Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Meminta sesuatu!


__ADS_3

Mendengar perintah dari sang kakak keduanya itu, An chen hanya menganggukkan kepalanya dengan begitu patuh.


Baginya, perintah dari sang kakak kedua merupakan suatu hal yang mutlak baginya!!


Dan hanya dengan An xia lah An chen se patuh ini.


Namun, saat mengetahui kalau sang kakak telah mengenal beberapa orang di Kerajaan ini, terutama saat ada kata ‘Tuan muda’ maka itu artinya sang kakak kedua, An xia selama ini ternyata telah memiliki koneksi dengan orang orang penting.


“An chen, apakah kau mendengar ucapan ku? ” Tiba tiba, suara lembut nan merdu milik sang kakak keduanya pun terdengar jelas di telinga An chen.


Sadar kalau sang kakak tersayangnya kini tengah memanggilnya, An chen menoleh dan segera berkata. “Ah!.... Tentu saja aku mendengarkan, kakak kedua tenang saja!.... aku akan melakukan semua sesuai perintah mu. ” Balasnya.


Tidak berselang lama, Kereta kuda yang ia tumpangi berhenti. Menandakan kalau kini sudah waktunya bagi mereka untuk turun dan keluar dari kereta kuda.


Seperti biasa, An chen akan turun terlebih dahulu untuk membantu sang kakak tercintanya turun. Namun, saat ia baru saja menginjakkan kakinya di lantai. Dari arah lain bocah laki laki itu melihat sosok kaisar Zhuang yang melangkahkan kakinya kearahnya.


Melihat hal itu, An chen dengan mudah menyadari niat sang kaisar Zhuang. “Tapi ini tugas kesukaanku! ” Gerutunya dalam hati dengan wajah lesu, nampak begitu tidak terima namun ia tidak berdaya.


Mengetahui kalau kaisar itu telah berada di jarak yang dekat dengan kereta, An chen dengan enggan menepi dan melirik sang kaisar Zhuang dengan pandangan iri.


Sedangkan kaisar Zhuang yang melihat ekspresi murung di wajah An chen pun tersenyum diam diam. Sedikit merasa terhibur saat melihat wajah menggemaskan An chen yang sedang menahan kesal.


Saat jarak antara kaisar Zhuang dengan kereta kuda hanya tinggal selangkah, dari dalam kereta kuda tersebut An xia keluar dan menapakkan dirinya.


Hal pertama yang ia lihat adalah sosok kaisar Zhuang yang tengah menjulurkan tangannya kearahnya dengan ekspresi dingin dan datar seperti biasa.


Mengetahui kalau kaisar itu berniat untuk membantunya turun dari kereta, An Xia pun dengan segera meraih dan menerima uluran tangan itu.


Dengan begitu hati hati, An xia pun turun dengan di bantu oleh sang pujaan hati.


Salah satu tangan kaisar Zhuang menggenggam tangan An xia dengan erat selagi tangan yang lain menyentuh punggung An xia dengan penuh kehati-hatian.

__ADS_1


Cara kaisar Zhuang yang memperlakukan An xia bagai benda berharga yang rapuh dan mudah pecah itupun membuat semua orang yang melihatnya ternganga.


Tidak pernah sama sekali dalam benak mereka jika suatu saat sang kaisar dingin itu bisa bersikap selembut itu kepada seorang wanita.


Begitu juga dengan An Changyi. Dalam hati jenderal itu merasakan rasa lega!..... Melihat petapa perhatiannya kaisar Zhuang terhadap putri nya itu, ia pun menjadi sangat yakin bahwa pernikahan ini akan membawa kebahagiaan.


Saat An xia telah berhasil mendaratkan kakinya di tanah, ia pun mendongakkan kepalanya untuk menatap sang kaisar Zhuang. “Terimakasih atas perhatian yang mulia! ” Ucapnya berterimakasih.


Namun, Ucapan terimakasih yang terasa begitu asing di telinga kaisar itu pun membuatnya mengerutkan dahinya dengan tidak senang. “Begitukah caramu berterima kasih kepada suamimu sendiri?” Tanyanya dengan berbisik.


Mendengar itu, An xia tersenyum begitu manis. Sebuah senyum manis yang di paksakan. “A-Zhu, jangan macam macam!.... kau tahu sendiri kalau ayahku dan yang lain saat ini tengah menatap kita. ” Bisiknya balik dengan nada teguran.


Wajah kaisar Zhuang masih nampak datar dan dingin, namun hatinya kini berdebar kencang ketika melihat raut wajah An xia yang begitu menghibur.


Jika saja saat ini disekitarnya sedang tidak ada orang, maka sudah dipastikan kalau kaisar itu akan melakukan hal yang semena mena.


