Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Posisi ternyaman.


__ADS_3

Selagi An Wei, sang selir kedua masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Besi yang tadinya digunakan untuk menyiksa An Zhuu pun kembali di panaskan.


Mereka sengaja tidak membangunkan An Wei karena An Xia memiliki inisiatif untuk memberikan selir itu sebuah kejutan hangat nanti.


Bahkan saat ini An Xia nampak begitu antusias dan tidak sabaran. Gadis itu benar benar merasa penasaran dengan reaksi menggemaskan An Wei, sang selir kedua saat kejutan hangat darinya itu di mulai.


Kaisar Zhuang yang sedari tadi merasa di abaikan oleh An Xia pun merasa kesal!!..... seumur hidup ini, hanya gadisnya lah yang berani mengabaikan dirinya.


Kaisar itu pun mendesah tak berdaya, kemudian ia mengecup pipi An Xia sing lalu berkata. “Sayang, suamimu di sini!! kenapa kau mengabaikannya?!! ” Ucapnya dengan nada penuh pengancaman. Namun maksudnya hanya untuk mengingatkan An Xia agar tidak mengabaikan dirinya.


An Xia yang mendengar ucapan kaisar itupun menoleh kebelakang dan membalikkan tubuhnya agar bisa saling bertatapan. “A-Zhu, tunggu sebentar lagi!.....” Kemudian, kedua tangan gadis itu menangkup kedua sisi wajah kaisar Zhuang. “.... Setidaknya sampai yang satu itu selesai!! ” Ucapnya dengan sedikit bumbu bumbu manja, berharap dengan demikian kaisar di hadapannya itu akan luluh.


Lihatlah kedua mata An Xia yang saat ini berkilau bagaikan permata, dan lihatlah betapa manis dan manjanya gadis itu saat berbicara dengannya.


Jika sudah seperti itu, bagaimana bisa kaisar Zhuang tega hati untuk memaksanya?!!!


Menghela nafas berat!


Hanya itulah yang bisa ia lakukan dikala menghadapi sang pujaan hati. Kaisar itu kini yakin kalau hatinya sekarang telah benar benar dikuasai oleh An Xia.


“Cek! baiklah, baiklah!!..... aku akan menunggu, kau lanjutkan saja!” Ucapnya dengan nada ketus.


Walaupun wajahnya kini nampak masam dan kesal, namun kedua tangan kaisar itu sedari tadi masih tetap melingkar erat di perut gadisnya.


Dan hal itupun membuat An Xia terkekeh geli, lalu tanpa aba aba gadis itu pun mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir seksi kaisar Zhuang. “Bersabarlah, dan berhentilah memasang wajah seperti itu!” Tegur nya dengan lembut.


Setelah itu, An Xia kembali membalikkan badannya untuk menatap sang selir kedua yang sampai saat ini belum sadar-sadar juga.


“Besi itu sudah kembali panas, karena itu cepat lanjutkan permainan!!” Perintah An Xia dengan tegasnya.


Besi yang telah di panaskan kembali itu keluar dari bara api, Warnanya pun juga kembali menjadi merah menyala. sama sama mengerikannya dengan yang tadi.

__ADS_1


Tanpa membangunkan ataupun memberi aba aba kepada An Wei, besi panas itu langsung didekatkan ke wajahnya dan....


Creeessss!!!.......


Saat besi panas dengan warna merah menyala itu menyentuh kulitnya, kedua mata An Wei terbuka lebar. Dan saat ia telah sepenuhnya sadar, teriakan kencang yang mengekspresikan rasa sakit pun kembali terdengar dan menggema di ruangan itu.


“Aaaaaa!!!!.... sakit!!! apa yang kalian lakukan!!!! ” Teriak selir itu seraya menahan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.


Bukannya tadi ia sudah memohon?.... dan bukannya tadi ia sudah meminta maaf?...... lalu, kenapa mereka masih tidak ingin melepaskannya?!!!


Sama halnya dengan sang selir pertama, An Zhuu tadi. kini An Wei pun juga merasakan rasa sakit yang sama.


Entah sesakit apakah itu. Namun, nampaknya sang selir kedua ini lebih lemah dari pada sang selir pertama.


