
Tertidur dengan posisi di atas tubuh seorang pira, entah mengapa hal itu sangatlah nyaman dan menyenangkan hingga membuat An Xia dengan mudahnya tertidur pulas.
Sebaliknya, bagi kaisar sendiri, tidur dengan seorang gadis cantik yang berada di atas tubuhnya itu, sangatlah menyiksa!!.... Sedari tadi kaisar Zhuang berusaha menahannya, walaupun itu sangat menyiksa. Namun, ia tau kalau ini bukanlah waktu yang tepat.
Kepala An Xia berada di atas dada bidang kaisar Zhuang, sehingga aroma wangi dari rambut gadis itu dapat tercium dengan jelas.
Sangat wangi dan memabukkan!
Bagai obat perangsang!
Di atas sana, An Xia yang sudah terlelap dalam tidurnya itu menggeliat. Kaisar Zhuang yang merasakan pergerakkan di atas tubuhnya itu menggeram tertahan tahan.
Kaisar itu tidak dapat menyimpulkan apakah ini adalah sebuah kenikmatan atau siksaan. Namun, yang jelas ia merasa tidak nyaman dan gelisah.
“Sayang, berhenti menggeliat seperti itu!! kau sangat menyiksa.” Racau kaisar itu dengan menahan sesuatu yang memberontak di sana.
Sedangkan An Xia yang masih terlelap dalam tidurnya itu sama sekali tidak mendengarkan perkataan kaisar Zhuang.
Gadis itu terus menggeliat layaknya orang tidur yang mencari posisi nyaman.
Sudah cukup!!..... Ini sudah keterlaluan!! kaisar Zhuang tidak bisa menahannya lagi, benar benar tidak bisa!!
Dengan lembut, kaisar itu membalikkan tubuh An Xia agar berada di bawahnya.
Tangan kaisar Zhuang terulur untuk membelai wajah cantik gadisnya itu, lalu ia berkata. “Setidaknya aku sudah berusaha dan menahan!.... kini aku menginginkanmu, sayang!!”
Setelah mengatakan itu. tanpa permisi terlebih dahulu. kaisar Zhuang dengan tidak sabaran melucuti semua kain yang melekat di tubuh An Xia.
Tapi An Xia sendiri masih tidak menyadarinya. Gadis itu masih tertidur dengan lelapnya tanpa tau apa yang akan terjadi kepadanya.
__ADS_1
Namun, saat merasakan ada sesuatu yang menempel dan sedikit menghisap bibirnya, dan hal hal aneh yang mengganggu di sana.
An Xia pun membuka matanya karena merasa terganggu. Walau pandangannya masih buram, namun samar samar ia bisa melihat dan mengetahui apa yang terjadi.
Dan saat dirinya benar benar tersadar, kedua mata An Xia pun terbelalak. “A-Zhu, kau mau apa?!!” Tanyanya dengan panik.
Dengan tatapan mata yang berkabut, dan tangan yang mulai kurang ajar. Kaisar Zhuang pun berkata. “Aku menginginkanmu! sekarang juga!.... menurut lah maka aku tidak akan kasar!!” Jawabnya dengan penuh penekanan dan tanpa bantahan.
Dan setelah itu, hal yang tak bisa di jelaskan pun terjadi. Semua lilin yang tadinya menyala, kini mulai redup dan pada akhirnya mati.
hal itu mengakibatkan kamar sang nona pertama An menjadi gelap gulita. seakan akan sengaja dibuat untuk menyembunyikan sebuah tragedi yang sedang berlangsung.
...»»————>❀<————««...
Di pagi yang tidak begitu cerah namun sangat sejuk ini. Annchi, sang pelayan yang selalu dimanja oleh An Xia kini berjalan dengan riang gembira menuju kamar nona nya itu.
Annchi mengetuk pintu kamar An Xia saat dirinya telah tiba, kemudian ia berkata. “Nona, Annchi ingin bertemu!!” Ucapnya dengan sedikit berseru.
Annchi yang mendengar kalau nona nya telah memberi ijin pun segera masuk. Dan saat pandangan gadis pelayan itu tertancap pada sosok di atas ranjang, ia pun berseru. “Astaga nona!! apa yang telah terjadi?!!” Ucapnya lalu segera melangkah dengan cepat menuju ranjang.
Mendengar itu, An Xia pun tersentak kaget. Gadis itu bangun dan terduduk dengan ekspresi wajah bingung.
