Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Mengarang cerita


__ADS_3

An xia selesai dengan acara mandinya dan berendamnya, ia kemudian memakai sebuah kain putih yang ia lilitkan ketubuhnya lalu keluar dari kamar mandi.


An xia menatap Annchi dengan tatapan antusias. “Lalu kenapa?.... aku memiliki ini untuk masuk kesana dengan mudah!!.” Ucap An xia sambil menunjukkan token curiannya itu.


Mata Annchi terbelalak saat melihat sebuah benda yang ada di tangan nonanya itu. “Astaga nona!!! bagai mana caranya anda bisa mendapatkan token itu?” Tanya Annchi kepada An xia.


Annchi kemudian menatap An xia dengan tatapan penuh curiga dan menyelidik. “Ja...jangam bilang kalau nona....”


“Ya, aku mencurinya!!” Ucap An xia dengan entengnya.


Annchi menepuk keningnya, ia sudah menduganya..... nonanya itu pasti melakukan sesuatu yang aneh aneh untuk mendapatkan token itu.


Annchi berkeringat dingin, jantungnya terasa berhenti saat mendengar pengakuan dari An xia.


Nonanya itu memang sudah gila!!...


“Nona, bagaimana bisa anda mencuri barang milik orang lain?!!!.... itu tidaklah baik, jika sampai tuan besar tau tentang ini maka anda akan terkena hukuman!!” Ucap Annchi dengan perasaan kahwatir.


An xia sama sekali tidak memperdulikan ucapan Annchi, ia memutar bola matanya malas lalu berkata. “Kau pikir aku perduli apa?.... yang jelas saat ini aku ingin pergi ke kerajaan Han untuk mencari kesenangan!!” Ucap An xia penuh tekat.


Annchi menggelangkan kepalanya dengan cepat sambil melambai lambaikan kedua tangannya pertanda tidak setuju.


“Aku mohon nona!!!.... jangan melakukan hal itu!!” Annchi terus memohon namun An xia sama sekali tidak memperdulikan hal itu.


An xia menepuk bahu Annchi pelan. “Kau tenang saja!!!.... aku sudah memikirkan sebuah rencana untuk pergi ke sana!!” Ucap An xia dengan prnuh semangat.


Sedangkan saat ini Annchi merasa bingung dan putus asa karena tidak bisa membujuk nonanya untuk membatalkan niatnya pergi ke kerajaan Han itu.


“Apa nona tidak tau?... kaisar yang memimpin kerajaan itu sangatlah kejam dan begitu menakutkan!!” Ucap Annchi yang masih tidak menyerah dan terus berjuang untuk membujuk nonanya itu.


“Aku tidak perduli!!!” Ucap An xia tegas lalu memakai pakaian yang sudah Annchi siapkan tadi.


Mendengar tanggapan dari nonanya itu, Annchi hanya mampu menghelah nafas berat. “Beginilah jika kau memiliki seorang majikan dengan jiwa petualang yang tinggi.” Gumam Annchi dalam hati.

__ADS_1








Hari sudah pagi....


Dan saat ini An xia sedang berjalan menuju paviliun ayahnya untuk meminta izin pergi ke sebuah kuil untuk berdoa, namun yang sebenarnya itu hanyalah sebuah alasan agar dirinya bisa pergi dengan bebas menuju kerajaan Han.


An xia sampai di paviliun ayahnya, namun ia sama sekali tidak melihat keberadaan ayahnya di sana. An xia kemudian bertanya kepada seorang pelayan yang memang kebetulan lewat di sana.


“Tunggu dulu!!” Ucap An xia yang menghentikan pelayan itu.


An xia sedikit merasa terkesan dengan pelayan ini, pelayan ini cukup sopan.


“Nona ini hanya ingin bertanya, dimana keberadaan tuan besar?” An xia bertanya kepada pelayan itu dengan nada bicara yang begitu lembut.


“Menjawab nona, tuan besar saat ini sedang berada di kediaman nyonya besar.” Ucap pelayan itu menjawab pertanyaan dari An xia.


An xia menganggukkan kepalanya. “Baiklah kalau begitu, kau boleh pergi!!... dan terima kasih atas informasinya!!” Setelah mengatakan itu, An xia kemudian pergi menuju tempat di mana ayahnya itu berada.


