
Cahaya rembulan yang menerpa sebuah lukisan dengan sosok cantik di dalamnya itupun membuat lukisan tersebut terlihat begitu lebih indah bila di pandang.
Sepasang mata tajam dari sesosok pria rupawan itu sedari tadi terus menerus menatap lekat pada lukisan yang terpajang di hadapannya. Entah mengapa, ia merasakan bahwa waktu seolah olah berhenti ketika ia menatap dan menikmati kecantikan yang tersaji dalam lukisan itu.
Dengan senyum tipis di wajahnya, pria itu perlahan lahan mengangkat salah satu tangannya hingga menyentuh permukaan dari lukisan sosok cantik An xia.
Tatapan mata yang semula penuh akan cinta dan kasih kini mulai menampakkan secercah nafsu di dalamnya. Dan dalam keheningan malam, pria itupun berkata. “Sebentar lagi.... Sebentar lagi aku akan membawa mu kedalam pelukan ku!” perlahan, senyum di wajahnya itu pun mulai melebar selagi jari jari tangannya menelusuri kecantikan dalam lukisan itu. “Kita hanya perlu menunggu waktu!..... permaisuri An, aku akan segera datang dan membawa mu pergi dari Kaisar kejam itu! ” Ucapnya lagi yang tidak lain ia adalah sang Raja Bai Zhen.
Di saat raja itu larut dalam dunia fantasinya, tiba tiba bayangan hitam samar samar dapat terlihat ketika melintas dengan kecepatan kilat di luar jendela ruangan yang terbuka.
Menyadari hal itu, sang Raja Bai Zhen pun segera menoleh. Disaat kewaspadaan nya mulai meningkat, ia pun melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah jendela tadi.
Dan dengan penuh kehati-hatian, raja itu pun mengintip situasi di luar jendela ruangannya. Dari sana, ia hanya bisa melihat suasana sunyi dan gelap.... sama sekali tidak ada sesuatu yang biasa ia lihat selain dedaunan pohon yang berguncang akibat terpaan angin yang begitu kencang.
Walaupun matanya tidak menangkap keberadaan sosok apapun, tapi naluri nya berkata bahwa ia tak sendiri.... ada orang lain di sekitarnya.
Seseorang yang tengah memperhatikan dirinya dari kegelapan malam.
“Siapa di sana?!!..... aku tau kau sedang bersembunyi, jadi cepat keluar!!! ” Perintahnya yang terdengar begitu mengancam.
Untuk waktu yang cukup lama, Raja Bai Zhen masih terdiam di tempat sembari melirik ke sana dan kemari. Dan setelah beberapa saat, seekor burung pun keluar dari balik pohon dan terbang ke sebuah pohon lain yang lebih tinggi.
Melihat keberadaan burung itu, Raja Bai Zhen pun menghela nafasnya dengan lega. “Tidak ada siapapun.... ” Ia membalikkan badannya, membelakangi jendela tadi dan melangkah menjauh. “.... sebaiknya aku segera pergi, hari sudah larut dan besok masih ada beberapa urusan yang harus di selesaikan. ” Ucapnya lagi pada diri sendiri.
Namun, sebelum ia pergi dari ruangan itu.... Raja Bai Zhen terlebih dahulu menyempatkan diri untuk menoleh dan menatap lukisan kesayangannya untuk yang terakhir kali.
Dan tepat setelah raja itu pergi meninggalkan ruangan yang telah sunyi, sosok lain dengan pakaian serba hitam bagai bayangan malam pun muncul dan masuk kedalam ruangan melalui jendela yang terbuka tadi.
__ADS_1
Sosok serba hitam itu melangkahkan kakinya dengan perlahan dan penuh akan kehati-hatian hingga tidak menimbulkan suara sekecil apapun.
Selagi kakinya terus melangkah mendekat ke arah lukisan yang menggambarkan sosok cantik An xia, kedua matanya pun tak henti hentinya melirik sekitar dengan penuh kewaspadaan.
Jika ia melakukan sedikit kesalahan, atau bahkan tertangkap sebagai penyuap. Maka sudah di pastikan bahwa ia tak akan bisa melihat matahari terbit di esok harinya.
Saat jaraknya telah dekat dengan lukisan, sosok itupun mengeluarkan sebuah kain hitam dari balik bajunya. Dan dengan segera ia pun membungkus lukisan itu dengan kain hitam miliknya tadi.
Barulah setelah lukisan itu terbungkus dengan rapi, sosok itu pun segera melesat dengan cepat menghilang dari ruangan yang hening tadi.
Namun sebelum ia benar benar pergi menjauh dari tempat itu, salah satu tangannya pun terangkan dan melambai lambai seakan akan memberikan sebuah isyarat kepada sosok lain di tempat itu.
...»»————>❀<————««...
Raja Bai Zhen melangkahkan kakinya dengan santai menjauh dari ruangan tempat ia meletakkan lukisan kesayangannya tadi. Pandangan mata lurus dari raja itu pun membuatnya terlihat begitu tegas dan berwibawa.
Merasakan ada hal yang ganjil, Raja Bai Zhen pun segera membalikkan badannya. Namun, kedua matanya tiba tiba terbelalak lebar di saat pandangannya menatap bangunan yang sebagiannya telah terbakar oleh kobaran api yang membara.
