
Setelah mengantarkan Sang jenderal beserta tuan muda pertama keluarga An.....An yueyin sang istri sah dari jenderal beserta kedua selir yaitu. selir pertama An Zhuu, dan selir kedua An wei......mereka segera pergi ke taman untuk berbincang bincang dan minum teh bersama.
Saat sudah berada di taman....mereka bertiga duduk di meja dan kursi yang ada di sebuah gapura yang ada di ujung taman.
Mereka duduk dan berbicara dengan begitu akrap...bahkan mereka terlihat seperti saudara. Namun siapa yang tahu kalau itu semua hanyalah topeng belaka..........saat berbicara mereka mengeluarkan kata kata yang manis dengan suara dan nada yang lembut. tapi tidak dengan makna dari setiap kata yang keluar.....
Setiap kalimat yang keluar dari mulut mereka.....mengandung sindiran, hinaan, dan rasa banga pada diri sendiri.
"Kakak, apakah kau menyadari perubahan dari sifat An Xia?" Tanya An wei selir kedua.
An yueyin menunduk, ia melihat bayangannya yang ada pada cangkir teh yang ia pegang."Huff.....aku juga tidak tau adik. tapi yang jelas aku merasa bersyukur atas perubahannya."Jawabnya lalu meminum teh yang ada di tangannya dengan tenang.
"Hem....tapi kakak, apa kau tahu tentang putrimu yang bermain alat musik dari para pelayan pelayan?" Tanya An Zhuu selir pertama.
An yueyin hanya menoleh dan memberikan senyum terbaiknya."Tentu aku tahu itu.....hal itu sudah menyebar di mana mana."Setelah menjawab ia meletakan cangkir teh miliknya.
An wei selir ke dua kini memiliki sebuah ide untuk menghina An xia di depan An yueyin.
"Tapi...bukankah dulu xia'er tidak bisa apa apa?" An wei bertanya dengan menekankan kata kata(tidak bisa apa apa) untuk membuat An yueyin merasa tersinggung.
An zhuu selir pertama kini tersenyum."Itu benar kakak....sejak kapan xia'er bisa memainkan alat musik. Bukankah ia tidaklah berbakat?" Selir itu bertanya untuk menyulut amarah An yueyin.
Sedangkan sebelum An yueyin menjawab. ucapannya terhenti oleh teriakan pelayan.
"Nyonya besar......nyonya besar.!!!!!" teriak pelayan itu memanggil manggil An yueyin.
__ADS_1
An yueyin beserta kedua selir itu menoleh secara bersamaan....An yueyin berdiri dari duduknya."Ada apa....kenapa kau teriak teriak?!" Ia bertanya pada pelayan itu.
Pelayan itu membungkuk."Saya melihat ketiga nona muda sedang berdebat." Ucap pelayan itu dengan cepat.
" Apa!!!!!!..." pekik ketiga wanita itu bersamaan.
Setelah itu tanpa pikir panjang ketiga wanita itu langsung berjalan dengan tergesa gesah menuju tempat dimana ketiga nona muda itu berdebat.
Saat mereka sampai yang mereka lihat adalah An fengying yang terduduk di tanah sambil memegang pipinya menggunakan tangan kanan, dan An shilin yang di tampar oleh An Xia sampai pingsan.
Melihat putrinya yang pingsan setelah di tampar oleh An Xia, membuat emosi selir kedua An wei mengebu ngebu.
"Apa yang terjadi di sini......An xia!!!!... kau... beraninya kau menyakiti putriku!!!" Teriak selir itu sambil menghampiri An shilin yang sedang tidak sadarkan diri.
An xia tersenyum sinis, gadis itu melipat tangannya di depan dada, kemudian ia berkata.......
An yueyin berusaha keras untuk tidak tersenyum puas dengan perilaku anaknya An xia.....sedangkan Selir pertama An zhuu, kini menatap An xia dengan sengit."Tapi mengapa?.... kau sampai menampar mereka.....kau adalah kakaknya" ucapan itu keluar dari mulut An zhuu sang selir pertama.
