Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Sebuah surat!...


__ADS_3

Suasana ramai di kota pada malam hari itu membuat An xia melangkahkan kakinya dengan penuh riang gembira. Pandangan matanya pun sedari tadi menoleh kesana dan kesini sembari menikmati pemandangan yang ada.


Kedua sudut bibirnya kini melengkung dan membentuk sebuah senyuman yang indah, membuat beberapa pria yang melihatnya pun tak kuasa untuk menyembunyikan rasa kagum yang mereka alami.


Di sisi lain, kaisar Zhuang saat ini melangkahkan kakinya tepat di belakang An xia. pria itu sedari tadi terus menerus memperhatikan setiap gerak gerik istrinya.


Melihat bahwa ada begitu banyak pria yang kini menatap genit kearah sang istri, tanpa sadar kaisar itu pun mengepalkan kedua tangannya sembari berkata dalam hati. “Sepertinya, membiarkannya keluar istana adalah sebuah keputusan yang buruk! ” ia kini menatap kearah An xia, melirik keindahan yang terdapat pada senyuman wanita itu. “Wanita ini.... berani beraninya dia menggoda pria lain tepat di hadapan suaminya sendiri!! ” Gumamnya, yang benar benar merasa geram.


Dan entah dari mana, sebuah hembusan angin yang begitu kencang pun secara tiba tiba menerpa wajah cantik An xia. Membuat wanita itu menghentikan langkahnya dan menyentuh kedua matanya yang terasa gatal akibat butiran butiran debu yang mengganggu.


Melihat hal itu, kaisar Zhuang pun segera melangkahkan kakinya mendekat. Menatap istrinya itu dengan raut wajah khawatir. “Ada apa?.... kau baik baik saja?! ” Ucapnya, yang bertanya kepada An xia.


Sedangkan An xia yang mendengar suara suaminya itupun kini berusaha untuk membuka matanya, namun itu hanya sekilas sebelum ia berkata. “Ada debu di mataku, cepat tiup!.... ini sangat mengganggu ku!! ” Keluhannya dengan sedikit nada merengek.


Kaisar Zhuang pun segera menyingkirkan kedua tangan An xia, kemudian ia menahan wajah istrinya itu dengan kedua tangannya. “Jangan bergerak, aku akan meniupnya untuk mu! ” Ucapnya dengan suara rendah.


Mendengar itu, An xia pun menganggukkan kepalan. Kemudian memaksa kedua matanya untuk terbuka hingga tiupan angin itu menabrak kedua bola matanya dan membuatnya berkedip kedip beberapa kali.


“Sudah baikan? ” Tanya kaisar Zhuang dengan lembut.


Namun saat melihat An xia yang masih memejamkan matanya dan berkedip beberapa kali, ia pun segera menggandeng tangan istrinya itu dan melangkah ke suatu tempat. “Tunggu sebentar, aku akan membantumu membersihkannya dengan air! ”Ucapnya, yang hanya di balas dengan sebuah anggukan kecil dari An xia.


...»»————>❀<————««...

__ADS_1


Kaisar Zhuang kini membawa istrinya itu ke sebuah sumur yang berada tidak jauh dari tempat mereka berhenti tadi. Suasana di sana begitu gelap, mereka hanya mengandalkan sinar bulan sebagai penerangan jalan.


Bahkan, An xia merasa kalau tempat itu begitu sepi. Jelas di situ tidak ada orang lain selain mereka berdua. “Kau membawaku kemana?....” Ia berusaha melirik sekitarnya itu dengan mata yang berair. “.... Di sini sangat gelap! ” ucapnya lagi.


Kaisar Zhuang sama sekali tidak menghiraukan perkataan An xia, pria itu terus melangkahkan kakinya dan membawa istrinya itu mendekat ke arah sumur untuk mengambil air. “Diam di sini, jangan bergerak sembarangan atau kau akan tergelincir! ” Ucapnya, kemudian melepaskan genggaman pada tangannya.


An xia pun hanya bisa menurut dan menunggu suaminya itu dengan kedua mata yang terpejam. Entah apa yang sedang pria itu lakukan, namun samar samar ia dapat mendengar suara percikan air dari suatu arah.


