Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Pesta sebelum kehancuran!


__ADS_3

Mendengar ucapan suaminya itu, wajah An xia pun semakin berbinar. “Benarkah itu?!! ” Ia membalikkan tumbuhnya untuk berhadapan dengan kaisar Zhuang. “Suamiku, ini adalah berita bagus!....aku sangat mencintaimu!!” Ucapnya, lalu tanpa sadar ia mendaratkan sebuah ciuman mesra di bibir kaisar Zhuang.


Ciuman yang berlangsung begitu singkat itu pun membuat kaisar Zhuang merasa tidak puas dan ingin lebih.


Salah satu tangannya kini dengan cepat menarik tubuh An xia untuk lebih dekat dengannya selagi tangan yang lain mendorong tengkuk kan An xia sampai pada saat kedua bibir mereka saling bertemu.


An xia memejamkan matanya, kedua tangannya kini melingkar di leher kaisar Zhuang. Ciuman yang suaminya berikan itu terasa begitu lembut dan manis, hingga membuatnya tanpa sadar membalas ciuman itu.


Untuk waktu yang cukup lama, ciuman itu terus berlangsung dengan begitu panas. Hingga pada saat An xia mulai kehilangan nafas, barulah kaisar Zhuang melepaskannya.


An xia kini menundukkan kepalanya, wajahnya pun saat ini terasa panas akibatnya rasa malu dan raga gembira yang bercampur menjadi satu.


Kaisar Zhuang yang melihat istrinya yang malu malu itupun terkekeh dan semakin mengeratkan pelukannya. “Kau adalah permaisuri ku, apapun yang kau inginkan.... suamimu ini pasti akan memenuhinya! ” Ucapnya yang berbisik tepat di telinga An xia.


Mendengar itu, An xia pun terkekeh dan berkata. “Hem? bagaimana kalau aku ingin meninggalkanmu?..... apakah kau juga akan menurutinya?” Tanyanya yang ingin melihat bagaimana reaksi suaminya itu.


Kaisar Zhuang kini menatap An xia dengan tajam, pelukannya yang tadinya erat pun sekarang bertambah erat. “Huh! Asal kau tau aku tidak akan membiarkan itu terjadi!!..... kau adalah milikku, dan hanya akan menjadi milikku!! ” Tegasnya, kemudian ia menundukkan kepalanya dan menghirup dalam dalam aroma di leher An xia. “Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu!!.... Lebih baik mati daripada berpisah!!! ” Ucapnya lagi dengan begitu tegas dan penuh emosi.


Sedangkan An xia saat ini berusaha keras untuk tidak mendesah disaat merasakan adanya sesuatu yang menghisap dan mengigit kulit lehernya dengan rakus.


“Suamiku! ” Panggil nya dengan suara yang tertahan, terdengar begitu menggoda untuk di dengar.


Mendengar itu, Kaisar Zhuang pun menghentikan aksi nya dan menatap wajah An xia yang kini merah akibat rasa malu. Ekspresi di wajah istrinya yang begitu memelas itupun membuat sesuatu dalam diri Kaisar Zhuang semakin bergejolak.


“Sayang, berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan ku!” Mintanya yang terdengar seperti permohonan.

__ADS_1


An xia pun tersenyum, kemudian ia membenamkan wajah nya di dalam pelukan hangat suaminya itu. “Aku tidak akan meninggalkan mu, aku berjanji!” Ucapnya dengan tulus.


...»»————>❀<————««...


Langit langit malam dengan hembusan angin kencang ini membuat suasana di sekitar hutan menjadi sangat dingin.


Sebuah bangunan kayu yang terletak di tengah hutan dan dengan pohon pohon rindang yang menutupinya pun terlihat memiliki kesan yang begitu misterius.


Di setiap sudut pagar bangunan itu tampak dijaga oleh beberapa orang orang berbadan kekar dengan tombak besi di tangannya.


Sedangkan di dalam bangunan itu saat ini terasa bising dengan sorak sorak bahagia dari orang orang yang sedang berpesta ria.


Aroma aroma khas minuman yang memabukkan pun dapat tercium dengan jelas dari dalam bangunan yang terbuat dari kayu itu.


