
Fai merasa seluruh bulu kuduk nya merinding selagi tangannya bergetar hebat. “Tidak mungkinkan!!?.... jangan bilang kalau dia hamil, dan itu pula anak kaisar? ”Gumamnya pelan.
Tiba tiba, ada seseorang yang menepuk bahunya dengan keras dan membuatnya tersadar dari lamunannya.
Fai menoleh ke belakang, dan lagi lagi ia mendapati sosok gadis manis berambut pendek yang tidak lain dan tidak bukan adalah Annchi.
“Hei, Apa yang kau lakukan di sini?!!.... nona sudah menunggu lama di dalam kereta!! ” Ucap Annchi dengan kesal.
Fai tidak menghiraukan celotehan gadis itu, dan tanpa aba aba Fai menarik tangan Annchi menuju ke suatu tempat yang sepi.
Annchi yang di tarik secara paksa itupun terbelalak Kaget. “Fai, apa yang kau lakukan?!!.... dengar ya, aku tau kalau aku cantik dan baik hati. tapi maaf, aku tidak menyukaimu!! aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu!! jadi lepaskan aku!!! ” Annchi terus berteriak dan memberontak.
Fai yang mendengar teriakan tidak jelas dari Annchi pun menghentikan langkahnya secara tiba tiba dan berbalik badan untuk berhadapan dengan Annchi.
Fai mengangkat salah satu alisnya dengan heran saat menatap Annchi, lalu ia berkata. “Sebenarnya apa yang kau pikirkan tentangku?!!” Ia mengerutkan dahinya dan melotot ke arah Annchi. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepadamu!!” Ucapnya sambil mengetuk kening Annchi keras.
“Aaaw!!.... sakit! ” pekiknya saat merasakan ngilu di kening akibat ketukan keras itu.
Annchi menundukkan kepala karena merasa malu. Dalam hati ia memaki diri sendiri karena telah salah paham kepada Fai.
Annchi mencoba menetralkan rasa malunya, kemudian ia berkata. “Lalu, apa yang ingin kau tanyakan?” Tanyanya dengan wajah memerah karena malu.
“Oh iya!... aku sampai lupa, apakah kau melihat ada yang aneh dengan nona An?” Fai bertanya sambil melirik kesana kemari untuk memastikan tidak ada orang yang menguping.
Annchi pun sedikit mengerutkan dahi, ia berfikir sejenak untuk mencerna pertanyaan itu. “Apanya yang aneh? ” Tanya Annchi yang tidak paham dengan pertanyaan dari Fai.
Fai berdecak kesal dan memutar bola matanya malas. “Yang aneh ya sesuatu yang aneh!!.... apapun yang aneh dari nona An!! apakah mau melihatnya?” Tanyanya sekali lagi namun kini dengan sedikit menekankan di setiap perkataannya.
Kerutan di dahi Annchi semakin mendalam, gadis berambut pendek itu memiringkan kepalanya. “Aku tidak mengerti dengan maksudmu!!.... jika ingin bertanya, bicaralah yang jelas!!! ” Ucapnya dengan ketus.
Fai kini semakin di buat frustasi dengan sikap Annchi ini. “Kemarilah!!” Ucapnya sambil melambai lambaikan tangannya, menyuruh Annchi untuk mendekat.
__ADS_1
Annchi menutup dadanya dengan kedua tangan dan menatap Fai dengan penuh curiga. “Mau apa kau?!! ” Tanyanya dengan garang.
Tuk!!!
Satu ketukan keras lagi lagi mendarat di kening Annchi hingga membuat kening gadis itu sedikit memerah.
Fai sang pelaku kini mendengus dan menatap Annchi dengan kesal. “Kenapa pikiranmu begitu kotor!!.... aku hanya ingin membisikkan sesuatu!! ” Kemudian, Fai melirik tangan Annchi yang menutupi dadanya. “Cih!!... lagipula aku tidak tertarik dengan tubuh rata sepertimu!! ” Cibir nya.
Annchi Memelototi Fai, enak saja dia dibilang tubuh rata!!..... gadis mana yang tidak akan merasa kesal jika tubuhnya di hina oleh seorang pria!!!
Dengan wajah yang di tekuk dan mulut yang berkomat kamit tidak jelas, Annchi pun mendekatkan telinganya dengan enggan.
“Cepat katakan!! ” Ucapnya ketus.
Fai pun mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Annchi. Namun, baru saja ia selesai berbisik. Tiba tiba ia mendapatkan sebuah pukulan yang cukup keras di bagian perut dari gadis berambut pendek di hadapannya itu.
