
Dalam hati, An xia bertanya tanya.... bagaimana bisa pria di hadapannya itu selalu menginginkan percintaan panas?..... tidakkah dia lelah?.... walaupun dia tidak merasa lelah, tapi setidaknya dia harus bisa mengontrol diri.
Apalagi dengan kondisinya yang saat ini sedang berbadan dua!!
Di sisi lain, kaisar Zhuang yang melihat ekspresi cemberut dan kesal pada wajah istrinya itu pun merasa terhibur. Entah mengapa, semua penat di tubuh yang ia rasakan seketika hilang dan digantikan dengan rasa yang penuh akan semangat.
“Baiklah, kali ini aku akan melepaskan mu!.... ” Setelah mengatakan itu, kaisar Zhuang pun mengambil satu langkah mendekat. “.... Tapi hanya untuk kali ini saja!!” Ucapnya lagi.
Masih merasa was-was dan tidak percaya, An xia pun mengambil satu langkah mundur dan berkata. “Kau adalah seorang pira yang licik!!.... ” Wanita itu mengerutkan dahinya, dan menatap tajam ke arah kaisar Zhuang yang kini juga menatapnya dengan tatapan penuh arti. “.... aku butuh jaminan!” Ucapnya lagi dengan masih bersikap was was.
Sedangkan kaisar Zhuang yang melihat sikap was-was pada istri tercintanya itu pun terkekeh geli dan berkata. “Kau butuh jaminan?... ” Ia bertanya dengan sebuah seringai di bibirnya. “.... Maka baiklah, aku akan memberikan sebuah jaminan padamu! ” Ucapnya lagi, seraya melangkah kan kakinya mendekat.
Merasakan bahwa suaminya itu akan melakukan sesuatu yang tidak tidak, An xia pun mengambil beberapa langkah mundur dan bersamaan dengan langkah kaki kaisar Zhuang yang semakin mendekat. “A.... Apa yang ingin kau lakukan?!! ” Tanyanya dengan nada marah dan terkesan mengancam, namun samar samar juga terdapat nada panik di dalam suaranya itu.
Tanpa memperdulikan ucapan An xia barusan, kaisar Zhuang tiba tiba meraih tangan An xia dan menariknya hingga tubuh ramping itu menabrak dada bidangnya yang kokoh.
Belum sempat An xia melontarkan beberapa makian, sebuah kecupan singkat pun mendarat di bibirnya. “Tenanglah, aku janji tidaka akan menyentuh mu tanpa seijin mu! ” Ucap kaisar Zhuang yang berbisik tepat di telinga An xia.
Mendengar hal itu, barulah An xia dapat bernafas lega. Setidaknya ia bisa menjamin keselamatan nya kali ini.
Untuk beberapa saat, kedua orang itu terdiam satu sama lain. Sampai pada saat kaisar Zhuang membuka mulutnya dan memulai pembicaraan. “Ekhm!.... aku memiliki sesuatu untuk di sampaikan padamu! ” Ucapnya seraya mendudukkan dirinya di tepi ranjang.
Mendengar hal itu, Salah satu alis An xia pun terangkat dan membentuk sebuah ekspresi yang penuh akan tanda tanya. “Apa itu? ” ia bertanya.
Sebelum menjawab pertanyaan dari sang istri, kaisar Zhuang terlebih dahulu menepuk pahanya pelan sebagai isyarat untuk An xia agar duduk di atas pangkuannya. “Kemarilah terlebih dahulu, baru setelah itu aku akan mengatakannya padamu! ” Ucapnya dengan santai.
__ADS_1
Mengingat janji yang baru saja suaminya itu buat, An xia pun tanpa merasa ragu mendudukkan dirinya di atas pangkuan kaisar Zhuang.
Sedangkan kaisar Zhuang yang melihat itu pun tersenyum puas, kemudian tangannya dengan santai memeluk tubuh mungil istrinya itu dengan penuh rasa hangat. “Aku rasa, cepat atau lambat Zhang Liang akan segera di angkat menjadi seorang kaisar! ” Ucapnya yang berhasil membuat An xia menatapnya dengan kedua mata yang terbuka lebar.
“Apa? bagaimana kau bisa dengan yakin mengatakan hal itu?! ” An xia terdiam untuk sesaat, pikirannya kini mulai menerawang kemana mana..... sampai pada saat ia kembali berkata. “Apakah telah terjadi sesuatu kepada kaisar yang memimpin saat ini?” Tanyanya yang merasa begitu penasaran.
Mendengar pertanyaan dari istrinya itu, kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya lalu berkata. “hmm, kabar mengatakan bahwa ia jatuh sakit semenjak mendengar berita kematian pangeran mahkota! ” Jawabnya dengan datar.
An xia yang mendengar itu pun kembali terdiam untuk sesaat, kemudian wanita berparas cantik itu pun menghela nafasnya dan berkata. “Aku harap ini bukan pertanda buruk! ” An xia kembali terdiam, namun kemudian ia melanjutkan. “Semenjak kita menikah, pangeran itu menyimpan dendam terhadapmu!..... aku takut saat ia menjadi kaisar, dia akan__” Ucapan An xia tiba tiba terhenti akibat sebuah ciuman yang lagi lagi membekap mulut mungilnya.
