
Kegelapan yang menyelimuti ruangan itu membuat suasananya terasa sangat mencekam dikala suara seorang gadis itu terdengar.
Sang selir pertama, An Zhuu saat ini memicingkan matanya dan menatap lurus kearah depan.
Sebuah bayangan seorang gadis pun muncul, dan di ikuti dengan bayangan bayangan yang lain.
Wajah wajah mereka yang masih belum nampak itu bagaikan sebuah misteri.
Sang selir pertama, An Zhuu yang merasa penasaran pun bertanya. "Siapa kalian?.... kenapa kalian mengikat kami seperti ini?!!” Tanyanya dengan perasaan takut.
Sosok gadis dalam kegelapan itu perlahan maju dan menampakkan wajah cantiknya di hadapan kedua selir.
“Kenapa? apakah kedua ibu selir tidak bisa mengenaliku lagi?” Tanya gadis itu dengan ekspresi terluka di wajahnya.
Melihat siapa gadis itu, An Zhuu dan An Wei pun mengerang marah. Ternyata.... ternyata gadis itu sebenarnya adalah An Xia!!!
An Zhuu menatap dengan begitu tajam, bahkan tatapannya itu sangat mengerikan. “Kau!!! kenapa kau masih hidup!.... seharusnya kau dan ibumu ja**ng mu itu sudah mati!!! ” Teriaknya dengan penuh amarah.
Selir itu begitu kesal!!.... bagaimana bisa gadis ular itu masih hidup, bahkan sekarang gadis itu berdiri di hadapannya dengan ekspresi wajah yang begitu menyebalkan.
An Xia menyentuh dadanya, ia berpura pura seperti sedang sakit hati dengan ucapan selir yang tadi. “Ibu selir, apa yang kau katakan?.... aku dan ibuku tentu masih hidup dengan sehat!” Ucapnya lirih seraya menyeka air matanya yang tidak ada.
An Wei, Sang selir kedua yang melihat drama yang An Xia lakukan saat ini pun semakin merasa marah. “Dasar ular!!!.... hentikan sandiwara mu dan cepat lepaskan kami!!! ” Teriaknya kencang dan penuh amarah.
Mendengar hal itu, An Xia pun menoleh dan menatap selir kedua dengan tajam. “Kaulah yang ular!!..... ingin membunuhku dan ibuku dengan membayar para pembunuh!!” Desisnya dengan tatapan yang terkesan begitu merendahkan.
An Wei menggertakkan giginya, tangannya terkepal dan ingin memukul habis An Xia sampai gadis itu mati. Namun, sayangnya itu tidak mungkin karena saat ini kedua tangan dan kakinya diikat dengan begitu kencang.
Sedangkan An Xia yang sudah tidak ingin berbasa-basi pun memberikan isyarat kepada orang orang di belakangnya untuk memulai permainan.
Kemudian gadis itu berkata. “Lakukan!! ”
Beberapa orang di belakangnya pun mengangguk patuh, kemudian dengan segera mereka keluar dari balik kegelapan dengan cambuk dan senjata tajam di tangan mereka.
An Zhuu dan An Wei melihatnya pun panik. Mereka yakin kalau sesuatu yang sangat buruk akan segera menimpa mereka.
__ADS_1
“Siapa kalian?!!.... berhenti!! jangan mendekat!! atau aku akan memanggil tuan besar!! ” Teriak An Zhuu Sang selir pertama.
Cetaaarrrrrr!!!!.......
**Aaaaaagk!!!!.......
Cetaaarrrrr**!!!!.....
“Hentikan!!.... sakit sekali!!” Ucap An Wei yang berteriak kesakitan. Kemudian selir itu menatap tajam kearah An Xia. “Kau!!! percaya atu tidak aku akan membunuhmu, An Xia!!!!..... kau dan ibumu adalah penghalang!!! aku akan menyingkirkan kalian berdua!!!! ” Selir itu terus berteriak, bahkan saat ini dirinya seperti kehilangan akal.
Cetaaarrrr!!!.....
Cetaaarrrr!!!!....
Lagi dan lagi suara cambuk yang mendarat dengan keras di kulit pun terdengar dan menggema di sepenjuru ruangan.
Dan seberapa keras dan memilukan nya teriakkan kedua selir itu, sama sekali tidak dihiraukan oleh orang orang yang menyiksa mereka saat ini.
