Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Sebuah kepura-puraan?


__ADS_3

Mendengar itu, pangeran kedua pun menggertak kan giginya, tatapan matanya terlihat murka. “Berani-beraninya kalian menghalangi jalanku!! ” Geramnya yang membuat para prajurit bersikap siaga untuk menerima serangan.


Dan benar saja!


Pangeran itu kini bergerak dengan cepat dan mengayunkan pedang di tangannya. Namun, para prajurit itu rupa-rupanya memiliki kemampuan yang hebat hingga membuat pangeran kedua cukup kewalahan dalam menghadapi mereka.


“Sialan!!! ”


Trrriiiinggg!!!.....


Sebuah pedang dari seorang prajurit kini terlempar jauh akibat berbenturan dengan pedang milik pangeran kedua. Membuatnya merasa tertegun untuk sesaat dan memberikan sedikit cela.


Pangeran kedua yang melihat hal itupun diam-diam tersenyum dalam hati, kemudian ia dengan cepat bergerak melewati mereka dan berlari menuju An xia.


Sedari awal tujuannya memang bukan untuk mengalahkan para prajurit itu!..... walaupun kemampuannya sudah jauh meningkat dari yang sebelumnya, tapi pangeran kedua masih tau sampai mana batas lawan yang harus ia hadapi dalam pertarungan.


Dan karena itulah, ia harus membawa An xia dan segera pergi dari tempat ini sebelum keadaannya menjadi gawat.


Sayangnya, hal itu cukup mustahil untuk di lakukan!....


Seringai di bibir An xia semakin melebar, tikus kecil itu kini sedang berlari kearahnya. “Sungguh mengemaskan!..... ayo, cepat mendekatlah kemari!..... aku tidak sabar untuk menyambut mu dengan penuh cinta hahaha!!! ” Gumamnya, sembari tertawa jahat dalam hati.


Saat jarak antara pangeran kedua dan An xia tinggal beberapa langkah, tiba-tiba sebuah jarum kecil pun melesat dengan cepat dan menusuk tepat di lehernya.

__ADS_1


Untuk sesaat, pangeran kedua membeku di tempat. Salah satu tangannya terangkan, dan dengan kaku mencabut jarum yang tertancap di lehernya. “Apa ini?... ” ia bertanya-tanya, kemudian menoleh ke arah sang pelaku dengan tatapan tak percaya. “... Kenapa kau__”


Tubuhnya terjatuh secara tiba-tiba, kedua kakinya pun terasa lemas. “Ada apa denganku? sebenarnya apa yang terjadi? kenapa dia melakukannya?! ” Gumamnya dalam hati, kemudian mendongakkan wajahnya keatas dan menatap sosok An xia yang tersenyum lembut.


“Kenapa kau menatapku seperti itu? ”


Deg!!!....


Untuk sekian lama, pangeran kedua akhirnya mendengar suara itu!.... suara yang terdengar sangat halus dan jernih. Namun, entah kenapa kata-kata yang ia gunakan justru terkesan sangat dingin dan datar.


“Pangeran kedua... ah, maksudku putra mahkota!” panggilnya, dengan wajah yang datar pada akhir kalimat. “Apa yang kau lakukan?.... bukankah aku sudah berbaik hati dengan membiarkan mu hidup?.... lalu kenapa kau membalas kebaikanku dengan tindakan seperti ini?.... tidakkah kau tau? hati ku sangat sakit saat mengetahuinya! ” Ucapnya, sembari memasang wajah sedih dan tertekan.


Tentu saja itu hanya kepura-puraan.


Namun saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memusingkan hal kecil, ia harus segera berdiri. “Aku datang untuk membawamu per__uh?! ”ucapannya kembali terhenti ditengah jalan, Lagi-lagi ia merasa tertegun untuk yang kesekian kalinya. “Kenapa aku tidak bisa menggerakkan kakiku?.... bahkan sekujur badanku terasa sangat lemas dan tak bertenaga! ” Gumamnya dalam hati.


Namun, setelah terdiam untuk beberapa saat, ia pun akhirnya menyadari sesuatu. “Apakah jarum tadi... ” ia kini menduga-duga, menatap ke arah An xia dengan tatapan mata meminta penjelasan.


Sedangkan An xia yang melihat tatapan itupun kini mulai menunjukkan senyumnya kembali, ekspresi wajahnya benar-benar berubah dengan sangat cepat. “Aha! apakah kau baru menyadarinya? ” Tanyanya, sembari terkekeh kecil. “Haruskah aku bilang bahwa jarum yang ku lempar kepadamu itu beracun? ” Ucapnya lagi dengan senyum licik.


Pangeran kedua yang mendengar ucapan An xia itupun kini membelalakkan matanya, tak menyangka bahwa gadis pujaannya akan tega melukainya dengan racun pelumpuh. “Kenapa.... kenapa kau melakukan ini kepadaku?!!.... aku datang kemari untuk membawamu pergi agar kita bisa hidup bersama!!! ” Teriaknya, sembari menatap An xia dengan tatapan marah bercampur kecewa.