Setelah kaisar Zhuang melepaskan ciumannya, pria itu pun berkata. “Itu tidak akan terjadi!.... kau tau suamimu ini tidak mudah untuk dikalahkan begitu saja, apalagi dengan seorang pangeran seperti nya! ” Ucapnya dengan tegas, sama sekali tidak ada sedikitpun keraguan di dalam setiap kata katanya.
Mendengar itu, An xia pun sedikit merasa lega. Dengan kedua tangan yang melingkar mesra di leher kaisar Zhuang, wanita itu pun berkata. “Aku tau!.... dan aku percaya padamu! ” Ucapnya dengan sebuah senyum tipis yang begitu menawan di bibirnya.
Melihat pemandangan indah di hadapannya itu, kaisar Zhuang pun menghela nafasnya dan berkata. “Lihatlah, kau sekarang mulai menggodaku! ” Ia mengeratkan pelukannya, kemudian kembali berkata. “Jika saja aku tidak membuat janji, maka malam ini kau tidak akan selamat!!” bisiknya dengan nada bicara yang terkesan menggoda.
Tidak berselang lama, suara pintu yang terketuk pun dapat terdengar bersamaan dengan suara seseorang yang memanggil sang kaisar dari luar.
“Yang mulia, mereka telah menunggu!”
...»»————>❀<————««...
Suara pintu yang terbuka dengan begitu keras dan bersamaan dengan suara langkah kaki cepat itupun memancing perhatian dari beberapa pria berpenampilan serba hitam.
Melihat siapa orang yang baru saja datang, merekapun sontak berlutut dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Sedangkan kaisar Zhuang yang melihat keberadaan merekapun segera berkata. “Dimana lukisannya?! ” Ucapnya yang bertanya dengan nada dingin.
Mendengar pertanyaan itu, merekapun secara serempak menoleh kepada sebuah lukisan yang masih tertutupi kain hitam. Kemudian salah seorang dari merekapun berkata. “Yang mulia, kami telah melakukan sesuai perintah! ” Ucapnya dengan kepala yang masih menunduk.
Kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya, dan dengan pasti kaisar itu melangkahkan kakinya mendekat ke arah lukisan tersebut. “Hmm, aku ingin melihat..... bagaimana penampilan istriku dalam lukisan ini!? ” Ucapnya sembari menjulurkan tangannya untuk membuka kain yang menutupi lukisan itu.
Dan tepat saat kain yang menutupi lukisan itu terlepas, sosok rupawan bak seorang dewi kayangan pun dapat terlihat dengan jelas di kedua mata kaisar Zhuang.
Melihat wajah cantik yang begitu familiar di dalam lukisan itu, kedua tangan kaisar Zhuang pun mengepal erat selagi kedua matanya menatap dengan tajam. “Ini!!!.... ” Ia mengeram, membuat suasana hening di ruangan itu menjadi semakin mencekam. “Ini jelas jelas adalah istriku!!..... bajingan itu, berani beraninya dia!!! ” Geramnya lagi dalam hati.
Tidak berselang lama, pintu ruangan pun kembali terbuka. Dan sosok An xia yang tengah berjalan mendekat ke arah kaisar Zhuang pun dapat terlihat.
Langkah kaki An xia terhenti di saat pandangannya menangkap gambarnya dalam sebuah lukisan. Ia terdiam untuk sesaat, seakan akan merasa linglung dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
“Apa itu aku?! ” Ucapnya yang bertanya dengan raut wajah bingung.
Mendengar suara merdu yang melontarkan pertanyaan untuknya, kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya dan berkata. “Iya, ini adalah dirimu!.... ” Ia membalikkan badannya, dan menatap lurus kearah sang istri yang kini juga sedang menatap ke arahnya. “.... Sepertinya, dia telah melihat mu saat kita berada di desa itu! ” Ucapnya lagi.
An xia yang mendengar jawaban dari suaminya itupun mengerjapkan matanya beberapa kali, sedikit merasa tertegun dengan apa yang baru saja suaminya itu ucapkan.
“Apa?!!.... tapi, bagaimana mungkin?!!” Tanyanya dengan sedikit berseru, menandakan bahwa saat ini ia tengah merasa terkejut akan apa yang baru saja ia dengar.
Kaisar Zhuang pun menunjuk ke arah pakaian yang An xia kenakan dalam lukisan, pakaian yang begitu mirip saat istrinya itu berada di desa hujan.
An xia yang melihatnya pun mengerutkan dahinya dengan tidak senang, dan dalam hati ia berkata. “Benar benar menyebalkan!!..... bagaimana bisa orang itu melihatku saat berada di sana?!! ” Gumamnya dengan kedua tangan yang terkepal erat.
__ADS_1
Merasakan bahwa istrinya kini tengah larut dalam lamunannya, kaisar Zhuang pun berjalan mendekat dan membawa tubuh istrinya itu dalam pelukannya yang hangat. “Kau tidak perlu merasa khawatir!.... suamimu ada di sini, aku akan selalu menjagamu! ” Ucapnya dengan lembut.