Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Hasrat dan keinginan.


__ADS_3

Senyum di wajah An xia kini semakin lebar. Ternyata tak perlu sebuah penjelasan bagi kaisar Zhuang untuk mengerti maksud dari perkataannya, dan hal itulah yang membuat rasa suka terhadap pria yang satu itu semakin bertambah.


Kaisar Zhuang membalikkan badannya, menatap lurus kearah sang istri yang kini juga sedang menatapnya dengan senyum menggoda. “Beruntung kau sangat jeli!... Dengan begitu kita bisa mengurus mereka sebelum terlambat. ” ucapnya seraya melangkah mendekat.


Kemudian, ia mendudukkan tubuhnya di samping An xia dan berkata. “Kemari lah! Mendekat lah kepada suamimu ini! ” Ucapnya sambil menepuk paha, mengisyaratkan kepada An xia untuk duduk di atas pangkuannya.


Mendengar itu, An xia pun tersenyum dan dengan cepat melemparkan tubuhnya kedalam pelukan sang suami. “Aku sangat senang saat melihatmu begitu tegas dalam mengambil tindakan!” pujinya seraya meraba dada bidang kaisar Zhuang.


Melihat kelakuan sang istri, kaisar Zhuang pun terkekeh dan mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir sebelum berkata. “Tentu saja, bagaimana bisa aku membiarkan orang seperti mereka berada di sekitarmu.... ” perlahan tangannya kini mengusap perut sang istri, tempat dimana sang anak berkembang saat ini. “.... Kau sedang mengandung anakku, tidak akan ku biarkan mereka melukaimu! ” Ucapnya lagi.


Pancaran mata kaisar Zhuang yang menggambarkan keseriusannya itu membuat An xia terlena untuk sesaat sebelum ia mengalihkan pandangannya kearah lain dan berkata. “Kalau begitu lenyap kan mereka dari dunia ini!!..... Sebelum anak ini lahir kepala mereka sudah harus berada di bawah kakiku!! Terutama bajingan itu!! ” Ucapnya dengan emosi yang mengebu-ngebu entah karena salah tingkah atau mungkin karena murni dari kekesalan.


Ucapan An xia barusan itu membuat sudut bibir kaisar Zhuang melengkung dan membentuk sebuah seringai keji. “Kau tenang saja, suamimu ini menjanjikan kepala mereka kepadamu!..... Jika kau mau, kau bisa memenggal kepala mereka dengan tanganmu sendiri. ” Ucapnya tanpa ada keraguan sedikitpun dalam setiap kata kata yang terlontar dari mulutnya.


Salah satu tangan kaisar Zhuang kini terangkat dan membelai sisi wajah cantik An xia dengan begitu lembut dan penuh cinta. Pandangannya pun kini menatap lekat lekat pada wajah cantik yang entah mengapa selalu membuat desiran hebat di hatinya.


An xia menutup matanya secara perlahan ketika merasakan sentuhan lembut pada wajahnya. Kedua tangannya pun kini melingkar di leher kaisar Zhuang dengan begitu mesra.

__ADS_1


Perlahan, kaisar Zhuang mendekatkan wajahnya. Mengikis jarak di antara mereka hingga kedua bibir mereka bertemu dan saling menyapa satu sama lain.


Salah satu tangan kaisar Zhuang kini menarik tubuh An xia agar lebih dekat dengannya selagi salah satu tangan yang lain menahan kepala An xia untuk semakin memperdalam ciuman mesra penuh cinta di antara mereka.


Dengan suara musik dari lantai bawah, dan pemandangan penuh gairah yang tercipta akibat decak kan bibir dan lidah yang saling bersautan. Suasana membara yang tercipta di antara kedua orang itupun semakin berkobar bagai lautan api penuh kasih.


Tak lama setelah itu, suara ketukan pintu pun terdengar dan memaksa kedua orang itu untuk menghentikan aktivitasnya secara mendadak.


Kaisar Zhuang yang merasa kesal akibat momen berharganya bersama sang istri terganggu pun berkata dengan ketus. “Tunggu apa lagi? Cepat masuk!!! ” Perintahnya dengan wajah datar dan dingin.