Mendengar itu, sebuah kerutan tipis pun mulai terukir di kening An xia. Tatapan wanita itu kini terlihat begitu tidak menyenangkan, seolah-olah menggambarkan rasa tak suka dalam dirinya. “Apakah kau sedang melawak? ” Tanyanya dengan dingin. “Kau tau aku sudah menikah bukan?.... dan apakah kau berfikir bahwa aku akan mengkhianati suamiku dan kabur bersama pria yang memenjarakan keluargaku tanpa alasan!!” Tanyanya lagi.

__ADS_1


“Aku tidak memenjarakan mereka tanpa alasan!!.... ayahmu, dan keluargamu menentang ku dan menghalangi jalan ku untuk mendapatkan mu kembali!!! ” Ucapnya, yang berusaha membela diri.


Mendengar hal itu, An xia pun semakin di buat muak, bahkan ia hampir muntah karena menahan kekesalan. “Aku tidak pernah mencintai mu! ”


Deg!!!....


Itu hanyalah sebuah kalimat singkat, sebuah kalimat yang terdengar begitu tegas dan tanpa ada keraguan sedikitpun. Namun, entah kenapa jantung pangeran kedua seakan-akan berhenti berdetak ketika mendengarnya.


“Apa kau bilang? ” Ia merasa tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


“Kau tidak dengar? aku bilang, aku tidak pernah mencintai mu! ” Ucap An xia lagi, kemudian wanita itu melangkahkan kakinya mendekat sembari berkata. “Walaupun begitu, bukankah aku sudah berbaik hati dengan membiarkanmu tetap hidup?.... Suamiku pada awalnya berniat untuk membuatmu bernasib sama seperti putra mahkota yang telah mati, namun aku berfikir bahwa orang seperti mu cukup aman untuk dibiarkan tetap hidup! ” Ia terdiam untuk sesaat, menjulurkan tangannya dan menyentuh dagu pangeran kedua dengan lembut. “Kini kau bahkan menduduki gelar putra mahkota!..... tidakkah kau seharusnya berterima kasih kepada kebaikan hatiku?..... selama ini aku sudah sangat lembut dalam memperlakukanmu, namun balasan mu sungguh membuatku merasa kecewa!!” Ucapnya lagi, dengan tatapan tajam yang begitu menusuk.


Dengan cepat, pangeran kedua menggenggam tangan An xia yang menyentuh dagunya, kemudian mencengkram nya dengan sangat erat sembari berkata. “Kebaikan hati?! kecewa?!! ” Ia mengulangi kata-kata An xia, kemudian menggertak kan giginya. “Omong kosong apa yang kau katakan?!!.... apakah selama ini kau hanya berpura-pura?!!.... apakah senyuman lembut yang kau tunjukkan kepadaku dulu itu hanyalah kepura-puraan?!!.... Lalu apakah kau benar-benar tidak memiliki perasaan sedikit pun terhadapku?!!! ” Tanyanya, sembari berteriak.


Ia tak terima, bagaimana bisa wanita itu berpura-pura dihadapannya selama ini?!!....


“Apakah ini karena pria itu?!!.... memang apa yang membuat mu lebih memilihnya ketimbang diriku?!!.... apakah kau yakin dia bisa memberikan cinta dan kebahagiaan yang lebih besar?!!” Ia bertanya, dan berteriak dengan marah.


Para prajurit yang melihat hal itupun segera mendorong pangeran kedua dari An xia, kemudian mengarahkan pedang mereka tepat di lehernya untuk memberikan peringatan agar tidak macam-macam dengan wanita itu. “Yang mulia permaisuri, kami menunggu perintah!! ” Ucap salah seorang prajurit yang sudah bersiap untuk menghunuskan pedangnya.


“Kau benar-benar tidak tau diri, dan itu membuatku merasa muak!!” Ucapnya dengan kesal, kemudian menatap para prajurit dan berkata. “Segera lakukan!! aku tidak ingin lagi melihat wajahnya!!! ” Ucapnya lagi, yang memberikan perintah dengan tegas dan tanpa ragu.


“Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku!!! ” ia berteriak, menatap tajam kearah An xia dan memberikan ancaman. “Walaupun aku mati, aku akan tetap menunggu mu!!!.... aku tidak akan membiarkan mu!!! aku tidak akan membiarkan orang yang mempermainkan perasaan ku begitu saja!!! kau kelak akan ikut bersamaku ke neraka!!! kau akan tinggal di sama bersamaku untuk selamanya!!! ” Teriaknya untuk yang terakhir kali sebelum benda tajam yang dingin itu menggores lehernya dengan kejam.

__ADS_1


__ADS_2