
Dengan jawaban Fai yang tidak terduga itu, bagaimana bisa Annchi tidak terkejut?!!
Seorang Kaisar dari Kerajaan tetangga yang terkenal akan kekejaman dan hati bekunya.... saat ini sedang bersama dengan nona nya, di dalam kamar, dan hanya berdua saja!!!
Annchi menelan air liurnya dengan kasar. Jadi, ayah dari bayi dalam kandungan nona nya itu benar benar Kaisar Han?
“Kau serius Fai? ” Tanya Annchi yang masih sulit untuk mempercayai keajaiban ini.
Fai pun mengangguk. “Tentu saja aku serius!!.... mungkin sebentar lagi kau akan di panggil ke dalam.” Ucapnya kepada Annchi.
Mendengar kalau dirinya akan dipanggil kedalam, mata Annchi pun terbelalak. “Apa?!! ke... kenapa? aku tidak melakukan kesalahan apapun!!” Ucapnya yang merasa takut jika harus bertemu dengan sosok Kaisar Han.
“Bukan hanya dirimu, tapi aku dan Rui juga akan di panggil!!” Jawabnya dengan cepat sebelum gadis pelayan dihadapannya ini menggila.
Annchi terdiam, itu artinya ia tidak akan menemui Kaisar itu sendirian. Dan dengan begitu ia bisa sedikit merasa lega. “Lalu, kenapa kita dipanggil?” ia bertanya kepada Fai.
Fai menggelengkan kepalanya. “Mana aku tau?!....mungkin hanya sekedar menceramahi tentang menjaga nona pertama An. ” Jawabnya asal.
“Begitukah?.... Lalu, dimana kak Rui saat ini? ” Tanya Annchi yang sedari tadi sama sekali belum melihat keberadaan Rui.
...»»————>❀<————««...
Di saat Annchi tengah bingung mencari keberadaannya, Rui saat ini justru sedang berjongkok di atas sebuah atap bangunan.
Lebih tepatnya paviliun milik selir pertama, An zhuu.
Sedari tadi, Rui selalu memperhatikan gerak gerik kedua selir itu atas perintah An Xia. Karena dari perkiraannya, kedua selir itu cepat atau lambat pasti akan memikirkan sebuah siasat untuk menyingkirkan nona nya, yaitu An Xia.
Dan benar saja!!
__ADS_1
Kini kedua selir itu sedang serius membahas tentang rencana pembunuhan untuk An Xia. Tak hanya An Xia, namun nyonya besar An yang tidak lain adalah ibu kandung An Xia pun masuk kedalam daftar mangsa mereka.
Sang selir pertama, An Zhuu kini meneguk tehnya untuk menghilangkan dahaga.
kemudian ia tersenyum licik dan berkata. “Aku tidak ada masalah jika harus membayar banyak orang untuk membunuh ibu dan anak ular itu!!.... dengan kematian mereka, aku sudah lebih dari cukup untuk merasa puas!! ” Ucapnya kepada selir kedua, An Wei.
Dengan sebuah senyum puas dan anggukan kecil dari An Wei, ia sama seja telah menyetujui ucapan daring sang selir pertama itu.
“Kakak benar, ibu dan anak itu memang sangat mengganggu!!.... dan pantas untuk di singkirkan.” Ucap selir kedua, An Wei.
Mendengar semua pembicaraan itu, sebuah seringai iblis kini terukir di wajah Rui.
“Heh!!... ingin membunuh nona An?.... mari kita lihat siapa yang akan terbunuh nanti!! ” Gumam Rui dalam hati.
Setelah mendapat informasi penting, Rui pun bergegas pergi dari paviliun itu untuk segera melaporkannya kepada An Xia.
...»»————>❀<————««...
Siapa lagi kalau bukan An Xia dan Kaisar Zhuang...
Annchi sedari tadi tidak pernah berhenti melirik dan mengagumi kedekatan antara nona nya dengan sang kaisar dari Kerajaan Han.
