
Aula istana yang tadinya nampak begitu ramai dan meriah kini berubah sepi dengan hawa yang mencekam.
Tidak ada lagi para tamu yang saling berbincang dan tertawa bahagia, apalagi para penari penari yang tadi tampil begitu indah dan memukau.
Di aula itu, hanya terdapat beberapa orang yang kini tengah memasang raut wajah yang kurang enak untuk di lihat.
Takut, tegang, gugup, khawatir, dan marah!..... Semua perasaan itu kini bercampur menjadi satu.
An Changyi dengan hati hati melirik ke arah kaisar yang saat ini duduk di atas tahtanya dengan aura kelam bak seorang pembunuh.
Air muka kaisar itupun nampak begitu tidak bersahabat dengan kerutan kerutan amarah yang begitu mendominasi.
Secara diam diam, An Changyi menghela nafas. “Sebenarnya, masalah apa yang sedang terjadi saat ini? ” Gumamnya dalam hati. melihat betapa kuat suasana tegang ini, tentunya itu adalah sebuah masalah yang sangat besar.
Sedari tadi An Changyi tidak henti hentinya mengkhawatirkan An xia. Di saat saat seperti ini, kemana putri kesayangannya itu pergi?
Tiba tiba, pintu aula yang tadinya tertutup Kini terbuka dan memperlihatkan dua orang wanita berbeda kasta dan dua orang pria dengan status pangeran.
Keempat orang itu berjalan maju dengan kepala yang tertunduk dan berlutut tepat di tengah tengah aula.
Kaisar yang melihat kehadiran mereka berempat pun masih tetap diam. Karena masih ada dua orang lagi yang belum hadir di sini.
Tidak berselang lama setelah kedatangan empat orang itu, pintu aula kembali terbuka. Sosok cantik An xia kini berjalan masuk dengan raut wajah bingung bersama dengan sang adik laki lakinya, An chen.
Melihat itu, kaisar pun mulai angkat bicara. “Nona pertama An, silahkan duduk di tempatmu tadi! ” Perintahnya dengan suara berat, ada sebuah perasaan bersalah yang sangat mendalam dari nada bicaranya itu.
An xia hanya mengangguk dan langsung duduk tanpa berkata apapun. Ketegangan yang menyelimuti ruangan ini sama sekali tidak memberikan ruang bagi seseorang untuk berbicara kecuali di tanya.
__ADS_1
Setelah An xia dan An chen kembali duduk di tempatnya masing-masing, kaisar pun kini melirik ke empat orang yang tengah berlutut di tengah tengah aula bak seorang kriminal itu.
Dengan pancaran mata yang mengerikan, kaisar itu berkata. “Semua yang semestinya hadir kini telah hadir, maka dari itu..... kalian berempat, jelaskan kepadaku apa yang telah terjadi sebenarnya!! ”Ucapnya dengan nada penuh penekanan.
Putra mahkota kini nampak gugup dan sesekali melirik ke arah An xia yang sedang menatap mereka dengan ekspresi wajah bingung.
Putra mahkota itu menelan air liur nya untuk membasahi tenggorokannya terasa kering, kemudian berkata. "Ayahanda, putramu ini mengaku salah!.... karena terlalu banyak minum, aku sampai tidak bisa membedakan seorang pelayan dan istriku sendiri!” Jelasnya, lalu kembali melirik ke arah An xia untuk sekilas.
“Dan karena terlalu banyak minum itu pula aku sampai kehilangan kesempatan emas!! ” Geramnya dalam hati dengan kedua tangan yang mengepal erat.
Kaisar mengerutkan dahinya ketika mendengar penjelasan itu. Melihat kalau putra pertamanya sedari tadi tidak henti hentinya melirik ke arah An xia, kaisar pun sedikit merasa curiga.
“Zhang junqing!!!.... katakan yang sebenarnya dan berhenti melirik lirik ke arah nona pertama An!! ” Ucapnya dengan sedikit membentak, sangat kentara kalau kesabaran pria agung itu kini telah menipis.
Kepala putra mahkota kini tertunduk, tidak mungkin baginya untuk mengatakan hal yang jujur kepada kaisar!.... jika rencana busuknya sampai tercium oleh semua orang, maka bisa bisa reputasinya akan hancur dan berujung kepada pelengseran jabatannya sebagai calon penerus kaisar.
Untuk menyelamatkan posisinya, putra mahkota itu melirik ke arah pelayan yang ia tiduri tadi. “Kau!!.... seharusnya kau tidak berada di kamar itu, apa lagi sampai berbaring di atas ranjang!! ” tangannya kini terulur dan menunjuk nunjuk ke arah pelayan itu dengan penuh amarah. “Ayahanda, aku ingat kalau pelayan itu berusaha menggodaku di atas ranjang!!.... pelayan rendahan ini bermimpi untuk naik jabatan dengan memanfaatkan kondisiku yang sedang mabuk tadi.” Ucap putra mahkota itu yang menuduh dengan begitu gampang.