Kedua tangan pria itu melingkar di masing masing pinggang kedua wanita yang duduk di sampingnya itu. Sesekali tangan pria itu bergerak nakal, namun kedua wanita yang duduk di samping nya itu justru tersenyum dan nampak begitu menikmati nya.


Para bawahannya pun kini juga nampak gembira. Rona merah yang samar samar terlihat di wajah mereka itu menandakan bahwa efek dari arak yang mereka minum telah bekerja dan secara perlahan menguasai kesadaran mereka.


Entah apa alasan mereka mengadakan pesta yang tidak berfaedah ini, namun yang jelas sinar bahagia di wajah para pria kini nampak begitu cemerlang ketika para wanita dari rumah pelacuran yang mereka panggil melayani mereka dengan begitu baik dan profesional.


Salah satu wanita yang duduk di sebelah kanan dari sisi pria tadi pun kini nampak sedang menuangkan arak di sebuah wadah kecil.


Kemudian, tangannya itu mengangkat wadah kecil tadi dan mengarahkan ke bibir pria di sampingnya. Namun, dengan cepat tangannya itu di tepis hingga membuat minuman di tangannya tumpah ke lantai.


Berfikir bahwa pria di sampingnya itu kini merasa marah terhadap dirinya, wanita jalang itupun segera berbicara guna membujuk pria tersebut. “Tuan aku__” Belum sempat wanita jalang itu menyelesaikan ucapannya, tiba tiba tangan ramping nya ditarik oleh tangan kekar seorang pria hingga membuat tubuhnya terperanjat di dalam pangkuan pria yang menariknya tadi.

__ADS_1


Punggung wanita jalang itu kini bersandar di lengan pria tadi, tatapan matanya yang terlihat seperti rubah betina itu sangatlah menggoda di mata sebagian pria yang sangat menyukai kehangatan di atas ranjang.


Selagi salah satu tangan pria itu menahan tubuh ramping di pangkuannya agara tetap berdekatan dengan dirinya, salah satu tangan yang lain pun kini meraih sebotol arak dan menuangkannya tepat di atas mulut wanita tadi dan memaksanya untuk meminum minuman tersebut.


Wanita jalang itu pun membuka mulutnya dan dengan senang hati meminum minuman yang dituangkan ke mulutnya.


Karena air yang di tuangkan terlalu banyak, wanita jalang itu pun nampak kewalahan. Alhasil beberapa tetes air pun mengalir hingga menuruni dagu, leher, hingga dadanya.


Melihat itu, pria tadi pun meletakkan kembali minuman di tangannya. Pandangan matanya pun kini menatap dengan penuh kabut gairah di leher putih yang basah akibat air tadi.


Dan dengan rakusnya pria itu menjilat air yang tumpah tadi seperti anjing yang kelaparan.


Merasakan rasa geli di sekitar leher dan dadanya, Wanita jalang itu pun mengeluarkan desahan desahan merdu dari mulut nya.


Namun, belum sampai puas pria tadi menikmati rasa manis dan harum yang menggoda itu. Tiba tiba ia terpaksa menghentikan aksinya di kala ia melihat salah satu anak buahnya yang terbanting dengan keadaan tubuh tak utuh lagi tepat di hadapannya.


Sontak semua orang yang melihatnya pun terdiam dan membeku untuk beberapa saat dengan raut wajah tegang.


Hingga suara teriakkan dengan di sertai suara dentingan pedang yang menggema dari luar bangunan dan terdengar begitu jelas itu pun membuat mereka semua bersikap begitu waspada.


Pria tadi pun kini segera mendorong wanita jalang di pangkuannya itu untuk menjauh darinya. Kemudian, tangannya meraih pedang yang ia letakkan di atas meja lalu mengeluarkan pedang itu dari sarungnya.


Melihat pemimpin mereka yang mengeluarkan pedangnya, para anak buah pun juga melakukan hal yang sama dan segera berlari keluar untuk melihat apa yang tengah terjadi saat ini.


Dan alangkah terkejutnya mereka saat penglihatan mereka itu kini melihat dengan jelas sesuatu yang begitu mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2