
Kini An xia, An zhuting, dan pangeran ke dua sedang membungkuk di hadapan kaisar dan permaisuri untuk menerima hadiah.
“Kaisar ini mengucapkan selamat atas kemenangan kalian bertiga!!!...”Kaisar itu menjeda. “Dengan begini aku akan memberikan hadiah perburuan untuk kalian bertiga!” Ucap kaisar lagi.
Kemudian kaisar melirik pangeran ke dua dan An xia.“ Kaisar ini juga ingin mengumumkan pertunangan pangeran ke dua dengan putri pertama dari Jenderal besar An!!..” Ucap kaisar itu dengan lantang.
An xia merasa terkejut dengan pengumuman ini, pertunangannya dengan pangeran ke dua?...yang benar saja!!...
Tidak ada yang memberitahunya soal ini, kenapa ini begitu mendadak?!....An xia tidak ingin menikah dengan pangeran ke dua!!
An xia menoleh untuk menatap ayahnya yang berada tidak jauh dari sana, ayahnya itu memberi anggukan kecil kepada An xia, hal itu berarti, An xia harus menerima pertunangan ini.
An xia lalu memberi kode melalui matanya, An xia ingin memberitahu kepada ayahnya kalau dirinya tidak menginginkan pertunangan ini, namun yang ia dapat adalah gelengan kepala dari ayahnya, pertanda kalau mau tidak mau An xia harus menerima pertunangan ini.
“Sial!!....Jenderal itu tidak bisa berbuat apapun!!!” Maki An xia dalam hati, kemudian An xia melirik pengeran ke dua.“ Heh!!....aku tidak ingin menikah dengannya!!!” Ucap An xia dalam hati.
An xia memang tidak menginginkan pertunagan ini, namun ia bukanlah gadis bodoh. Menolak pertunangan ini secara terus terang bisa membuat keluarganya terkena bencana.
Jika An xia menolak pertunangan ini, maka itu sama saja bahwa dirinya tidak menghormati kaisar, dan tentu kaisar akan merasa tersinggung, lalu pada akhirnya itu akan mengakibatkan kaisar murka terhadap dirinya dan keluarganya.
An xia tidak akan bertindak gegabah, untuk sementara ini dirinya harus menerima pertunangan dengan terpaksa, lagi pula ini baru pertunangan kan?....apapun bisa terjadi di kemudian hari.
Dan ia akan memikirkan rencana yang matang untuk membatalkan pertunangan ini tanpa menimbulkan kerugian bagi keluarganya.
Sedangkan di sisi lain, pangeran ke dua merasa sangat senag dengan keputusan kaisar. Bisa bertunangan dengan gadis yang dirinya sukai itu sangan menggembirakan.
Bedahalnya dengan putra mahkota. pangeran yang satu itu saat ini sedang manahan amarah saat mendengar kalau An xia, gadis pujaanya, gadis yang membuatnya tergila gila, dan gadis yang selalu datang di mimpinya ketika malam hari itu, akan dinikahkan dengan saudaranya.
Tangan putra mahkota mengepal erat, hatinya terasa panas oleh apai kecemburuan, putra mahkota itu menatap pangeran ke dua dengan tatapan permusuhan, terdapat kecemburuan dan kebencian yang terpancar dari matanya itu, seolah olah putra mahkota ingin menelan pangeran ke dua hidup hidup.
Dan tatapan yang di berikan oleh putra mahkota kepada pengeran ke dua itu tertangkap oleh mata An xia yang setajam silet.
Melihat tatapan mematikan dari putra mahkota untuk pangeran ke dua, membuat sudut bibir An xia naik membentuk senyuman, itu adalah senyuman licik miliknya.
“ Jika aku itdak ingin menikah dengan pangeran ke dua, maka itulah yang harus terjadi!!!...” Gumam An xia dalam hati, kemudian gadis itu terkekeh.“ Dan untuk mewujutkannya, aku akan memanfaatkan putra mahkota yang bodoh itu!!!..” Ucapnya dalam hati.
•
__ADS_1
•
•
•
•
•
Saat ini An xia sudah berada di dalam kamarnya, setelah pengumuman pertunangannya, kaisar mengakhiri acara dan mempersilahkan semua orang untuk kemabali ke kediaman masing masing.
Saat ini langit tampak mendung, udaranya menjadi lebih dingin. An xia duduk santai di dalam kamarnya, gadis itu terlihat sangat tenang, namun fikiranya saat ini sedang menyusun berbagai rencana untuk membatalkan pertunangannya dengan pangeran ke dua.
Tiba tiba, dari luar pelayan mengetuk pintu dan berkata.“Nona, Tuan besar ingin bertemu!!” Ucap pelayan itu.
An xia menaikkan satu alisnya.“Mengapa ayah ingin menemuiku ?...” Tanya An xia dalam hati, kemudian An xia berkata.“ Tunggu apa lagi, persilahkan ayahku masuk!!...” perintah An xia.
Pintu terbuka, dan An changyi memasuki kamar An xia. Tadinya An changyi menemui An xia untuk menjelaskan kepada putrinya tentang pertunangan ini, ia pikir putrinya saat ini sedang mengalami dilema.
Namun sepertinya dugaannya itu salah!... putrinya saat ini justru terlihat begitu tenang dan santai. An changyi tidak bisa melihat ekspresi apapun dari wajah putrinya itu selain wajah datar dan sikapnya yang begitu tenang.