Di sisi lain, An chen yang secara tidak sengaja mendengar dan melihat kejadian di antara dua sejoli itupun memutar matanya dengan malas.


Sedangkan An xia dan kaisar Zhuang mendengar dengan jelas bagaimana cara An chen mendengus, namun kedua orang itu lebih memilih untuk tidak memperdulikan nya.


Dengan salah satu tangan yang masih menggenggam tangan An xia, kaisar itupun melirik kearah An Changyi dan berkata. “Jenderal besar, aku telah menyiapkan sebuah paviliun untukmu beristirahat.... Begitu juga denganmu, tuan muda kelima An!” Ucapnya sambil menatap ke arah An chen.


Kemudian pandangan kaisar itu beralih untuk melirik beberapa pelayan yang kini tengah berbaris dengan rapih selagi menunggu perintah.


“Antarkan Jenderal besar An dan tuan muda kelima An!!” Perintahnya singkat dengan begitu tegas.


Mendengar perintah Kaisar itu, para pelayan pun patuh dan langsung memberikan arahan kepada An Changyi dan An chen untuk mengikuti mereka.


Sebelum pergi, An Changyi terlebih dahulu membungkuk dan berkata. “Kalau begitu, aku pamit undur diri.... yang mulia kaisar Han!” Ucapnya lalu kemudian melangkah pergi.


Begitu juga dengan An chen. Bocah laki laki itu membungkuk kemudian melirik ke arah kaisar Zhuang dan An xia secara bergantian. “Kakak kaisar, kakak kedua.... An chen pamit! ” Ucapnya kemudian berbalik dan mengikuti keamanan pun para pelayan mengantarkannya.

__ADS_1


Melihat kalau kedua orang itu telah pergi, kaisar Zhuang pun segera menarik tangan An xia untuk berjalan bersamanya menuju ke suatu tempat. “Ayo, ikutlah denganku!” Perintahnya.


...»»————>❀<————««...


Langkah kaki kaisar Zhuang dan An xia kini telah memasuki sebuah halaman yang terletak di paviliun utama setelah paviliun feng huang 【凤凰】.


Sebelum kembali melangkahkan kakinya, kaisar itu terlebih dahulu melirik kebelakang, tepatnya ke arah para pelayan dan prajurit yang mengikutinya.


“Pergi! ” Perintahnya dengan singkat dan tegas.


Aurah dingin dan mengintimidasi yang terpancar dari dalam diri kaisar itupun membuat para pelayan dan prajurit segera pergi tanpa berkata apapun.


An xia menatap kepergian para pelayan dan prajurit itu dengan tatapan rumit. Namun saat pandangannya tidak lagi melihat keberadaan mereka...... Tiba tiba sepasang tangan kekar melingkar sempurna di pinggang rampingnya.


Untuk sesaat, An xia merasa sedikit terkejut. Kemudian ia menoleh kebelakang untuk menatap pria yang kini sedang memeluk nya dengan begitu mesra. “A-Zhu, apa__” Sebelum sempat An xia menyelesaikan aksi protes nya.


Tiba tiba, tanpa rasa ragu dan malu sedikitpun kaisar Zhuang dengan segera menerkam bibir merah menggoda An xia.


Ciuman yang tiba tiba itupun membuat kedua mata An xia terbelalak selagi kedua tangannya menyentuh lengan kaisar yang berada di pinggang nya.


Setelah beberapa saat, kaisar itu pun melepaskan bibir nya dari bibir An xia. Salah satu tangannya menyentuh pipi An xia selagi tangan yang lain membelai perut rata dimana anaknya tumbuh sekarang.


“Bagaimana keadaanmu?..... apakah mereka telah menyakiti mu?” Tanya kaisar Zhuang kepada An xia.


Dari ekspresi wajah nya, kentara jelas kalau kaisar itu saat ini sedang begitu mengkhawatirkan keadaan sang pujaan hati yang kini tengah mengandung penerusnya.


Namun kedua mata tajam kaisar itu nampak mengobarkan api amarah. Dalam hati ia bersumpah akan membinasakan mereka mereka yang telah lancang berniat melukai keluarganya.


Sedangkan An xia yang melihat rasa khawatir bercampur marah dalam diri kaisar itu pun segera membalikkan badannya untuk saling berhadapan.


Kedua tangannya terkalung mesra di leher kaisar Zhuang selagi kedua matanya menatap dengan dalam. “A-Zhu, aku baik baik saja!.... kau tidak perlu khawatir, mereka tidak akan bisa melukaiku dengan begitu muda. ” Ucapnya dengan lembut, namun kemudian ia tersenyum keji. “.... Akan tetapi, aku masih menginginkan kepala mereka semua!..... A-Zhu, aku ingin melihat kepala mereka berada di bawah kakiku!! ” Mintanya dengan sedikit nada manja.

__ADS_1


__ADS_2