**Cetaaarrrrr!!!.......
An Wei, Sang selir kedua saat ini dapat merasakan kulitnya yang seperti mengelupas dan mengeluarkan darah. Rasanya sangat perih!!.... benar benar menyakitkan!!
Selir itu sedari tadi menatap An Xia, dalam hati ia tidak henti hentinya melempar kutukan kepada gadis itu. “An Xia!!!..... aku.... aku bersumpah kau tidak akan bisa menikah dengan pangeran kedua!!! kau dan dia tidak akan bisa bersama!!!!” Teriaknya sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
An Xia yang mendengar itupun malah tersenyum, kemudian ia berkata. “Berhenti!!! ” Perintahnya.
Dan baru setelah itu, para bawahan yang ia perintah tadi pun berhenti melayangkan cambukan.
Melihat itu, An Zhuu pun tertawa. “Hahaha!! kenapa berhenti?.... apakah kau takut?!! takut tidak bisa menikah dengan pangeran kedua dan menjadi bagian dari keluarga kerajaan?!!! ” Ucapnya dengan nada ejek kan. “Kau pasti iri dengan kedua putriku yang telah menikah dengan putra mahkota!!” Teriaknya lagi dengan tawa yang semakin menggema.
“Cih!! iri kau bilang?..... memangnya siapa yang ingin menikah dengan pangeran itu?!!”
Yang bicara kali ini bukanlah An Xia, namun seorang pria yang sedari tadi berdiri di belakang An Xia dan tertutupi oleh kegelapan.
Dan hal itupun berhasil membuat tawa An Zhuu berhenti seketika.
__ADS_1
Baik An Zhuu maupun An Wei sama sama dibuat penasaran dengan sosok itu. Pandangan merekapun tak henti hentinya menyorot tajam kearah kegelapan di belakang An Xia.
Dan sebuah tangan kekar milik seorang pria pun terulur dan memeluk tubuh An Xia dari belang dengan mesranya.
Mata kedua selir itu melotot tak percaya!!!.....
Apakah selama ini, gadis itu memiliki pria lain di belakang pangeran kedua?!!...
Merekapun kemudian memperhatikan An Xia. Tangan gadis itu menyentuh tangan pria yang memeluknya tadi, senyum manis yang ditunjukannya pun menggambarkan betapa dekat hubungan mereka.
Wajah pria itu tidak terlalu jelas. namun dari bayangan bayangannya, jelas sekali kalau ia sangatlah tampan.
Dan benar saja!....
Saat wajah pria itu muncul dari kegelapan, sebuah ketampanan yang luar biasa pun terlihat.
Tanpa malu, pria itu mencium leher An Xia dan menghirup aromanya dalam dalam. “Gadis ini adalah milikku!.... hanya milikku seorang!” Ucap kaisar Zhuang dengan tatapan panas yang terarah kepada An Xia.
Senyum di wajah An Xia tidak pernah luntur, gadis itu kini masih menatap kearah kedua selir ayahnya yang juga sedang menatap dirinya dan Kaisar Zhuang.
An Xia terkekeh, kemudian gadis itu berkata. “A-Zhu, apa yang kau lakukan?!!.... kedua ibu selir menatap kita!!” Ucapnya yang seakan akan merasa malu dan sungkan.
Kaisar Zhuang masih tetap melanjutkan aksinya, bahkan saat ini tangannya membelai perut An Xia dengan lembut.
Melihat itu semua. An Zhuu yang merasa geram pun meludah kearah samping, kemudian ia kembali menatap An Xia dan Kaisar Zhuang. “Memang dasar kau wanita ular!!” Makinya.
“Tutup mulutmu itu!!!..... beraninya kau menghina permaisuri dari Kerajaan Han!!!” Bentak Kaisar Zhuang yang merasa geram karena gadisnya di hina.
Sedangkan kedua selir itu kini tertegun, mereka masih bingung dengan ucapan Kaisar Zhuang barusan.
Namun sebelum pikiran mereka berhasil mencerna semua kata kata yang membingungkan itu, cambukan keras dan menyakitkan pun kembali mendarat di permukaan kulit mereka.
Dan itu terjadi berulang ulang kali!
An Xia yang merasa bosan dengan siksaan cambuk pun berkata. “A-Zhu, aku ingin melihat mereka terbakar dengan besi panas!” Ucapnya kepada Kaisar Zhuang.
__ADS_1
Dan dengan gampangnya di iyakan oleh Kaisar Zhuang.