Melihat pemandangan tak terduga itu, sontak Raja Bai Zhen pun berteriak sembari berlari kembali ke ruangan yang terbakar tadi. “Siapapun, cepat bantu aku memadamkan api!!!! ” Terimanya dengan kencang.
Malam yang hening itu pun seketika berubah ramai akibat suara teriakkan sang raja yang menggema hingga terdengar di telinga sebagian orang yang masih terjaga.
Dengan kasar, Raja Bai Zhen menendang pintu ruangan hingga pintu itu roboh dengan tragisnya. Terlihat jelas di mata raja itu cahaya merah dari api yang hampir menyebar ke seluruh sudut ruangan.
Asap yang semakin mengumpul itu pun membuat nafas sang Raja Bai Zhen mulai terasa sesak hingga ia sempat terbatuk batuk beberapa kali.
Kedua matanya pun mulai memerankan, dan tak jarang ia mengedipkan matanya berulang ulang akibat rasa perih dan pedih yang menyerang.
__ADS_1
“Lukisannya__ Uhuk!! ”
“Dimana.... Dimana lukisan itu?!! ” Ucapnya dengan panik. pandangannya menyapu sekeliling ruangan yang terbakar, namun ia sama sekali tidak dapat menemukan keberadaan lukisan yang ia cari.
Menyadari bahwa lukisannya telah hilang entah kemana, Raja Bai Zhen pun segera berteriak. “Siapapun!!!.... cepat kemari!!! ” Teriaknya dengan kencang.
Tak perlu waktu lama, beberapa orang penjaga pun datang dengan ember berisikan air di dalamnya. “Yang mulia, sebaiknya anda segera keluar dari sana!! ” Teriak salah seorang prajurit sembari berlari mendekat.
“Yang mulia, di sini berbahaya!.... sebaiknya anda segera menjauh, biarkan kami saja yang memadamkan apinya!! ” Ucap penjaga itu dengan raut wajah yang terlihat begitu panik.
Merasa sesak dan tidak tahan dengan asap yang menyiksanya di ruangan yang terbakar ini, Raja Bai Zhen pun akhirnya berkata. “Cepat padamkan apinya, dan temukan lukisan wanita ku!! ” Perintahnya sebelum melangkah keluar dengan bantuan beberapa penjaga yang lain.
...»»————>❀<————««...
Di saat kepanikan melanda Raja Bai Zhen, susana hening nan damai pun dapat terlihat jelas di bawah langit malam di Kerajaan Han saat ini.
Sosok kaisar Zhuang yang tengah sibuk dengan beberapa gulungan kertas itu pun nampak sangat fokus untuk menyelesaikan urusannya.
Namun di sela sela kesibukannya itu, seorang kasim pun datang kepadanya dan berkata dengan nada pelan. “Yang mulia... ”panggilnya, kemudian pandangannya melirik setumpuk kertas di atas meja. “..... Yang mulia, ini sudah begitu larut, sebaiknya anda beristirahat!.....Semua ini bisa kau lanjutkan di esok hari, kesehatanmu adalah yang terpenting!” Ucap kasim itu dengan ekspresi wajah yang begitu khawatir.
Walaupun sosok kaisar Zhuang terkenal begitu dingin dan kejam, namun perannya dalam menjalankan urusan negara sangatlah baik.... Jika sesuatu sampai terjadi, entah bagaimana caranya ia bisa bertanggung jawab sebagai pengurus.
Sedangkan kaisar Zhuang yang masih sibuk itu pun melirik sang kasim untuk sekilas dan berkata. “Sebentar lagi aku akan selesai... ” Tangannya masih memegang kuas dan menorehkan tinta hitam di beberapa lembaran. “.... Bagaimana dengan permaisuri An?.... apa saja yang telah ia lakukan seharian ini? ” ucapnya lagi yang bertanya tanpa menghentikan aktivitasnya.
Mendengar pertanyaan itu, sang kasim pun terdiam untuk sesaat lalu berkata. “ permaisuri An bertemu dengan kedua nona muda dari keluarga shen siang tadi... ” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “.... Namun setelah kedua nona muda shen itu pergi, permaisuri An hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar bersama dengan pelayannya. ” Ucapnya yang memberitahukan.
Kaisar Zhuang hanya menganggukkan kepalanya dengan santai, kemudian ia kembali berkata. “Tetap awasi dia, jangan biarkan sesuatu yang buruk sampai terjadi padanya.... kau tau aku tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang lalai! ” Ucapnya dengan tegas dan penuh akan penekan.
__ADS_1
Merasakan aura yang begitu mengancam, sang kasim pun segera berlutut dan berkata. “Yang mulia, aku akan menjamin keamanan permaisuri!.... mengingat situasi yang semakin memanas, beberapa penjaga bayangan telah di tambahkan di sekitarnya.” ia menundukkan kepalanya, kemudian kembali berkata. “Namun, aku baru saja mendengar bahwa kaisar dari Kerajaan tempat permaisuri An berasal kini tengah jatuh sakit dan terbaring dengan keadaan lemah. ”