Sedangkan An xia saat ini telah berada di posisi duduknya semula yang berada tepat di samping kaisar Zhuang.


Setelah meletakkan makanan di meja berbentuk bundar yang terbuat dari kayu itu, para pelayan tadi pun segera melangkah pergi. Namun, salah seorang pelayan yang secara tidak sengaja bertatapan dengan kaisar Zhuang pun tersenyum malu malu.


Menyadari hal itu, Kaisar Zhuang pun mengalihkan pandangannya. Walaupun senyum malu malu di bibir pelayan itu terlihat indah, namun di mata kaisar Zhuang semua itu bukan apa apa jika di bandingkan dengan sang istri tercintanya, An xia.


Sedangkan An xia yang juga melihat gelagat pelayan itu saat di depan suaminya pun melemparkan pandangan tidak suka. Dalam hati mungkin ia saat ini sedang mewanti wanti pelayan itu agar tidak meneruskan aksinya.

__ADS_1


»»————>❀<————««


Dengan pandangan penuh cinta namun lebih condong pada gairah yang terpendam. Raja Bai Zhen kini menatap sosok cantik dalam lukisan kesayangannya itu untuk waktu yang cukup lama.


Seperti biasa, tangannya akan secara otomatis terulur dan membelai wajah cantik bak dewi itu. “Tunggu saja, tunggu sampai aku menghabisi kaisar itu.... Kau dan aku akan bersama! ” Ia berhenti untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “An xia, kau lebih pantas bersanding denganku! Hanya denganku dan bukan kaisar sialan itu!!! ”Gumamanya lagi dengan nada penuh penekanan dan tekat dalam setiap kalimat nya.


Entah kenapa, ingatan Raja itu kini berputar pada kejadian yang menimpa kelompok pembunuh bayaran yang semua anggotanya terbantai tanpa menyisakan satu orang pun. Mengira kalau semua kekejaman itu hanya bersumber pada sosok kaisar Zhuang, perasaan Raja Bai Zhen pun kini terasa gelisah!...... Bagaimana jika gadis yang ia cintai saat ini sedang ketakutan?..... Jujur saja ia merasa ragu jika kaisar Zhuang dapat mencintai An xia seperti dirinya.


Pandangannya pun kini beralih kepada seorang pengawal yang sedari tadi berlutut di hadapannya dengan kepala yang tertunduk. “Kau!! ” panggilnya yang membuat pengawal itu mendongakkan kepalanya.


“Ya, yang mulia! ” Sahut pengawal tersebut.


“Katakan kepadaku, siapa yang lebih pantas bersamanya?..... Aku yang benar benar mencintainya atau kaisar keji itu?! ” Tanyanya dengan nada bicara yang terkesan dingin.


Mendengar pertanyaan itu, pengawal tersebut pun tampak sedang termenung untuk sesaat. Jika di pikir pikir, kaisar Zhuang memang terlihat lebih serasi dengan sosok dalam lukisan itu. Walaupun begitu, pengawal itu pun tetap berkata. “Yang mulia, kau tentulah pasangan yang paling pantas untuk bersanding dengannya!..... Kau selalu memperlakukan para selir dengan sangat baik, aku yakin suatu hari nanti kau juga akan memperlakukan permaisuri An dengan lebih baik lagi. ” Ucapnya yang berusaha menyenangkan hati sang raja.


Jika saja ia menjawab dengan jujur, maka sudah di pastikan kepala dan lehernya saat ini telah terpisah!

__ADS_1


Merasa senang dengan jawaban pengawal itu, Raja Bai Zhen pun tersenyum dengan begitu puasnya. “Ya! Memang hanya aku yang pantas!!” Secara perlahan, senyum itu telah di gantikan dengan sebuah seringai keji. “Perkuat pasukan!...... Aku ingin dalam beberapa bulan kedepan mereka telah siap untuk bertempur!!” Perintahnya dengan tegas.


__ADS_2