Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kau tidak tau, dia menyukainya!


__ADS_3

Mendengar perkataan kakaknya itu, putri Li yue xi pun segera menoleh dengan mata yang berbinar bagai germelapnya bintang di malam hari. “Kakak, aku harap ucapan mu itu dapat di percaya! ” Kemudian, senyum di wajah putri itu semakin lebar. “Apakah, kakak bisa membuat pangeran kedua menjadi milikku? ” Tanyanya dengan penuh harap.


Pangeran Li Guang Fu menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Tapi, sebelum itu aku harus mengatakan kemungkinan buruknya kepadamu! ” Ucapnya dengan serius.


Sedangkan putri Li yue xi sama sekali tidak perduli dengan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi. Di pikirannya saat ini hanya ada memiliki pangeran kedua.


Selebihnya, ia sama sekali tidak perduli!!....


“Kakak, apapun itu aku sama sekali tidak keberatan!!..... hanya saja, yang aku inginkan adalah menjadi istri sah pangeran kedua” kemudian pancaran matanya kini menggelap. “Bukan menjadi seorang selir!!.... karena aku tidak ingin hanya menjadi seorang selir!!” Ucapnya dengan tegas.


“Tentu saja tidak! ” Sahut pangeran Li Guang Fu, “Adikku, kau adalah seorang putri!.... tentu saja mereka tidak akan berani menjadikanmu seorang selir, kecuali jika mereka mengharapkan murka ayahanda. ” Ujarnya dengan sebuah senyum licik.


“Sungguh?!.... tapi bagaimana dengan wanita itu?.... jika bukan menjadi istri pangeran kedua, mungkinkah ia akan di angkat menjadi selir kesayangannya? ” Ia menggelengkan kepalanya, merasa tidak terima dengan hal seperti itu. “itu... dia tidak boleh bersama pangeran ku!!.... kakak, satu satunya wanita pangeran kedua hanya diriku!!!” Teriaknya dengan perasaan kesal.


“Li yue xi, tenangkan dirimu!! ” Pinta pangeran kelima Li Guang Fu dengan tegas.


Kemudian, pangeran itu menghela nafas. Sepertinya adiknya itu, putri Li yue xi itu terlalu sering di manja sehingga ia tidak bisa mengendalikan emosinya.


“Adikku, dengarkan kakakmu ini!” Ucapnya dengan serius, namun kemudian ia tersenyum lembut dan berkata. “Di sini, yang di untungkan bukan hanya dirimu!..... kau tau sendiri kalau aku menyukai nona pertama An bukan? ” Tanyanya kepada sang putri Li yue xi.


Nampak saat ini putri Li yue xi mengerutkan dahinya. Jujur, walaupun ia sering menghabiskan waktu bersama kakaknya yang satu ini sedari kecil..... Namun, sampai sekarang dirinya masih tidak bisa memahaminya.


Kakaknya yang satu ini, sedikit berbeda dari kakak kakaknya yang lain!

__ADS_1


Bisa di bilang, pangeran Li Guang Fu adalah seorang pangeran yang paling pintar dan cerdik di Kerajaan Barat.


“Kakak, katakan saja apa rencana yang kau miliki! ”


...»»————>❀<————««...


Di sebuah ruang keluarga yang terletak di kediaman An. Sang Jendral besar An Changyi kini melirik setiap anggota keluarganya satu persatu.


Merasa kalau kesunyian ini sudah cukup, An Changyi pun membuka suaranya. “Aku rasa kalian pastinya sudah tau apa yang akan terjadi besok bukan? ” Tanyanya. Kemudian ia melirik ke arah putrinya, An Xia. “Xia’er, kemungkinan besar kaisar juga akan mengumumkan tanggal pernikahan mu dengan pangeran kedua!.... sudahkah kau siap? ” Ucapnya yang bertanya kepada An xia dengan perasaan yang sedikit khawatir.


Wajah An xia Kini nampak begitu lesu, walaupun begitu ia tetap tersenyum. Sebuah senyum yang begitu di paksakan. “Ayah, jikapun aku tidak siap.... lalu kita bisa apa? melawan kaisar?” Nada yang di gunakan saat bicara begitu lirih dan sendu, nampak begitu lemah dan tidak berdaya. “Cepat atau lambat, putrimu ini akan menikah bukan?! ” Ucapnya lagi dengan sebuah senyuman manis.


An Changyi yang melihat senyum itupun menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat tidak berguna menjadi seorang ayah yang membahagiakan putrinya!


Sedangkan, An yueyin pun juga merasakan hal yang sama!.....


Sebagai seorang ibu, dirinya tentu saja mengharapkan kebahagian anak anaknya. terutama putri kesayangannya itu. “Xia’er, pangeran kedua adalah pria yang baik!... semua orang tau itu. Ibumu ini yakin, kau pasti akan bahagia bersamanya suatu hari nanti. ” Ucapnya dengan lembut.


Namun, An zhuting yang mendengarkannya justru merasa tidak senang dan mengerutkan dahinya. “Tapi, jika Xia'er tidak mencintainya..... lalu bagaimana dia bisa bahagia?!!” Tanyanya kemudian ia menatap ke arah An Changyi. “Ayah, apakah kau tidak bisa melakukan sesuatu?.... Xia’er adalah putrimu!” Ucapnya yang tidak terima jika harus melihat sang adik perempuan bersedih.


