Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Mendukungnya dari balik layar.


__ADS_3

Kata kata yang ia ucapkan itu masih belum sepenuhnya tuntas, namun pria di hadapannya itu tau apa yang sedang ia bicarakan saat ini.


Karena tidak ingin mendengarkan lebih jauh lagi, kaisar Zhuang pun membungkam mulut itu dengan bibirnya. Memainkan lidahnya dan tak ingin membiarkan wanita itu lepas darinya. “Medan perang bukanlah tempat yang aman bagimu!...” Ia berbisik di sela sela ciuman, kemudian beralih ke telinga An xia dan berkata. “...Tetaplah di sini, dan tunggulah kehadiranku! ” Ucapnya lagi.


Mendengar hal itu, An xia pun menggelengkan kepalanya. Dari raut wajahnya yang tampak murung itu, sudah jelas bahwa ia merasa sangat keberatan. “Aku bisa menjaga diriku sendiri!.... yang aku inginkan hanya berada di sisimu, sepanjang waktu!! ” Ucapnya, dengan mata yang terlihat sayu.


Jujur, dalam hati kaisar Zhuang merasa senang saat kata kata itu keluar dari mulut istrinya. Bahkan, ia sendiri pun juga merasa enggan untuk berpisah dengan wanita yang dicintainya itu.


Namun di sisi lain, ia pun juga harus bisa berfikir jernih!..... Mengingat bayi yang sedang An xia kandung saat ini, jelas ia tak bisa membawanya untuk ikut dalam medan perang.


Tentu itu adalah subuh hal yang sangat beresiko!


“Tidak bisa, kau harus tetap di sini! ” Tolaknya dengan tegas. Kemudian, ia memeluk tubuh istrinya itu dan berkata dengan lembut. “Selama aku pergi, kau memiliki tanggung jawab untuk mengurus istana ini!.... sebagai seorang permaisuri, tentunya kau tidak boleh lepas tangan begitu saja bukan?! ” Ucapnya, yang berusaha untuk meyakinkan istrinya itu


Mendengar ucapan kaisar Zhuang, An xia pun termenung dan sedikit berfikir. Yang dikatakan suaminya itu memang benar, bukan hanya untuk kebaikan dirinya saja, tapi juga untuk kebaikan semua orang!.... di sisi lain, ia pun juga tak ingin tinggal diam dan hanya menonton ketika ada masalah.


Setidaknya, ia harus ikut berjuang!..... walau dari balik layar sekalipun.


“Baiklah, aku akan patuh! ” Ia terdiam sejenak, menghirup udara dengan rakus dan menghembuskannya dengan kasar. “Tapi aku tidak bisa menjanjikan hal itu!.... jika sewaktu waktu terjadi masalah, maka aku akan datang kepadamu!! ” Ucapnya lagi, dengan tatapan tajam yang jelas tidak ingin ditentang.


Tau kalau ego istrinya itu begitu tinggi, kaisar Zhuang pun menghela nafas secara diam-diam. Kemudian, ia mengangkat tubuh wanitanya itu dengan kedua tangan dan membaringkan nya di atas ranjang. “Jangan mengambil resiko dengan membahayakan keselamatanmu dan bayi yang sedang kau kau kandung saat ini!..... ingatlah bahwa bayi itu adalah anakku, dan karena itulah kau harus menjaganya dengan baik! ” Ucapnya dengan sangat tegas.

__ADS_1


Bahkan tatapan matanya itu memancarkan aura yang sangat kuat hingga An xia merasa terintimidasi. “Aku tau akan hal itu!... ” Ia terdiam, menutup kedua matanya dan memalingkan wajahnya kearah lain. “... Tapi bagaimana bisa aku hanya berdiam diri selagi kau berjuang Mati-matian diluar sana?..... Setidaknya biarkan aku membantumu, walau hanya sedikit!.... setidaknya itu akan membuat ku tenang, dan merasa berguna. ” Ucapnya lagi.


Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun tersenyum dengan lembut. Kemudian, ia berkata. “Jika kau ingin membantu, maka ada caranya sendiri!....” Ia membaringkan tubuhnya, menarik istrinya itu untuk masuk dalam dekapannya yang hangat. “.... Yang jelas kau tidak akan diberi izin untuk terjun langsung dalam medan perang, itu adalah tugas seorang pria!.... bukan wanita hamil seperti mu!” Ucapnya, yang masih kukuh dengan keputusannya.


An xia pun menganggukkan kepalanya, diam-diam tersenyum dalam dekapan suaminya itu. “Aku mengerti! ” Balasnya dengan singkat.


...»»————>❀<————««...


Di tempat lain, sebuah burung pengantar pesan kini terbang menembus udara malam dengan secarik kertas yang terikat pada kakinya.