Sesampainya An xia di paviliun ibunya, ia melihat kalau ayah dan ibunya itu sedang membicarakan suatu hal yang begitu serius.


Itu sudah terlihat jelas dari rau wajah mereka berdua yang terlihat serius saat berbicara.


An xia berjalan mendekati mereka berdua dengan anggun layaknya seorang nona muda bangsawan.

__ADS_1


Saat An xia sudah mendekat, An xia kemudian sedikit membungkuk untuk memeberikan salam kepada kedua manusia yang saat ini sudah menjadi orang tuanya.


“An xia memberi salam krpada ayahnyda dan ibunda!!” An xia memberi salam dengan begitu sopan dan terlihat sangat anggun.


An changyi dan An yueyin menoleh secara bersamaan saat semdengar sebuah suara yang begitu lembut dan merdu dari putri mereka.


An yueyin tersenyum kaku kepada putrinya itu, ia kemudian berkata. “Xia’er, kemari dan duduklah!!” Perintah An yueyin dengan sedikit rasa gugup di dalam dirinya.


An xia mengangguk, ia kemudian duduk di sebuah kursi yang ada di samping ibunya itu.


“Jadi apa yang membuatmu datang kemari?” Tanya An yueyin kepada putrinya itu.


An xia menatap ibunya dengan ekspresi wajah sedih dan juga terlihat begitu tertekan. “Aku tau kalau ayah sudah memberi tau semuanya kepada ibu, aku juga tau kalau ibu paati merasa kecewa denganku.” Ucap An xia dengan suara yang sedikit serak seolah olah ia akan menangis.


Dan itu berhasil membuat hati kedua orang tuanya itu meeasa bimbang. Apakah putri mereka itu memang orang jahat?....


An xia kembali nelanjutkan sandiwatanya, ia menitihkan beberapa air mata, lalu ia menangis dengan tubuh yang gemetar. “Aku tau kalau aku sudah melakukan dosa besar!!! aku....hiks...hiks... aku sudah membunuh seorang wanita yang sedang mengandung bayi yang tidak berdosa!!” Ucap An xia sambil melihat kedua tangannya seolah olah tangannya itu telah terkena noda dari sebuah dosa.


Tapi itu memang kenyataannya....


An xia kemudian menyentuh dadanya, nafasnya mualai tidak beraturan. “Aku sudah melakukan sebuah dosa!!!.... aku adalah orang yang jahat!!!” Ucap An xia sambil menutup mukanya dengan kedua tangan untuk menyembunyikan senyum geli di wajah cantiknya itu.


An changyi dan An yueyin saat ini sedang merasa bingung dengan putri mereka ini, namun saat melihat tangisan yang penuh akan kesedihan dan penyesalan dari putrinya itu, hati mereka menjadi luluh.


Meraka berfikir kalau putri mereka itu bukanlah orang jahat, putri mereka itu hanya berusaha untuk melindungi keluarganya sehingga ia terpaksa harus membunuh wanita itu.


An yueyin tidak tega melihat putrinya itu menangis, ia kemudian memeluk An xia sambil berkata. “Ini bukan salahmu!.... semua yang kau lakukan itu adalah demi keluargamu, jadi jangan merasa bersalah dan bersedih hati!!” Ucap An yueyin dengan lembut untuk menenangkan putrinya.


An xia kemudian berhenti menangis, walaupun ia masih memperlihatkan mata yang berkaca kaca. “Tapi tetap saja!... aku masih merasa belum tenang, semalam aku tidak bisa tidur karena merasa gelisah!!” Ucap An xia dengan raut wajah yang terlihat tegang dan ketakutan.


“Saat aku tidur, aku selalu bermimpi tentang wanita yang aku bunuh itu!!” Kini An xia berucap sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya.


An xia kemudian melanjutkan. “Dalam mimpiku, wanita itu mengendong seorang bayi di tangannya.... ia selalu berkata kepadaku ‘Kau membunuh bayiku!!’ dan hal itu sangat menakutkan!!!” Ucap An xia dengan tubuh yanh semakin gemetar, bahkan wajahnya saat ini terlihat pucat.

__ADS_1


Tentu saja semua yang An xia katakan itu hanya karangan belaka....


An xia mengarang cerita itu untuk menadapat simpati dan kesan baik dari kedua orang tuanya itu agar ia bisa mendapatkan ijin mereka untuk pergi.


__ADS_2