Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Hukuman!


__ADS_3

Mendengar penjelasan An xia, kecurigaan kaisar terhadap pelayan tadi pun semakin menguat.


Jika tujuan pelayan ini memang untuk mengantarkan An xia menuju tabib istana, maka seharusnya pelayan itu tidak pergi setelah keluar dari aula bukan?


Kaisar itu tau kalau pemikirannya ini masih berupa kecurigaan yang kurang jelas, dengan begitu ia membutuhkan sebuah bukti!


“Nona pertama An!” Panggilnya seraya melirik ke arah An xia. “Bisakah kau membuktikan ucapan mu itu? ” Tanyanya yang di balas dengan anggukan ringan oleh An xia.


“Tentu saja yang mulia!” kemudian, An xia melirik ke arah An chen. “Adik laki laki ku ini juga berada di sana dan melihat kepergian pelayan itu, yang mulia bisa bertanya kepadanya!.... anak kecil tidak pernah berbohong bukan? ” Ucapnya dengan berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawa yang akan lepas.


Mendengar itu, kaisar pun melirik ke arah An chen. Sedangkan An chen yang di lirik itu pun segera berdiri dan berkata. “Aku tadi melihat pelayan itu pergi setelah keluar dari aula!..... aku tidak tau dia pergi kemana, namun aku tidak bertanya karena terlalu khawatir dengan kondisi kakak kedua yang kurang sehat waktu itu. ” Ucapnya dengan wajah polos bagai mahluk tak berdosa.


Kaisar itu berfikir, anak kecil adalah mahluk murni yang selalu berkata menggunakan hati dan bukan pikiran.


Oleh karena itu, kaisar pun mengira kalau An chen mengatakan yang sebenarnya!


Pelayan yang tadi kini semakin dibuat takut, wajahnya yang pucat kini semakin pucat dengan keringat dingin yang membasahi dahi dan punggungnya. “Bocah itu berbohong!!.... kakak dan adik itu berbohong!!! mereka berdua licik dan berniat buruk kepadaku! ” Teriak pelayan itu dalam hati.


Merasa kalau ini sudah waktu baginya untuk membela diri, pelayan itupun melirik kaisar untuk sekilas dan berkata. “Yang mulia, dia berbohong!!!... aku sama sekali___” Ucapannya terhenti di tengah jalan saat sang kaisar menyela.


“Masih ingin mengelak?!!! ” Tanyanya dengan penuh penekanan. “Kau pelayan rendahan!!!..... Sudah berbohong tapi masih tidak mau mengaku!!” Bentaknya kemudian menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan itu menenangkan emosinya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat terdiam, kaisar itupun kembali berkata. “Jika kau memang tidak bersalah, lalu kenapa kau berbohong tadi?.... taukah kau kalau Kebohongan mu itu telah membuktikan kalau apa yang putra mahkota katakan tentangmu adalah sebuah kebenaran!!!? ” Tanyanya dengan geraman marah.


Pelayan itu nampak panik dan berusaha menjelaskan. “Yang mulia ini tidak benar!!... aku di jebak, ini adalah rencana putra mahkota sendiri!!... dia... dia___”


“Cukup sudah!!!.... pengawal, seret pelayan rendahan ini kedalam penjara dan berikan hukuman sesuai aturan yang ada!!! ” Perintahnya dengan tegas dan tanpa ampun.


Pelayan tadi yang mendengar itu pun terbelalak dan berusaha untuk bersujud di kaki kaisar namun kedua tangannya dengan segera di cengkraman dan di seret oleh dua orang pengawal.


“Yang mulia!!!.... Tidak!!! tolong ampuni aku yang mulia!!!.... aku di jebak!!! aku di fitnah!!!.... yang mulia, dimana keadilan untukku!!!! ” Teriak pelayan itu yang semakin lama semakin menjauh.


Bagi pelayan itu, hukuman pancung lebih baik dari pada hukuman yang akan di berikan kepadanya nanti.


Tau mengapa?.... itu karena hukuman yang di berikan kaisar kali ini adalah salah satu hukuman yang terberat.


Sedangkan, setelah pelayan itu pergi. Putra mahkota pun bernafas lega, “Syukurlah, dengan begini aku akan selamat.... walaupun usaha untuk mendapatkan gadis itu telah gagal total! ” Ucapnya dalam hati.


