia saat ini sedang mengandung?! ” Gumamnya, yang bertanya tanya dalam hati.
Kemudian, pelayan itupun sedikit mendekatkan dirinya pada pintu ruangan itu. Entah apa yang sedang ia pikirkan, namun dari gerak geriknya.... ia jelas berniat untuk menguping pembicaraan antara dua orang pasangan di dalam sana.
“Apakah kau baik baik saja? ” Tanya dari suara milik seorang pria.
“Aku baik baik saja, hanya sedikit mual.... ” Wanita itu terdiam untuk sesaat, lalu melanjutkan. “.... pakaian ku kotor, sangat tidak nyaman. ” Ucapnya lagi, yang mengeluh pada sang suami.
“Kalau begitu kau lepas saja pakaianmu!.... lagipula hanya ada aku di ruangan ini, tidak perlu malu. ” Ucap kaisar Zhuang dengan santai.
Mendengar hal itu, rona merah pun kini mulai nampak pada wajah sang pelayan yang sedari tadi menguping dari luar ruangan itu.
Berfikir bahwa ini akan berujung pada situasi yang hanya dapat dipahami oleh sepasang suami-istri, pelayan itupun memutuskan untuk segera pergi tanpa mau terlibat lebih dalam lagi.
__ADS_1
Tentunya itu adalah sebuah keputusan yang bijak!..... Jika ia terus menguping pembicaraan, dan seseorang mengetahui perbuatannya, maka sudah bisa di pastikan ia akan berakhir dengan kesialan tiada tara.
Mungkin yang paling berat adalah kematian!
“Hahaha, aku masih muda!.... mana boleh mati secepat itu?! ” Ia secara hati hati melangkahkan kakinya pergi, sedikit merasa takut untuk menimbulkan suara yang akan menggangu dua orang yang ada di dalam sana. “Lagipula aku sudah membersihkan lantainya, sebaiknya cepat pergi dari sini! ” Gumamnya lagi.
Di sisi lain, kaisar Zhuang kini tengah membantu istrinya itu untuk melepaskan pakaian. Sangat kentara dari raut wajahnya bahwa pria itu kini sedang menahan sesuatu dalam dirinya di saat tubuh indah sang istri terlihat dengan pakaian yang mulai terlepas.
Sadar bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memaksa dan menuntut, ia pun segera melepaskan jubah yang ia kenakan guna menutupi tubuh An xia yang terlihat menggoda tanpa sehelai benang yang melekat di tubuhnya.
“Cepat pakai ini, jangan sampai kau kedinginan! ” Ucapnya, sembari mengalihkan tatapannya dari keindahan duniawi yang terpampang jelas di hadapannya itu.
An xia yang melihat hal itupun segera mengenakannya untuk menutupi tubuhnya yang telanjang itu. Namun ukuran jubah suaminya itu terlalu besar untuk tubuhnya yang mungil, membuat area bagian dadanya pun tidak terlalu tertutupi.
“Kau menatap apa?.... kenapa tidak menatap ku?.... apakah kau malu melihat istrimu sendiri? ” Tanya An xia dengan sebuah senyum menggoda di bibirnya.
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun langsung menoleh dan menatap tajam kearah An xia sembari berkata. “Apakah kau saat ini sedang menggodaku?! ” tanyanya balik. “Kau terlihat begitu lemah saat ini, namun masih memiliki keberanian untuk memancing ku?!! ” Ucapnya lagi dengan sedikit nada kesal.
An xia yang melihatnya pun kini tersenyum tipis. Merasa puas telah menggoda suaminya itu, ia pun kini memilih untuk mengganti topik pembicaraan. “Keluarga Shen kini telah musnah, lalu apa yang akan kau lakukan untuk kedepannya?.....Si raja kecil itu pasti tidak akan tinggal diam, cepat atau lambat bentrokan antara kedua belah pihak akan terjadi! ” Ucapnya, yang membuat raut wajah kaisar Zhuang berubah serius.
Kaisar Zhuang kini meraih salah satu tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat, kemudian dengan begitu yakin ia pun berkata. “Tentu aku sudah mengetahui hal itu, karena itulah beberapa mata mata kini telah aku tempatkan di sekitarnya! ” ia menarik tubuh istrinya itu, kemudian memeluknya dengan hangat. “Tunggu sampai waktunya tiba, aku pasti akan menepati janjiku dan membawakan kepalanya untuk kau mainkan! ”Ucapnya lagi.
Mendengar itu, An xia pun memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya pada dada bidang suaminya itu. “Aku percaya padamu! ” Ucapnya sembari menikmati aroma dari tubuh sang suami. “Untuk sementara biarkan aku tidur seperti ini, rasanya sangat nyaman jika kau memelukku!” Ucapnya lagi.
__ADS_1
Melihat itu, senyum tipis pun kini mulai terbit pada wajah rupawan sang kaisar. Raut wajahnya yang semula mula terlihat begitu serius pun kini berubah menjadi begitu lembut. “Hemm, kau tidur lah!.... aku akan menemanimu. ” Ucapnya, dengan nada rendah sembari mendaratkan sebuah kecupan singkat pada kening istrinya itu.
Tidak butuh waktu lama, An xia pun pada akhirnya benar benar tertidur dalam pelukan sang suami. Kehangatan yang ia rasakan itu benar benar terasa nyaman, membuatnya tak ingin lepas dari pria yang tidak lain adalah suaminya itu.