
Di lorong lorong itu tidaklah segelap yang An xia pikirkan. Nyatanya di setiap sudut lorong itu terdapat beberapa obor sebagai penerang jalan.
Di saat mereka terus melangkahkan kakinya, tiba tiba dari arah depan mereka dapat mendengar suara langkah kaki beberapa orang yang menuju ke arah mereka.
Kaisar itu menghentikan langkah kakinya, begitu juga dengan An xia. “Ada yang datang!!” Kaisar itu berbisik kepada gadis di sebelahnya.
An xia menganggukkan kepalanya. “Kau benar, ada yang akan datang!!” Kemudian, gadis itu melirik sebuah ruangan yang ada di sebelahnya. “A-Zhu!! kita sembunyi di sana!! ”Ucapnya lalu menarik tangan Kaisar itu untuk mengikutinya.
Mereka berdua pun bersembunyi di dalam ruangan itu, mereka merapatkan tubuhnya ke dinding ruangan agar tidak terlihat.
Dan benar saja!! selang beberapa saat, ada beberapa Perajurit yang melewati jalan tadi. Beruntung An xia dan Kaisar itu segera bersembunyi..... kalau tidak, sudah di pastikan mereka akan ketahuan.
Saat para Perajurit itu sudah menjauh, An xia pun dapat bernafas lega. “Mereka sudah pergi, sebaiknya kita kembali ke penginapan!! ” Ucapnya kepada Kaisar itu.
Bukannya An xia merasa takut untuk melawan para Perajurit itu. Namun, menyerang musuh tanpa tau jumlah dan kemampuan musuh itu sendiri adalah sebuah kebodohan.
Setidaknya jika ingin menyerang, An xia harus menyiapkan sebuah rencana yang matang untuk menjamin kemenangannya.
Kaisar pun menganggukkan kepalanya, ia tau apa yang di pikirkan gadis itu, dan ia pun setuju dengannya.
Saat mereka akan keluar dari ruangan itu. An xia tiba tiba menghentikan langkahnya, kemudian pandangan gadis itu menyapu seluruh ruangan.
Melihat An xia yang berhenti secara tiba tiba, Kaisar pun merasa heran. “Ada apa?... kenapa kau berhenti? ” Tanya Kaisar itu.
Pandangan An xia masih menatap sekeliling ruangan itu. “Ini.... gudang penyimpanan!!” Gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Kaisar.
Kaisar itu mengerutkan dahinya. “Lalu?.... kau mau apa? ” Ia bertanya dengan penuh curiga. Entah mengapa Kaisar itu mempunyai firasat buruk saat melihat gerak gerik gadis itu.
An xia masih terus memperhatikan benda benda yang ada di ruangan itu, sampai pada saat matanya tertuju kepada sebuah botol berisi minyak tanah.
Saat melihat botol itu, An xia pun tersenyum penuh arti. Dan hal itu semakin membuat Kaisar merasa was was.
An xia kemudian mengambil satu botol minyak tanah itu, kemudian ia menatap Kaisar. “Ayo kita pergi dari sini!! ” Ucapnya lalu melangkah pergi.
Kaisar itu mengikuti dan berjalan tepat di samping An xia. Pandangan Kaisar sedari tadi tak luput dari botol berisi minyak tanah yang ada di tangan gadis kesayangannya itu.
Karena terlalu penasaran, Kaisar pun bertanya. “Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu? ” Kaisar itu terdiam untuk beberapa saat, kemudian ia berkata. “Jangan bilang kau akan membakar tempat ini? ” Lagi lagi Kaisar itu bertanya dengan tatapan penuh curiga.
Mendengar perkataan Kaisar itu, An xia pun terkekeh pelan. “Membakar tempat ini hanya dengan sebotol minyak tanah?...... mana bisa!! ” Kemudian tangan gadis itu meraih sebuah obor yang ada di sisi ruangan. “Aku membutuhkan ini untuk berjaga jaga! ” Jawabnya dengan santai.