An Changyi menatap putranya itu dengan dingin, kemudian ia berkata. “Sebaiknya kau diam saja jika tidak tau apa apa!!” Bentaknya, kemudian ia menundukkan kepalanya dan menghela nafas berat. “Mungkin ini sudah takdir!.... lagipula pangeran kedua bukanlah seorang calon suami yang buruk bagi An xia.” Ucapannya yang membuat An zhuting kembali duduk dan termenung.


Di saat keluarganya kini nampak gelisah dengan sendirinya. Si kecil An chen saat ini justru memutar bola matanya malas. “Andai saja kalian semua tau tentang perbuatan kakak kedua! ” Kemudian, bocah laki laki itu melirik ayah dan ibunya seraya tertawa dalam hati. “Ayah, ibu!...... dibanding memikirkan sebuah masalah, tidakkah kalian seharusnya memikirkan tentang cucu kalian yang akan segera lahir? ” Gumamnya yang terkekeh sendiri di dalam hati.

__ADS_1


“Sepertinya, pembicaraan ini cukup sampai di sini saja! ” Ucap An Changyi lalu melirik An xia. “Kalian semua boleh pergi kecuali kau, Xia’er. kau tetap di sini!.... masih ada sesuatu yang perlu aku beritahukan kepadamu. ” Perintahnya dengan begitu serius.


Anggota keluarga yang lainpun segera pergi dari ruangan itu. Melihat betapa seriusnya wajah An Changyi tadi, mereka semua secara naluri dapat menebak kalau hal yang akan di sampaikan adalah sebuah hal yang sangat penting.


Sedangkan An xia yang masih tertahan itupun menghela nafas secara diam diam. Tidakkah ayahnya itu tau kalau saat ini dirinya sudah sangat mengantuk?.....


“Xia’er! ” Panggil An Changyi.


Merasa di panggil, An Xia pun menoleh dan berkata. “Ayah, hal apakah yang ingin kau katakan kepadaku? ” Tanyanya.


“Ini soal kejadian tadi..... putri Li yue xi, kau, dan para pangeran!” Salah satu tangan An Changyi terangkat dan memijat mijat keningnya yang terasa pening. “... Aku dengar dari para pelayan, putri Li yue xi dan para pangeran itu bertengkar karena mu. Benarkah itu Xia’er? ” Tanyanya dengan sebuah ekspresi tegas yang dipaksakan.


Mendengar pertanyaan itu, An Xia pun menundukkan kepalanya sambil sesekali melirik ke arah An Changyi. “Ayah, aku..... sebenarnya, putri Li yue xi lah yang memulainya!.... dia membentak An chen, namun aku hanya memberinya sedikit teguran lembut!.... putri itu salah sangka, dia berfikir kalau semua orang menganggapnya gila. ”Jelasnya dengan raut wajah takut.


An Changyi yang mendengarkannya pun kembali menghela nafas, entah itu helahan nafasnya yang ke berapa. “Mungkin kau tidak menyadarinya, namun ayah bisa melihat kalau putri itu..... dia, menyukai pangeran kedua!” Ucapnya lirih di akhir kalimat.


Kedua mata An Xia kini terbelalak, pandangannya kini memancarkan sebuah keterkejutan dan rasa tidak percaya yang mendalam. “Ayah, apa yang ayah katakan itu?.... putri Li yue xi adalah calon tunangan pangeran ketiga! ” Kemudian, ia berjalan mendekati An Changyi dan menggenggam tangannya. “Ayah, yang kau katakan itu tidak benar bukan?.... putri Li yue xi adalah seorang yang baik, dia tidak mungkin__” Sebelum An Xia menyelesaikan ucapannya. An Changyi terlebih dahulu berdiri dari duduknya.


“Xia'er!!.... kau terlalu lugu untuk mengetahuinya!!” Sahut An Changyi dengan nada bicara meninggi. Ingatannya kini berputar kepada saat dimana ia melihat dengan jelas tatapan penuh kagum dari putri itu kepada pangeran kedua. “Ayahmu ini dapat dengan jelas menebak perasaan putri itu terhadap pangeran kedua!” Ucapnya lagi.


An Xia menggelengkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Ayah, jika putri itu menyukai pangeran kedua, dan pangeran kedua juga menyukai putri itu..... lalu, bagaimana denganku?” Tanyanya dengan suara parau, menunjukkan sebuah kesedihan dan ketidak berdayaan nya.


Kedua tangan An Changyi terangkat dan bersandar di kedua bahu An Xia. pria itu saat ini sedang berusaha menenangkan putrinya. “Xia’er!.... kita hanya bisa berharap kalau semuanya akan baik baik saja! ” Kemudian tangannya beralih untuk menyentuh wajah cantik putrinya. “Ayah ada di sini, kau putri kesayangan ayah!..... tidak akan ku biarkan sesuatu yang buruk terjadi kepadamu, kau tenang saja!! ” Ucapnya dengan begitu tegas dan penuh akan keseriusan.

__ADS_1


__ADS_2