
Samar samar, An xia bisa melihat sinar matahari yang secara perlahan lahan merambat naik keatas langit dari arah timur.
Dan hal itu menandakan kalau hari akan segera menjelang pagi.
Mereka kini telah tiba di kediaman tuan Eiji. Awalnya An xia berniat untuk mencari sebuah penginapan, namun tuan Eiji menawarkan An xia tinggal di kediamannya untuk sementara sampai rumah hiburan milik An xia itu selesai di perbaiki.
Saat mereka telah masuk kedalam halam, kedatangan mereka langsung di sambut dengan hangat oleh orang orang yang berpenampilan hampir sama seperti penampilan tuan Eiji.
Mata tuan Eiji melirik An xia, kemudian ia berkata. “Ini adalah kediamanku, anggap saja rumah sendiri, dan kau bisa melakukan apapun yang kau mau disini karena akulah yang berkuasa!!” Ucap tuan Eiji dengan sifat sombongnya.
Mendengar perkataan pria itu, An xia memutar bola matanya malas. Jika saja tuan Eiji itu bukanlah temannya, maka sudah pasti An xia akan melepaskan semua pakaian yang dikenakan pria itu dan menyeretnya kehadapan umum untuk dipermalukan.
“Iya iya, aku akan melakukan apapun yang aku inginkan! namun sekarang aku hanya ingin membersihkan diri dan tidur.” Ucap An xia dengan acuhnya.
Tuan Eijipun menganggukkan kepalanya dengan enteng, ia kemudian melirik salah satu anak buahnya. “Kau!! antarkan gadis kecil ini ksalah satu kamar yang kosong!!” Perintahnya.
Semua orang yang ada di kediaman itu kini menatap An xia dengan heran, mata mereka menelusuri sosok An xia dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Seorang pemuda cantik!
Itulah yang mereka lihat, namun kenapa tuan mereka mengatakan ‘Gadis kecil’ untuk menyebut si pemuda itu?
Seakan tau tentang apa yang ada di pikiran mereka, tuan Eijipun berkata. “Dia wanita!! hanya saja dia itu sedikit.... ‘ini’!!” Tuan Eiji memutar mutar salah satu jari telunjuknya di samping kepala saat mengatakan ‘ini’ sebagai arti orang gila atau tidak waras.
Dan merekapun langsung mengerti denan bahasa isyarat itu.
Begitu juga An xia, gadis itu mendengus sebal saat pria paruh baya itu mengatai dirinya gila dihadapan orang banyak.
Namun anehnya An xia sama sekali tidak menyimpan dendam dengan hal itu, namun sejujurnya ia sedikit merasa terhibur dengan kelakuan kekanak kanakkan tuan Eiji.
An xia pun melangkah pergi menuju sebuah kamar yang telah disiapkan untuknya, selah berada di kamar itu, An xia kemudian langsung masuk kedalam kamar mandi, dan ternyata di sana sudah disiapkan air hangat untuk dirinya dan sebuah pakaian.
Dan tanpa basa basi, An xia langsung saja membersihkan dirinya, setelah itu ia berendam dengan air hangat.
Setelah beberapa lama, An xia kemudian memutuskan untuk menyudahi acara berendamnya. Namun saat ia ingin memakai pakaian, An xia mengernyitkan dahinya dengan bingung.
pakaian untuk wanita?
__ADS_1
“Apakah aku harus menggunakan pakaian ini?” An xia bertanya kepada dirinya sendiri.
Jika dia memakai pakaian ini, maka orang orang akan melihatnya dalam bentuk seorang gadis dan bukannya seorang pemuda lagi.
Namun sebenarnya itu bukanlah masalah, di tempat ini memang siapa yang akan mengenal sosok nona pertama An?.... tentu saja tidak ada!!....
Lagipula jika ia menghunakan pakaian ini, orang orang pasti akan beranggapan kalau dirinya adalah orang yang berasal dari negri Jepang, ditambah lagi ia saat ini berada di kediaman tuan Eiji yang notabetnya adalah seorang yang terpandang.
Dan dengan begitu kemungkinan besar tidak akan ada orang yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya.
An xia segera memakai pakaian itu, jujur ia sudah mulai kedinginan karena terlalu banyak berfikir dan membiarkan tubuhnya telanjang tanpa pakaian yang menyelimuti.
Setelah memakai pakaian, An xia kemudian keluar dari kamar madi, dan segera merebahkan dirinya di Futon yang sejenis perangkat tidur teradisional jepang dengan shikibuton sebagai alas tidur dan kakebuton sebagai selimut.
Tak perlu waktu lama untuk An xia terlelap tidur, karena memang ia sudah merasa lelah dan mengantuk.
