
An xia terbangun dari tidurnya dengan air mata yang terus menerus membasahi wajah. An xia menyentuh sesuatu yang ter kalung di lehernya, An xia meraba rabah benda itu, dan saat An xia menunduk untuk melihat benda apa itu....yang ia lihat adalah sebuah liontin berbentuk hati.
An xia membuka liontin itu, dan saat An xia membuka liontin itu.....An xia melihat sebuah foto. Itu adalah foto keluarganya, di dalam foto itu terdapat ayah, ibu, dirinya, dan juga kedua adiknya.
Itu adalah foto keluarganya yang di pasang di liontin yang berukuran kecil itu. Untuk sesaat An xia terkejut, benda ini tidak pernah lepas dari leher ibunya. Dulu saat di kehidupan pertama, setelah keluarganya dibantai, An xia mencari liontin ini.....namun dirinya tidak bisa menemukanya walaupun sudah mencarinya di mana mana.
An xia melihat didalam foto itu, dirinya dan keluarganya terlihat seperti keluarga yang harmonis.
An xia kembali menangis, kali ini dia tidak hanya menangis saja, namun dia juga berteriak.... An xia sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis dan berteriak.
An xia turun dari ranjangnya, kemudian gadis itu meluapkan emosinya dengan cara menghancurkan semua benda yang ia lihat.
Suara benda benda jatuh dan pecah terdengar jelas dari dalam kamar An xia.
Para pelayan dan penjaga yang berada tidak jauh dari kamar An xia segera berlari menuju kamar itu saat mendengar suara ribut dari dalam.
Dan secara kebetulan, Ayah dan ibunya juga berada tidak jauh dari situ. Saat An changyi dan An yueyin mendengar suara gaduh dari dalam kamar putri mereka, segera mereka berlari untuk melihat apa yang terjadi.
Saat mereka sudah berada di depan kamar An xia, mereka berdua bisa melihat beberapa pelayan dan pengawal yang sedang mengetuk ngetuk pintu dengan wajah yang sangat cemas.
Brrrrraaaakk!!!!....
Cetiarrrr!!!!....
Suara barang jatuh dan pecah itu terus terdengar dan semakin membuat orang orang yang berada di luar kamar ini menjadi semakin Kahwatir.
" Ada apa ini?!!!..." An changyi bertanya kepada salah satu pelayan.
Pelayan yang di tanya itu segera menoleh dan membungkuk. " Ha...hamba juga tidak tahu, tiba tiba kami mendengar nona pertama An menangis sambil berteriak, dan setelah itu....kami juga mendengar suara benda jatuh dari dalam." pelayan itu menjelaskan apa yang ia ketahui.
An yueyin mendekati pintu dan mengetuknya.
" Xia'er, buka pintunya!!.... apa yang terjadi?.... ibu mohon buka pintunya, jangan membuat kami semua cemas!!!..." Wanita itu begitu Kahwatir dengan putrinya, dia sangat takut jika putrinya itu melukai dirinya sendiri.
An changyi juga sudah sangat Kahwatir, dan Jenderal itu menyuruh para pengawal untuk mendobrak pintu itu agar bisa terbuka.
" Cepat, dobrak pintu itu!!!!..." Perintahnya tegas kepada para pengawal.
__ADS_1
Para pengawal itu hanya bisa patuh, mereka segera mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu kayu itu.
Saat pintu itu berhasil terbuka, mereka segera memasuki kamar An xia. Yang pertama kali mereka lihat adalah ruangan itu begitu berantah kan.....bahkan bisa di bilang kalau itu hancur.
Lalu pandangan mereka ber ahli kepada sosok gadis cantik dengan pakaian berwarna putih dan rambut hitam panjang yang tergerai indah.
Gadis itu duduk di lantai sambil memeluk suatu benda yang ia genggam di tangannya, mereka bisa mendengar dengan jelas kalau gadis itu sedang menangis dan terus mengucapkan kata ‘ kalian meninggalkanku '
Cahaya bulan yang masuk melalui jendela yang terbuka menerpa tubuh gadis itu, dan menambah kesan deramatis bagi mereka yang melihatnya.
An yueyin segera menghampiri An xia, wanita itu memeluk putrinya yang sedang menangis entah apa sebabnya, Namun yang mereka semua ketahui dari situasi saat ini adalah..... gadis itu baru saja kehilangan orang yang dia sayang.
“ putriku, tenanglah!!...jangan menangis, kami semua ada di sini.” entah mengapa An yueyin sampai mengatakan itu tanpa sadar.
