
Tatapan An Xia kini masih tertuju kepada kaisar Zhuang yang saat ini sedang melepas mahkota di kepalanya dan juga lapisan luar pakaiannya.
Melihat itu, An xia pun segera berkata. “A-Zhu, apakah kau akan bermalam di sini?... bersama ku?!! ” Tanyanya dengan sedikit nada panik.
Kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya, dan dengan santai ia menjawab. “Tentu saja!... kenapa tidak?.... Sayang, kau adalah permaisuri ku. ” Ucapnya.
Mendengar itu, An xia pun segera mendudukkan dirinya, kemudian berkata. “Tapi, semua orang tau kita belum menikah!.... bagaimana kalau para pelayan__” Sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, sebuah kecupan lembut dan penuh cinta pun mendarat dan membungkam bibir nya.
Selang beberapa saat, kaisar Zhuang pun melepaskan ciumannya dari bibir An xia. “Walaupun mereka tau, apa yang bisa mereka lakukan?.... ” Tanyanya, namun An xia hanya terdiam tanpa berniat menjawab. “.... sayang, mereka hanyalah seorang pelayan!.... berani membicarakan hal buruk tentang keluarga kerajaan maka Kepala mereka akan menghilang!! ” Ucapnya lagi.
Untuk sesaat, An Xia nampak termenung dan sedang memikirkan sesuatu. Apa yang kaisar itu ucapkan tidaklah salah!!.... jika para pelayan menyebarkan rumor buruk mengenai anggota kerajaan, maka hukuman yang pantas adalah mati.
Sedangkan kaisar Zhuang kini merebahkan tubuhnya di samping An xia tanpa menunggu persetujuan dari gadis itu. “Apa yang kau pikiran?.... cepatlah tidur!! ” Perintah nya seraya menarik tangan An xia agar jatuh ke dalam pelukannya.
An xia yang kini berada di dalam peluk kan kaisar Zhuang pun tersenyum, membenamkan wajahnya di dada bidang itu dan diam diam mendengar suara detak jantung dari pria yang ia cintai.
Entah mengapa suara detak jantung kaisar Zhuang itu selalu berhasil membuat pikirannya tenang.
Di sisi lain, kaisar Zhuang yang menyadari kalau gadisnya itu begitu nyaman berada di dalam pelukannya pun merasa gembira. “Sayang, kau semakin manja.... aku menyukainya! ” Gumamnya yang berbisik kepada An xia.
Namun sama sekali tidak ada jawaban dari An xia. Gadis itu kini hanya diam dengan nafas yang teratur.
Kaisar Zhuang melirik kearah An xia, dan mendapati kalau gadis itu kini telah tertidur dengan begitu lelapnya di dalam pelukannya yang hangat.
Menyadari hal itu, Kaisar Zhuang pun semakin mengeratkan pelukannya dan ikut terlelap dalam arus mimpi.
...»»————>❀<————««...
Keesokan harinya semua orang kini nampak begitu sibuk dengan acara pernikahan yang akan segera di gelar. Para pelayan kini tengah berlalu lalang ke sana ke mari untuk menyelesaikan tugasnya masing masing.
__ADS_1
Sepertinya, hari ini adalah hari yang begitu sibuk bagi semua orang!
Terutama sang pengantin wanita yang kini tengah mempersiapkan dirinya dengan dibantu oleh para pelayan.
Sosok Cantik bak dewi kini berdiri dengan begitu anggun di hadapan sebuah cermin. pakaiannya yang berwarna merah dengan sulaman benang emas pun menambah aura kecantikan nya.
Rambutnya yang telah di tata sedemikian rupa pun kini di hiasi dengan berbagai perhiasan dari emas.
Melihat pantulan diri nya di cermin, An xia pun tersenyum dengan begitu puas. Sedangkan para pelayan yang melihat kecantikan dari sang permaisuri itupun hanya bisa mengaguminya dan diam diam merasa iri dalam hati.
Andaikan kecantikan itu adalah milik mereka, akankah mereka juga akan memiliki nasib beruntung dan menjadi seorang permaisuri?
Kepala pelayan yang sedari tadi mengawasi persiapan pun kini tersenyum dan berkata. “Nona pertama An, anda terlihat begitu menawan! ” Pujinya.