****
Di sisi lain, kaisar Han kini sedang menghadiri rapat pagi bersama para pejabat pejabat istanah.
Walaupun ia terlihat cukup fokus, namun sebagian besar pikirannya saat ini tertuju pada An xia. Sungguh ia masih merasa kesal, namun rasa kesal itu malah memperkuat rasa rindu di dalam hatinya.
Kaisar itu kemudian memutuskan untuk tetap fokus kepada rapat pagi ini, soal An xia..... kaisar itu akan mengurusnya nanti malam.
*****
Di saat kaisar itu sedang memikirkan An xia, orang yang sedari tadi terus menerus dipikirkan saat ini malah sedang tidur pagi dengan santainya.
Namun baru empat jam An xia tidur dan sekarang matanya terbuka kembali saat mendengar suara berisik bendah pecah dari luar kamarnya.
“Sial!! siapa orang yang telah berani mengganggu tidurku!!!” Maki An xia dalam hati.
An xia kemudian bangun dan berjalan keluar kamar, kepalanya menoleh kekanan dan kemari untuk melihat keberadaan seseorang yang telah membangunkan drinya dari tidur nyenyak itu.
Mata An xia kemudian melihat sebuah pot bunga yang pecah, lalu ia melirik ke arah seorang pria yang sedang menundukkan kepalanya dengan wajah yang terlihat sangat pucat.
Melihat siapa pria itu, An xia menaikkan salah satu alisnya. “Kucing kecil!!.... apakah kau sadar dengan kesalahanmu?!!” Tanya An xia penuh penekanan.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan yang penuh dengan penekanan itu, membuat jantung Fai berdegup kencang karena merasa takut.
Dalam hati, Fai memaki maki dirinya sediri karena dengan cerobohnya ia memecahkan sebuah pot bunga dan mengusik tidur gadis itu.
Dengan takut Fai menganggukkan kepalanya, lalu ia berkata. “Bawahan ini mengerti salah yang mulia!!” Kemudian Fai berlutut dihadapan An xia. “Kalau begitu mohon yang mulia berikan hukuman kepada bawahan ini!!” Ucapnya dengan gugup, bahkan keringat dingin saat ini telah mengguyur tubuhnya.
An xia menghelah nafas berat, menghukum bawahan kepercayaan seorang kaisar?..... itu sama saja kalau ia mencari masalah dengan kaisar itu.
“Sudahlah!! cepat katakan ada urusan apa kau datang kesini?!!” An xia bertanya.
Dalam hati, Fai menghembuskan nafas legah, merasa bersyukur atas kemurahan hati tuhan yang telah menyelamatkannya dari hukuman yang akan gadis berdarah dingin itu jatuhkan kepadanya.
“Menjawab yang mulia!! Hamba diutus oleh yang mulia kaisar untuk terus mengawasi anda yang mulia!!” Fai menjawab tanpa ragu.
An xia mengerutkan keningnya, ia maju satu langkah kemudian berkata. “Apa yang di inginkan kaisar itu dariku, kucing kecil?” Tanya An xia dengan curiga.
Fai meringhis dalam hati saat mendengar perkataan An xia itu. Mengapa gadis itu menatapnya dengan curiga? seharusnya ia merasa bangga atau senang bukan?....
Jika Kaisar yang dingin itu terus memberikan perhatiannya.... bukankah itu sudah sangat menjelaskan kalau kaisar itu saat ini merasa perduli dan menyayanginya?
Kini Fai mengetahui dari mana asal usul rasa kesal dalam diri kaisar itu tadi, kekesalan itu pasti berasal dari ketidak pekahan An xia.
Masih mendengar An xia memanggilnya dengan sebutan kucing kecil, untuk kesekian kaliannya Fai menyebutkan namanya.
“Bawahan ini bernama Fai yang mulia!! mohon diingat!.” Ucap Fai penuh harapan.
An xia memutar bola matanya malas, ia kemudian berkacak pinggang seraya berkata. “Kau belum menjawab pertanyaanku, kucing kecil!!” Ucap An xia dengan tegas.
Mata Fai terbelalak, karena terlalu fokus dengan panggilan yang An xia gunakan untuk memanggilnya, Fai sampai lupa untuk menjawab pertanyaan dari gadis itu.
“Ah!! maafkan hamba yang mulia!!.... sebenarnya maksut dari kedatangan hamba adalah untuk melindungi yang mulia atas perintah kaisar!!” Ucap Fai yang menjawab pertanyaan An xia.
“Melindungiku? ” gumam An xia.
______ ______ _______
Oh iya, baca juga karyaku yang lain dengan judul [Seorang kaisar wanita] yang ada di bawah ini!!👇
__ADS_1