An Xia menaikan satu alisnya. gadis itu menatap kedua selir ayahnya dengan pandangan remeh." Heh....mengapa kau bilang?......Kau tanya saja pada anak tidak sah mu itu...." jedanya sambil menunjuk nunjuk kedua anak selir itu.".....Mereka dengan lancang mengkritik dan menghina diriku!!!" ucapnya dingin dengan aura membunuh.
Kedua selir itu bergidik ngeri, punggung mereka berkeringat dingin, kaki mereka bergetar seolah tengah melihat hantu......yah tidak heran. Aura pembunuh An Xia lebih mengerikan daripada bertemu hantu.
An Xia merasa sudah cukup membuat mereka takut.Gadis itu membalikan tubuh, membelakangi mereka dan menatap ibunya.
"Ibu ayo kita pergi dari sini." ajaknya seraya melangkah pergi diikuti oleh An yueyin.
__ADS_1
Tapi baru empat langkah.....An xia berhenti dan melirik selir selir beserta anak mereka seraya berkata dengan tegas."Kalian berdua adalah seorang selir, dan anak kalian adalah anak tidak sah karena lahir dari rahim seorang selir jadi........kalau kalian masi ingin tinggal dengan nyaman di kediaman ini maka kalian harus tahu batasan kalian......" Jedanya. "......Kalau tidak. kalian bisa saja diusir dari kediaman ini untuk selama lamanya!!!!." setelah mengucapkan itu, An xia melanjutkan langkahnya meninggalkan mereka yang sedang menundukkan kepala menahan emosi yang hampir memuncak di ubun-ubun.
Kini An xia dan ibunya An yueyin sedang berjalan bersama sama mengelilingi taman.
An Xia membuka suaranya." Ibunda, aku tau kedua selir itu pasti sering mengusik mu. Ibunda adalah seorang istri sah di kediaman ini.....sekali kali ibunda juga harus mengambil keputusan yang tegas agar para selir dan kedua anak selir itu tau diri dan batasan mereka." tegur An xia kepada ibunya.
Sedangkan An Yueyin?..........dia merasa aneh sebagai seorang ibu."Apa ini?.......Anakku yang belum menikah menasehati ku tentang bagaimana mengurus rumah tangga!!!...... Rupanya aku kalah bijak dengan anakku sendiri".Ucapnya dalam hati.....ia tidak tahu harus bangga pada kebijakan putrinya atau merasa miris dengan dirinya sendiri karena dinasehati oleh Purtinya itu.
An xia dapat membaca pikiran ibunya dari kerutan yang ada pada sang ibundanya itu.
An xia menghela nafas." Maaf jikalau perkataan putrimu ini menyinggung dan menyakiti hati ibunda.......percayalah, putrimu ini hanya ingin yang terbaik untuk ibunda." ucapnya sopan dan lemah lembut.
An yueyin tersenyum melihat putrinya yang begitu pintar dalam membaca pikiran orang lain. Ia terkekeh pelan " Rupanya putriku sudah tumbuh menjadi gadis yang cerdas......ibunda mu ini mengerti, kata katamu itu tidak salah.Memang ibunda selama ini terlalu lembut terhadap mereka dan mengabaikan kesalahan mereka itu."
An xia tersenyum lalu ia berkata." putrimu ini merasa senang atas pengertian ibunda.......putrimu ini mohon pamit. masih ada sedikit hal yang harus di urus." Ucapnya lalu melangkah pergi setelah menerima anggukan kecil dari ibunya.
An yueyin menatap punggung putrinya yang perlahan menjauh."Ya ampun.....sifat putriku terlalu dewasa untuk gadis seumuranya." lalu wanita itu tersenyum miris"*bahkan dia lebih dewasa dibandingkan diriku yang adalah ibu*nya!!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
♣Jangan lupa comment💬,Like👍,dan❤.
__ADS_1
Terima kasih telah membaca novel ini