Sedangkan An xia yang mendengarnya segera mendongak untuk menatap seseorang yang mengatakan hal tersebut, An xia baru sadar kalau dirinya saat ini berada dalam pelukan hangat ibunya.....atau ibu dari tubuh ini.
An xia langsung memeluk ibunya itu, setidaknya rasa rindunya bisa di obati dengan ibu barunya yang sekarang.
An changyi mendekat dan juga ikut memeluk tubuh mungil An xia, walaupun dirinya tidak tahu pasti apa yang menyebabkan putrinya menangis, tapi yang jelas bahwa dirinya sama sekali tidak bisa melihat putri kesayangannya itu menitihkan air mata, apalagi sampai menangis seperti ini.
An xia perlahan mulai merasa tenang, ia merasakan rasa hangat kasih sayang dari kedua orang yang saat ini meluknya.
Mereka memilih tidak menanyakan apa yang terjadi dengan An xia, mereka tahu betul jika mereka menanyakan apa yang sudah terjadi.... itu bisa membuat An xia bertambah sedih, mereka juga yakin kalau An xia tidak akan menceritakannya.
An Changyi melihat benda mirip seperti sebuah kalung yang tergantung di leher An xia, Bentuk kalung itu sederhana tapi unik dan terlihat indah.
Tapi yang membuat An changyi mengerutkan dahi adalah ukiran yang berada di kalung itu, terlihat seperti tulisan namun An changyi tidak tahu cara membacanya.
Itu sebenarnya adalah tulisan yang di ukir dengan huruf yang biasa digunakan oleh orang di jaman moderen.
( My famili ) Itulah yang terukir di liontin itu.
Setelah para pelayan membersihkan kamar An xia yang kacau itu, An xia segera beristirahat atas perintah sang ayah.
Mereka semua meninggalkan kamar itu setelah merasa semuanya sudah membaik.
Sedangkan An xia masih tidak bisa tidur, gadis itu memilih duduk di samping jendela dan memandang langit malam yang tak berbintang walaupun sang rembulan bersinar terang.
__ADS_1
•
•
•
•
•
Matahari sudah terbit, sedangkan An xia masih tertidur di dekat jendela dengan posisi duduk dan kepala yang bersandar di dinding.
Sinar matahari yang merambat masuk melalui cela jendela yang terbuka mengenai wajah An xia. An xia mengerjapkan matanya, perlahan matanya yang sedikit bengkak karena menangis itu terbuka karena terganggu sinar matahari yang menyengat di mata.
Tak lama seorang pelayan mengetuk pintu dari luar, An xia mempersilahkan pelayan itu untuk masuk.
Terlihat jika pelayan itu masuk bersama dengan pelayan yang lain dan membawa makanan untuk An xia.
An xia memakan makanan itu selagi para pelayan menyiapkan air hangat untuknya mandi.
An xia menyelesaikan sarapannya bersamaan dengan para pelayan yang sudah selesai menyiapkan air untuk An xia mandi.
An xia mandi dengan dibantu oleh para pelayan.
Kepala An xia yang terasa pusing karena terlalu lama menangis itu menjadi tenaga seketika saat dirinya berendam air hangat dengan wewangian yang ia suka.
Hari ini adalah hari berburu, perburuan ini memperbolehkan siapapun untuk mengikutinya, baik itu wanita ataupun pria.
An xia berniat mengikuti perburuan itu, ia pikir itu akan bisa membuatnya sedikit membaik.
Setelah An xia selesai bersiap siap, gadis itu segera pergi menuju kediaman ayahnya. Sesampainya An xia di kediaman ayahnya, ia segera menghampiri An changyi yang sedang berbincang dengan An yueyin.
Saat sudah berada dekat dengan mereka, An xia memberi salam." An xia memberi salam kepada Ayah dan ibunda!!..." Ucapnya dengan sopan dan anggun.
Mereka berdua menoleh dan melihat putri mereka yang tampak cantik dengan pakaian berwarna biru dan rambut yang di tarik dan di gelung ke atas.
An yueyin mendekati An xia dan menepuk bahu putrinya pelan." Ada apa xia'er, apa yang membuatmu datang ke mari?..." Tanya An yueyin lembut.
__ADS_1
An xia menatap mereka dengan senyum lembut dan wajah tenang seolah oleh kemarin tidak terjadi apapun.
" Putrimu ini hanya ingin meminta izin untuk mengikuti acar berburu..." Ucap An xia dengan wajah setenang air yang membeku.