
Sang nona kedua itu kini nampak terdiam untuk beberapa saat. Kedua matanya pun terbuka lebar dan menatap kearah An xia dengan ekspresi wajahnya yang tertegun.
Mungkin kah gadis tidak tau diri itu baru saja menyadari kebodohan nya?
Sedangkan sang nona pertama Shen, Shen min yue yang melihat adiknya masih terdiam sembari terus menatap ke arah An xia pun segera menyenggol nya dan berkata. “Adik, cepat perkenalkan dirimu!” ia melirik ke arah An xia untuk sekilas dan berkata. “Dan berhentilah menatapnya seperti itu!.... kau sungguh tidak sopan!! ” Bisiknya yang memberi teguran kepada sang adik.
Walaupun suaranya terkesan berbisik, namun nadanya masih cukup keras dan jelas untuk di dengar. Entah sang nona pertama Shen itu tidak sengaja, atau memang ia berniat untuk tampil sebagai kakak yang baik hati dengan memberi teguran kepada sang adik yang melakukan kesalahan.
Sang nona kedua Shen yang mendengar teguran itu pun sedikit tersentak. Nampak nampaknya gadis itu baru saja larut dalam lamunannya sendiri. “A...Ah?!.... Apa?! ” Ia melirik kakaknya itu dengan bingung, namun saat mendapatkan isyarat mata dari Shen min yue, gadis itupun berkata. “Oh!.... permaisuri An, namaku Shen Gao Yang!” Ucapnya seraya menepis tangannya dari genggaman tangan An xia.
Melihat hal itu, bukannya terlihat marah atau pun tersinggung, An xia kini justru tersenyum dengan begitu lembut. “Shen Gao Yang?.... hemm, sungguh nama yang indah!.... sama seperti orang nya. ” Puji nya yang seolah olah dirinya itu begitu menyukai gadis bernama Shen Gao Yang tadi.
Mendengar pujian dari An xia, baik sang nona pertama ataupun nona kedua Shen pun tersenyum canggung. Walaupun yang selalu An xia tunjukkan adalah sebuah senyuman manis dan tatapan lembut... namun, entah mengapa hal itu justru menuai kekhawatiran di hati mereka.
Merasakan kesunyian yang begitu canggung ini. An xia pun berdehem beberapa kali, kemudian ia melirik ke arah Annchi dan berkata. “Annchi, aku dengar nona kedua Shen begitu menyukai perhiasan perhiasan yang indah... ” Ia memberi jeda, kemudian melirik ke arah sang nona kedua Shen dengan senyum penuh arti. “Bagaimana kalau kau membawanya untuk melihat lihat koleksi perhiasan ku, dan biarkan dia mengambil beberapa untuk di simpan! ” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, kedua mata Shen Gao Yang pun memancarkan binar kebahagiaan.... atau lebih tepatnya itu adalah binar keserakahan!
“Permaisuri An, sebenarnya itu__” Belum sempat sang nona pertama Shen melontarkan penolakan, An xia pun terlebih dahulu menyahut nya.
“Nona pertama Shen, bukan masalah!.... lagi pula yang mulia kaisar telah memberiku begitu banyak perhiasan.” senyum di wajah cantik nya itu semakin lebar. “.... Memberikan salah satunya tidak akan membuatku kekurangan perhiasan untuk di kenakan bukan? ” Ucapnya lagi.
__ADS_1
Melihat senyuman yang sulit di jelaskan pada wajah cantik itu, Shen min yue pun hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan kaku. “Iya, kau benar..... yang mulia permaisuri! ” Ucapnya dengan nada bicara yang terkesan ragu.
Kemudian, An xia pun melirik ke arah sang nona kedua Shen itu lalu menganggukkan kepalanya. “Pergilah!... Annchi akan menemanimu! ” Ucapnya yang tak lupa memamerkan senyum manis di wajahnya itu.
Mengetahui tujuan tersembunyi dari sang majikan tercintanya itu, Annchi pun segera berkata. “Nona kedua Shen, mari... ikutlah dengan ku! ” Ucapnya yang hanya di balas dengan anggukan singkat oleh Shen Gao Yang.
Setelah Annchi berhasil membawa gadis dari keluarga Shen itu pergi, An xia pun segera memerintahkan para pelayan dan pengawal di sekitarnya untuk menjauh. “Kalian pergilah!.... ada sesuatu yang perlu aku bicarakan secara empat mata dengan nona pertama Shen. ” Ucapnya yang memberi perintah dengan raut wajah serius.
Melihat hal itu, para pelayan dan pengawal itupun langsung tau bahwa pembicaraan kali ini pastilah sangat penting dan begitu rahasia. Menyadari perintah tegas dari sang permaisuri... para pelayan dan pengawal itu pun segera mengundurkan diri.