Jika sang nona pertama An terlihat begitu cantik bak seorang dewi bunga, di sisi lain Kaisar Han pun juga terlihat begitu tampan bak seorang Dewa.
Mereka berdua itu.... bagaikan sepasang dewa dewi yang turun ke bumi!!!
“Pantas saja nona jatuh hati kepada Kaisar dari Kerajaan Han! rupa rupanya sang kaisar memang jauh lebih tampan dari pangeran kedua.” Annchi bergumam dalam hati.
Kemudian, Annchi melirik tangan Kaisar Zhuang yang melingkar di pinggang An Xia dengan begitu mesranya. “Ya ampun!! mereka begitu mesra, pantas saja nona begitu cepat hamil.” Lagi lagi Annchi bergumam dalam hati dengan membayangkan hal yang tidak tidak.
__ADS_1
Bahkan tanpa sadar, dirinya saat ini tengah tersenyum senyum sendiri seperti seseorang yang kehilangan akal.
Rui yang melihat adiknya kurang menjaga sikap di depan nona nya dan terutama di depan Kaisar dari Kerajaan Han pun segera menegur dengan melemparkan sebuah tatapan tajam.
Tatapan yang seolah olah mengatakan ‘Jaga sikap atau nona akan memenggal mu’ Itu berhasil membuat senyum di wajah Annchi seketika luntur.
An Xia yang sedari tadi memperhatikan merekapun hanya bisa menghela nafas dan geleng geleng kepala untuk memaklumi nya.
Kemudian, An Xia menatap Kaisar Zhuang yang kini duduk tepat di sampingnya, dan tengah menatap kearahnya dengan penuh melembutkan walaupun wajahnya masih terlihat datar.
“A-Zhu, kau masih mengingat ucapan mu kan?” Tanya An Xia yang dibalas dengan anggukan kecil oleh Kaisar Zhuang.
Kemudian ia mengangkat dagu An Xia dengan telunjuknya, lalu berkata. “Tentu aku mengingatnya!.... jadi, apa yang permaisuriku inginkan?” Tanyanya kepada An Xia.
An Xia tersenyum tipis, kemudian ia berkata. “Aku menginginkan nyawa kedua selir ayahku!!” jawabnya dengan pancaran mata yang seolah olah haus akan tumbal.
Nyawa kedua selir?.... itu bukanlah hal yang besar bagi seorang Kaisar Zhuang!
Jika demi sang pujaan hati, nyawa siapapun pasti akan ia berikan!!
Kaisar itu mengangguk untuk mengiyakan permintaan An Xia. “Baiklah, aku akan melakukannya!.... Namun aku penasaran, mengapa kau menginginkan nyawa merek? ” Tanya Kaisar Zhuang kepada An Xia.
Bukannya langsung menjawab, An Xia justru melirik ke arah Rui dan berkata. “Rui, katakan apa saja yang telah kau ketahui!! ” Perintahnya.
Mendengar kalau nona nya telah memberi perintah. Rui pun mengangguk dan mulai bicara. “Selir pertama dan selir kedua merencanakan pembunuhan untuk mona pertama dan nyonya besar An! ” Ucapnya yang merangkum semua informasi dan menjelaskannya secara singkat.
An Xia yang mendengar rencana pembunuhan untuk dirinya dan ibunya itu nampak begitu tenang, seolah olah gadis itu telah menebak semua ini.
Sebaliknya, Kaisar Zhuang yang mengetahui kalau ada yang mengincar nyawa sang pujaan hatinya itu kini mengerang marah!!
__ADS_1
Kedua telapak tangannya kini terkepal erat. Berani beraninya dua selir rendahan itu!!!.....
Dengan ekspresi wajah yang mengerikan dan tangan yang terkepal, Kaisar Zhuang pun berkata. “Ingin membunuh permaisuriku ya?....Hemp!! jangan harap kalian bisa selamat dariku!!!” Geram Kaisar itu.