Burung itu terus mengepakkan sayapnya yang putih, kemudian terbang sedikit rendah hingga kakinya mendarat dengan mulus di suatu jendela ruangan.


Namun, sebelum ia sempat melakukannya, sepasang tangan milik seseorang pun tiba tiba menangkap tubuhnya yang mungil dan membawanya masuk kedalam ruangan.


“Burung ini, mau kabur kemana?! ” Tanya dari seseorang itu.


Jelas sang burung tidak dapat mengerti, yang bisa ia lakukan sebagai hewan saat ini hanyalah diam dan pasrah.


Terlihat, Raja Bai Zhen kini mengulurkan tangannya dan mengambil secarik kertas yang terikat pada kaki burung itu. “Apakah orang itu bisa di percaya?... ” Ia melepaskan burung malang itu dari genggamannya, kemudian membaca apa yang tertulis di dalam surat kecil itu. “.... heh, tidak ku sangka diriku ini akan bekerja sama dengannya!..... namun itu sangat menguntungkan, jadi baiklah! ” Gumamnya sembari tersenyum licik.


Selesai membaca isi dari surat tersebut, Raja Bai Zhen pun membakarnya dengan api kecil dari sebuah lilin. Sembari menatap kertas yang terbakar, pikirannya pun kini terbayang-bayang akan sosok cantik yang pernah ia lihat. “Tidak ku sangka mendapatkan mu akan sesulit ini, bahkan aku harus menghadapi dua lalat sekaligus! ” ia terdiam, kemudian menatap kertas yang telah menjadi debu itu. “tapi itu tidak masalah!..... satu dari dua lalat sudah berada di tanganku, hanya tinggal satunya lagi!! ” Gumamnya, pada sosok tak nyata dalam pikirannya.

__ADS_1


Raja itu pun mendudukkan dirinya pada suatu kursi, menopang kepalanya dengan salah satu tangan sembari bergumam dalam hati. “Hahaha, pria itu bekerja sama denganku karena ingin mendapatkan mu!..... namun, ia masih terlalu naif untuk membedakan kawan dan lawan. ”


...»»————>❀<————««...


Cahaya matahari masih belum menampakan wujudnya dari ujung timur, namun suara ketukan pintu yang terdengar keras pun membangunkan dua sosok rupawan yang sedari tadi tertidur lelap dengan tangan yang saling mendekap erat.


An xia adalah orang pertama yang membuka matanya. Mendengar suara ketukan pintu, ia pun bergegas turun dari ranjang dan membenarkan pakaiannya.


Namun, saat ia akan mengambil langkah, sebuah tangan pun secara tiba-tiba menghentikannya dan menariknya hingga kembali terbaring di atas ranjang. “Istirahatlah, biarkan aku yang membuka pintu! ” Ucap kaisar Zhuang dengan lembut, kemudian mendaratkan sebuah kecupan singkat sebelum ia beranjak pergi.


Dengan patuh, An xia pun menganggukkan kepalanya. Kemudian, secara diam-diam ia pun mendengarkan perbincangan antara suaminya dengan seseorang diluar sana.


“Yang mulia, para jenderal menunggu kehadiranmu untuk membahas hal penting! ” Ucap dari orang itu.


Kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya pelan, menandakan bahwa ia mengerti dengan apa yang orang itu sampaikan kepadanya. “Baiklah, aku akan segera kesana!” Ucapnya, kemudian berbalik badan dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah An xia.


Melihat hal itu, An xia pun segera berdiri dan menatap suaminya itu dengan tatapan yang begitu serius, lalu ia berkata. “Biarkan aku ikut denganmu!....jika tidak bisa membantu dari depan, setidaknya aku bisa membantu dari belakang! ” Ucapnya, sembari menggenggam tangan suaminya itu dengan erat.


Kaisar Zhuang yang melihat kesungguhan dalam diri istrinya itupun hanya bisa mengiyakannya dengan pasrah. Mau bagaimanapun, istrinya itu bukanlah wanita biasa!..... berbeda dengan kebanyakan wanita yang cenderung memilih untuk tidak ikut campur dalam sebuah konflik besar, wanita di hadapannya itu justru malah merasa tertantang.


Dan semua itu dapat di lihat dari kobaran api yang terpancar dari kedua matanya yang jernih namun penuh ilusi itu. “Baiklah, jika seperti itu maka tidak ada alasan bagiku untuk menolak mu.... ” Ia terdiam, mengulurkan tangannya dan membelai wajah An xia dengan lembut. “.... istriku begitu pintar, pasti memiliki sesuatu untuk di utarakan, benar begitu?!” Ucapnya, dengan sebuah senyum penuh arti di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2