An Xia pun berdecak kesal. “Cih!! hanya sebatas itukah?..... benar benar membosankan!!” Gerutunya saat melihat betapa mudahnya An Wei kembali pingsan tanpa ada drama yang berkelanjutan.


Kemudian, An Xia menoleh kebelakang. tepatnya di sisi pojok ruangan dimana tempat berdirinya ketiga bawahan yang setia itu. “Kalian, lakukan saja sesuai rencana!! aku ingin kembali ke kediaman!!” Perintahnya tegas lalu melangkahkan dengan hentakan kaki yang cukup keras, menunjukkan kalau gadis itu kini benar benar kesal.


Namun, baru dua langkah ia berjalan. tiba tiba sebuah tangan kekar menghentikannya dan menggendong tubuhnya dengan begitu mudah.


“Kau sudah selesai bermain bukan?... maka sekarang diam dan patuh!!” Ucapnya dengan tatapan tajam, sengaja ia gunakan untuk membuat An Xia berhenti memberontak.


Dan berhasil!!.... gadis itu kini diam dan lebih memilih patuh. entah mengapa saat ini ia merasa sulit untuk menolak kaisar itu.


Melihat itu, kaisar Zhuang pun tersenyum dengan begitu puas dan kembali melangkahkan kakinya.


Namun, sebelum itu ia menoleh kearah tiga orang yang tidak lain adalah Fai, Rui, dan Annchi tadi. “Kenapa kalian masih diam? cepat lakukan sesuai perintah!!” Ucapnya lalu pergi dengan An Xia yang berada di dalam gendongannya.


Fai, Rui, dan Annchi yang sedari tadi berpura pura menjadi orang buta akan kelakuan kedua pasang kekasih itu kini menghela nafas.


Bisa bisanya kedua orang itu!!....

__ADS_1


Bermesraan di saat saat seperti ini?.... benar benar tidak dapat di percaya!!


...»»————>❀<————««...


Malam kini semakin larut, dan kini kaisar Zhuang dan An Xia telah kembali ke kediaman Jenderal besar An.


Masih dengan posisi kaisar Zhuang yang menggendong An Xia. Ia dengan santainya melangkah masuk kedalam kamar gadisnya, dan tanpa memperdulikan keadaan para pelayan dan pengawal kediaman ini yang sampai sekarang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Setelah masuk dan mengunci pintu kamar, kaisar Zhuang pun membaringkan tubuh An Xia di atas ranjang dengan perlahan dan penuh kehati hatian.


“Tidurlah! mungkin besok akan sangat melelahkan. ” Ucap kaisar itu dengan lembut.


An Xia pun hanya mengangguk, kemudian ia memegang tangan kaisar Zhuang sambil berkata. “Tidurlah bersamaku!!.... aku tak bisa tidur sendiri.” Ucapnya dengan manja.


Mendengar itu, kaisar Zhuang pun mengangkat salah satu alisnya dan tersenyum penuh arti. “Rupanya kau sekarang sangat menyukaiku sampai sampai tak bisa tidur sendiri!” Godanya.


An Xia mendengus kesal. Sebenarnya ia bukanlah tipe orang yang manja, namun entah apa yang terjadi dengannya belakangan ini.


Jika dirinya berada di dekat kaisar itu, ia sama sekali tidak bisa menahan diri untuk bersikap manja layaknya seekor kucing!


Dengan wajah yang merona merah karena malu, An Xia berkata. “Bukan aku yang menginginkannya!! tapi anakmu sendiri yang ingin!!” Ucapnya yang dibalas dengan senyuman aneh dari kaisar Zhuang.


“Baiklah, bagai mana bisa aku menolak keinginan anakku ini?!” Ucap kaisar Zhuang sambil mencium perut An Xia lalu ikut berbaring di samping gadisnya itu.


An Xia pun tersenyum, kemudian gadis itu mencari posisi ternyaman di dalam pelukan kaisar Zhuang.


“Sayang, jangan banyak bergerak! ” Tegur kaisar Zhuang kepada An Xia.


An Xia pun berhenti bergerak. Namun, beberapa detik kemudian. “A-Zhu! ” Panggilnya.


“Hemm”

__ADS_1


“Aku ingin tidur di atasmu!”


“Kau ingin menyiksaku, sayang?!!”


__ADS_2