Kemudian, ia tersadar akan waktu. “Ah!... Persiapan telah selesai, kini saatnya upacara pernikahan!!” Ucapannya dengan setengah berseru.
...»»————>❀<————««...
Bagi sebagian orang pernikahan antara sang kaisar Han dan nona pertama An adalah sebuah hal yang begitu membahagiakan.
Melihat kedua pasangan pengantin dengan pakaian berwarna merah yang begitu selaras itupun membuat senyum di wajah semua orang mengembang dengan begitu indah.
Namun, itu berlaku sebaliknya dengan seseorang yang kini bersembunyi di balik kegelapan. Tatapannya kini terlihat penuh akan luka dan amarah, kedua tangannya kini terkepal erat selagi hatinya terasa perih akibat melihat gadis yang ia cintai menikah dengan pria lain.
“Xia'er, kau benar benar menikah dengannya!! ” Gumam orang itu yang tidak lain adalah sang pangeran kedua Zhang Liang.
Andaikan saja saat itu ia berhati-hati, maka kesalahan itu tidak akan terjadi dan kini yang menikah dengan gadis bermarga An adalah dirinya.
Walaupun tau kalau hati nya akan semakin terluka jika melihat pemandangan ini, akan tetapi entah mengapa pangeran itu masih saja berbuat nekat.
__ADS_1
Salah satu tangan pangeran itu terangkat dan menyentuh dadanya yang kini terasa begitu sesak, bahkan hatinya kini terasa pedih dengan torehan luka tak kasat mata.
Dan sebutir air suci pun kini menetes dan mengalir secara perlahan menuruni wajah tampannya. “Biarkan luka ini ada!... dengan begitu, tekat ku untuk merebut mu kembali akan semakin kuat!!” Gumamnya, kemudian melesat pergi dan hilang entah kemana.
...»»————>❀<————««...
Usai upacara pernikahan berlangsung dan kedua pengantin telah sah menjadi pasangan suami istri. Kini adalah saat dimana pesta pernikahan berlangsung.
Kaisar Zhuang kini nampak sedang menyambut para tamu. Walaupun ekspresi di wajahnya kini terlihat datar dan dingin, namun sebagian orang dapat dengan jelas melihat binar kebahagiaan di kedua matanya.
Sedangkan sang pengantin wanita kini langsung digiring oleh para pelayan menuju kamar pengantin yang telah di siapkan.
Para pelayan yang mengantar An Xia kini nampak tersenyum penuh arti kearahnya.
Melihat perawakan An Xia yang terlihat begitu polos dan lugu, para pelayan yang nampak lebih tua darinya pun berkata. “Yang mulia, malam ini adalah malam pertama kalian!... semoga kabar mengenai hadirnya malaikat kecil segera terdengar di Kerajaan ini.” Ucap pelayan itu dengan nada gurauan.
Sedangkan Annchi yang tidak sengaja mendengar nya pun sedikit menegang dan berkata. “Hei!!... apa... apa maksud ucapan mu itu!!” Ucapnya dengan sedikit nada marah.
Dalam hati Annchi berfikir kalau pelayan itu saat ini telah mengetahui rahasia An xia yang kini telah menjadi permaisuri.
Sedangkan pelayan tadi kini mengerutkan dahinya. Berfikir kalau Annchi saat ini tengah menegurnya karena menggoda sang pengantin wanita yang masih polos, ia pun terkekeh.
Di sisi lain, An xia yang mendengar itu semua pun tertawa keras dalam hati. “Hahaha!! malam pertama ya?! ” Tanyanya yang merasa sangat lucu dengan hal itu.
Setelah An Xia berada di dalam kamar pengantin, para pelayan pun segera meninggalkannya dan berjaga di luar ruangan.
Sedangkan An Xia kini nampak sedang memperhatikan setiap sudut ruangan yang dihiasi dengan taburan kelopak bunga mawar yang terlihat begitu indah.
Dengan santai, ia mendudukkan dirinya di tepi ranjang dan menunggu sang suami datang dan menemuinya.
__ADS_1
Samar samar An Xia dapat mendengar suara tawa yang tertahan dari luar. Nampaknya Annchi bersama dengan para pelayan yang lain saat ini tengah berguru dan membicarakan hal yang tidak tidak.