Tidak lama kemudian, suara langkah kaki seseorang pun terdengar sedang berjalan mendekat kearahnya. Dan tentu An xia mengetahui siapa orang itu.


“Kau sudah selesai? ” ia bertanya.


kemudian, Kaisar Zhuang pun menjawab. “Hmm, menunduk lah!.... aku akan membantumu membasuhnya dengan air. ” perintahnya, yang langsung di turuti oleh An xia.


Setelah itu, An xia pun mulai merasa lebih baik. Kini tak ada lagi rasa gatal yang mengganggu kedua matanya, benar benar melegahkan. “Sudah, aku sudah bisa melihat!.... ” Ia kini membuka matanya lebar lebar, berusaha untuk melihat sekitarnya dengan lebih jelas.


Melihat sang istri yang sudah baik baik saja, Kaisar Zhuang akhirnya dapat menghembuskan nafas lega. “Wanita yang satu ini benar benar pandai untuk membuatku khawatir! ” Gumamnya dalam hati sembari menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya.


“Ayo pergi! ” Ucapnya singkat, kemudian meraih salah satu tangan An xia dan mulai melangkah pergi.


Namun disaat mereka baru mengambil satu langkah maju, tiba tiba pendengaran kaisar Zhuang pun samar samar dapat menangkap suara gemersik dedaunan.


Dan dari suaranya, jelas itu bukan di sebabkan oleh tiupan angin, namun karena ada sebuah benda bergerak yang mengguncangkan nya!!....

__ADS_1


Di sisi lain, An xia yang juga memiliki pendengaran tajam itu pun seketika meningkatkan kewaspadaannya. Secara alami, wanita itu pun menyentuh perutnya dengan kedua tangan dan berusaha untuk memberikan rasa aman pada diri sendiri.


“Yang mulia, ada seseorang!” Ucap An xia, yang berbisik dengan nada rendah.


Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya. Pandangannya kini menelisik tajam pada sekitar, berusaha untuk menemukan sosok yang tengah bersembunyi di balik kegelapan. “Keluar, dan katakan apa tujuan mu!!!.... tidak ada gunanya lagi untuk bersembunyi, aku sudah mengetahui keberadaan mu!!! ” Ucapnya, dengan suara tegas nan lantang.


Akan tetapi, ucapannya itu sama sekali tidak mendapat jawaban dari sosok yang bersembunyi saat ini. “Aku katakan sekali lagi, cepat__”


Tiba tiba ucapan nya tersendat di tengah jalan di saat ia menyadari adanya sebuah benda tajam yang membelah angin dan melesat dengan cepat kearahnya.


Namun, sebelum benda itu menyentuh dan menorehkan luka pada tumbuhnya. Kaisar Zhuang pun dengan sigap mengambil tindakan dan menangkap benda yang memiliki ujung tajam itu dengan salah satu tangannya.


“Sebuah anak panah?! ” Gumamnya, dengan dahi yang berkerut.


Di saat yang bersamaan, para penjaga gelap yang sedari tadi sengaja bersembunyi untuk mengawasi pergerakan sekitar pun kini mulai melesat dengan cepat kearah di mana anak panah itu berasal.


Sebagian dari mereka masih tetap tinggal untuk berjaga jaga bila ada serangan lain yang akan muncul dan mengancam keselamatan kaisar beserta permaisurinya.


Sedangkan kaisar Zhuang kini menundukkan kepalanya, melihat sebuah kertas kecil yang di lilit kan pada bagian shaft anak panah itu. “Sebuah surat? ” ia sedikit berfikir, berusaha untuk menebak apa yang tertulis di dalamnya. “Apapun itu, aku yakin bahwa ini merupakan sesuatu yang buruk! ” Gumamnya lagi dalam hati.


Tak ingin membuang buang waktu, kaisar itupun segera membuka lilitan pada kertas kecil itu. Dan saat ia membaca isi di dalamnya, kerutan pada dahi nya pun semakin mendalam.


Dan dari raut wajah marah yang kaisar Zhuang tunjukkan, bisa di simpulkan bahwa dugaannya tadi memang benar!..... Isi dari surat itu memanglah sesuatu yang buruk.

__ADS_1


__ADS_2