“Nona, kenapa___” Annchi berhenti, gadis pelayan itu baru menyadari suatu hal. “Ah! begitu ya?.... Nona, kau pasti lelah. kalau begitu aku akan menyiapkan air hangat untukmu dulu!” Ucapnya lalu segera pergi dengan senyum aneh.
Di saat Annchi telah pergi, An Xia di sini masih tampak linglung. “Ada apa?” Tanyanya dalam hati.
Kemudian, wajah gadis itu memerah saat baru menyadari satu hal!....... untuk yang kesekian kalinya, dirinya dan Kaisar itu melakukannya.
Saat mengingat kejadian semalam, wajah yang tadinya memerah sekarang bertambah merah. Demi apapun An Xia saat ini menahan malu karena Annchi mengetahui apa yang ia lakukan.
__ADS_1
Beruntung Kaisar Zhuang telah lebih dahulu pergi dari kamarnya. setidaknya ini tidak terlalu memalukan baginya.
An Xia menghela nafas berat, gadis itu menutupi tubuhnya yang telanjang dengan selimut seraya bergumam. “Ini keterlaluan, kemana perginya semua pakaianku!!” Ucapnya dengan kesal.
Tidak berselang lama, Annchi pun kembali dan berkata “Nona, air hangatnya sudah siap. Mari, aku akan membantumu!” Ucapnya lalu segera membantu An Xia untuk turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
“Annchi, berhenti tersenyum seperti itu!!! menyebalkan!! ” Tegur An Xia saat melihat pelayannya yang sedari tadi tidak henti hentinya tersenyum aneh.
Bukannya merasa takut, Annchi justru terkekeh geli. “Nona, maaf!!.... aku hanya.....hanya merasa bahagia. itu saja!” Ucapnya masih dengan senyum aneh. “Emm, nona! bolehkah aku bertanya? ”
“Apa?!! ” Tanya An Xia balik.
“Bagaimana rasanya?” Annchi bertanya tanpa ada rasa malu dan ragu sedikitpun.
Mendengar pertanyaan itu, An Xia pun memelototinya. “Annchi, jangan lancang!!” Geramnya dengan wajah marah. “Sepertinya aku terlalu memanjakan mu!!!” Ucapnya lalu mendaratkan sebuah ketukan keras di kening Annchi.
Sedangkan Annchi yang ditegur itupun menundukkan kepalanya. “Nona, maaf!” Ucapnya dengan wajah penuh penyelesaian. Namun.“Memang apa salahnya menanyakan itu?” Gerutunya dalam hati.
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain saat ini, An Changyi tengah bersiap siap. Hari ini ia harus tiba di istana untuk menghadiri rapat pagi bersama dengan para pejabat pejabat istana yang lain.
Karena An Changyi adalah seorang pria, dirinya tidak perlu menghabiskan waktu lama hanya untuk bersiap siap.
Baru selangkah ia menginjakkan kakinya keluar dari kamar, tiba tiba dari jauh ia dapat mendengar seseorang yang berteriak. “Tuan benar!! ada bencana, bencana!!”
Mendengar itu, An Changyi pun langsung menoleh untuk melihat orang yang berteriak tadi. “pengurus Tang, ada apa?.... kenapa kau berlarian seperti itu?! ” Tanyanya dengan kening yang berkerut. sedikit merasa heran dengan sikap pengurus Tang yang biasanya selalu tenang dan tegas, kini terlihat panik.
Sang pengurus Tang itu berlari mendekat kearah An Changyi. “Tuan... Tuan besar, ada...berita buruk!!! ” Ucapnya dengan nafas yang masih tidak beraturan akibat berlari tadi.
__ADS_1
Nampak An Changyi terlihat cemas saat melihat kondisi pengurus Tang yang seperti itu. “Tenangkan dirimu, dan bicaralah yang jelas!” Ucapnya seraya menepuk bahu pengurus Tang untuk menenangkannya.
Butuh waktu beberapa saat bagi pengurus Tang yang sudah berusia lanjut itu untuk menormalkan nafasnya. Setelah sedikit membaik, ia pun kembali berkata. “Berita buruk tuan besar!!.... selir pertama dan selir kedua telah.... telah tewas!!” Ucapnya dengan sedikit perasaan takut dengan dampak yang ditimbulkan dari berita yang ia sampaikan tadi.