Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Untuk apa?


__ADS_3

Ditempat lain saat ini, sebuah ruangan gelap yang tertutup itu seakan akan menyembunyikan penderitaan dari sosok malang yang terjerat oleh ikatan rantai besi.


Kepala sosok itu tertunduk, membiarkan sebagian rambutnya terjuantai kedepan dan menutupi sebagian wajahnya yang tampak sedih itu.


Pakaian yang ia kenakan pun terlihat kotor dan berantakan, bercak bercak darah yang telah mengering pun seolah olah menambah kesan horor dalam dirinya.


Perlahan Shen Gao Yang kini bangkit untuk berdiri, gadis itu melangkahkan kakinya dengan diiringi suara rantai yang membelanggu kaki dan tangannya.


Tiba tiba langkahnya yang gontai itu berhenti ketika pandangannya menangkap pantulan dirinya di cermin.


Ia kini dapat dengan jelas melihat kondisinya sendiri. Dan itu benar benar sungguh menyakitkan untuk dilihat!..... apalagi dengan rantai rantai yang mengikat kaki dan tangannya, membuat dirinya tak leluasa lagi untuk bergerak kesana dan kemari.


Shen Gao Yang yang melihat dirinya sendiri itupun tertawa kecil. Entah kenapa, bukannya menangis ia kini justru tertawa...... sebuah tawa yang jelas jelas memberikan ejekkan pada diri sendiri.


“Hahaha, mereka pikir aku sudah gila!!” Ia bergumam di sela sela tawanya. “Bagaimana bisa mereka berfikir seperti itu?.... aku jelas jelas masih waras bukan?! ” Tanyanya pada pantulan dirinya di cermin.


Kedua tangan Shen Gao Yang kini sedikit terangkat, kedua matanya yang mulai berair kini menatap rantai rantai di tangannya. “Untuk apa semua ini?..... Kenapa mereka memperlakukan ku layaknya seorang penjahat?! ” Tanyanya lagi.


Lama kelamaan air bening itu mulai mengalir di sela sela matanya, suara isakan tangis pun samar samar mulai terdengar mewarnai keheningan diruangan yang gelap itu.


Merasa tak kuat dengan beban di hatinya, Shen Gao Yang pun kini mulai berteriak sembari menghancurkan semua barang yang ia sentuh.


Suara berisik di dalam ruangan itupun takhayal menimbulkan keresahan pada beberapa orang yang berjaga di luar.


“Cepat lepaskan rantai rantai ini dariku!!!!!.... ”


Braaaaaak!!!.....


Suara teriakan yang disertai dengan suara barang yang terjatuh itupun sontak membuat para penjaga yang berada di luar segera membuka pintu untuk melihat situasi di dalam.

__ADS_1


Dan benar saja, mereka kini tengah melihat nona kedua mereka kembali menggila seperti sebelumnya. “Nona, sebaiknya kau tenang sebelum tuan besar kemari! ” Tegur salah satu penjaga dengan dingin.


Bahkan dari tatapan mata para penjaga itu, sudah jelas bahwa mereka semua memandang rendah terhadap Shen Gao Yang.


Mengetahui hal itu, Shen Gao Yang pun secara otomatis melemparkan sebuah barang ke arah mereka sembari berteriak. “Kau pikir dirimu itu siapa ha?!!!..... aku adalah majikan kalian, bersikap hormat lah terhadapku!!!! ” Bentak gadis itu dengan tatapan marah.


Para penjaga yang mendengar hal itupun bertambah kesal, namun di sisi lain mereka juga merasa malas untuk meladeni gadis yang sudah gila atau kehilangan akalnya itu.


“Sudahlah, kita biarkan saja dia!..... sebentar lagi tuan besar akan datang kemari untuk mengurusnya.” Ucap salah seorang penjaga kepada yang lain.


Tanpa memperdulikan teriakan dan amukan Shen Gao Yang, pintu ruangan itupun kembali tertutup dengan rapat.


“Gadis itu semakin menggila! ” ujar salah seorang penjaga.


“Itu benar, kalau tidak bagaimana mungkin ia bisa tega membunuh kakak yang selama ini menyayanginya? ” sahut penjaga yang lain.


“Tuan besar kini sangat murka, aku yakin ia akan segera di usir dari kediaman dan dibuang kedalam hutan! ” Ucapnya lagi.


“Sudah sudah!!.... gadis seperti dia tidak pantas untuk di bicarakan, sungguh mengerikan jika mengingat kondisi mayat nona pertama semalam! ” Ucap penjag lain yang mengakhiri obrolan singkat itu.


Walaupun pintu telah tertutup rapat, dan para menjaga telah berada diluar untuk menjalankan tugasnya. Namun telinga Shen Gao Yang tidaklah tuli hingga ia tak mendengar hal apa saja yang mereka katakan.


Gadis itu menggertak kan gigitnya dengan kesal, kedua tangannya pun kini terkepal erat sebagai bentuk pelampiasan atas amarah yang menyelimuti hatinya.