Namun, baru saja ia selesai bergumam. Tiba tiba suara kaisar lagi lagi terdengar dan sedang memanggil namanya. “Zhang junqing, jangan berpikir karena pelayan itu telah terbukti bersalah dan kau akan terbebas begitu saja!” Kaisar itu mencibir, kemudian tangannya menunjuk ke arah sang putra mahkota. “Karena telah membuat keluarga kerajaan malu, aku akan menjatuhkan hukuman kepadamu dengan mengirim mu ke perbatasan bagian timur selama setahun!! ” Ucapnya mutlak dan tanpa bantahan.


Mendengar itu, putra mahkota pun segera mendongakkan kepalanya untuk menatap sang kaisar dengan ekspresi wajah terkejut. “Ayahanda, i... ini__” Sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, lagi dan lagi suara kaisar pun kembali menyela.


“Jangan membantah atau aku akan menjatuhkan hukuman yang sama seperti yang pelayan itu tadi dapat!!! ” Ucap kaisar itu dengan penuh penekanan, membuat putra mahkota terdiam karena merasa takut.

__ADS_1


Di bandingkan di seret mengelilingi jalanan ibu kota dan di lempari batu oleh para warga hingga mati, lebih baik ia tunduk dan bersyukur karena sang kaisar telah bermurah hati.


Namun, saat ia melirik kearah An xia. “Jika aku pergi, lalu bagaimana dengannya?.... kesempatan ku untuk mendapatkannya akan hilang begitu saja. ” Gumamnya dalam hati yang merasa tidak rela jika harus melepaskan permata yang berharga seperti An xia.


Di sisi lain An xia kini menatap ke arah putra mahkota yang kini juga menatap ke arahnya. Dalam hati ia tersenyum. “Hem, hukuman yang kaisar itu berikan terlalu ringan, seharusnya pangeran itu di hukum mati saja!! ” Gerutunya kesal yang merasa tidak puas dengan hukuman ini.


Sedangkan kaisar saat ini menatap dua orang yang berlutut dan tertunduk di belakang putra mahkota dengan mulut yang tertutup rapat sedari tadi.


Saat melihat kedua orang itu, kepala kaisar pun terasa ingin pecah karena rasa pening yang menyerang. “Bagaimana bisa masalah sebesar ini terjadi di waktu yang bersamaan dengan maslah besar yang lain? ” Gumamnya dalam hati.


Melihat siapa wanita yang kini tengah berlutut di hadapannya, kaisar pun kembali menghela nafas. “Hari yang begitu sial, sungguh hari yang begitu sial! ” Gumamnya yang serasa ingin menangis dan berteriak sekencang kencangnya.


Andai saja dia bukan seorang kaisar yang perlu menjaga kewibawaan nya, maka sudah pasti ia akan melakukan hal itu saat ini juga!!!.....


Untuk beberapa saat, ia terdiam dan mempersiapkan mentalnya sebelum mendengar kejutan demi kejutan yang akan datang nanti.


Masalah kali ini jauh lebih rumit dari masalah putra mahkota tadi. Jika masalah putar mahkota hanya menyangkut penghuni istana ini saja, maka itu masih bisa di tanggapi dengan mudah.


Namun, yang kali ini adalah masalah yang menyangkut perjanjian dua kerajaan!......


Memikirkan itu saja sudah membuat nafasnya naik turun bagai orang yang sekarat dan hampir mati saja!!!

__ADS_1


Kemudian, kaisar itu melirik ke arah An xia. “Dari raut wajahnya, sepertinya gadis itu masih belum mengetahui tentang apa yang terjadi!” Gumam nya seraya memijit mijit pelipisnya dengan dua jari.


Setelah itu, pandangannya kini kembali untuk menatap dua sosok yang berlutut di belakang sang putra mahkota. “Pangeran kedua Zhang Liang, dan putri Li yue xi! ” Panggilnya dengan suara lemah, sepertinya ia telah merasa lelah dengan semua maslah ini. “Masalah putra mahkota telah usai, kini giliran kalian berdua untuk menjelaskan tentang apa yang terjadi! ” Ucapnya lagi.


__ADS_2