Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Niat buruk seseorang!


__ADS_3

Tatapan An xia yang tadinya begitu tajam dan tidak bersahabat, kini tatapannya berubah menjadi tatapan yang terlihat menunjukan ketertarikan.


An xia terkekeh pelan saat mendengar ucapan pria bercadar yang duduk di sampingnya. “Tuan bercadar!... kau cukup menarik juga, selama ini tidak ada orang yang berani menyebutku bodoh!” Ucap An xia dengan senyum misterius yang terpasang di wajahnya. “Kau adalah yang pertama, aku sedikit merasa terkesan padamu!!” Ucap An xia lagi.


Setelah An xia mengatakan itu, secara tidak sengaja matanya melihat satu sosok yang begitu ia kenal.


An xia kemudian membelalakkan matanya saat menyadari siapa sosok itu. “Kakak?!... apa yang kakak pertama lakukan di tempat seperti ini?” Gumam An xia dalam hati.


An xia kemudian menyadari satu hal. “Tunggu dulu! sepertinya ada yang salah, siapa pria yang bersama dengan kakak?” An xia kemudian memperhatikan An zhuting. “Cek!! kakakku yang bodoh itu dalam pengaruh obat!” Ujarnya dalam hati.


An xia melirik pria yang duduk di sampingnya. “Aku ingin pergi saja!! ucapanmu sangat buruk dan aku tidak menyukainya!!” Ucap An xia beralasan kepada pria bercadar itu.


Setelah mengatakan itu, An xia berdiri dari duduknya. “Aku harap kita tidak bertemu lagi, tuan bercadar!!” Ucap An xia kemudian langsung pergi begitu saja.


Dan saat An xia sudah pergi, pria bercadar itu menoleh ke samping. “Fai!! cari tau segalanya tentang gadis yang barusan!!!” Perintahnya tegas kepada bawahan yang juga menyamar seperti dirinya.


Bawahan yang bernama Fai itu mengerutkan keningnya, ia sedikit nerasa heran. “Tapi yang mulia, bukankah yang barusan itu adalah seorang pria?” Ia bertanya kepada majikannya yang tidak lain adalah sang pria bercadar.


Pria bercadar itu menatap bawahannya dengan tatapan tajam, ia tidak suka mendengar bantahan sedikitpun.


Sedangkan bawahan yang bernama Fai itu sedang memaki dirinya dalam hati. “Dasar bodoh!!! apa yang aku lakukan?!! ini gawat, ia sudah mulai marah, aku harus cepat cepat pergi!!!” Ucap Fai yang ketakutan dalam hati.


Fai pun berdiri dari kursinya. “Kalau begitu bawahan ini akan melaksanakan tugas dari yang mulia!!” Setelah mengatakan itu, Fai pun pergi untuk melaksanakan tugasnya.


Pria bercadar itu tersenyum. “Seorang gadis yang begitu ahli dalam penyamaran, bahkan penyamarannya hampir sempurna!!.... dia bukan gadis sembarangan!!” Pria bercadar itu bergumam dalam hati.


Pria bercadar itu kemudian teringat dengan ucapan An xia, ia kemudian terkekeh. “Aku orang pertama yang menyebutmu bodoh ya?.... Heh! kau sendiri adalah orang pertama yang dengan berani mengancamku dan berbicara kasar di hadapanku!! sungguh mahluk yang langkah!!” Ucapnya dalam hati.


****


Sedangkan di sisi lain saat ini An xia sedang mengikuti dua orang pria yang salah satunya adalah An zhuting atau kakak laki lakinya, dan pria satunya lagi adalah orang yang sama sekali tidak dikenal oleh An xia.


Terlihat pria itu sedang membawa An zhuting ke suatu tempat. Sedangkan An xia terus mengikuti mereka berdua, sampai pada akhirnya mereka masuk ke dalam suatu ruangan....


atau lebih tepatnya sebuah kamar.


An xia melihat kalau kakaknya di bawa masuk ke dalam kamar itu, setelah mereka masuk, pintu kamar kemudian tertutup.


“Sial!!! Sekarang aku harus mencari cara agar bisa masuk ke dalam ruangan itu bagaimanapun caranya!!!” An xia bergumam dalam hati.

__ADS_1


An xia kemudian melihat ke arah jendela yang berada di sampingnya, ia kemudian tersenyum.


Saat An xia keluar jendela itu, An xia dapat melihat kamar tempat An zhuting dan pria tadi masuk.


An xia kemudian melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada siapapun yang melihatnya, Setelah memastikan tidak ada orang, An xia kemudian melompat keluar dari jendela dan mesuk ke dalam jendela lain.


An xia masuk ke dalam kamar itu melalui jendela tanpa di sadari oleh pria yang membawa An zhuting tadi.


Berkat tubuhnya yang begitu ramping, An xia dapat bersembunyi di balik tirai dengan begitu sempurnya.


An xia terus nengamati setiap gerak gerik pria itu.


Pria itu merebahkan tubuh An zhuting di atas ranjang, dan tak lama kemudian seorang wanita yang berpenampilan menor dan dengan pakaian yang begitu terbuka masuk ke dalam kamar.


Setelah pintu kembali tertutup, wanita itu berjalan mendekati An zhuting dan pria yang tadi. “Apa dia sudah tidak sadarkan diri?” Tanya wanita itu kepada pria yang membawa An zhuting tadi.