Bagaimana bisa para penjaga itu berbicara sembarangan tentang dirinya?.... walau bagaimanapun, ia masih seorang nona muda di kediaman ini.


Tapi sebenarnya, Shen Gao Yang juga mengakui bahwa apa yang para penjaga itu katakan bukanlah hal yang keliru!..... Cepat atau lambat ia pasti akan diusir dari kediaman ini atas perbuatan yang telah ia perbuatan.


“Mungkin jika aku menjelaskan semuanya, ayah pasti akan mengerti! ” Gumam Shen Gao Yang dalam hati, sedikit memiliki harapan dalam dirinya.

__ADS_1


Namun, nampaknya harapan itu tidak dapat bertahan lama untuk membuat dirinya merasa yakin. “Tidak!..... itu tidak mungkin! ” ia menggelengkan kepalanya. “Ayah tidak mungkin semudah itu untuk percaya terhadapku! ” Gumamnya lagi.


Merasa pusing dengan semua ini, Shen Gao Yang pun mendudukkan dirinya di lantai. Kemudian, ia kembali menangisi dirinya sendiri. “Ayah pasti tidak akan mengampuniku!..... lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?.... mengharapkan pertolongan dari ibu?..... percuma, itu percuma!!” Gumamnya sembari menangis tersedu-sedu.


“Jika seperti ini, lalu untuk apalagi aku hidup? ”


...»»————>❀<————««...


Di sisi lain, beberapa pelayan yang bertugas untuk mengurus dapur kini tengah berlutut di hadapan sangat tuan besar Shen dengan kepala yang tertunduk ketakutan.


Tidak ada dari mereka yang ingin membuka suara, membuat suasana di ruangan itu semakin mencekam.


Sang tuan besar Shen yang tak ingin membuang waktu lagipun akhirnya membuka mulutnya dan berkata. “Aku dengar kalian telah menerima beberapa uang dari putri pertamaku, lalu untuk apa sebenarnya uang uang itu?” Ia terdiam, menatap para pelayan itu dengan tatapan curiga. “Dan kenapa Shen min yue tiba tiba memberikan uang kepada kalian?! ” Tanyanya lagi dengan nada penuh penekan.


Mendengar pertanyaan yang tuan mereka ajukan itu, para pelayan pun terdiam untuk sesaat. Keringat dingin kini mulai membasahi dahi selagi otak mereka bekerja untuk mencari sebuah jawaban yang tepat.


Melihat kebisuan dalam diri pelayan pelayan itu, tuan besar Shen secara tiba tiba memukul meja di sampingnya hingga mengagetkan mereka semua. “Apakah pertanyaan ku itu terlalu sulit untuk di jawab?!!.... atau jangan jangan kalian semua memiliki sangkut pautnya dengan masalah ini?!! ” Bentaknya yang langsung memberikan tuduhan.


Dan setelah ia mengatakan itu, barulah salah satu dari pelayan pelayan tadi menjawab. “Tuan besar, kami.... kami tidak bersalah! ” Ia membantah dengan raut wajah takut. “Uang uang itu nona pertama berikan sebagai hadiah atas kerja keras kami! ” Ucapannya lagi.


Mendengar alasan yang pelayan itu berikan, sang tuan besar Shen pun mengerutkan dahinya dan berkata. “Di kediaman ini ada banyak pelayan yang lebih berkerja keras ketimbang kalian!!!..... lagi pula gaji kalian sudah dibayar dengan selayaknya, maka sebuah hal yang aneg jika putriku sampai rela mengeluarkan uang untuk kalian!! ” Ucapnya yang semakin memojokkan para pelayan itu.


Merasa tak cukup dengan ancaman mulut, tuan besar Shen pun kini melirik ke arah salah satu penjaga dan mengisyaratkan sesuatu.


Sedangkan penjaga yang paham atas apa maksud dari isyarat yang tuannya itu berikan pun segera mencabut pedang dari sarungnya.


Membuat para pelayan tadi yang melihatnya pun segera tau hal apa yang akan terjadi kepada mereka jika terus bersikap keras kepala.


“Tuan, kami mengaku salah!..... nona pertama memberikan uang itu untuk menutup mulut kami! ” Ucap salah satu pelayan dengan cepat.

__ADS_1


Dan hal itupun membuat sang tuan besar Shen segera menatap tajam kearahnya. “Untuk tutup mulut?! ” Ia mengulangi perkataan pelayan tadi. “kenapa dia melakukannya?.... dan hal apa yang telah ia perbuat?! ” Tanyanya untuk yang kedua kali.


Dirasa percuma jika terus menutupi semuanya, pelayan itupun memilih pasrah dan membeberkan semua yang ia ketahui. “ I... Ia menyuruh kami untuk mencampurkan sesuatu kedalam makanan nona kedua!....” ia memberi jeda, mengambil sedikit nafas dan kembali berkata. “.... kami hanya menjalankan perintahnya tanpa tau dampak buruk apa yang akan terjadi!.... tuan besar, kami tidak sengaja! tolong maafkan kami!! ” Ucapnya lagi sembari memohon mohon.


__ADS_2