“Dasar gila!!!.... jangan sembarangan berbicara tentang nona kami ya!! ” Bentaknya dengan tatapan tajam, kemudian gadis itu mengeluarkan sebuah belati kecil dan mengarahkannya di leher Fai. “Berkata buruk tentang nona kami maka balasannya adalah Mati!!! ” Bentaknya lagi, bahkan nafasnya kini telah naik turun karena amarah yang sudah sampai ke
Namun, sayanya untuk membunuh seorang pengawal pribadi kaisar seperti Fai tidaklah semudah yang Annchi bayangkan.
Sebelum belati itu benar benar menyayat kulit lehernya, dengan sigap Fai merebut belati itu dan mengunci kedua tangan Annchi di punggung.
Sambil berusaha menahan pergerakan gadis itu, Fai berkata. “Tenanglah, kenapa kau begitu liar?!!..... setidaknya kau menyelidiki hal itu terlebih dahulu, bagaimana jika nona An benar benar hamil?!!” Ucapnya yang sedikit berteriak di telinga Annchi.
Mendengar kata ‘Nona An’ dan ‘Hamil’ Yang keluar dari mulut Fai membuat Annchi semakin marah.
Dengan sangat kuat, Annchi membenturkan kepalanya di hidung Fai.
Fai yang merasakan rasa sakit di hidungnya akibat benturan dari kepala Annchi pun segera mundur beberapa langkah dan melepaskan kedua tangan Annchi.
Annchi yang telah terbebas pun segera melancarkan aksinya dengan menjambak rambut Fai sekuat kuatnya. “Mati saja kau!!!! ” Annchi berteriak kepada Fai.
__ADS_1
Fai meringis kesakitan disaat merasakan sakit di kepala, rasanya rambut rambut itu akan segera tercabut dari kepalanya.
Fai memegang tangan Annchi yang berada di kepalanya dan berusaha untuk menyelamatkan rambutnya. “Aaaaa!!! Annchi, apa yang kau lakukan?!! kepalaku sakit!... lepaskan!! lepaskan!!” Teriaknya kesakitan.
Annchi tertawa puas, kemudian ia berkata. “Kau merasa sakit? .... memang itulah tujuanku!!” Teriaknya tanpa memperdulikan sekitar.
Fai yang tidak terima jika di kalahkan oleh seorang gadis liar seperti Annchi pun membalas dengan menjambak rambut Annchi balik.
“Aaaaa!!.... pria gila!! apa yang kau lakukan!! ” Annchi berteriak kesakitan di saat rambut pendeknya itu di tarik kasar oleh Fai.
Sama halnya dengan Fai, Annchi juga tidak mau kalah dengan pengawal gila seperti Fai itu.
Dengan penuh amarah, Annchi pun semakin menjadi jadi dan menggunakan salah satu tangannya untuk memukul wajah Fai.
“Mati kau!!! ” Teriaknya Annchi.
Fai kembali meringis disaat merasakan ngilu ngilu sedap di pelipis matanya akibat pukulan Annchi yang tidak main main.
Apa gadis itu bilang?..... menyuruhku mati?.... heh, tidak terimakasih!!
Dengan keras pula, Fai melayangkan pukulan di dahi Annchi. Mengakibatkan dahi yang tadinya merah kini nampak lucu dengan benjolan kecil.
Bagai anjing dan kucing, Fai dan Annchi bertengkar hebat tanpa memperdulikan sekitar mereka.
Karena terlalu sibuk dalam perkelahian konyol itu, mereka sampai tidak sadar kalau tindakan tidak terpuji mereka kini menjadi tontonan gratis oleh para perajurit dari Kerajaan Barat dan para pengawal bayangan yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kegelapan.
Pangeran kelima dari Kerajaan barat, Li Guang Fu yang melihat kejadian itupun berniat melerai mereka, begitu juga dengan Rui yang melihat adik perempuannya, Annchi yang sedang berkelahi seperti anak kecil dengan Fai.
Namun, sebelum mereka melangkahkan kakinya mendekat ke arah dua bocah yang sedang berkelahi itu.
Tiba tiba ada sebuah suara merdu yang berteriak. “Annchi, Fai!!!.... apa yang kalian berdua lakukan!!! ” Teriak seseorang yang berhasil membuat Annchi dan Fai menghentikan perkelahian mereka.
__ADS_1
Dan secara serempak, semua orang menoleh ke sumber suara untuk melihat sosok pahlawan yang menghentikan perang besar anatara dia orang itu.