Semua orang di ruangan itu terkesip saat mendengarnya, pandangan semua orang kini tertuju kepada seorang pelayan wanita dengan wajah pucat di samping sang putra mahkota.
Untuk sesaat, kaisar nampak terdiam dan memikirkan sesuatu. Pelayan yang putra mahkota maksud itu telah berkerja di istana ini untuk waktu yang cukup lama.
Jika pelayan itu ingin menaikkan jabatannya dengan cara menggoda keluarga inti kerajaan, maka pelayan itu bisa melakukannya sedari dulu bukan?.....
Untuk membuat ini semua menjadi lebih jelas, kaisar itu pun menatap dingin ke arah pelayan tadi dan berkata. “Benarkah yang di katakan oleh putraku itu?.... apakah kau benar benar melakukan kesalahan tersebut?” Tanyanya dengan dingin.
Nampak putra mahkota berusaha menyela pembicaraan. Namun sebelum ia dapat bersuara, kaisar terlebih dahulu mengangkat tangannya sebagai isyarat untuk diam.
__ADS_1
Sedangkan pelayan yang tadi kini nampak ketakutan dan sesekali melirik ke arah An xia. “Bagaimana ini?.... jika aku mengatakannya, maka itu sama saja dengan bunuh diri.... ” Ia kembali menundukkan kepalanya, menatap lantai istana yang begitu mengkilap dengan air mata yang bercucuran. “Ya... Yang mulia, itu semua tidak benar!.... pelayan ini telah di jebak dan di jadikan kambing hitam oleh seseorang!!! ” Ucapnya dengan suara yang bergetar akibat menahan tangis.
Putra mahkota yang merasa di tuduh itupun menjadi kesal dan mengangkat tangannya untuk memukul pelayan tadi. “Kau.... ” Namun, baru saja tangannya mengambang di udara untuk bersiap siapa melayangkan pukulan...... tiba tiba suara tegas dan berat milik kaisar menghentikannya.
“Putra mahkota, hentikan!!! ” Ucap kaisar itu yang memerintah dengan membentak dan terdengar begitu tegas.
Mendengar itu, putra mahkota pun menurunkan tangannya kembali kemudian berkata. “Ayahanda, pelayan ini berdusta!!!.... aku sama sekali tidak__” Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, tiba tiba suara kaisar pun kembali terdengar.
“Diam!!.... memangnya siapa yang menyuruhmu untuk bicara ha?!!!” Bentak kaisar itu yang memotong ucapan putra mahkota.
Kemudian, pandangan kaisar kini kembali untuk menatap sang pelayan. “Lanjutkan ceritamu tadi!!! ” Perintahnya dengan tegas.
Sebelum kembali membuka suara, pelayan itu menarik nafasnya dalam dalam kemudian berkata. “Saat itu.... aku mengantar nona pertama An untuk pergi menuju tabib istana, entah apa yang terjadi di perjalanan, tiba tiba kepalaku pusing dan tidak sadarkan diri. ” Jelasnya yang tentunya adalah sebuah kebohongan.
Sedangkan orang orang yang mendengar kalau nama An xia di sebut sebut pun segar menoleh dan menatap ke arah gadis itu untuk meminta penjelasan.
Seakan tau tentang apa yang orang orang pikirkan, An xia pun segara berdiri dan berkata. “Yang mulia, biarkan aku mengatakan yang sebenarnya! ” Kemudian ia melirik ke arah pelayan tadi dengan ekspresi kecewa. “Yang mulia, yang pelayan ini katakan kurang tepat dan jauh dari kata benar!.... nyatanya, aku pergi menemui tabib bersama adikku An chen dan seorang pelayan yang lain. ” Ucapnya yang sama sama berbohong.
Kerutan di kening kaisar itu kini semakin mendalam, kenapa semua orang mengatakan hal yang berbeda beda?
Masih merasa kalau ini semua belum jelas, kaisar pun bertanya kepada An xia.“Nona pertama An, lalu pelayan ini?...”
An xia menggelengkan kepalanya, kemudian berkata. “Pelayan ini sama sekali tidak ikut untuk mengantarku, setelah keluar dari aula istana, pelayan ini langsung pergi ke suatu tempat! ” Kemudian, gadis itu sedikit termenung. “Saat itu kondisi tubuhku kurang sehat, karena itulah aku tidak sempat untuk merayakan tujuan pelayan itu. ” Ucapnya yang lagi lagi berbohong dengan begitu lancar.
Mendengar perkataan An xia barusan, wajah pelayan tadi pun kini semakin pucat. “Gadis itu.... dia... dia seorang rubah!!.... jelas jelas aku mengantarkannya sampai kamar tadi. ” Pelayan itu bergumam dengan perasaan tertegun.
Jantung pelayan itu kini berdetak semakin kencang. Perkataan An xia barusan akan berujung kepada mala petaka untuk dirinya!!
__ADS_1