Yakin bahwa di sekitarnya hanya tinggal dirinya dan salah satu bonekanya, An xia pun menoleh dan melirik ke arah Shen min yue dengan tatapan serius. “Nona pertama Shen! ” Panggilannya.
Mendengar panggilan itu, Shen min yue pun menatap An xia dengan tatapan bingung dan berkata. “Iya, yang mulia? ” balasnya.
Mendengar keluh kesah dari mulut An xia itu, kerutan di dahi Shen min yue pun semakin mendalam.... karena tidak mengerti dengan apa yang An xia maksud, ia pun berkata. “Permaisuri An, aku masih tidak mengerti!.... mengapa kau mengatakan itu semua kepada ku? ” Tanyanya dengan heran.
Namun, di dalam hati ia dapat merasakan adanya sebuah harapan kecil dari kata kata An xia barusan.
An xia meraih tangan Shen min yue dan menggenggam nya dengan lembut, setelah itu ia pun berkata. “Nona pertama Shen, aku lihat kau ini sebenarnya adalah seorang yang penuh bakat!..... sifat mu pun terlihat lebih dewasa di bandingkan adikmu itu. ” Ia tersenyum simpul, bagaikan seorang istri yang tak berdaya di hadapan situasi rumit. “Aku berfikir, jika yang mulia memiliki seorang selir.... maka aku akan bisa menyelesaikan urusanku dengan tenang, dan di sisi lain ia pun tidak akan merasa kesepian!” Ucapnya lagi.
Shen min yue jelas tau apa maksud sebenarnya dari kata kata An xia yang berbelit belit itu, namun sebelum merasa bahagia... ia terlebih dahulu dahulu memastikan.
__ADS_1
“Yang mulia permaisuri, apakah maksud mu... kau... kau ingin aku...? ” Entah kenapa rasa rasanya ia sangat sulit untuk meneruskan kata katanya.
Mungkin karena merasa tidak enak untuk meneruskan nya, atau mungkin juga karena terlalu senang dan tidak percaya.
Tapi yang jelas, hal ini adalah kesempatan emas baginya!
“Apakah aku akan menikah dengan yang mulia kaisar?.... bersanding dengannya sebagai seorang selir agung? ” Gumamnya dalam hati, perlahan senyum gembira di wajahnya pun dapat terlihat.
Melihat kalau sang boneka menunjukkan reaksi yang ia inginkan, An xia pun melanjutkan. “Aku merasa kau adalah orang yang tepat untuk menjadi selir suamiku!..... selain berbakat, kau juga adalah seorang nona pertama dari keluarga terpandang!” Perlahan, senyum nya itu menipis dan di gantikan dengan ekspresi murung. “Akan tetapi.... ”
“Akan tetapi? ” Shen min yue mengulangi kata kata An xia yang menggantung tadi. Entah mengapa jantung nya berdegup kencang selagi menunggu kelanjutan dari ucapan An xia yang terhenti barusan.
Menyadari hal itu, An xia pun menghela nafas berat dan berkata. “Akan tetapi, kelihatannya suamiku itu lebih tertarik dengan adikmu.... Shen Gao Yang!” Lanjutnya dengan kepala yang menunduk sedih.
Mendengar hal itu, jantung Shen min yue pun terasa berhenti untuk sesaat. Ucapan An xia barusan itu membuat nya seperti seseorang yang sehabis memakan gula lalu memakan cuka. Begitu tidak enak dan menyesakkan dada.
Setelah mendengar kenyataan palsu yang An xia buat barusan, tentunya Shen min yue akan merasa marah sekaligus tidak terima.
Mengapa harus adiknya selagi masih ada dirinya?..... menurutnya, di sini yang paling berhak atas posisi itu hanyalah dirinya seorang!!!
Kedua tangan gadis itu mengepal erat. Tanpa sadar raut wajahnya pun mulai memburuk, terlihat seperti seseorang yang merasa iri dan marah.
__ADS_1
“Yang mulia permaisuri, bagaimana bisa kaisar memilih adikku selagi masih ada diriku?!! ” Tanyanya yang merasa begitu tidak terima.
An xia memalingkan wajahnya, berpura pura seakan akan ia tak sanggup menatap lurus ke arah gadis di depannya itu. “Seperti yang kau tau, waktu itu adikmu menampilkan sebuah tarian yang begitu indah... ” Ia menghela nafas panjang, kemudian kembali menatap ke arah Shen min yue. “.... Dengan dirinya yang menari nari dan melenggak-lenggokkan tubuhnya, laki laki mana yang tidak akan tertarik? ” Ucapnya yang benar benar sebuah kebusukkan.