__ADS_1
Kaisar itu masih merasa bingung dengan jawaban yang tidak memuaskan itu, apalagi saat melihat sebuah senyum penuh arti di wajah An xia.
Gadis yang bagaikan jelmaan rubah itu selalu memiliki ide ide gila di kepalanya. Mungkin jika gadis itu berubah menjadi seekor rubah di kemudian hari ia tidak akan terkejut.
Mereka terus melangkahkan kakinya menuju tangga yang mereka lewati tadi. Namun, saat mereka berada di depan tangga itu..... tiba tiba para perajurit datang dan mengepung mereka dari berbagai sisi.
Melihat itu, Kaisar berdecak kesal. “Sial!!.... sudah kuduga kalau ini semua adalah jebakan!! ” Tak heran sedari tadi tempat ini rasanya begitu sunyi, apalagi mereka sama sekali tidak menemukan adanya perajurit yang menjaga setiap sudut lorong itu.
Mereka berdua pun langsung memasang sikap waspada. karena terlalu terburu buru saat mengikuti para perajurit itu, mereka sampai lupa membawa senjata selain belati kecil.
An xia bukannya takut atau khawatir dengan situasi ini, gadis itu kini justru memasang sebuah senyum devil di bibirnya.
Saat salah satu perajurit berseru. “Habisi mereka!!! ”setelah itu Pertarungan pun dimulai.
Puluhan Perajurit itu mengangkat pedangnya tinggi tinggi selagi kaki mereka bergerakan cepat kerah An xia dan Kaisar itu.
Saat An xia akan menyerang mereka, tapi tiba tiba Kaisar menghentikannya. “Tunggu!! biar aku saja yang melawan mereka! ” Ucapnya dengan penuh keberanian dan tekat.
An xia tersenyum, kemudian ia menganggukkan kepalanya. “Baiklah, suamiku!! ”Ucapnya dengan sedikit nada menggoda.
Sebenarnya An xia merasa penasaran dengan kemampuan Kaisar itu. Jika dengan membiarkan Kaisar itu bertarung ia bisa menilai seberapa kuatnya pria itu, maka baiklah.
Walaupun pikirannya sempat terahlikan dengan kata ‘Suamiku’ yang keluar dari mulut manis An xia. Namun, dengan cepat Kaisar itu kembali fokus dengan pertarungan yang terjadi.
Harus An xia akui kalau kemampuan bertarung para Perajurit itu cukup hebat, kalau di bandingkan dengan kemampuan bertarung dari Perajurit istana...... prajurit prajurit ini jelaslah lebih unggul.
Namun, sebagus apapun kemampuan mereka dan sebanyak apapun jumlah mereka. Mereka sepertinya sangat kewalahan dalam menghadapi seorang Kaisar Han.
Walaupun Kaisar itu bertarung dengan dua buah belati di tangannya, tetapi itu nampaknya sudah lebih dari cukup untuk menangkis dan membalas serangan serangan dari pedang panjang nan tajam milik perajurit perajurit tersebut.
Gerakan Kaisar itu yang begitu gesit dalam menebas tubuh lawan membuat An xia merasa kagum. caranya bertarung, caranya menangkis, dan tipuan yang Kaisar itu gunakan untuk mengelabuhi lawan membuatnya terlihat hebat di mata An xia.
Percikan percikan darah yang keluar dari luka di leher para perajurit akibat tebasan dari belati Kaisar itu, dan mengenai wajah sang Kaisar membuatnya terkesan liar dan beringas.
Dalam hati An xia merasa kagum dan iri!!!
Kagum karena melihat betapa hebatnya Kaisar itu saat bertarung, dan iri saat mengakui kalau kemampuannya berada di bawah Kaisar itu.
“Memang benar!!.... diatas langit masih ada langit. ” Gumam An xia dalam hati.
__ADS_1
Walaupun dirinya berasal dari dunia moderen, namun ia masih kalah dengan sosok Kaisar Han yang berasal dari jaman kuno ini?......
Di saat An xia larut dalam lamunannya, Kaisar itu telah menyelesaikan pertarungannya dengan begitu cepat tanpa adanya luka seinci pun di tubuhnya.