Pria itu menganggukan kepala. “Aku sudah melakukan tugasku, sekarang giliranmu!! ingat, bagaimanapun caranya kau harus bisa menjadi bagian dari keluarga jenderal besar An!.... Walaupun setatusmu nanti hanyalah seorang selir dari putra pertama keluarga itu!!” Ucap pria itu dengan tegas.


Wanita itu tersenyum. “Tentu saja, aku akan melakukannya dengan senang hati!!” Ucap wanita itu dengan suara yang begitu menggoda saat terdengar di telinga.


Kemudian, pria yang membawa An zhuting pergi dari kamar itu.


“An xia tersenyum licik. “Cih!!... ingin berniat buruk kepada keluargaku?... maka bermimpilah!!!” Gumam An xia dalam hati.


An xia melihat wanita itu yang sedang melepaskan semua pakaian An zhuting dan hanya menyisahkan sebuah celana panjang yang masih setia melekat di tubuh An zhuting.


An xia hanya diam dan menunggu saat yang tepat, sampai pada saat wanita itu melepas seluruh pakaiannya, An xia baru keluar dari persembunyiannya.


“Wah wah wah!!... Seorang ja*ang yang bermimpi menjadi bagian dari keluargaku rupanya!...” Ucap An xia yang tiba tiba muncul dan berhasil mengagetkan wanita itu.


Wanita itu langsung menoleh dan menatap An xia dengan ekspresi wajah terkejut. “Si...siapa kau?!! bagaimana kau bisa masuk ke dalam kamar ini?!!” Wanita itu bertanya kepada An xia, dan dengan buru buru wanita itu menutup tubuhnya yang telanjang dengan selimut.


Wanita itu ingin berteriak, namun dengan cepat An xia memukul leher wanita itu sehingga wanita itu jatuh pingsan.


An xia kemudian melirik An zhuting yang sedang tidak sadarkan diri di atas ranjang, An xia lalu berjalan mendekati vas bunga yang berisikan air dan terbuat dari kaca.


An xia membuang bunga yang ada di vas itu, ia kemudian berjalan mendekati An zhuting dengan membawa vas bunga berisikan air itu.


Biyuuurrr!!!....

__ADS_1


An xia menyiram wajah An zhuting dengan air agar kakaknya itu cepat sadar, sedangkan An zhuting yang di siram air langsung terbangun dengan keadaan linglung.


An xia meletakkan vas bunga itu di lanatai, kemudian ia menatap An zhuting dengan tatapan yang mengerikkan.


“Apa yang terjadi dengan kakak pertama?” Tanya An xia dengan dingin kepada An zhuting.


An zhuting mendongakkan kepalanya saat mendengar suara adik perempuan kesayangannya itu, namun saat ia melihat An xia, ia mengerutkan dahinya.


“Kau.... An xia?” Tanya An zhuting dengan ragu.


An xia masih tetap setia memasang wajah datar dan tatapan yang mengerikkan. “Aku bertanya, apa yang sudah terjadi dengan kakak?!!” Tanya An xia sekali lagi dengan nada yang terkesan begitu dingin.


An zhuting kemudian menunduk, ia sangat terkejut saat mendapati kalau dirinya saat ini sedang bertelanjang dada.


“A...Apa yang sudah terjadi kepadaku?!!” Tanya An zhuting dengan ekspresi wajah terkejut.


An zhuting kemudian melihat sekeliling. “Dimana ini?...” Tanya An zhuting kepada An xia.


An xia melemparkan pakaian An zhuting ke pemiliknya. “Pakai kembali pakaianmu!!!” Printah An xia dengan tegas.


An zhuting patuh dan memakai kembali pakaiannya. “Xia'er, jawab pertanyaanku!!!” Ucap An zhuting sambil masih sibuk menggenakan pakaiannya.


Masih dengan wajahnya yang datar, An xia menjawab. “Rumah bordir!...” Jawab An xia singkat.


An zhuting selesai memakai pakaiannya, ia sangat terkejut dengan jawaban dari An xia. “Apa?!!!.... Kenapa aku bisa berada di tempat menjijikkan ini?!!” Tanya An zhuting dengan begitu terkejut.


An xia menunjuk wanita yang terbaring pingsan di atas lantai dengan keadaan telanjang. “Dia ingin menjebakmu!...” Jawab An xia dengan singkat.


An zhuting menatap wanita yang terbaring pingsan di lantai itu dengan tatapan yang mengerikan. “Siapa dia? berani beraninya dia melakukan ini semua kepadaku!!!” Geram An zhuting.


An xia menghelah nafas. “Kakak, kau bawa dia dan ikuti kau!!” Perintah An xia kepada An zhuting.


An zhuting menatap An xia dengan tatapan rumit. “Untuk apa? dan kemana?” Tanya An zhuting kepada An xia.


“Jangan banyak tanya dan kerjakan saja!!!” Ucap An xia tegas dan dengan aurah pembunuh yang begitu kental keluar dari dalam dirinya.


An zhuting terkejut dengan aurah pembunuh yang An xia keluarkan, namun ia memutuskan untuk bertanya nanti, karena lebih baik sekarang ia harus menuruti semua perintah An xia.


An zhuting berjalan mendekati wanita yang pingsan itu, ia kemudian membungkus tubuh telanjang wanita itu dengan selimut dan menggendongnya, walaupun An zhuting begitu merasa jijik melakukannya tapi ia harus menurut.

__ADS_1


“Setelah ini aku harus mandi dengan air suci untuk membersihkan tubuhku yang kotor karena menyentuh ja*ang sia*an ini!!!” Ucap An zhuting dalam hati.


__ADS_2