Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
pagi yang penuh cerita


__ADS_3

Kabut di pagi hari kini nampak sedang menyebarkan suasana sejuk di sekitaran istana. Hawa dingin dari pagi dengan langit mendung dan rintik rintik hujan pun membuat seseorang yang sedang terlelap dalam tidur nya merasa terganggu.


Masih dengan mata terpejam, An xia kini menarik selimutnya hingga menutupi tubuh dan lehernya. Namun, tiba tiba sebuah kehangatan pun muncul disaat sepasang tangan kekar memeluknya dari arah belakang.


Merasakan nyaman dan hangat, An xia pun membalikkan tubuhnya. Dan dengan manja ia menggeliat lalu membenamkan wajahnya di dada bidang seorang pria dan mencium aroma harum dari tubuh pria tersebut.


Merasakan pergerakkan dari seseorang di dalam pelukannya. Kedua mata kaisar Zhuang pun kini perlahan terbuka, kemudian ia menundukkan kepalanya, menatap wajah cantik yang saat ini tengah tertidur pulas.


Melihat sang istri yang tampak kedinginan, kaisar Zhuang pun semakin mengeratkan pelukannya. Kemudian, dengan lembut salah satu tangannya kini berada di perut An xia dan membelai nya dengan penuh cinta. “Apakah bayi kecil juga sedang tertidur? ” Gumamnya dalam hati seraya tersenyum dengan begitu lebarnya.


Tatapan kaisar Zhuang kini beralih kepada bibir menggoda An xia yang kini nampak terbuka dan tertutup dengan gerakkan gerakkan kecil namun terasa begitu menantang di mata kaisar Zhuang.


Kaisar Zhuang secara perlahan menundukkan kepalanya, menyatukan bibir nya dengan bibir mungil nan manis yang selalu menggoda imannya itu.


Merasa tidak puas dengan hanya sebuah ciuman yang biasa biasa saja, kaisar Zhuang pun kini mulai memainkan lidahnya, menciptakan suasana penuh gairah di pagi yang begitu dingin ini.


Sedangkan An xia kini juga mulai membuka matanya di saat ia merasakan ada sesuatu yang menghisap dan membasahi bibir nya dengan begitu rakus. “uh!... Suamiku!! ” Panggilannya saat merasa sedikit terkejut.


Kaisar Zhuang sama sekali tidak mendengarkan, bibir dan lidahnya kini masih dengan asyiknya menikmati setiap rasa lembut dan manis yang ada itu.


Walaupun pada awalnya An xia sempat merasa terkejut, namun perlahan demi perlahan ia pun mulai terbuai kedalam ciuman mesra penuh gairah itu.


Kedua tangannya pun kini melingkar di leher kaisar Zhuang dan menariknya untuk semakin memperdalam ciuman. “Suamiku, aku mencintaimu. ” Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Tiba tiba kaisar Zhuang menghentikan ciumannya dan menatap kedua mata sang istri dalam dalam. “An xia, permaisuri ku!.... ” panggil nya dengan suara berat, seolah olah ia saat ini sedang menahan sesuatu. “.... Aku mencintaimu dan menginginkan mu saat ini juga! ” Ia berbisik di telinga An xia, kemudian menggigit telinga itu hingga membuat suara desahan keluar dari bibir sang istri.


Merasa tak kuasa menahan serigala buas dalam diri sang suami, An xia pun memejamkan matanya dan berkata. “Lakukan sesukamu, aku adalah milikmu seutuhnya. suamiku! ” Tepat setelah kata kata itu selesai, sebuah ciuman penuh gairah pun kembali terjadi.


Kedua tangan An xia kini mencengkram erat kepada selimut tebal yang menjadi pelampiasan nya ketika pakaian yang melekat di tubuhnya di longgar kan hingga memperlihatkan apa yang seharusnya tidak diperlihatkan.


...»»————>❀<————««...


Di sisi lain saat ini, seorang pria dengan tatapan penuh hasrat kini menatap lurus kearah sebuah lukisan yang menyajikan pemandangan indah dari sosok cantik yang selalu mengganggu hati dan pikirannya.


Entah sudah berapa lama pria itu memandangi lukisan tersebut, namun yang jelas ia sama sekali tidak merasa bosan.


Alih alih merasa bosan, semakin ia memandang sosok cantik itu cinta dan hasrat dalam diri nya justru semakin membara.


Tangannya kini terulur dan menyentuh wajah cantik dalam lukisan itu. Seraya membayangkan sentuhan lembut dari kulit seorang wanita dalam khayalan nya, pria itu pun bergumam. “Nona pertama An..