An xia menoleh dan menatap ayahnya itu dengan senyum tipis.“Putrimu ini mengerti, aku tahu....aku tahu, kalau tidak mungkin bagi kita untuk menolak pertunangan ini, ayah.” Ucap An xia dengan wajah yang terlihat tidak berdaya.
Namum, lain lagi dengan hatinya.“Ya bukan kita yang akan membuat pertunangan ini batal, namun ‘bonekaku’ yang akan membuat pertunangan ini batal!!!..” Ucap An xia dalam hati.
An changyi tidak mengetahui isi hati putrinya itu, yang ia ketahui adalah putrinya yang tidak berdaya itu dengan terpaksa harus menerima pertunangan ini.
An changyi berdiri dari duduknya, sebelum pergi, ia melirik putrinya sekilas.“ Maafkan ayahmu ini yang tidak bisa berbuat apa apa.” Setelah mengatakan itu, An changyu berjalan keluar dari kamar putrinya.
Pintu tertutup kembali, kamar An xia menjadi sunyi, dan tiba tiba..... An xia tertawa keras sampai membuat bulu kuduk pelayan yang ada di luar kamarnya itu berdiri.
Setelah puas tertawa, An xia bergumam. “Tentu orang baik sepertimu tidak akan bisa berbuat apa apa, Ayah!” Gumamnya pelan.
An xia kemudian berfikir untuk kembali menyelinap keluar dari kediaman, gadis itu berencana untuk pergi kembali ke pasar gelap, di tempat itu banyak sekali barang barang yang bagus.
An xia kemudian berjalan mendekati lemari pakaian, ia membuka lemari itu, dan mengambil pakaian pria yang selama ini ia simpan.
__ADS_1
An xia berdandan layaknya seorang pria, setelah dirinya sudah siap, ia kemudian melesat pergi melalui jendela kamar seperti biasa.
Tak butuk waktu lama bagi An xia untuk sampai di pasar gelap, An xia melangkahkan kakinya untuk menyusuri pasar itu, sampai pada akhirnya, An xia melihat sebuah tempat penjualan budak.
Entah apa yang An xia pikirkan, ia melangkah masuk ke dalam tempat itu. Saat An xia masuk, ia di sambut oleh seorang pria paruh baya dengan perut puncit.
“Selamat datang tuan muda, mari... saya akan mengajak tuan muda melihat beberapa budak. Mungkin tuan muda ingin membeli salah satu dari mereka...”Ucap pria paruh baya itu.
An xia hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya, kemudian pria paruh baya itu mempersilahkan An xia duduk di sebuah kursi empuk yang ada di ruangan itu.
Tak lama, pria paruh baya itu datang dengan membawa beberapa budak. para budak itu berdiri di hadapan An xia dengan menundukan kepala.
An xia melihat satu persatu budak itu, sampai matanya tertuju pada seorang budak laki laki yang berpakaian rusuh, An xia menunjuk budak laki laki itu.“ Kau, yang ada di sana!!...” panggil An xia.
Budak laki laki itu menatap An xia, tatapan yang di berikan budak laki laki itu....kosong, seperti seseorang yang tidak memiliki semangat hidup.
An xia tersenyum, inilah orang yang selalu An xia pilih sebagai bawahan. orang yang seperti itu akan sangat setia jika sudah di perlakukan baik oleh seseorang.
An xia menoleh untuk menatap pria paruh baya yang tadi.“Aku akan membawa dia bersamaku!...”Ucap An xia dengan wajah datar.
Pria paruh baya itu menganghuk.“ Baiklah tuan muda, anda hanya perlu membayar sepuluh koin emas...” Ucap pria itu.
An xia mengangguk dan melemparkan sebuah kantong berisi sepuluh koin emas.
Setelah itu An xia kembali menatap budak laki laki yang sudah ia beli.“ Mendekatlah!!...aku ingin menanyakan suatu hal kepadamu!”ucap An xia dingin.
budak laki laki itu mendekat, kepalanya masih tetap menunduk.An xia kemudian bertanya. “apa kau memiliki saudara yang juga berada di tempat ini?...” Tanya An xia kepada budak laki laki itu.
Budak laki laki itu merasa bingung dengan pertanyaan dari tuan muda yang membeli dirinya itu, ia lalu menjawab .“ Menjawab tuan, budak ini memiliki adik perempuan yang juga berada di tempat ini...” Jawab budak laki laki itu.
An xia bisa melihat raut wajah kesedihan dari budak laki laki itu, An xia bisa menebak kalau budak yang satu ini sudah mengalami nasip yang buruk.
An xia mengangguk, kemudian ia kembali melirik pria paruh baya yang tadi.“Aku juga akan membawa adik perempuanya untuk ikut bersama denganku!!...”Ucap An xia datar.
Pria parubayah itu sedikit mengerutkan keningnya, lalu pria itu menganghuk dan pergi untuk membawa adik perempuan dari budak yang sudah di beli An xia.
Tidak lama kemudian, pria paruh baya itu datang dengan membawa seorang gadis yang seumuran dengan An xia.
__ADS_1
An xia melihat keadaan gadis itu, lalu ia menghembuskan nafas kasar saat melihat keadaan gadis itu.“Apa kau yang membuatnya seperti itu?....”Tanya An xia dengan dingin kepada pria paruh baya yang tadi.