Sedangkan para perajurit yang menyerang tadi?..... mereka semua telah mati dengan banyaknya luka sayat di leher dan sekujur badan mereka.
Kaisar itu menyimpan belati nya kembali, kemudian ia melirik gadis kesayangannya yang saat ini nampak sedang memikirkan sesuatu.
“Apa yang sedang kau pikirkan? ” Kaisar itu bertanya kepada An xia.
An xia langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar pertanyaan Kaisar barusan. “Ah!!... tak ku sangka kalau kemampuanmu begitu hebat!” kemudian, sebuah senyum terpaksa terukir di wajah gadis itu. “Harus aku akui kalau kau lebih hebat dariku!” Ucapnya lagi.
Mendengar hal ini, Kaisar itu tersenyum dengan penuh bangga kepada dirinya sendiri. “Tentu saja!! aku harus kuat untuk melindungi orang yang aku cintai!! ” Ucapnya dengan senyum menggoda.
“Orang yang kau cintai?.... siapa? selirmu? atau permaisurimu? ” Tanya An xia dengan nada ejekkan.
Mendengar ejekan gadis itu. kaisar sama sekali tidak merasa marah, bahkan ia justru merasa geli sendiri dengan kata-kata yang gadis itu ucapkan.
Kaisar itu berjalan mendekat ke arah An xia, dan saat berada tetap di hadapan gadis itu, Kaisar berkata. “Sudah aku bilang kalau Kaisar ini sama sekali tidak memiliki selir seorangpun!! ” Kemudian, salah tau tangannya meraih pinggang ramping An xia dan menariknya untuk semakin mendekat. “Aku hanya mencintai istriku ini!! ” Ucapnya sambil terus mendekatkan wajahnya ke wajah An xia.
An xia yang menyadari niat Kaisar itu yang ingin menciumnya segera menggunakan tangannya untuk menjauhkan wajah Kaisar itu darinya.
Dengan wajah yang memerah karena malu, An xia berkata. “Berhenti menggodaku!!” kemudian, An xia memalingkan wajahnya. “lebih baik kita segera pergi dari sini sebelum yang lainnya datang!! ” Ucapnya sambil berusaha melepaskan diri.
Kaisar itu melepaskan tangannya dari pinggang An xia, kemudian ia menggenggam tangan gadis itu. “Baiklah, kalau begitu ayo! ” ucapnya lalu berjalan menaiki tangga dengan bergandengan tangan seperti saat mereka masuk tadi.
Namun, saat mereka sudah berada di luar. Mereka kembali di hadang oleh puluhan Perajurit yang mengepung mereka dengan berbagai jenis senjata.
“Ini akan sangat memakan waktu!! ” Kaisar itu bergumam dengan nada kesal.
An xia tersenyum penuh arti, kemudian ia berkata. “Aku rasa tidak! ” sahutnya. Kemudian, An xia memasukkan minyak tanah yang ada di botol tadi ke mulutnya.... namun tidak di telan.
Kaisar Han yang melihat hal itupun terbelalak kaget. “Apa yang kau lakukan!!! ” Teriaknya dengan panik. “Cepat muntah kan!!! ” perintahnya dengan perasaan takut dan gelisah.
An xia tidak menghiraukan perkataan Kaisar itu. Di arahkan nya obor tepat di hadapannya, kemudian, gadis itu menyemburkan minyak tanah yang ada di mulutnya sehingga menghasilkan kobaran api besar yang menyembur dan mengenai beberapa Perajurit yang kebetulan berada di hadapannya.
Para perajurit yang terkena semburan api dari An xia sama sekali tidak bisa menghindar karena rasa terkejut, alhasil mereka harus merelakan kulit mereka terkena luka bakar yang cukup parah.
“Aaaaaaaa!!!!!..... siluman!!! ada siluman!! ”
__ADS_1
“Dia jelmaan naga!!! jelmaan naga!!! ”
“Wanita siluman!!!.... di menggunakan nafas naga!!! ”