Namun, tiba tiba suara pintu yang terketuk dengan keras dan terdengar begitu terburu buru pun membuyarkan semua lamunannya.


Dan dalam sekejap tatapan penuh cinta itu berubah menjadi tatapan tajam dan membunuh. Terlihat begitu mengerikan apalagi jika di padukan dengan ekspresi wajah Raja Bai Zhen yang terlihat suram.


Dengan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan emosinya, Raja Bai Zhen pun berkata. “Masuk lah!! ” perintahnya dengan tegas.


Mendengar perintah dari sang raja, seorang bawahan pun masuk kedalam ruangan dengan kepala yang tertunduk.

__ADS_1


“Katakan apa keperluan mu datang kemari, jika itu bukan hal yang penting makan jangan salahkan aku jika kepalamu hilang saat ini juga!!” Ucapnya dengan penuh penekanan, terdapat sedikit nada penuh amarah yang menjadi bumbu pedas dalam ucapannya tadi.


Mendengar itu, bawahan tadi pun segera berlumut dengan tubuh yang gemetar akibat guncangan dari rasa takut yang melanda hatinya saat ini. “Ya... Yang mulia, kelompok pembunuh bayaran yang berada di dalam naungan mu saat ini telah.... ” ia berhenti untuk sesaat dan mengambil nafas dalam dalam, mencoba mempersiapkan diri untuk melihat kemurkaan pria di hadapannya itu. “.... Mereka kini telah musnah tak tersisa! ” Ucapnya lagi.


Mendengar itu, kedua mata Raja Bai Zhen pun terbelalak lebar. “Apa maksudmu?!!..... katakan kepadaku apa yang sebenarnya telah terjadi!!! ”Ucapnya dengan nada membentak, ia tidak lagi menyembunyikan amarah yang terpendam dalam diri.


Melihat betapa marahnya sang raja, bawahan itupun semakin di buat ketakutan. “Ya.. yang mulia, mohon tenangkan dirimu! ” Ujarnya dengan memberanikan diri. “Pagi tadi, saat bawahan ini berada di sana.... semuanya telah hancur!... kemungkinan semalam telah terjadi penyerangan. ” Ucap nya ketakutan.


Dengan hati hati, bawahan itu melirik kearah Raja Bai Zhen untuk sekilas. Melihat tatapan tajam yang raja itu berikan kepadanya, bawahan itu pun kembali menundukkan kepalanya. “Semua orang telah habis di bantai, tidak ada lagi yang tersisa!.... bahkan bangunannya pun di bakar hingga hangus!..... semua hal yang ada di sana... benar benar mengerikan. ” Jelasnya lagi dengan sedikit terbata bata.


Raja Bai Zhen kini nampak berfikir. Satu satunya orang yang mampu melakukan hal seperti itu tidak lain adalah kaisar Zhuang, musuh bebuyutannya.


Mengetahui siapa dalangnya, amarah dalam diri Raja Bai Zhen pun semakin meluap luap. Kedua tangannya pun kini terkepal erat selagi dirinya menahan emosinya yang sebentar lagi akan meledak. “Segera siapkan kuda!.... aku akan pergi ke sana sekarang juga!!! ” Perintah nya dengan tegas.


Sedangkan bawahan tadi pun hanya patuh dan segera melaksanakan perintah tanpa berani mengeluarkan satu kata katapun.


...»»————>❀<————««...


Suara langkah kaki kuda yang melaju dengan kecepatan tinggi kini terlihat mendekat ke area dimana tempat persembunyian kelompok pembunuh bayaran itu berada.


Dari luar, Raja Bai Zhen dapat dengan jelas melihat pagar pagar yang terbuat dari kayu kini menghitam. Terlihat seperti baru saja di bakar dengan api yang besar.


Dan saat ia berada di jarak yang cukup dekat, ia bisa dengan jelas mencium aroma busuk. Dan hal itu pun membuat rasa penasaran dalam dirinya meningkat.

__ADS_1


Dengan terburu buru, Raja Bai Zhen pun turun dari kudanya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam melewati bagian dari sisi pagar yang telah hancur.


Namun, tiba tiba tubuhnya menegang disaat pandangannya kini melihat keadaan sekitar. “A.. Apa apaan ini?!! ” Gumamnya dalam hati. sungguh apa yang ia lihat saat ini benar benar telah mengguncang mentalnya.


__ADS_2