Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Berangkat menuju Istana


__ADS_3

Di ruang keluarga itu terasa hening, tidak ada yang mengucapkan apapun, semuanya sibuk dengan pikirannya masing masing.


An fengying dan An shilin yang mendengar tentang undangan kerajaan sangat gembira dalam hati, mereka bahkan tidak bisa menyembunyikan senyum lebar di bibir mereka.


"Ini adalah pengalaman pertamaku pergi ke istana.....ya ampun aku sungguh tidak sabar." An fengying bergumam dalam hati.


Sedangkan An shilin sedang memikirkan dan membayang bayangkan bagaimana rupa para pangeran yang dirumorkan memiliki wajah yang tampan.


Disisi lain adalah An yueyin yang memikirkan An xia yang akan pertama kalinya menghadiri pesta di istana, saat ia melirik An xia yang ia lihat adalah An xia dengan ekspresi datar dan sikapnya yang tenang seolah informasi barusan hanya angin lalu baginya.


Sedangkan kedua selir itu memikirkan hadiah istimewa apa yang akan di berikan untuk kaisar, dan membuat putri mereka tampil begitu cantik agar bisa memikat hati para bangsawan terutama para pangeran.


Sang jendral besar An changyi membuka suara. " Besok pagi kita akan berangkat ke istana, kalian persiapkan diri kalian saja, tidak perlu memikirkan hadiah yang akan di berikan untuk kaisar....aku sudah menyiapkannya."Ujarnya lalu melirik ke tiga putrinya.


Jenderal itu dapat melihat perbedaan ekspresi dari ke tiga putrinya. Ia melihat An Fengying dan An shilin yang memiliki ekspresi wajah yang gembira, dan bersemangat.


Sedangkan di sisi lain, Jenderal itu melihat ekspresi An xia yang berbeda jauh dengan kedua saudarinya. Ekspresi An Xia sangat tenang, tidak ada kegembiraan, tidak ada ketakutan, tidak ada rasa gugup, ekspresi gadis itu sangat datar dan sulit untuk di tebak apakah ia bahagia atau tidak.


An xia melirik ayahnya yang sedang menatapnya, sedangkan sang jenderal yang ketahuan menatap putrinya langsung mengalihkan pandangannya.


"Aku sudah menyampaikan apa yang harus di sampaikan, jadi kelian boleh pergi..." Ucap Jenderal An changyi.


Malam harinya....


An xia kini sedang berendam dengan air hangat dan taburan kelopak bunga mawar. An xia memang mempunyai kebiasaan berendam dengan air hangat sebelum tidur, mungkin agar tidurnya bisa nyenyak.

__ADS_1


Setelah An xia selesai dengan acara berendam air hangatnya, An xia keluar dari kamar mandi dan dengan menggunakan pakaian sejenis kimono berwarna putih dengan ikat pinggang berwarna biru, Rambutnya yang tergerai basah ia keringkan menggunakan handuk, setelah rambutnya kering, An xia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Disisi lain, beda halnya denan An xia yang begitu santai. An fengying dan An shilin saat ini tengah sibuk mempersiapkan diri untuk pergi ke istana besok, mulai dari pakaian apa yang akan mereka kenakan, perhiasan yang bagus dan mewah, dan lain lain sebagainya.








An xia pun tiba di aula, keluarganya sudah menunggunya dari tadi. An xia hanya tampil sesederhana mungkin, An xia adalah tipe orang yang tidak suka tampil mencolok dan menjadi pusat perhatian. An xia saat ini hanya menggunakan pakaian berwarna biru dan putih, An xia juga hanya memakai perhiasan yang sedikit dan tidak berlebihan, An xia bahkan tidak menggunakan polesan sedikitpun di wajahnya, namun An xia masih tetap terlihat cantik dan anggun.



. ( Gambar ilustrasi An xia)


Tampilan An xia yang sangat sederhana sangat nyaman untuk dilihat, wajahnya yang terlihat segar membuat siapapun yang melihatnya merasa damai, wajahnya yang rupawan menampilkan senyuman yang tipis, caranya berjalan yang terlihat begitu anggun dan berwibawa, sungguh An xia terlihat bagaikan bidadari yang turun dari kayangan.


An changyi yang melihat An xia sudah hadir pun membuka suara. " Semuanya sudah siap, kalau begitu mari kita segera berangkat." Ucapnya dan di angguki oleh semua.

__ADS_1


Mereka semua pergi ke istana dengan menaiki kereta kuda, Sang Jendral besar An changyi tidak menaiki kereta melainkan menunggang kuda, begitu juga dengan An zhuting yang menaiki kudanya.


Sedangkan An yueyin beserta kedua selir An zhuu dan An Wei menaiki kereta bersama, lalu An xia dan adik adiknya termasuk kedua anak selir menaiki kereta kuda yang lain.


An chen yang menaiki kereta kuta bersama dengan ketiga kakaknya selalu memperhatikan An xia dan kedua anak selir itu. An chen mengerutkan keningnya saat melihat perbedaan yang mencolok dari An xia dan kedua anak selir itu...... dilihatnya kedua anak selir itu yang tampil begitu....err... entahlah, yang jelas mereka terlihat berdandan sangat berlebihan, mereka juga tak henti hentinya senyum senyum sendiri membuat bulu kuduk An chen merinding.


Sedangkan saat An chen melihat An xia, kerutan diwajahnya saat melihat kedua anak selir itupun menghilang dan digantikan dengan wajah yang terlihat tenang. saat melihat An xia ia dapat melihat bahwa kakaknya itu begitu cantik dengan kesederhanaan, raut wajah An xia yang tenang dan dingin bagaikan air yang membeku.


Posisi An Chen yang duduk tepat di sebelah An xia memudahkannya untuk berbisik kepada An xia. " Kakak ke dua, apakah kau merasa senang menghadiri pesta di istana?" Tanya An chen dengan berbisik, namun suaranya cukup keras untuk di dengar semua orang.


An xia melirik adik laki lakinya itu, kemudian ia tersenyum tipis." Mengapa aku harus bahagia?..." Bukanya menjawab, An xia malah balik bertanya.


An chen menggaruk Tengkukanya yang tidak gatal. " Apa kakak tidak merasa senang?.... Kakak nanti bisa melihat para pangeran yang sangat tampan.....tidakkah kakak gembira?" Tanya An chen yang kini tidak lagi berbisik.


Kedua anak selir itu tersenyum senyum sendiri saat mendengar pertanyaan An Chen. sedangkan An xia wajahnya tetap tidak berubah, masih dengan wajah yang setenang air yang beku.


"Untuk apa aku harus merasa senang karena bisa melihat para pangeran?.....sama sekali tidak menari." Ucapnya An xia dengan entengnya.


Jawaban An xia membuat ketiga adiknya itu mengerjapkan mata beberapa kali.


An fengying melirik An xia dengan tatapan mencemooh." Cih... memangnya ada seorang wanita yang tidak tertarik dengan para pangeran yang tampan." Ucapnya dalam hati.


Begitu juga dengan An shilin yang mencemooh An xia dalam hati." Heh... dengan tampilannya yang biasa biasa itu memang tidak mungkin menarik perhatian para pangeran ku yang tampan." Begitulah pikirnya tentang An xia.


Sedangkan An chen menatap An xia dengan pandangan yang sulit di artikan.

__ADS_1


" Kakak ke dua memang berbeda dengan gadis gadis yang lain....... kak An xia adalah idolaku!..." Ucap An chen yang menetapkan An xia sebagai idolanya.


__ADS_2